NovelToon NovelToon
Di Jodohin Sama Santri

Di Jodohin Sama Santri

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikahmuda / Romansa
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mooniecaa_moon

Celina adalah ratu clubbing yang hidupnya cuma soal hura-hura, alkohol, dan gonta-ganti cowok sesuka hati. Baginya, pakaian seksi adalah seragam wajib untuk menaklukkan malam. Dia nggak butuh aturan, apalagi komitmen.

Muak melihat kelakuan Celina yang makin liar, sang Mama akhirnya memberikan ultimatum keras: Menikah dengan seorang santri pilihan Mama, atau angkat kaki dari rumah tanpa sepeser pun uang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooniecaa_moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Fajar menyingsing di ufuk timur pesantren, membawa hawa sejuk yang perlahan mengusir kabut pagi. Namun bagi Raka, udara sejuk itu sama sekali tidak membantu meredakan detak jantungnya yang sudah berpacu seperti bedug bertalu-talu.

Aula besar pesantren sudah disulap menjadi ruang akad yang sangat cantik. Karpet merah membentang luas, jajaran kursi putih tertata rapi, dan kelambu kain satin putih-emas tampak megah membingkai meja akad. Di kursi utama, Syekh Abdullah, Abi, dan Papa Raka sudah duduk berhadapan. Raka yang dibimbing oleh Zuhair melangkah dengan kaki yang terasa seperti dipasung seberat satu ton. Wajahnya pucat pasi.

Setelah pembacaan khutbah nikah yang khidmat oleh Abi, tibalah momen sakral itu. Syekh Abdullah menjabat tangan Raka dengan erat.

"Raka Ahmad, ana nikahkan dan ana kawinkan engkau..."

Dengan satu tarikan napas yang dalam, mengingat seluruh perjuangan tobatnya selama dua bulan terakhir di pesantren, Raka menjawab dengan suara yang tegas, lantang, dan bergema di seluruh penjuru aula tanpa ada keraguan sedikit pun.

"Saya terima nikah dan kawinnya Athira Jubilee binti Abdullah dengan mas kawin tersebut dibayar tunai!"

"Saksi? Sah?"

"SAH!!!"

Gema takbir dan hamdalah seketika membumbung tinggi menembus langit-langit aula. Raka langsung menunduk dalam, menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan yang gemetar hebat. Butiran air mata lolos begitu saja dari sudut matanya. Air mata lega, haru, dan syukur yang tak terbendung. Di barisan perempuan, Celina yang duduk di samping Ummi langsung mengusap sudut matanya yang basah, ikut merasakan betapa besarnya arti kata "sah" itu bagi seorang Raka.

Setelah prosesi penyerahan buku nikah dan pemasangan cincin di mana Athira keluar dengan sangat anggun—rambut panjangnya kini telah tertutup rapat dan rapi oleh hijab pengantin berhias payet mutiara—acara berlanjut ke sesi yang paling menguras air mata seisi aula: Sesi Sungkeman dan Doa Restu.

Raka dan Athira perlahan berjalan berlutut mendekati kursi orang tua. Raka bersimpuh tepat di depan lutut Mama dan Papanya.

Suasana mendadak hening seketika. Raka, cowok yang di Jakarta selalu bersikap pembangkang, urakan, dan menganggap rumahnya hanya sebagai tempat singgah, kini menundukkan kepalanya dalam-dalam di pangkuan ibundanya. Bahunya mulai terguncang hebat.

"Mama... Papa..." suara Raka bergetar, tercekat di tenggorokan karena menahan isak tangis yang mendesak keluar. "Raka... Raka minta maaf yang sebesar-besarnya atas semua kesalahan Raka selama ini. Raka tahu... Raka sering bikin Mama sama Papa kecewa, sering ngelawan, sering bikin malu keluarga dengan kelakuan Raka yang hancur di Jakarta..."

Mamanya Raka langsung menangis sesenggukan, tidak tahan melihat perubahan drastis putranya. Beliau merengkuh kepala Raka dan mengelus peci hitamnya dengan tangan yang bergetar.

"Raka selalu mikir kalau Mama sama Papa nggak peduli sama Raka... tapi Raka sadar Raka yang salah," lanjut Raka, air matanya menetes membasahi kain jarik ibunya. "Terima kasih... terima kasih karena Papa dan Mama sudah sudi datang ke sini, sudi merestui Raka yang fakir ilmu ini untuk jadi seorang suami. Tolong... tolong tetap bimbing Raka, Ma, Pa..."

Papanya Raka, seorang pengusaha di Jakarta yang biasanya berwajah kaku, malam itu runtuh pertahanannya. Beliau menunduk, menepuk-nepuk bahu kokoh Raka sambil menghapus air mata di sudut matanya sendiri. "Papa sudah maafkan, Nak. Papa bangga sama kamu yang sekarang. Jadilah imam yang baik buat Athira," ucap Papanya dengan suara serak yang sarat akan penyesalan sekaligus kebanggaan mendalam.

Setelah memeluk erat kedua orang tua kandungnya, Raka tidak langsung bangkit. Ia justru bergeser, berlutut di depan kursi Bunda Siska dan Ayah (orang tua Celina) yang duduk persis di sebelah orang tua Raka.

Melihat Raka bersimpuh di depan mereka, Bunda Siska langsung berkaca-kaca, sementara Ayah Celina menghela napas panjang menahan gejolak haru di dadanya.

Raka mendongak sebentar, menatap dua wajah yang selama ini selalu membukakan pintu rumah mereka lebar-lebar setiap kali Raka diusir atau kabur dari rumah.

"Bunda... Ayah..." Raka mencium tangan Bunda Siska dengan takzim. "Raka nggak akan pernah bisa berdiri di sini, pakai baju pengantin ini, kalau bukan karena kebaikan hati Bunda sama Ayah. Terima kasih banyak... karena sudah sudi menjadi orang tua kedua buat Raka sejak Raka kecil."

Celina yang melihat pemandangan itu dari kejauhan langsung menggigit bibir bawahnya, tangannya meremas jari-jari Zuhair yang sejak tadi menggandengnya erat di balik jubah abu-abunya.

"Makasih karena dulu Bunda yang pertama kali sabar banget nuntun Raka ngaji alif, ba, ta... Makasih karena Ayah yang selalu keras negur Raka tiap kali Raka mulai nakal dan melenceng ke jalan yang salah. Kalau bukan karena didikan dan omelan Ayah di Jakarta, mungkin Raka udah membusuk di jalanan sekarang," ucap Raka jujur, membuat seisi aula ikut terenyuh mendengar pengakuan tulus dari lubuk hatinya.

Ayah Celina maju, menarik tubuh Raka dari posisi berlututnya untuk masuk ke dalam dekapan hangatnya. Ayah menepuk punggung Raka dengan kuat. "Kamu sudah Ayah anggap anak sendiri, Raka. Ayah saksinya kamu anak nakal, dan Ayah juga saksinya hari ini kamu jadi laki-laki terhormat. Jaga istrimu baik-baik, jangan bikin onar lagi ya!."

Bunda Siska pun memeluk Raka sambil menangis haru. "Selamat ya, Nak Raka. Bunda selalu doakan yang terbaik buat pernikahan kalian."

Zuhair yang duduk di samping Celina merapatkan dekapannya di bahu istrinya, berbisik lirih penuh syukur, "Lihat, Cel. Sahabatmu sudah benar-benar pulang ke jalan-Nya."

Celina hanya bisa mengangguk pasrah dalam tangis bahagianya, menyaksikan sahabat kecilnya kini telah resmi memulai babak baru sebagai seorang suami.

Setelah menyelesaikan momen sungkeman yang penuh air mata dengan para orang tua, Raka bangkit berdiri. Sebelum ia menggandeng Athira untuk menuju ke pelaminan, matanya menyapu seisi aula dan langsung tertuju pada sosok Celina yang berdiri di barisan depan jajaran keluarga Ndalem, tepat di samping Zuhair.

Tanpa memedulikan tatapan ratusan pasang mata santri dan tamu undangan, Raka melangkah lebar menghampiri sahabat kecilnya itu. Wajah Raka masih basah oleh air mata, namun ada senyum tulus yang mengembang di bibirnya.

Begitu sampai di depan Celina, Raka tidak banyak bicara. Ia langsung menarik Celina ke dalam pelukan hangat seorang sahabat. Pelukan yang sangat erat, seolah menyalurkan seluruh rasa terima kasih dan haru yang berkecamuk di dalam dadanya.

"Cel... makasih ya," bisik Raka tepat di telinga Celina, suaranya parau dan bergetar hebat. "Makasih buat semuanya."

Celina yang awalnya kaget, perlahan membalas pelukan Raka, menepuk-nepuk punggung cowok yang sudah ia anggap seperti saudara kandungnya sendiri itu. "Ih, apaan sih lo, Rak... sok sedih banget. Jiji gue," canda Celina dengan suara yang ikut serak karena menahan tangis.

Raka melepaskan pelukannya perlahan, namun kedua tangannya tetap memegang bahu Celina. Ia menatap mata Celina dengan lekat.

"Gue beneran, Cel. Gue mau minta maaf atas semua kesalahan gue selama kita temenan dari kecil. Maaf kalau gue sering ngerepotin lo, sering bikin lo pusing sama kelakuan badung gue di Jakarta, atau sering gangguin lo sama si Zuhair belakangan ini," ucap Raka tulus.

Air mata Celina akhirnya lolos juga mendengarkan ucapan Raka. "Gue udah maafin lo dari dulu, dasar kadal. Lagian kalau nggak ada lo, hidup gue di Jakarta datar-datar aja."

"Gue juga mau makasih banget, Cel," lanjut Raka, matanya melirik sekilas ke arah Athira yang sedang tersenyum teduh melihat mereka dari kejauhan. "Kalau bukan karena bisikan maut lo di balik pohon mangga dua bulan lalu, gue mungkin nggak bakal punya keberanian buat milih Athira. Makasih udah selalu jadi orang pertama yang dukung gue di saat orang lain mandang gue sebelah mata—terakhir makasih udah nyuruh gue dateng kesini."

Celina menghapus air mata di pipi Raka dengan ujung jarinya. "Udah ah, jangan nangis lagi. Tuh liat, bidadari lo udah nungguin di depan. Sekarang tugas lo udah beda, Rak. Lo udah jadi suami. Jaga Athira baik-baik, jangan sampai lo bikin dia nangis. Kalau lo macem-macem, gue sendiri yang bakal maju pakai sabuk hitam Taekwondo gue buat hajar lo, paham?"

Raka terkekeh kekeh, menghapus sisa air matanya lalu mengangguk mantap. "Paham, Ibu negara. Tenang aja, pawang gue sekarang galak."

Raka kemudian berbalik menatap Zuhair yang berdiri tenang di samping Celina. Raka mengulurkan tangannya, yang langsung disambut dengan jabat tangan erat dan pelukan hangat dari Gus muda itu.

"Titip Celina ya. Makasih sudah sabar sama kita berdua," bisik Raka ke Zuhair.

"Pasti, Raka. Selamat atas pernikahanmu, barakallahu laka wa baaraka 'alaika," jawab Zuhair dengan senyum penuh wibawa.

Dengan langkah yang kini jauh lebih ringan dan penuh percaya diri, Raka berjalan kembali menghampiri Athira, siap melangkah bersama menuju pelaminan untuk menyambut masa depan mereka yang baru.

Jangan lupa like,komen dan bantu karyaku makin berkembang yaaaaa!

1
Ulfa 168
seru lanjut thor
Veronicacake: aaaaa maacie udah baca yaaaa, jan lupa like komennya yahhhh! aku update tiap hari kok ka💕💕
total 1 replies
ChaManda
😭😭
Veronicacake: kak😭😭
total 1 replies
Ntaaa___
Jangan lupa mampir di ceritaku kak🤭😇
Anonim
SUKAAAA, GA TAMPLATE NARASINYAAAA! SEMANGAT THOR DI TUNGGU UDATE💕💕💕💕
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!