NovelToon NovelToon
Aku, Kamu,Dan Duniamu Yang Lain

Aku, Kamu,Dan Duniamu Yang Lain

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:384
Nilai: 5
Nama Author: firsty aulia

Sora Kalani menghabiskan hidupnya di antara detak mesin jam, menunggu satu detik di mana Ezrael Vance akan menoleh ke arahnya. Namun bagi Ezra, Sora hanyalah pelabuhan tenang tempatnya bersandar sebelum ia kembali berlayar mengejar Liora—balerina yang menjadi pusat dunianya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon firsty aulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15: Konfrontasi di Dermaga Sunyi ​

​Deru mesin jip Hael terdengar seperti geraman binatang buas di tengah kesunyian pelabuhan lama yang terbengkalai. Hujan telah mereda, menyisakan kabut tebal yang menyelimuti permukaan air sungai, membuat lampu-lampu kapal yang bersandar tampak seperti mata hantu yang mengintip dari kegelapan. Sora mencengkeram erat roda gigi kecil bertuliskan 'L' di telapak tangannya. Logam dingin itu seolah membakar kulitnya, memberikan peringatan bahwa kebenaran yang akan ia temukan mungkin jauh lebih pahit dari pengkhianatan Ezra.

​"Hael, lihat ke arah gudang penyimpanan peti kemas nomor tujuh," bisik Sora.

​Di sana, sebuah mobil sedan hitam terparkir dengan lampu dim yang masih menyala. Sesosok wanita dengan jubah wol panjang berdiri di tepi dermaga, membelakangi mereka. Angin laut yang kencang membuat rambut panjangnya berkibar liar. Itu Liora. Tapi ia tidak sendirian. Seorang pria jangkung dengan setelan gelap berdiri di sampingnya, memegang sebuah tas kecil yang tampak sangat berat.

​Hael mematikan mesin dan lampu mobil, membiarkan mereka mendekat dalam kegelapan. "Tetap di belakangku, Sora. Aku tidak suka cara pria itu memegang tasnya."

​Sora mengabaikan peringatan Hael. Amarah yang selama ini ia tekan seolah meledak, memberinya keberanian yang tidak pernah ia miliki sebelumnya. Ia melangkah keluar dari mobil dan berjalan cepat menuju dermaga. Suara sepatunya di atas kayu dermaga yang basah membuat kedua orang itu menoleh serentak.

​"Liora!" teriak Sora. Suaranya membelah kesunyian malam.

​Liora tampak terkejut, namun wajahnya segera berubah menjadi topeng ketenangan yang dingin. "Sora? Bagaimana kamu bisa menemukanku di sini?"

​"Kamu meninggalkan ini di gudang keluarga Vance," Sora melemparkan roda gigi porselen itu ke arah kaki Liora. "Apa yang kamu lakukan, Liora? Mencuri mahakarya keluarga calon suamimu sendiri? Apa ini bagian dari pertunjukan balet terbarumu?"

​Pria di samping Liora melangkah maju, menghalangi pandangan Sora. Sora menyadari siapa pria itu—dia adalah Bastian, pria yang tadi datang ke toko Hael dengan wajah panik.

​"Bastian?" Hael yang kini sudah berada di samping Sora, menyipitkan mata. "Jadi ini skenariomu? Menjadi 'pembawa berita' sekaligus 'eksekutor'?"

​Bastian tersenyum sinis, tidak lagi menunjukkan wajah memohon yang menyedihkan. "Hael, kamu selalu terlalu pintar untuk kebaikanmu sendiri. Keluarga Vance memperlakukan Liora seperti pajangan, dan memperlakukan aku seperti anjing penjaga. The Chronos Heart adalah tiket kami untuk keluar dari bayang-bayang Ezra selamanya."

​"Ezra mencintaimu, Liora!" Sora berteriak, menatap mata wanita itu. "Dia hancur saat mendengar kamu hilang. Dia memohon padaku untuk menyelamatkanmu!"

​Liora tertawa, sebuah tawa yang terdengar kering dan hampa. "Mencintaiku? Dia mencintai kakiku yang bisa menari, Sora. Sekarang setelah aku pincang, aku hanyalah kewajiban baginya. Dia ingin jam itu ada di leherku bukan sebagai hadiah, tapi sebagai rantai untuk memastikan aku tetap menjadi miliknya."

​Liora membuka tas yang dipegang Bastian. Di dalamnya, The Chronos Heart bersinar redup di bawah cahaya bulan. Safir birunya tampak kelam, dan detaknya... detaknya terdengar tidak beraturan, seperti jantung yang sedang sekarat.

​"Kalian merusak mekanismenya," ucap Sora dengan nada ngeri. Sebagai tukang jam, melihat mahakarya seperti itu diperlakukan kasar adalah penghinaan tertinggi. "Frekuensinya berubah. Jika kalian terus memaksanya berhenti, baterai nuklir mikronya akan bocor."

​"Maka perbaikilah, Sora," ucap Bastian sambil menodongkan sebuah benda logam gelap dari balik saku jasnya. "Bawa jam ini, naik ke kapal bersama kami, dan pastikan ia tetap hidup sampai kami sampai di Singapura. Setelah itu, kamu bebas."

​Hael bergerak cepat, berdiri di depan Sora. "Jangan harap kamu bisa menyentuhnya, Bastian."

​Ketegangan di dermaga itu mencapai puncaknya. Di kejauhan, sirine polisi mulai terdengar mendekat. Liora tampak panik. Ia merebut jam itu dari tangan Bastian.

​"Sora, ambil ini!" tiba-tiba Liora melemparkan jam legendaris itu ke arah Sora. "Aku tidak ingin menjadi rantai siapa pun lagi!"

​Bastian berteriak marah dan mencoba merampasnya kembali, namun Hael dengan sigap menerjang pria itu. Mereka bergulat di tepi dermaga yang licin. Sora menangkap The Chronos Heart dengan kedua tangannya. Jam itu terasa sangat panas, dan suara detaknya kini terdengar seperti jeritan logam yang bergesekan.

​"Liora, lari!" teriak Sora saat melihat polisi mulai mengepung area tersebut.

​Namun Liora tidak lari. Ia justru berjalan menuju tepi dermaga, menatap aliran sungai yang deras di bawah sana. "Detakku sudah lama berhenti, Sora. Terima kasih sudah mencoba menghidupkannya kembali, tapi beberapa jam memang tidak ditakdirkan untuk diperbaiki."

​Sebelum Sora bisa mencegahnya, Liora melompat ke dalam kegelapan sungai, menghilang di balik kabut tebal tepat saat lampu polisi menyinari seluruh dermaga.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!