NovelToon NovelToon
Sugar Duda Terjerat Cinta

Sugar Duda Terjerat Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Pengganti / Balas Dendam / Penyesalan Keluarga
Popularitas:840
Nilai: 5
Nama Author: DityaR

Jenna tak sengaja menyelamatkan seorang anak kecil yang terkurung bersamanya di gudang bar. Tak disangka, anak itu merupakan anak kesayangan seorang duda bangsawan.

Sebelumnya, Jenna selalu tersisih dari keluarganya. Kakaknya bahkan membuat kedua orang tua mereka berbalik memusuhinya. Sementara itu, pria yang dulu ia cintai justru berpihak kepada sang kakak.

Kali ini, Jenna tidak berniat mengalah. Ia ingin membalas semua yang telah dialaminya sekaligus mengejar kembali mimpinya menjadi aktris terkenal. Namun, setiap langkahnya selalu dihadang berbagai rencana licik dari kakaknya yang terus berusaha menjatuhkannya.

Saat Jenna perlahan membantu anak sang duda membuka diri dari trauma, pria itu mulai memperhatikannya dengan cara yang berbeda.

Akankah ia jatuh cinta pada Jenna?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sang Ayah

Keesokan paginya.

Jenna bangun dalam pelukan hangat.

Dia menggosok matanya, melihat daun-daun hijau dari jendela di atas. Sinar matahari menembus sela-sela daun dan menyinari tubuhnya. Suara burung terdengar merdu.

Eh… dia di mana?

Saat menunduk, dia kaget melihat dirinya tidur di dalam mobil. Lebih tepatnya, di pelukan Marco.

Apa-apaan ini?

Dia buru-buru bangun dan langsung membentur atap mobil. Sakitnya bikin dia meringis.

Dia… Marco… di mobil…

Sial, semalam terjadi apa? Kenapa begitu bangun langsung situasi kayak begini?

“Apa yang kamu pikirin?”

Jenna menggigit jarinya, panik. Tanpa sadar dia menjawab, “Semalam aku mabuk terus… apa aku sempat… sama raja iblis itu di mobil… serem banget…”

“Raja iblis… di mobil? Kalau bener kayak yang kamu pikir, kamu yakin masih punya tenaga buat loncat-loncat pagi ini?” Suara pria itu terdengar menahan emosi.

“AH—” Jenna baru sadar Marco sudah bangun. Dia kaget sampai hampir membentur kepala lagi, untung ditahan.

“Tuan Alamsyah…”

“Panggil nama aku aja!” Nada suaranya dingin. Dia tidak suka dipanggil formal seperti itu.

Jenna tiba-tiba merasa… ada yang berubah dari Marco hanya dalam semalam.

Atau mungkin bukan dia yang berubah, tapi selama ini dia memang menyembunyikan sisi aslinya, dan Jenna tidak pernah benar-benar memahaminya.

Tatapan Jenna tanpa sengaja jatuh pada bekas darah di punggung tangan pria itu. “Tuan … Marco, tangan kamu kenapa?”

Marco melirik bekas gigitan itu, lalu menatapnya dengan senyum tipis. “Menurutmu?”

Jenna menelan ludah. “Bekas gigitan ini… kayaknya familiar…”

Ada sedikit pujian di wajah Marco. “Lumayan jeli.”

“Uh, makasih…” Jenna batuk kecil dan tersenyum canggung sebelum bertanya hati-hati, “Aku yang ngelakuin?”

“Kamu kira aku mau bohongin kamu? Kalau mau, gigit lagi aja buat bandingin.” Marco menyodorkan tangannya.

Jenna langsung melambaikan tangan, malu. “Nggak usah, nggak usah! aku ngaku! aku pelakunya! Tapi… semalam itu gimana sih? aku nggak ingat banyak setelah minum. Cuma ingat masuk toilet, habis itu kosong… aku bisa sampai sini gimana?”

“Kamu pingsan di toilet wanita. aku masuk buat ngangkat kamu keluar. kamu nolak ikut, bahkan sempat gigit aku.” Jawaban Marco singkat.

Jenna terdiam. “Kamu … masuk toilet wanita…”

Dia benar-benar sudah membuat dosa besar. Raja iblis itu sampai segitunya demi dia.

“Terus kenapa aku tidur di mobil?” tanyanya dengan susah payah.

“Karena kamu nggak mau lepas dari ‘sayang’ kamu.” Marco menekankan kata itu dengan nada ringan.

Jenna melirik mobil yang selama ini dia idolakan, dan langsung percaya.

“Maaf banget, aku bikin repot kamu…” katanya lemah.

Baru malam kedua dia tinggal di sini, tapi sudah membuat kekacauan.

Marco tidak menanggapi permintaan maaf itu, malah bertanya, “Kenapa semalam kamu minum sebanyak itu?”

Ekspresi Jenna langsung berubah serius. Melihat perubahan itu, sesuatu dalam diri Marco ikut terusik.

Jenna sebenarnya tidak punya kebiasaan menceritakan masalah pribadinya. Tapi menyimpannya sendiri terasa terlalu berat. Dia bersandar lemas, menatap ke arah dedaunan di atas sambil bergumam, “Aku takut… peran Arimbi… hilang…”

Marco terkejut. “Kenapa?”

“Cuma peran pendukung sih… mungkin kamu nggak ngerti. kamu nggak tahu aku harus berjuang sekeras apa buat sampai di titik ini… kamu nggak tahu betapa senangnya aku dapet peran itu… kalian semua nggak tahu…” Saat bicara, Jenna menutup matanya dengan tangan.

Marco awalnya mengira dia mabuk karena Zergan. Ternyata bukan.

Dia bukan sedih karena Zergan, tapi karena peran itu?

Kesuraman yang dia rasakan semalaman langsung lenyap. Namun melihat gadis itu begitu terpukul, hatinya ikut sesak. Bagaimana mungkin dia tidak tahu betapa pentingnya mimpi itu baginya?

Kalau tidak, kenapa dia tetap bersikeras naik perlahan, padahal ada jalan pintas?

“Jangan sedih, kamu sudah hebat.” Marco menarik kepalanya agar bersandar di dadanya.

Jadi penyebabnya bukan Zergan… tapi Billar Adiputra. Investor terbesar film itu, dan dia punya hak menentukan pemain.

Tidak ada yang boleh menyakiti gadisnya. Bahkan ayahnya sendiri.

Setelah akhirnya tenang, Jenna baru sadar dia sudah menangis di pelukan Marco selama setengah jam.

Ini … keterlaluan.

Selain saat syuting, sudah lima tahun dia tidak pernah menangis sampai seperti ini.

“Uh, maaf, baju kamu jadi kotor…” Jenna merasa malu melihat kemeja pria itu.

Sudut bibir Marco terangkat. “Sebuah kehormatan buat baju aku.”

Jenna langsung terpaku. Jantungnya berdegup kencang. Selama ini dia pikir Marco itu jenius dengan IQ tinggi tapi EQ rendah. Siapa sangka, begitu dia mulai menggoda… sungguh mematikan. Dia bahkan merasa tersaingi.

Marco merapikan rambutnya yang berantakan dengan santai. “Terus, kamu mau ngapain sekarang? Cari sandaran yang lebih besar?”

Jenna berkedip bingung. “Hah? Maksud kamu?”

“Semalam kamu bilang mau cari sandaran. Bahkan bilang punya aku nggak cukup besar.” Tatapannya penuh arti.

Jenna langsung batuk-batuk, hampir tersedak air liurnya sendiri.

Sial.

“Tuan Alamsyah, aku terlalu mabuk semalam. Jangan diambil hati! Sandaran kamu jelas paling kuat, paling besar di kota ini!” katanya buru-buru, penuh basa-basi.

Tapi setelah diucapkan, entah kenapa rasanya jadi aneh.

Marco tampak puas. Matanya tersenyum. “Kalau gitu kenapa kamu nggak pegang punya aku?”

“Aku… aku… aku…” Jenna gagap.

Marco mengusap kepalanya dan mengalah. “Udah, aku nggak godain lagi. Kita balik ke rumah, kamu istirahat. kamu butuh tenaga buat hadapin masalah kamu. Atau mau lanjut di sini sama ‘sayang’ kamu?”

“Nggak, nggak usah! Kita balik aja!” Jenna langsung ingin kabur dari mobil.

Begitu turun, Marco tiba-tiba berhenti di dekat pintu mobil.

“Kenapa?” tanya Jenna.

Marco berjalan ke arah semak-semak. Jenna mengikuti, lalu melihat… Xander tidur pulas di sana sambil memeluk kamera, posisi tubuhnya berantakan.

Dia tahu di bawah Moonlight ada ratusan media. Xander bisa dibilang bos para paparazzi.

Tapi ini … kelewatan.

Sudut bibir Jenna berkedut. “Kita bangunin? Nanti dia masuk angin…”

Marco mengangguk, lalu menendangnya.

Xander langsung bangun sambil teriak. Begitu sadar, dia langsung mengeluh, “Keterlaluan! Kaca mobilnya kedap banget! aku nggak bisa lihat apa-apa!”

Marco menatapnya dingin. “Nanti ke ruang kerja aku. Ada yang mau aku suruh.”

“Oh…” Xander berdiri sambil membersihkan diri, tapi matanya terus melirik mereka berdua. “Kenapa mobilnya nggak goyang sih? Jangan bilang aku kelewatan momennya? Nggak mungkin! Dengan stamina kakak, harusnya semalaman…”

Jenna menatapnya datar. “Kenapa kamu tahu banget soal stamina Kakak kamu…”

Xander menggaruk kepala. “Soalnya kalau dia mukul aku, bisa semalaman!”

Jenna terdiam.

Baiklah, dia kalah.

Setelah kembali ke kamar yang disiapkan Marco, Jenna benar-benar tidak bisa berkata apa-apa.

Dalam semalam setengah hari, kamar tamu itu sudah berubah total.

Dari yang awalnya dingin dan minimalis, sekarang jadi hangat dan nyaman. Lemari penuh dengan pakaian sesuai ukurannya. Dari piyama, baju rumah, sampai gaun pesta. Bahkan aksesori dan tasnya semua limited edition. Dan benar-benar … terlalu mewah.

1
@Reeartha1231
lanjutin trus kak
@Reeartha1231
awal cerita yang bagus
ᴹᴵᴹᴵ a ʙᴊɴ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Pesona Jenna tak terkalahkan apalagi seorang Moy yang penuh tipu muslihat pasti kebusukannya segera terbongkar
tutiana
menarik
Piw Piw: terima kasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!