Kisah cinta Kapten John Christo Nagasaki Lantang seorang perwira angkatan laut yang berjanji menjadi pengawal bagi seorang perempuan yang dia temui di sebuah club malam. Ternyata perempuan itu adalah seorang dokter bedah bernama Pamela Christine Giardini.
Bagaimana Cinta bisa hadir diantara dua orang yang memiliki kepribadian keras dan cenderung introvert ini???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berlayar Perdana
Ella bersama ibu mertunya sudah di pelabuhan. Mereka masih di mobil yang di setir oleh Jefry.
"Jaga dedemu ya kak, Ingat."
"Siap komandan."
Ella hanya tersenyum melihat kakak iparnya. Ella bangga ada dalam keluarga Lantang ini, dari opa sampai, papi, juga suami dan kakak iparnya mereka sangat tahu, bagaimana meratukan wanita mereka. Opa dan Oma saja, sampai sudah tua ini masih selalu mesra dalam segala tindakan mereka. Opa dan oma memilih tinggal bersama adiknya papi tante Anna.
Mami dan Ella menggunakan seragam Pakaian Lapangan menggunakan celana. Jefry sempat mengabadikan nyonya Lantang senior dan junior. John melihat mami mengandeng Ella menuju barisan ibu - ibu, karena sedikit lagi mereka akan berangkat ke Indonesia bagian barat tepatnya di pulau sumatera. Karena pelayaran pertama, obat- obatan sudah John dan Ella siapkan. Selesai apel, mereka semua naik ke kapal. John masih dalam tugasnya, jadi istri dari komandan kapal dan kepala - kepala devisi lainnya di kapal ini, harus mandiri. Papi Alfons mengandeng istri dan anak mantunya. Semua orang mengetahui itu dan melihat itu. John tersenyum melihatnya.
"Kita duduk disini dulu, ini pertama kali kamu melihat seperti ini kan sayang??"
"Iya mami."
Ketika kapal sudah berada di lautan, Ada acara penyambutan di dek kapal bagian bahwa. Dan menjadi kejutan buat Ella adalah ada acara penyambutan baginya oleh pengurus jalasenastri yang berada di kapal ini. Ella bangga. Dia di dampingi suaminya Mayor John Christo Nagasaki Lembang S. Tr.Han sebagai kepala departemen operasi yang beranggung jawab atas navigasi, komunikasi dan pelaksanaan taktis operasi kapal. Selesai makan malam bersama. Mereka semua kembali ke kamar masing - masing jam delapan malam akan ada rapat untuk kegiatan besok. Menggunakan baju bebas rapi.
John sudah membawa istrinya ke kamarnya. Ini kamar sudah ada banyak foto dirinya. Pintu kamar mereka diketuk, waktu dibuka oleh John sudah ada papi dan mami.
"Kamu selesaikan tugas kamu, biar Ella sama papi dan mami. Kan jam delapan kita akan ke aula."
"Ella juga pi??"
"Dia dokter kepala yang akan memimpin kegiatan besok."
Jam delapan malam, rapat kesiapan sementara di lakukan. Ada satu jam. Ella kagum kepada maminya, sangat lantang berbicara, meskipun beliau hanya lulusan sekolah menegah atas, namun berbicaranya seperti seorang sarjana. Pengalaman mengajarkan. John sudah selesai bertugas, sudah ada perwira lain yang bertugas. Dia ke aula menjemput istrinya. Mereka sedang karoke. John melihat dan mendengar istrinya menyanyi. John hanya tersenyum.
"Mas, ombak ngak ini??"
"Ini teduh sayang. Mungkin nanti pas belayar ke Aceh yang sedikit berombak."
Besok pagi - pagi kapal sudah sandar di pelabuhan angkatan laut yang ada di kota Lampung. Pukul tujuh terlihat anggota sudah siap di dermaga maupun kapal perang untuk kegiatan merplug suatu tradisi dari angkatan laut dalam menerima dan melepaskan kapal perang.
Ella yang baru bangun sudah melihat dari kaca jendela yang ada di kamar suaminya. Semalam dia tidur sangat nyenyak setelah mereka melakukan tugas wajib sebagai suami dan istri. Pengalaman bercinta yang sangat nikmat di atas kapal ketika berlayar.
Setelah kapal sandar sempurna, dan kendaraan yang di gunakan sudah siap di dermaga. Jadwal jam delapan mereka akan ramah tama dengan anggota di kesatuan ini. Masih menggunakan baju harian lapangan. Di dalam tas Ella sudah ada perlengkapannya sebagai wanita, satu kantong kecil berisi makeup dan juga parfum serta suncreamnya, dompet dan juga handphone tak lupa jajannya coklat.
Sedangkan kantong hitam satunya berisi perlengkapan medisnya lengkap dengan jas dokternya. Ella sudah siap lengkap dengan baju seragamnya.
"Cantik banget istri mas."
"Terima kasih suamiku sayang." John mencium - cium bibir istrinya berkali - kali.
"Mas lipstik ade nanti hilang."
"Bisa pakai lagikan sayang."
Tim yang akan berkunjung dan pimpinan - pimpinan di kapal akan menuju ke markas angkatan laut. Semua anggota dari tamtama sampai perwira, pegawai sipil dan honorer bersama keluarga mereka semua berkumpul di aula besar itu. Kemudian dilakukan dengan kegiatan bakti sosial dan pemeriksaan kesehatan.
Bersamaan dengan itu, ada anggota yang terkena besi bangkai kapal yang sudah lama di laut, waktu menyelam. Mengalami pendarahan yang hebat. Ella sebagai dokter bedah langsung mengadakan operasi seketika. Kalau tidak akan berbahaya karena bisa kena tetanus karena potongan besi yang tertancap di badannya tepat dekat dada sebelah kiri itu dalam kondisi berkarat.
Operasi satu jam pun di laksanakan. Tentu semua yang ada disitu merasa tegang dan gelisah. Keluarga anggota itu, bahkan John suami Ella yang menanti. Tidak lama dokter Pamella Christine Giardini keluar, Sp. B, keluar memberitahukan kondisi pasien. Begitu mendengar anggota keluarganya baik - baik saja, keluarganya langsung menuju ruang rawat inap pasien. John yang melihat istrinya kelelahan, langsung mengendongnya seperti mengendong koala.
"Kamu hebat istriku. I love you."
"Adek lelah sayang." John mengelus punggung belakang istrinya. Sambil memberitahukan bahwa rombongan mau tidur di hotel. Namun belum sempat di jawab Ella istrinya, kedua orangtuanya sudah menghampiri mereka dengan membawa coklat hangat buat anak mantu mereka.
"Sayang mami dan papi mau nginap di hotel, ayo berdua juga."
"Ella ikut mas saja mi, pi."
"Kami di kapal saja mi,pi. Pengurus yang lain sudah ke hotel, Ella temani yang lain saja mi. Ini pertama kali Ella berlayar dan tidur di kapal perang juga."
"Mami takut kamu mabok laut sayang."
"Ngak bakal mabok mi, John kalau sudah peluk langsung tidur nyenyak."
"Dulu kamu juga begitu kan mi, sama seperti Ella memilih menemani suami dari pada bersama rombongan." Mami langsung seketika mukanya merah. Malu di buka rahasia tentangnya didepan menantu dan anaknya.
Sore hari Ella sudah di kapal, dia sedang menikmati coklat panas dan menonton drama korea di ipadnya. Sementara John sedang mengambil pesanan makanan yang dipesan via gojek. Semua yang di pesan kesukaan istrinya.
"Sayang, enak loh tidur di hotel?? Dari pada disini??"
"Ella itu jarang berkumpul mas. Lebih aman Ella di kamar."
"Dasar introvert, pantas lebih suka menyendiri." John menyubit hidung Ella dan langsung mencium bibirnya. "Mas siapkan makan malam buat kita berdua."
"Oke sayangku. I love you."
"Love you more cintaku."
"Adek sama Ella sudah makan malam belum??"
"Ini baru mau makan." Mami menghubungi John mengecek kedua anaknya yang memilih tidur di kapal dari pada di hotel. John dan Ella pun makan bersama, selesai itu nonton tetapi malah Ella tertidur di pelukan suami tercinta. John langsung mengangkat istrinya Ella ke tempat tidur. Dia tahu bahwa istrinya seharian ini kelelahan dengan kegiatan mereka apalagi tadi dia melakukan operasi dadakan bagi anggota.
Dari Lampung mereka ke Batam. Dalam perjalanan ada sedikit ombak besar. Namun Ella yang ketakutan di peluk erat oleh John suaminya. Sampai dia ketiduran. Di perkirakan sore mereka tiba di pelabuhan Batam. Cuaca di Batam tidak menentu. Namun semalam terjadi hujan badai.
Terlihat semua anggota tentara sudah berada di pelabuhan dan juga berbaris di kapal. Karena akan ada upacara merpulg kapal perang ini akan sandar di pelabuhan angkatan laut.
Ella masih berbaring di kamar, John menyuruhnya untuk tidur. Karena semalam mereka semua tidak bisa tidur baik. Karena cuaca tidak baik semalam. Informasi yang John terima bahwa kegiatan ibu - ibu akan di mulai jam sepuluh.