NovelToon NovelToon
Raja Ruang & Waktu Di Akademi Para Iblis

Raja Ruang & Waktu Di Akademi Para Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: RavMoon

Terlahir kembali di dunia yang dipenuhi Iblis dan Malaikat Jatuh bukanlah rencana Saiba Ren. Sebagai mantan Raja Dewa yang pernah mengguncang Alam Ilahi, ia kini harus memulai segalanya dari nol di Akademi Kuoh dengan identitas baru.
​Namun, Ren tidak datang sendirian. Di balik penutup matanya yang misterius, tersimpan kekuatan Six Eyes yang mampu menembus struktur semesta, dan di dalam jiwanya, istri-istri tercintanya masih tertidur dalam dimensi rahasia yang menunggu untuk dibangkitkan. Di dunia di mana Sacred Gear dan garis keturunan adalah segalanya, Ren hadir sebagai anomali yang tidak bisa diukur oleh logika sistem mana pun.
​Saat faksi-faksi besar mulai mengincar kekuatannya, Ren hanya memiliki satu prinsip: "Dunia ini boleh punya aturannya sendiri, tapi akulah yang menentukan kapan aturan itu berlaku bagiku." Bisakah ia membangun kembali kejayaannya sambil menjaga kedamaian haremnya yang perlahan terbangun?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RavMoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4.Kursi Belakang dan Hembusan Angin

Sinar matahari musim semi menyelinap masuk melalui celah-celah ventilasi kelas 2-B, menciptakan garis-garis cahaya yang membelah debu tipis di udara. Suara kapur yang beradu dengan papan tulis menjadi satu-satunya irama yang mendominasi ruangan. Guru di depan kelas sedang sibuk menjelaskan teori sastra klasik, namun bagi Ren, deretan kanji di papan tulis itu hanyalah ornamen yang tidak lebih menarik daripada retakan halus di langit-langit gedung.

Ren duduk dengan posisi yang sangat santai, punggungnya bersandar sepenuhnya pada sandaran kursi kayu, sementara satu tangannya menopang dagu. Kacamata hitamnya masih terpasang tegak, menutupi pandangan Six Eyes yang terus-menerus membedah realitas di sekitarnya. Dari posisinya di pojok belakang dekat jendela, ia memiliki sudut pandang sempurna untuk mengamati seluruh isi kelas tanpa harus menggerakkan kepala.

Di barisan depan, ia melihat punggung para siswi yang sesekali mencuri pandang ke arah belakang, lalu berbisik satu sama lain sambil terkikik pelan. Di sisi lain, ia bisa merasakan aura kegelisahan yang memancar dari Issei Hyodo. Pemuda berambut cokelat itu tampak tidak fokus; matanya sesekali melirik ke arah tangan kirinya, lalu menatap punggung gadis cantik di depannya dengan tatapan yang sulit diartikan—campuran antara kekaguman remaja dan sesuatu yang jauh lebih gelap yang belum ia sadari.

"Dia merasakan sesuatu, tapi otaknya terlalu tumpul untuk memahaminya," batin Ren.

[SISTEM: Deteksi fluktuasi emosi pada target Issei Hyodo. Energi naga di dalam dirinya bereaksi terhadap keberadaan Anda sebagai predator puncak.]

[REN: Biarkan saja. Jika dia tidak bisa mengendalikan rasa takutnya, dia tidak akan pernah bisa membangkitkan kekuatan itu dengan benar.]

Ren mengalihkan pandangannya ke luar jendela. Dari ketinggian lantai dua ini, ia bisa melihat halaman sekolah yang mulai ditumbuhi bunga sakura yang berguguran. Namun, perhatiannya tertuju pada area hutan kecil yang mengelilingi gedung tua Klub Ilmu Gaib. Di sana, ia melihat beberapa gagak hitam hinggap di dahan pohon, mata mereka yang merah tampak mengawasi gedung utama.

Itu bukan gagak biasa. Itu adalah mata-mata dari faksi Malaikat Jatuh.

Ren mengetuk-ngetukkan jarinya di atas meja dengan irama yang lambat. Di dalam pikirannya, ia mulai menyusun strategi. Ia tahu bahwa keberadaannya telah memicu riak di kolam yang tenang ini. Sona Sitri pasti sedang memeriksa latar belakangnya sekarang, dan Rias Gremory kemungkinan besar sedang merencanakan cara untuk mendekatinya.

Tiba-tiba, sebuah memori melintas di benaknya—sebuah kilasan tentang Bibi Dong yang sedang menyeduh teh di istana Alam Ilahi. Aroma teh melati dan senyum lembut istrinya itu terasa begitu nyata hingga Ren hampir bisa merasakannya. Kerinduan itu menghantamnya seperti ombak kecil, dingin namun dalam. Ia mengepalkan tangannya di bawah meja, merasakan denyut kekuatan Mokuton yang siap meledak dari ujung jarinya jika ia mengizinkannya.

"Segera," bisiknya dalam hati. "Aku hanya butuh sedikit lagi stabilitas ruang untuk menarik kalian keluar."

[SISTEM: Peringatan—Penggunaan emosi berlebih dapat memicu kebocoran energi Ruang-Waktu. Disarankan untuk menjaga ketenangan mental.]

[REN: Aku tahu. Jangan menceramahiku.]

Ren menarik napas dalam-dalam, menelan kembali emosinya dan menggantinya dengan ketenangan yang dingin. Ia kembali memperhatikan Issei yang sekarang sedang digoda oleh dua teman mesumnya. Pemandangan itu sebenarnya cukup lucu jika Ren sedang dalam suasana hati yang baik, namun saat ini, ia hanya melihat mereka sebagai bidak-bidak kecil di papan catur yang jauh lebih besar.

Guru di depan kelas tiba-tiba berhenti menulis dan menoleh ke arah Ren. "Saiba-kun? Apakah ada sesuatu yang menarik di luar jendela?"

Seluruh kelas menoleh. Keheningan mendadak menyergap. Ren tidak terkejut. Ia perlahan memutar kepalanya ke arah guru tersebut, bibirnya melengkung membentuk senyuman tipis yang terasa meremehkan namun tetap dalam batas kesopanan.

"Hanya mengamati bagaimana musim berubah, Sensei," jawab Ren dengan suara yang halus. "Terkadang, apa yang terlihat tenang di permukaan sebenarnya menyimpan badai yang sedang bersiap untuk menerjang."

Jawaban puitis namun penuh teka-teki itu membuat guru tersebut terdiam sejenak, bingung harus merespons apa. Sementara itu, di barisan belakang, Issei menelan ludah dengan susah payah. Ia merasakan bulu kuduknya merinding, seolah-olah kata-kata Ren baru saja ditujukan langsung kepadanya.

Ren kembali menatap jendela, mengabaikan tatapan bingung rekan-rekan sekelasnya. Baginya, pelajaran hari ini sudah berakhir jauh sebelum bel berbunyi. Pertunjukan yang sebenarnya akan dimulai saat matahari terbenam nanti.

1
Chandra
lanjut lagi lebih banyak lagi
Chandra
lanjut mana sih
Chandra
lanjut mana
Chandra
lanjut lagi
Chandra
mana lanjutnya
Chandra
lanjut lagi seru ini
Chandra
lanjut lagi
Chandra
lanjut
Chandra
mana lanjutnya 😭
Chandra
mana lanjutnya
Chandra
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!