NovelToon NovelToon
Abang Ojek Sultanku

Abang Ojek Sultanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:50.1k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda RH

Riyanti Aryani adalah seorang gadis dari keluarga berada. Ia terpaksa jauh dari keluarganya lantaran ingin memenuhi cita-citanya. Sebelum tinggal di Surabaya, Riyanti atau lebih akrab dipanggil Riri itu sebelumnya kuliah di salah satu universitas di Malang. Setelah lulus, Riri diterima kerja di Surabaya. Ia ngekos di salah satu tempat kos yang cukup elit. Sebenarnya orang tuanya bisa saja membeliksnnya rumah di Surabaya, namun mereka khawatir Riri akan semakin betah di sana dan akan lupa pulang ke Lombok. Namun siapa sangka Riri bertemu dengan jodohnya di sana.

Sultan Ahmed Alfahrezi, anak sulung dari pasangan Windi dan Javier. Kegabutannya menjadi seorang driver ojek membuat dirinya akhirnya bertemu dengan jodohnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda RH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu lagi

Karena hari Sabtu, Sultan pun tidak pergi ke kantor. Pagi ini ia berniat pergi ke rumah anak jalanan untuk memberikan mereka buku. Biasanya setiap hati libur, Sultan memang sering memberikan pelajaran kepada mereka. Karena beberapa diantara mereka memang tidak bersekolah dengan alasan biaya dan lain-lain. Jadi Sultan mengajati mereka baca, tulis, dan berhitung. Dalam hal ini Sultan dibantu oleh Lukman juga.

Sultan sudah siap-siap dan baju santainya. Kaos oblong, celana jeans dan jaket kulit. Tidak lupa, ja berpamitan kepada kedua orang tuanya. Kebetulan ummi dan dan abi ada di kamar.

Tok tok tok

"Siapa?"

"Abang, mi."

Ummi pun membuka pintu kamarnya.

"Ada apa?"

"Mau pamit keluar. Paling sore juga balik, mi."

"Hem iya, hati-hati. "

Sultan melirik ke dalam kamar. Ia melihat abinya sedang makan stik yang tadi ada di meja makan.

"Ummi, itu abi makan stik? Kok ummi nggak larang sih?"

"Eh itu, sudah telpon dokter yadi nggak pa-pa kalau sedikit asal langsung diminum obatnya." Bohong ummi.

"Oh... ya sudah kalau begitu."

Sultan mencium punggung tangan umminya.

Setelah kepergian Sultan, ummi menutup kembali pintu kamarnya.

"Ih, abi! Untung saya ummi tadi pinter ngelesnya."

"Haha...ummi bohong ya?"

"Kan gara-gara abi juga."

Abi terkekeh.

Sultan membuka garasi dan mengeluarkan motor CBR-nya. Seperti biasa, ia akan mematikan aplikasi ojeknya jika sedang ada kegiatan lain.Setelah memakai sarung tangan, masker dan helmnya, ia pun menarik gas.

"Pak tolong buka gerbangnya."

"Eh iya, baik den."

Security segera membukakan gerbang. Tak lupa, Sultan mengucapkan terima kasih dan keluar dari gerbang.

Sekitar 15 menit kemudian, ia sampai di rumah anak jalanan. Di sana sudah ada beberapa anak yang sedang menunggunya. Ia membagikan buku gambar dan pensil warna untuk anak-anak.

"Ayo dibagi, jangan rebutan ya! Semuanya dapat. Kalau kurang nanti om beli lagi."

"Makasih, om."

"Sebelum kalian menggambar di buku, perhatikan om dulu. Om akan menggambar pola yang mudah kalian tiru."

Anak-anak pun memperhatikan cara, Sultan menggambar. Tak jarang dari mereka yang merasa medah untuk menirukannya. Namun ada juga yang kesulitan. Mereka memang memiliki kemampuan yang berbeda-beda.

Setekah mereka, selesai belajar, Lukman datang membawa es untuk mereka. Sultan yang menyuruhnya. Anak-anak pun merasa senang.

Setelah itu, beberapa dari mereka harus pergi berjualan ada juga yang mengamen. Sultan tidak bisa menghentikan mereka untuk melakukan kegiatannya itu karena mereka masih memiliki orang tua atau pun keluarga. Ia hanya bisa membantu semampunya. Asalkan anak-anak itu punya wadah untuk bermain dan belajar bersama.

"Bang, hari ini ada acara?" Tanya Lukman.

"Nggak ada, kenapa?"

"Emm... bang, aku mau curhat."

"Waw, tumben sekali. Ayo abang siap mendengarkan."

"Bang, aku ingin melamar seseorang."

"Masyaallah... siapakah wanita yang beruntung itu?"

"Tapi aku nggak pede, bang. Aku takut orang tuanya tidak setuju. Karena aku kan yatim piatu, dan tidak memiliki keluarga. Kalau bukan abang yang memberiku pekerjaan dan tempat tinggal, mana mungkin aku bisa seperti sekarang ini."

"Hei, kata siapa kamu nggak punya keluarga. Ada abang. Abang yang akan menemanimu melamar gadis itu."

"Serius, bang?"

"Dua rius. Kalau perlu nanti abang ajak ummi dan abi sekalian. Biar lebih meyakinkan."

"Duh, jangan bang. Aku nggak mau merepotkan mereka."

"Ya sudah, abang saja."

"Makasih ya, bang."

Lukman mencium tangan Sultan seraya memeluknya.

"Eh eh... udah dong. Nanti disangkanya kita gay."

Lukman mengulum senyum seraya melepas pelukannya.

"Kapan kira-kira?"

"Seminggu lagi bang."

"Okey, semua akan dipersiapkan."

Sultan makan siang bersama Lukman fi rumah tersebut. Mereka mkan nasi pecel lele yang Lukman beli di warung tenda yang tidak jauh dari rumah itu. Lukman sangan mengagumi karakter Sultan yang sederhana meskipun dia orang kaya.

Setelah selesai makan siang, Sultan dan Lukman shalat Dhuhur di Mushalla. Setelah itu, Sultan pamit kepada Lukman karena ada keperluan lagi.

Kali ini Sultan mau pergi ke rumah sepupunya.

Di lampu merah, Sultan tidak sengaja melihat seseorang dari balik spion motornya.

"Bukannya itu cewek yang kemarin aku antar ke kost-an? Sepertinya iya." Natinnya.

Di belakang Sultan memang ada motor dengan dia penumpang yaitu Fira dan Riri yang sedang berboncengan. Mereka berdua mau pergi ke mall. Sultan melihat ada laki-laki yang bersepeda motor di samping mereka dan sedang menggoda mereka. Namun Riri memalingkan mukanya seakan menghiraukan. Melihat hat tersebut, Sultan hanya bisa tersenyum sinis.

Tit tit tit

Lampu sudah hijau, dan kendaraan pun melaju kembali. Begitu pun dengan Sultan dan Fira.

Sultan baru saja sampai di rumah Erlangga. Ia je sana hanya untuk mengantarkan Flashdisk yang ia pinjam beberapa hari yang lalu.

"Assalamu'alaikum... "

"Wa'alaikum salam."

Asisten rumah tangga membukakan pintu dan mempersilahkan Siltan untuk masuk. Tidak lama kemudian, Erlangga keluar menemui adik sepupunya.

"Hai adek bujang."

"Bang Er, mana anak-anak kok sepi?"

"Mereka pergi ke ulang tahun temannya."

"Oh, pantesan sepi."

"Jangan pulang dulu, temani aku main catur."

"Boleh."

Sekitar dua jam Sultan menemani Erlangga main catur. Setelah iru, ia pun pamit karena janji akan pulang sore.

Di perjalanan pulang entah kebetulan atau sudah takdir Tuhan, Sultan bertemu lagi dengan Riri sat mendekati lampu merah. Ia melihat Riri di jalan raya sebelah sedang turun dari motor dan membantu seorang nenek menyeberang. Sontak hati Sultan menghangat melihatnya.

"Hem... dua kali bertemu hari ini. Ternyata dia punya jiwa sosial yang cukup tinggi. Ah, kenapa jadi memujinya." Gumam Sultan.

Sultan melanjutkan perjalanannya saat lampu sudah hijau.

Keesokan harinya.

Riri keluar sendirian karena Fira sedang tidak enak badan. Ia ingin pergi ke tempat fotocopy agar pekerjaannya cepat selesai. Karena besok ia harus presentasi. Riri pun memesan ojek online 20 menit yang lalu. Ia menunggu ojek di depan gerbang kost-an. Beberapa saat kemudian, ojek pun datang. Sontak Riri terkejut melihat ojek online yang datang, ternyata ojek yang dua hari lalu mengantarnya.

"Mbak Riri?"

"Eh iya, bang Ahmed?"

"Iya, mbak." Ujar Sultan sambil menganggukkan kepala. Ia membuka kaca helmnya dan menampakkan matanya.

"Matanya indah sekali." Batin Riri.

"Mbak kok bengong, jadi berangkat tidak?"

"Eh iya, bang."

Sultan memberikan helm kepada Riri. Dan Ririi pun memakainya.

"Sesuai aplikasi ya, mbak."

"Eh iya."

Lagi-lagi Riri gagal fokus mencium wangi tubuh tukang ojek di depannya itu. Riri kembali mengecek handphonenya. Karena penasaran dengan wajah abang ojek, kemudian ia membuka profil abang ojek. Kebetulan photo yang ditampilkan di akun milik Sultan adalah fotonya saat ada berewok dan kumis tipis. Masih nampak tampan meskipun kurang rapi. Karena rambutnya pun saat itu gondrong.

Bersambung....

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Maaf ya kak, kemarin othor jadwal kontrol.

1
Restu Ningsih
Semoga lancar prosesnya ya bang,
udah pada GK sabar
Sri Rahayu
udah ga salah pilih kamu Sultan....ayo ungkapin perasaan mu 🤩🤩🤩... lanjut Thorr😘😘😘
Les Tary
semoga dimudahkan bang🤣🤣
Teh Euis Tea
semoga lancar ya bang sultan pdktnya😁
secret
bismillah, semangaatt mengungkapkan perasaannya bang.. ummi dah gasabar bgt tuh punya menantu perempuan😁
dewi rofiqoh
Semoga dimudahkan dan dilancarkan yang bang
Lela Angraini
bismillah ya bang,,smg di lancarkan segalanya. cepeeett nyatain perasaan abang,,biar si arga nggk caper mulu
Restu Ningsih
Sultan OTW pulang, ummi persiapan untuk melamar 🤭🤭🤭
dewi rofiqoh
Pulang ke Indonesia, lanjut ungkapkan rasa ke riri
Lisa
Wah calon mertua udh setuju nih klo Riri yg jadi menantunya 😊 ayo Sultan gercep nyatakan perasaanmu ke Riri..
aroem
bagus
Bunda RH: Terima kasih Kak 🙏
total 1 replies
Test Baru
banyak typonya thor 🙏🙏🙏
Bunda RH: maaf kak td ada sebagian sempat kehapus dan nulis ulang, bikin bad mood 😂
total 1 replies
Sri Supriatin
he he umi Windi luar biasa 🙏🙏🙏
Bunda RH: mau juga jadi mantunya 😄
total 1 replies
Teh Euis Tea
banyak tyfonya othor 🤭🤭🤭🤭🤭
Bunda RH: maaf kak tadi sempat kehapus dan nulis lagi jadi bad mood😂
total 1 replies
Les Tary
semangat sultan jgn lama"
Bunda RH: iya nih otw pulang 🤭
total 1 replies
Sri Rahayu
ayo Sultan....ungkapin perasaan mu pd Riri....Ummi jg udah suka ma Riri...lanjur Thorr😘😘😘
Bunda RH: iya kak, bentar Sultan otw pulang
total 1 replies
Marsiyah Minardi
Tenang aja Leo ,kalau bos Sultan potong bonusmu ya tinggal ngadu ke Bos Besar Ummi ,dijamin aman 🤭
Bunda RH: iya juga 😄
total 1 replies
Jumi Eko
Bagus
Sri Rahayu
betul Leo...kshtau ma Umi Windi kl bos Sultan lg jatuh cinta🤩🤩🤩....lanjut Thorr😘😘😘
Bunda RH: iya kan, biar gak mumet
total 1 replies
dewi rofiqoh
Coba pedekate lebih gencar lagi bang ahmed💪💪💪
Bunda RH: iya kak, bentar habis dar LN
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!