NovelToon NovelToon
RONALD & FANIA

RONALD & FANIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat / Cintapertama
Popularitas:377
Nilai: 5
Nama Author: WILONAIRISH

Menjalin hubungan yang cukup lama, apalagi setelah satu atap bersama. Membuat seorang Fania merasa bosan dan jenuh pada hubungannya bersama sang suami, Ronald.

Hingga suatu hari kejujuran Fania membawa perubahan baru dalam kehidupan mereka.

Sebagai seorang suami, Ronald yang begitu mencintai Fania akan selalu berusaha memenuhi keinginan istrinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WILONAIRISH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4

Fania sama sekali tak terlihat memikirkan perkataan Chaerlina, yang berasumsi bahwa suaminya memiliki wanita lain diluar sana. Justru Fania tampak sangat menikmati liburannya dengan kebahagiaan tersendiri, kebebasan yang seolah tak pernah dirinya dapatkan selama tiga tahun terkahir bersama Ronald.

“Hoam rasanya lelah sekali seharian ini, aku mengantuk dan akan tidur. Jangan lupa hubungi suamimu, jangan sampai dia terpincut wanita lain”

Chaerlina terdengar lebih khawatir dengan hubungan kedua insan itu dibanding Fania sendiri yang mengalaminya. Dan Fania hanya memutar bola matanya jengah mendengar ujaran sahabatnya itu.

“Kau pikir Ronald tipe pria yang mudah berpaling? Aku jamin itu mustahil” gumam Fania dengan penuh keyakinan, menatap Chaerlina yang sudah terlelap ke dalam mimpi.

Mengingat kembali perkataan Chaerlina, Fania mengambil ponselnya dalam tas. Tentu saja bukan untuk menghubungi suaminya, melainkan mengecek notifikasi, apakah Ronald kembali menerornya seperti biasanya atau tidak.

“Hm rupanya dia menepati perkataannya, tidak mengganggu seperti biasanya” membayangkan wajah tampan Ronald, entah mengapa ada sebersit keinginan untuk melihat lagi wajah tampan yang sudah satu bulan tak dirinya lihat.

Fania menggelengkan kepalanya dengan tegas, menepis bayangan Ronald yang seakan mulai kembali mengganggunya lagi. Ia ingin menikmati waktu sendiri sekarang, tak perlu ada pria itu untuk saat ini.

Merasa belum mengantuk, Fania kembali memainkan ponsel ditangannya. Kali ini ia ingin membuka sosmed nya untuk melihat kabar-kabar terbaru yang mungkin memberikan manfaat untuk dirinya, walaupun sedikit sekali.

Tanpa sadar, Fania tersenyum sendiri melihat foto-foto orang lain yang diunggah di akun sosmed mereka. Keromantisan mereka mengingatkan dirinya pada keromantisan dirinya dan Ronald dulu. Namun semua itu, kini terasa hambar dan menyesakkan untuk dirasakannya. Entah apa dirinya terlalu bosan dengan suaminya atau yang lain.

***

“Fan, kita mau berapa lama lagi di sini?”

Chaerlina bertanya pada sahabatnya yang seolah tak mau pulang ke rumah, dan hanya ingin menikmati waktu liburan yang padahal sudah hampir satu bulan setengah mereka di sini.

“Jujur saja, aku merindukan kekasihku, Fan”

Lama tak bertemu secara langsung, tentu saja membawa kerinduan yang begitu besar pada kekasihnya. Kekasihnya pun sibuk dalam pekerjaan, hingga tak mungkin menyusulnya untuk ikut liburan seperti mereka saat ini.

“Kau bisa pulang lebih dulu, aku masih ingin di sini untuk sementara waktu” jawab Fania tanpa menoleh ke arah Chaerlina yang berbaring di sampingnya, juga menikmati sunset pada senja.

Chaerlina mengernyit heran, ada yang tak beres dengan sahabatnya. “Kau yakin tak ada masalah dengan suamimu? Aku rasa sikapmu yang seperti ini aneh, seolah menghindar darinya.”

Terdengar helaan nafas Fania, namun tak terdengar jawaban apapun dari bibir wanita itu.

“Pulanglah Chaer, kekasihmu pasti merindukanmu”

Fania paham akan hal itu, hingga tak ingin menahan Chaerlina lebih lama lagi.

“Meninggalkanmu di sini sendiri? Apa kau yakin aku akan aman berhadapan dengan suamimu?”

Rasanya Chaerlina tak akan sanggup menghadapai kemarahan suami Fania jika sampai tahu kalau dirinya meninggalkan Fania sendirian menikmati liburan di kota lain.

Fania tersenyum samar “Semuanya akan aman, percaya padaku”

Chaerlina mengernyitkan dahinya, semakin heran dengan Fania yang tidak seperti biasanya. Dia curiga ada yang tidak beres dengan sahabatnya itu.

“Kau yakin baik-baik saja? Aku khawatir sekarang.” Ujar Chaerlina dengan nada cemas.

Fania tersenyum tipis. “ I’m ok”

Chaerlina akhirnya memutuskan untuk pulang terlebih dahulu meninggalkan Fania sendirian di kota tempat mereka berlibur. Selain karena merindukan kekasihnya, sahabat dari Fania itu juga tak bisa meninggalkan pekerjaannya yang sudah menumpuk karena telah ditinggalkan begitu lama.

“Jaga diri baik-baik, Fan. Aku tak ingin disalahkan suamimu jika ada yang lecet sedikitpun pada tubuhmu.”

“Jangan lupa hubungi aku kalau ada apa-apa”

Chaerlina lebih khawatir meninggalkan Fania di sini dibandingkan menerima kemarahan suami Fania.

“Aku akan baik-baik saja, Chaer. Jangan terlalu khawatir aku bisa menjaga diriku sendiri.” Fania membalas pelukan Chaerlina dengan sama eratnya.

Fania terpaku menatap punggung Chaerlina yang semakin jauh hingga tak terlihat lagi bersiap untuk terbang ke kota mereka tinggal.

Terdengar helaan nafas kasarnya. Meskipun akan terasa sepi karena kini ia sendiri, ia akan belajar menikmati kesepian ini sementara waktu. Sampai dirinya puas dan dapat kembali ke kota kelahirannya.

Fania benar-benar mencoba menikmati liburannya sendiri, pergi ke tempat-tempat indah yang ia inginkan sendiri, menikmati aneka kuliner sendiri, dan banyak hal lainnya yang ia coba nikmati sendiri.

“Rasanya tidak sesepi itu” gumamnya lirih setelah mencoba menghabiskan waktu sendiri.

Fania mengunjungi salah satu pusat fashion yang ada di sana, ia ingin mengenali karakter mode yang sedang trend di daerah itu. Mungkin bisa menambah inspirasinya nanti kalau sudah kembali pada rutinitas pekerjaannya nanti.

“Sepertinya mereka lebih menyukai produk lokal dibanding luar negeri.” Gumam Fania yang sejak tadi mengamati orang-orang yang berlalu lalang, sembari menikmati makan siangnya di salah satu restoran yang tersedia di pusat perbelanjaan yang sedang ia kunjungi.

Hingga ia dikejutkan akan kedatangan seseorang yang menghampiri dirinya.

“Fania, lama tak bertemu. Kau semakin menawan” ujarnya tanpa ragu.

Membuat Fania berdecak tak suka mendengar pujian seseorang di hadapannya itu.

“Apa aku mengenalmu?!” sarkas Fania tak ingin lagi berbasa-basi dengan pria dihadapannya itu.

Tawa sinis terdengar renyah di telinga Fania, pria itu menatap Fania dengan pandangan memuja.

“Aku selalu suka dengan sikapmu yang seperti ini.” Kemudian pria itu menoleh ke kiri dan kanan seolah mencari keberadaan seseorang.

“Wah kau sendiri, suamimu yang selalu menempel padamu itu tak ikut? Sepertinya ini kesempatan yang bagus untukku bukan?” ujar pria itu dengan kekehan sinis nya.

Fania tak memberikan respon apapun, ia hanya berdecak malas dan memasang wajah masam. Berdiri berniat akan pergi tak mau meladeni pria gila di hadapannya itu.

Tangannya tertahan, siapa lagi pelakunya jika bukan pria gila itu.

“Lepas!”

“Fania, jangan munafik. Aku tau kau juga menginginkanku bukan? Bukannya ini kesempatan kita, karena sedang tak ada suamimu yang posesif itu.” Ujarnya dengan penuh percaya diri.

Membuat Fania berdecak kesal, dan menepis kasar tangan lancang pria itu.

“Hentikan omong kosong mu itu. Sejak dulu kau hanya sampah yang selalu menggangu mata” sarkas Fania menatap tajam pria itu.

Pria yang dulu pernah menyukainya saat kuliah, namun dirinya tolak karena saat itu ia sudah bersama Ronald. Dan jelas tak menyukai pria itu. Pria gila yang dulu hampir mencelakai Ronald karena rencana buruknya untuk melukai Ronald.

Seingatnya, pria ini sudah dimasukkan dalam sel oleh suaminya, namun melihat saat ini berkeliaran di depannya. Tampaknya dia sudah dibebaskan.

“Aku tau kau sudah tak mencintainya lagi”

NEXT …….

1
Dian
suka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!