" Cari tahu lebih banyak lagi tentang wanita pengganti itu,kalau sampai ada kecurangan,detik itu juga lenyap kan apapun yang mereka miliki."
" Siap Bro."
Kepala Arjuna berdenyut keras, keinginan untuk mewujudkan impian sang ibu tidak bisa berjalan dengan mulus.tapi dia tidak bisa menunda lebih lama lagi,ini adalah permintaan sang Ibu, wanita yang paling ia sayangi dalam hidup nya.
Sementara di tempat yang lain,sosok wanita pengganti itu sedang berdiri tak karuan, setelah mendengar percakapan kedua orang tua nya.
" Mau jadi apa hidup Aku ini,baru juga mau kuliah,udah di suruh nikah segala."
" Tchh....Apa Aku kabur aja ya?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oland sariyy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Melope- Lope
Arjuna menatap jam tangan mewah nya,lalu menatap Yura dengan pandangan membuat bulu kuduk meremang.kedua mata nya menyipit tidak terima telah di bohongi oleh Yura.padahal tadi dia sudah memberikan waktu untuk Yura berkata jujur kepada nya,tapi yang dia dapat kan malah sangat mengejutkan.
" Cepat masuk." titah Arjuna .
Kedua tangan nya sudah mengepal di setir mobil membayangkan seberapa sakit pipi Yura malam kemarin.
Dalam hitungan menit,bawahan Arjuna mampu mendapatkan informasi yang valid.pelaku nya tidak lain dan tidak bukan adalah orang tua Yura sendiri.Arjuna jelas tidak terima dengan apa yang sudah mereka lakukan terhadap Yura.mulai sejak kemarin dia telah berjanji untuk melindungi wanita ini.
" Kita mau kemana?" tanya Yura sengaja berjalan cukup jauh dari gerbang kampus karena tidak ingin ketahuan oleh mahasiswa lain nya.
Tapi apakah Arjuna marah dan menolak keinginannya? Jawaban nya tentu saja tidak.Arjuna hanya menghela nafas kasar.bisa- bisa nya dia mengikuti kemauan Yura.padahal sebelum nya dia tidak pernah bisa di perintah oleh siapapun kecuali sang Ibu tercinta.
"Jangan bikin Saya menunggu lebih lama lagi,naik dan pakai sabuk pengaman mu." ujar Arjuna menatap lurus ke depan.
Selain kesal karena Yura yang menutupi kejahatan orang tuanya,Arjuna kembali kesal ketika melihat pesan video yang di kirim oleh anak buah nya barusan.
Di sana terlihat jelas bagaimana Yura tersenyum lembut kepada seorang lelaki dan lelaki itu sempat menyentuh tangan Yura.
Bukan nya segera menemui nya,Yura malah memilih bertemu dengan lelaki itu terlebih dahulu.
Arjuna sudah mengenal lelaki itu,namun sekarang untuk memastikan secara langsung apa sebenarnya hubungan mereka berdua.Arjuna terlanjur gengsi takut Yura jadi besar kepala.
" Tch...Galak banget sih jadi calon suami,bilang dulu kita mau pergi kemana ini? Jangan asal nyuruh masuk saja , sedangkan tujuan nya nggak jelas." sungut Yura dengan bibir di majuin.
Tingkah menggemaskan Yura ini tidak luput dari perhatian Arjuna.ia tersenyum tipis lalu mengusap wajah tidak mengerti dengan diri nya saat ini.seorang Yura sudah berhasil meruntuhkan tembok batu es besar dalam hidup nya.
" Kita harus ke butik langganan Mama untuk fitting baju buat Kamu."ucap Arjuna dengan wajah datar nya.
" Kenapa harus pakai fitting baju segala sih Pak? Aku pakai kebaya bekas Mama Ningsih juga nggak apa-apa kok,kalau bekas kebaya Mama Rahmi ya nggak bisa karena nggak akan di izinin sama pemilik nya."cerocos Yura.
Sedetik kemudian baru lah wanita ini tersadar kalau sudah salah bicara di hadapan Arjuna.
" Ups..." Yura buru-buru membekap mulut nya.
Belum saat nya ia mengadu kan semua masalah hidup nya kepada Arjuna,ia baru mengenal sosok Arjuna . bagaimana kalau ternyata Arjuna memiliki sifat yang sama seperti orang tua nya, bisa-bisa nanti Arjuna malah menuduh dia membalikkan fakta
" Saya masih mampu membelikan Kamu kebaya baru sekalipun dengan harga selangit.cepat pasang sabuk pengaman nya."titah Arjuna mengulang kata-kata yang sama karena Yura masih belum mengenakan sabuk pengaman nya.
Sepanjang perjalanan tidak ada yang membuka suara,baik Yura maupun Arjuna sama-sama sibuk dengan isi kepala masing-masing.
"Kotak bekal punya siapa itu? Pacar Kamu?" tanya Arjuna melirik sekilas Yura dengan nada suara tidak suka.
" Bukan." jawab Yura cepat.
" Saya bukan anak kecil yang bisa Kamu bohongi, sebelum kita menikah putuskan dulu hubungan mu bersama lelaki itu,jangan sampai ada berita buruk dalam pernikahan kita." ujar Arjuna benar-benar tidak terima bila Yura memiliki seorang kekasih, padahal sebelum nya Bimo sudah memberikan informasi yang seakurat mungkin kepada nya,selama ini Bimo tidak pernah salah kirim informasi.
" Begini Pak Arjuna yang terhormat,jangan asal menuduh orang sembarangan,jatuh nya jadi fitnah ya.Aku itu nggak punya pacar dan belum pernah pacaran.jadi tidak akan ada berita buruk yang tersebar setelah kita menikah." jelas Yura memutar bola mata dengan malas.apaan- apaan pria ini main nuduh sembarangan.
" Terus si ketua BEM itu apa nya Kamu?" tanya Arjuna to the point.
" Teman dekat saja,gagal jadi calon pacar karena di paksa menikah sama Pak Arjuna." jujur Yura penuh penekanan.
" Saya bukan bapak Kamu! Berhenti panggil saya dengan sebutan tua begitu." potong Arjuna.
Yura mendengus kesal,lalu menoleh dan menatap Arjuna dengan bola mata sengaja di besar kan.
" Lah memang nya kenapa? Pak Arjuna kan dosen Aku di kampus, masa Aku panggil nama doang ya nggak sopan lah, meskipun kekurangan kasih sayang orang tua tapi Aku tetap mengerti dengan adab sopan santun." ujar Yura kembali keceplosan.
" Udah cepat jalan,udah lampu hijau itu." seru Yura dengan cepat berharap Arjuna tidak akan membahas ucapan nya barusan.
" Terserah Kamu lah,kalau sampai Kamu berani panggil Saya dengan sebutan Pak lagi,saya tidak jamin akan menutupi pernikahan kita di lingkungan kampus." ancam Arjuna sukses membuat Yura bergidik ngeri.
" Buset! Main ngancam segala,sebelas dua belas sama nyokap di rumah." gerutu Yura tapi tetap terlihat imut di mata Arjuna.
" Iya...Iya sayang...Aku janji nggak akan panggil Pak lagi,puas anda?" ujar Yura dengan tingkah gila nya.
Arjuna tersenyum samar nyaris tak terlihat,jujur ia sangat menyukai panggilan ini.getaran di dada nya terasa semakin cepat ketika Yura memanggil sayang untuk nya.
" Pintar! Panggil seperti itu sampai seterusnya.kalau sampai salah ucap, tanggung sendiri resiko nya." ancam Arjuna lagi.
Tch....Yura berdecak keras.niat mau bercanda malah di anggap serius oleh pria ini.gila banget kalau sampai dia harus memanggil Arjuna dengan kata sayang di depan banyak mahasiswa.mau di taruh di mana wajah cantik nya ini.yang ada detik itu juga rahasia pernikahan mereka langsung terbongkar.percuma dong dia mengalah pada Arjuna.
" Tau akhhh...Gelap semua nya...Lihat nanti saja gimana bagus nya."Yura turun lebih dulu begitu menyadari mobil milik Arjuna sudah berhenti di depan sebuah butik terkenal.
Buang-buang duit saja membeli gaun di butik terkenal ini, padahal pernikahan mereka harus di sembunyikan sampai waktu yang belum di tentukan.Yura menatap ke arah mobil karena kesal melihat Arjuna yang lelet.padahal di dalam mobil Arjuna malah sedang sibuk menatap ke arah Yura.
Greppp....
Arjuna tanpa permisi menggandeng tangan Yura masuk ke dalam butik tersebut, mereka berdua terlihat sangat serasi layak nya pasangan pengantin pada umumnya.
" Selamat siang Tuan Arjuna, terimakasih sudah mampir ke butik kami."sapa pemilik butik dengan ramah namun tidak di tanggapi oleh Arjuna.
" Saya mau pesan gaun untuk calon istri saya." ujar Arjuna membuat pemilik butik syok mendengar nya.
Calon istri? Pikir nya.bukan kah calon istri Arjuna adalah Sela.wanita yang pernah datang ke sini yang mengaku-ngaku sebagai calon istri Arjuna dan gaun pengantin pesanan Sela sudah selesai di jahit oleh tim mereka.
" Bukan kah Nona Sela..."
" Dia bukan calon istri saya,calon istri saya sesungguhnya adalah Yura, cepat cari kan kebaya yang cocok untuk calon istri saya." tegas Arjuna tidak Sudi di kaitkan dengan Sela.
Pemilik butik langsung mengangguk dengan cepat karena tidak ingin mencari masalah kepada Arjuna.tentang Sela nanti akan dia hubungi secara pribadi wanita tersebut.mulut pemilik butik ini terkunci rapat tidak berani bertanya lebih jauh takut butik nya di ratakan dengan tanah oleh seorang Arjuna Raharja.
" Ganti! Saya tidak suka dengan model kebaya nya." tolak Arjuna padahal ini adalah kebaya yang kesekian kalinya di kenakan oleh Yura.
" Kenapa sih Pak...Aku udah capek loh." keluh Yura kesal.
" Panggil apa tadi?" Arjuna tidak kalah kesal karena sangat benci mendengar panggilan Yura itu.
" Ngeselin banget jadi orang! Udah tua tapi banyak mau nya."sungut Yura berjalan gontai menuju ruang ganti.
" Saya masih bisa dengerin apa yang Kamu bilang di sana.Kamu mau lihat seberapa nyata ancaman saya tadi?" tantang Arjuna sukses membuat Yura patuh.
" Jangan sayang ku...Cintaku...Melope- lope ku...Puas..."
Hahahahaha....
Bersambung...