Akibat dari cinta satu malam membuat Nara harus merelakan masa mudanya, setelah dikeluarkan dari kampus, ternyata Nara juga di usir dari rumah oleh keluarganya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon annis13, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 19
hay teman teman maaf kalau masih ada tipo, aku udah usahain nulisnya gk tipo, tapi tetep aja ada yang kelewat,
mohon dukungannya ya teman,
*
*
sebelum membawa Rigel kekantor, Regan menuju ke butik terlebih dahulu, Regan membawa putranya membeli baju baru untuk berganti pakaian, karena Rigel masih memakai seragam sekolahnya, selain membeli pakaian, Regan mengajak Rigel ke toko mainan,
Rigel sangat antusias melihat berbagai macam mainan, Rigel memilih salah satu mainan mobi remot dan robot, yang ia inginkan selama ini, tapi sayangnya Rigel tidak berani meminta dikarenakan harganya yang mahal,
" Rigel suka, kalau suka pilih saja yang mana Rigel mau" ucap Regan
" boleh om, Rigel mau beli yang ini " sahutnya dengan menujukan mainan yang ia mau,
" boleh ko, sini biar om yang bayar"
Selesai membayar belanjaan Rigel, mereka berdua pun bergegas menuju kantor,,
...****************...
Sampai di kantor mereka segera keluar dari mobil
" bibi lini," panggil Rigel yang melihat Rini akan masuk ke dalam kantor ,
Rini yang mendengar suara yang sangat ia famliar pun menoleh ke sumber suara itu,
Rini tak kalah terkejut melihat kedatangan anak temannya, Iya segera mendekat lalu berjongkok menjajarkan tubuhnya,
" lho Rigel, kamu kesini sama siapa nak,,?
"Rigel kesini sama om bos, bibi lini, "
" ha, om bos,, om bos siapa itu,,?
Rigel belum sempat menjawab, Regan tiba-tiba datang dari arah samping dan menghampiri putranya Ia pun segera mengajak putranya masuk ke kantor tanpa melihat sekitarnya,
" yuk Rigel, kita masuk kedalam, "
" ayok om bos"
Rini menganga merasa terkejut melihat pemandangan di depan matanya, kehadiran Putra Nara dan juga bos barunya membuat tanda tanya besar,
" Rin, Ada apa kok bengong gue pikir lu tadi udah masuk , eh Ternyata lo masih di sini Rin, " ucap Nadia yang baru saja datang setelah dari luar,
" Rini,,,, "teriak Linda,
" Ya ampun Lin nggak usah teriak-teriak gitu kali,kesal Nadia,, "
" ada apa si,,? tanya Nadia
" he maaf, habisnya nih ya ini ada gosip-gosip terbaru" ucap Linda
" ha, apa tuh,?
" tadi gue ketemu alias papasan sama direktur baru, dan apa kalian tahu,,apa yang gue lihat? heboh Linda
Rini dan Nadia serempak menggeleng pelan,
" tadi yang aku lihat, pak direktur baru, dateng bareng sama anak kecil dan muka anak kecil itu sekilas mirip sama pak dirut " seru Linda
"ah masa, lu yakin, Lin,,? ya patah hati dong, kalau bener pak Regan sudah menikah,, " ucap Nadia lesu.
" eh, markonah, lu berharap sama pak Regan, terus si Arif mau lu kemanain," sinis Linda
Rini tidak menanggapi ucapan temannya ia justru diam mengingat jika yang datang bersama bosnya itu anak temennya sendiri yaitu Nara,
" ko selama ini aku gak sadar ya, kalau Rigel mirip sama, pak Diretur baru , eh tapi kan, pak Regan baru saja menjabat menggantikan Pak Reza, lalu giman Nara kenal dengan Pak Regan, apa jangan jangan,,,, " isi dalam hati Rini
" Rin, woy Rini " Nadia mengejutkan Rini dalam lamunan,.
" eh maaf, apa tadi, " nyengir Rini sambil menggaruk kepalanya,
" Ya ampun Rini gua udah cerita panjang lebar ternyata elu bengong, lu bengongin apa sih, ,?
" gak, gak apa kok, yuk masuk, jam istirahat sudah selesai, " ajak Rini untuk mengalihkan mereka agar tidak banyak bertanya,
...****************...
" nah setelah ini, nanti ketemu bunda di atas,, " ucap Regan.
Mendengar ucapan om bos nya, Rigel sangat senang itu artinya ia akan bertemu dengan bunda,
di sisi lain, di meja Nara saat ini ia sedang sibuk dengan tumpukan kertas di meja kerjanya ia sedang mencocokkan data proyek yang ia kerjakan kemarin-kemarin,
baru saja merenggangkan otot-otot jarinya, Nara dikejutkan dengan suara yang familiar menggema di telinganya,
" bunda " panggil Rigel
Nara terkejut, ternyata pak Regan menjemput putranya,
" lho Rigel kamu sudah pulang, bukanya kamu les ya sayang hari ini,,,?
" hari ini Rigel, tidak ikut les dulu Ra, "
" kenapa Pak, terus juga bapak jemput Putra saya nggak bilang dulu, " sewot nya.
" maaf ya, saya hanya ingin lebih dekat sama Rigel, ".jawabnya,
" ha apa katanya, biar lebih dekat, gak salah nih pak bos, wah jangan jangan si bos ketempelan jin tomang, " hati Nara berkata,
" bapak nggak salah bilang kayak gitu, "
" enggak lah ra emang Saya pengen lebih deket sama Rigel "
Nara menghembuskan nafas kasarnya,
" terserah anda saja lah pak,, "
Nara mengalihkan tatapannya ke arah Rigel,
" sini, nak duduk disini " ajak Nara ke Rigel agar anaknya duduk disamping nya,
" bunda tadi ligel di beliin baju dan mainan sama om bos, " adu Rigel memeberi tahu jika dirinya di belikan banyak mainan dan baju,
" oh iya, terus Rigel bilang apa sayang, setelah di belikan om bos "
" ligel bilang telima makasih, bunda "
" pintar putra bunda, "
" pak Regan Terima kasih, tapi seharusnya gak perlu pak, dirumah Rigel sudah banyak mainan, "
" tidak apa Ra, anggap saja buat menebus kesalahan saya, yang membuat ia kesak beberapa hari lalu " dalih nya, Regan belum mau memberi tahu Nara jika dia lah orang yang menodainya, dan dia lah ayah dari putranya,