NovelToon NovelToon
Reincarnated As A Heavenly Demon

Reincarnated As A Heavenly Demon

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Iblis / Kelahiran kembali menjadi kuat / Budidaya dan Peningkatan / Ahli Bela Diri Kuno
Popularitas:14.6k
Nilai: 5
Nama Author: 𝕱𝖑𝖔𝖜𝖊𝖗𝖅𝖞𝖗𝖊𝖓𝖊

Zha Yongjin, seorang Pemimpin Bangsa Naga yang terlahir kembali menjadi seorang anak kecil dengan latar belakang yang tidak diketahui. Dengan bantuan seorang kakek asing yang ditemuinya di tempat random, ia pun membesar dan mencaritahu sendiri latar belakang asli dari tubuh yang dirasukinya ini.

~Karya ini terinspirasi dari komik favorit Author~

...______...

Untuk pengetahuan pembaca yang telah membaca novel Season 1 dan Season 2-nya, kini kedua season itu akan digabung dalam novel ini.
Author juga akan menambah beberapa perubahan dari alur, dialog, dan juga mungkin dalam karakter.

Sekian, maaf jika deskripsinya pelit, karena Author lagi malas mengetik.
Selamat menikmati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝕱𝖑𝖔𝖜𝖊𝖗𝖅𝖞𝖗𝖊𝖓𝖊, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4: Ilmu Pengetahuan

...[Peringatan kecil]...

...Bab ini agak banyak 'teori dalam dunia fantasi', seperti duduk dan sebagainya....

...Kalau kamu tipe yang suka scene berantemnya, sabar ya... atau skip tipis-tipis juga boleh aowkaokwoak....

...Segitu saja,...

...Selamat Membaca~...

...****************...

Besok paginya, sebelum jam 6, Raon-jun sudah berada di puncak Gunung Baekunbong. Ia langsung bermeditasi seperti apa yang ia lihat dari kakek Seonwu sebelumnya.

"Setelah duduk bersila seperti ini, harus lakukan apalagi ya?... Pejamkan mata? Lalu?" pikirnya, kebingungan karena tidak tahu harus melakukan apa.

"Dari yang kulihat melalui kakek, ia hanya cukup memejamkan matanya saja setelah duduk." pikirnya, membuka kembali matanya. "...Sudahlah, aku harus menunggu kakek bangun terlebih dahulu dan menanyakannya." gumamnya.

Raon-jun berdiri dari posisi duduknya, melihat sekitar dan menikmati suasana yang dingin di pagi hari. "Aku masih bertanya-tanya bagaimana aku bisa berakhir di sini...." batinnya.

"Dan mengapa aku merasa seperti telah melupakan sesuatu yang penting?" pikirnya, menatap ke telapak tangannya yang dipenuhi kotoran dari gunung.

"Aku hanya mengingat samar-samar saat seorang pria yang bagiku berharga, mengkhianatiku dan membunuhku setelah mengajakku ke pesta..."

"Nama ya..." ia bergumam pelan, "...Berapa umurku? Siapa nama asliku? Di mana tempat tinggalku?"

"Kakek bilang, untuk memurnikan atau memulihkan Tenaga Dalam, harus bermeditasi... Mungkin? Aku tidak terlalu paham karena penjelasannya sangat panjang waktu itu."

"Jadi, kau ingin aku menjelaskannya secara ringkas dan langsung ke intinya?" tiba-tiba saja, terdengar suara seorang kakek-kakek serak dari belakang.

Raon-jun cepat menoleh, "Hah? Tentu saja, saya bukan tipe yang suka bertele-tele dan basa-basi." balasnya, dengan bahu yang diangkat singkat.

"Hadeh..." kakek Seonwu menghela nafasnya, "Dengarkan baik-baik. Tenaga Dalam bukan sekadar kekuatan... Tapi cara tubuhmu bertahan dari kehancuran."

Orang tua itu menatapnya tajam sebelum melanjutkan.

"Pertama, pemurnian. Ini adalah dasar dari segalanya. Tubuhmu kotor, bukan hanya oleh racun, tapi oleh emosi, luka, dan energi keruh yang bahkan kau sendiri tak sadari. Saat kau mulai menyerap Qi, energi itu akan memaksa keluar semua kotoran tersebut."

Ia berhenti sejenak, seolah mengingat sesuatu yang tidak menyenangkan.

"Rasanya menyakitkan. Seolah-olah tubuhmu dihancurkan dari dalam. Tapi jika kau bertahan... Tubuhmu akan menjadi wadah yang layak."

"Lalu, pemulihan." nada suaranya sedikit melunak, namun tetap dingin.

"Setelah bertarung, setelah kau memaksakan batas tubuhmu, semuanya akan rusak, meridianmu, aliran energimu, bahkan jiwamu bisa terguncang. Di sinilah pemulihan berperan."

Ia mengangkat dua jari, menunjuk ke dadanya sendiri.

"Kau harus menenangkan napasmu. Mengarahkan Qi ke bagian yang rusak. Menyusun kembali apa yang hancur. Tanpa ini... bahkan seorang jenius pun akan mati sebelum mencapai puncak."

"Terakhir adalah meditasi."

Kali ini, suaranya berubah berat. Jauh lebih serius dari sebelumnya. "Ini bukan duduk diam seperti orang bodoh. Ini adalah proses merebut kekuatan dari langit dan bumi." Matanya yang sipit perlahan menyipit, nyaris seperti tidur.

"Kau menyerap Qi. Mengendalikannya. Memadatkannya… lalu menyimpannya di dantianmu. Sedikit demi sedikit, hingga suatu saat..." Ia menatap lurus ke mata Raon-jun.

"Kau menembus batasmu sendiri." ucapnya, sedikit tersenyum tipis, "Namun ingat ini baik-baik." suaranya turun, hampir seperti bisikan.

"Pemurnian yang gagal akan merusak tubuhmu. Pemulihan yang salah akan menghancurkan meridianmu. Dan meditasi tanpa kendali akan membuatmu kehilangan akalmu sebelum kau sempat menjadi kuat."

"Sekarang," katanya sambil berbalik. "Jika kau masih ingin berjalan di jalan ini... duduklah."

"Dan jangan mati di percobaan pertamamu."

Dun-dum!

Ucapan Kakek Seonwu entah kenapa seolah terdengar seperti sedang menekan seseorang. Tentu saja 'seseorang' itu sudah bisa ditebak. "Tapi..."

"Bagaimana caranya?"

Raon-jun bertanya dengan ekspresi yang sulit dijelaskan, antara bingung dan... Ew?

"...Dia ini anak siapa sih?" pikir Seonwu, "Duduk, tegakkan punggungmu, dan pejamkan matamu."

"Sekarang, kita mulai dari pemurnian." Suaranya rendah, terkontrol. "Tarik napas perlahan melalui hidung. Dalam... Lebih dalam lagi. Bayangkan udara yang kau hirup bukan sekadar udara, melainkan Qi."

Ia mengetuk pelan punggung Raon-jun. "Bimbing energi itu masuk ke tubuhmu. Jangan biarkan ia liar. Arahkan ke seluruh tubuh. Ke pembuluhmu, ke tulangmu hingga ke dagingmu."

Suasana menjadi hening untuk sejenak. "Ketika Qi mulai bergerak, kau akan merasakan panas... lalu tekanan." Nada suaranya menajam.

"Itu normal. Biarkan saja. Qi sedang mengikis kotoran dalam tubuhmu. Jangan hentikan alirannya, bahkan jika kau merasa seperti akan hancur."

"Jika tubuhmu mulai berkeringat dingin atau panas, jika napasmu jadi berat, tetap lanjutkan." Ia berbisik pelan, "Dorong semua 'kotoran' itu keluar. Lewat pori-pori, lewat napas, apa pun jalannya."

"Setelah itu kita lanjut ke pemulihan." nada suaranya berubah lebih tenang. "Sekarang, jangan serap Qi lagi. Cukup kendalikan yang sudah ada di dalam tubuhmu." Ia meletakkan tangannya di punggung Raon-jun.

"Fokus pada bagian tubuh yang terasa sakit atau rusak. Temukan itu." mereka berdua tetap diam. "Sudah ketemu? Bagus. Sekarang arahkan Qi ke sana. Perlahan, jangan dipaksa."

Suaranya melembut, tapi tetap tegas. "Biarkan Qi membungkus bagian itu. Hangatkan. Perbaiki. Menyusun kembali aliran yang kacau."

"Jika kau memaksakan terlalu keras, kau akan merobek meridianmu sendiri. Ingat itu."

"Yang terakhir, untuk meditasi." suasana jadi lebih sunyi. "Tarik napas lagi. Kali ini, lebih stabil, dalam, dan lebih lambat." Ia mengetuk perut bagian bawah Raon-jun "Fokus di sini. Dantian."

"Setiap kali kau menarik napas, serap Qi. Setiap kali kau menghembuskan napas, padatkan Qi itu di dantianmu."

Nada suaranya berubah berat. "Jangan biarkan ia tersebar. Kunci di sana. Putar perlahan... seperti pusaran."

"Jika kau melakukannya dengan benar, kau akan merasakan sesuatu mengumpul. Seperti berat, padat, dan hidup." ia tersenyum tipis.

"Itulah kekuatanmu."

"Ulangi siklus ini, pemurnian untuk membersihkan. Pemulihan untuk menstabilkan. Dan meditasi untuk menjadi lebih kuat."

Suara langkah kaki mulai menjauh. "Tapi ingat..." ia berhenti tanpa menoleh. "Jika kau kehilangan kendali saat salah satu tahap itu..."

Senyum tipisnya kembali terukir di wajahnya yang penuh kerutan, "...Tidak ada yang bisa menyelamatkanmu. Bahkan aku." ucapnya.

Raon-jun tidak membalas, bukan karena tidak ingin, tapi karena tak bisa, ia masih sedang dalam proses meditasi mengikut seperti apa yang kakek Seonwu ajari...

1
MULIANA 💦
awas nanti tersesat jun 😄
Xlyzy
yang dua ini malah ngobrol dia ya ampun🤣🤣
Cimol krispy
wkwkwkw kenalan yang berne dulu nggak sih🤭
Cimol krispy
Padahal sudah dibantuin
Mingyu gf😘
waoww baru tahu
Mingyu gf😘
kan dia sebenarnya sepuh😄
ginevra
jadi penasaran deh sama kelanjutannya
ginevra
si adik main Bun Bun aja... udah bagus yongjin mau hadir ke pesta. eh malah dijebak
ginevra
apalah yuwon apalah.... udah g*y eh jahat pula.... paket combo
Filan
temannya ga tahu siapa dia kan?
Filan
emang dia dari dunia yang sama? ada yang kenal dia sebelumnya? kukira dunianya beda
Filan
darimana dia tahu?
dia beneran aneh
Filan
caper dia
biar dapat kesannya
MULIANA 💦
keberuntungan mana, yang bernama iblis /Facepalm//Chuckle/
Filan
sok tahu apa caper nih?
MULIANA 💦
masih aja di bahas, sesama jenis /Facepalm//Facepalm/
Rain Aricia
Mereka mau ngintip?
Rain Aricia
Ih sadis kali
Rain Aricia
Hanya temen mungkin kek
Miu.Nuha
akhirny ad yg paham tentang hidupmu ya Reon 🤧🤧🤧
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!