NovelToon NovelToon
Takdir Sang Penanda Langit

Takdir Sang Penanda Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:711
Nilai: 5
Nama Author: Leon Messi

Nama adalah hal yang sakral di dunia Haochun, Nama adalah berkah Dewa, nama adalah kekuatan. Manusia tanpa nama bukanlah siapa-siapa, semua manusia yang tak bernama hanyalah orang-orang buangan dan kriminal.

Karena hak pada Berkah dan Nama mereka dicabut.

Mereka akan dipanggil dengan sebutan apapun yang orang inginkan. Meskipun mereka bisa membuat nama sendiri, tetap saja itu tak memiliki makna apapun.

Nama lahir adalah kehormatan mutlak di dunia ini. Dan inilah kisah tentang anak Klan Bangsawan kelas satu. Dia memiliki Inti Spritual yang sangat buruk. Saking buruknya, bahkan tidak seorang pun sebelum dia di dunia Kultivasi yang memiliki Inti spritual seperti itu.

Sehingga dia dianggap sebagai aib keluarga. Berkah namanya miliknya dicabut layaknya hukuman bagi

penjahat keji.

Dimulailah kisah anak buangan yang membawa nasib baik dan buruk bersamaan.

Berjuang tanpa kekuatan Berkah Nama seperti yang dimiliki orang lain. Huang Kai yang berganti nama menjadi Feng Yan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leon Messi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16

Rencana Pelarian

Awalnya Ge He hanya melihat kaki si penyerang karena gelap, namun saat orang itu melangkah ia terkejut melihat orang yang menyerangnya adalah bocah kaya dari penginapan sebelumnya.

Dengan tangan bergetar memegang pedang, Feng Yan berkata gugup pada Ge He.

"Ma.. maafkan aku, ini semua salah kalian karena serakah. Kakak ayo pergi dari sini karena penjaga kota pasti akan segera datang." Mungkin karena rasa bersalah telah menyebabkan masalah pada gadis itu Feng Yan berani melukai Ge He.

"Kau! Ini semua karena kau aku dalam masalah!" bentak Yunzhi pada Feng Yan.

Dalam kejadian sangat cepat yang membuat Ge He terluka benar-benar

Membuat Lao Fu sangat marah.

"Kalian benar-benar kurang ajar, hanya pengecut yang melakukan perbuatan seperti itu.!"

"Hah?! Apakah mengeroyok seorang gadis membuatmu seperti jantan sejati?! Zhao Yunzhi membalas bentakan Lao Fu.

"Dan kau aku belum memaafkanmu" tunjuk Yunzhi pada Feng Yan.

"Kakak lupakan saja itu dulu, kita harus pergi dari sini sebelum penjaga kemari karena keributan ini." setelah berkata seperti itu Feng Yan merinding melihat Lao Fu sudah menyiapkan serangan kuat. Sebuah bola energi cukup besar berwarna coklat namun tidak terlalu pekat, sudah disiapkan untuk menyerang.

Mereka semua juga mendengar langkah kaki penjaga dari kejauhan mulai mendatangi. Yunzhi Segera pergi dari sana dan tidak lagi menghiraukan Feng Yan.

"Bocah aku akan menghabisimu hingga tulang-tulangmu hancur semua" terlihat dari sorot mata Lao Fu bahwa ia benar-benar sangat membenci orang yang sudah melukai saudaranya itu.

"Kakak tunggu aku!" teriak Feng Yan memanggil Yunzhi yang sudah jelas masih membencinya. Ia tidak menghiraukan Lao Fu dan segera menyusul ke arah Yunzhi lari.

<<

Sambil berteriak Lao Fu

mengayunkan Tombak golok itu dengan cepat ke arah Feng Yan yang sudah menjauh.

Wuzzz

Bola energi itu langsung di terbangkan kearah Feng Yan yang tidak menduga jika bola energi itu bisa di lesatkan seperti itu.

Booom

"AAAHHK!!"

Bugg

Bola energi itu tepat mengenai punggung Feng Yan dan melemparnya hingga beberapa meter hingga mengenai dinding batu pagar rumah

"Matilah kau bocah brengsek, beraninya kau melukai saudaraku."

Sumpah Lao Fu yang langsung melompat ke arah Ge He yang tidak sadarkan diri dan segera membawanya pergi dari sana.

Yunzhi yang sedang berbelok arah terkejut dan berhenti melihat apa yang terjadi. Ia terkejut melihat kondisi Feng Yan yang mengenaskan membentur dinding tembok.

"Cih, Sudah matikah?" tanyanya dalam hati.

"Uhuk...uhukk..." Feng Yan dengan lemah mencoba berdiri dengan rasa sakit disekujur tubuhnya. "Akhh, hampir saja aku mati kalau saja tidak sempat mengaliri tubuhku dengan energi spiritual. Tentu saja bantuan dari

Pakaian ini jauh lebih besar menyelamatkanku"

Yunzhi yang melihat Feng Yan berdiri walau susah payah menatap dengan kebingungan. "Bagaimana bisa bocah ini selamat setelah terkena serangan kuat seperti itu tanpa persiapan karena jelas diserang dari belakang?."

"Aku juga tidak melihat berkah nama sebelumnya, hanya terlihat energi spiritual yang melindunginya. Kalau aku yang kena pasti sudah mati, sedangkan bocah ini hanya sedikit terluka dikepala" Batin Yunzhi melihat Feng Yan yang sedikit tertatih-tatih mendekatinya dengan kepala mengeluarkan darah segar.

Feng Yan terus berjalan di depan Yunzhi walau ditatap olehnya dengan raut kebingungan.

"Aku harus segera pergi dari sini" ucapnya lirih.

"Jubah luarnya hancur di bagian

Belakang, tapi pakaian di dalam jubah justru terlihat baik-baik saja" batin Yunzhi saat melihat jubah yang Feng Yan gunakan sudah terlepas saat ia berjalan.

"Apa pakaian ini yang ia buka segel darahnya? Tapi bocah ini sudah mengenakannya saat datang ke penginapan. Batin Yunzhi penuh tanda tanya.

"Hei bocah rubah, tunggu aku! jangan kira karena sudah membantuku aku akan memaafkanmu begitu saja. Apa kau sendirian di kota ini? Sejak kedatanganmu di penginapan kau hanya sendiri. Anak orang kaya sepertimu tidak mungkin berkeliaran sendirian kan?."

Feng Yan tidak menanggapi pertanyaan dari Yunzhi, ia hanya terus berjalan ke arah gerbang barat kota.

"Kau ternyata tidak hanya licik, tapi juga sangat sombong" Yunzhi sangat kesal saat diabaikan seperti itu.

"Kakak kenapa kau masih saja

Mengikutiku? Kembalilah pada rombonganmu. Kurasa saat ini mereka sangat mencemaskanmu." Feng Yan berhenti dan menatap Yunzhi yang terlihat gugup saat mendengar perkataannya barusan.

"Hehehe"

"Mereka berdua tidak perlu dipikirkan, mereka cukup kuat dan tidak akan mudah mengalahkan mereka." Yunzi hanya berkata sekenanya tanpa menjelaskan maksud perkataannya.

"Sepertinya wanita ini tidak ingin kembali pada dua temannya, tapi kenapa?" pikir Feng Yan.

"Hmm, sepertinya kakak seorang gadis yang kabur dari rumah, benarkan?!" tebak Feng Yan setelah berpikir cukup lama.

"Bocah rubah ini ternyata cukup pintar membaca situasi, aku harus waspada padanya." batin Yunzhi saat menatap Feng Yan yang sudah kembali

Berjalan.

"Kau juga bocah kaya yang kabur dari rumah kan?" Yunzi berbicara sambil berlari kedepan Feng Yan dan berjalan mundur setelahnya.

"Aku tidak kabur dari rumah, tapii.. aku memang seorang kultivator pengembara." Feng Yan menjelaskan walau terdengar penuh kebohongan.

"Huh, mana ada kultivator pengembara seorang bocah kaya sepertimu kecuali kau kabur atau anak buangan." Yunzi hanya asal bicara tapi gelagat Feng Yan langsung berubah.

"Kau tidak mungkin bocah buangan yang jadi berita heboh tadi siang bukan?" Yunzi bertanya dengan hati-hati karena gelagat lain yang ditunjukkan Feng Yan sebelumnya.

"Bocah buangan yang diberitakan disumpah dengan rune kematian itu baru berkultivasi. Jadi tidak mungkin itu seorang bocah sombong dengan ranah

Pemurnian tubuh tahap akhir."

Feng Yan terkejut dengan analisa Yunzhi namun ia tetap pura-pura tidak mendengar apapun. Hingga tidak terasa mereka sudah sampai di dekat gerbang barat.

"Kakak diamlah! Nanti para penjaga mengetahui keberadaan kita."

"Kau!" Yunzi benar-benar sangat kesal dengan Feng yan, Bukan hanya tidak menjawab pertanyaan malah memberi perintah padanya.

Namun ia hanya bisa mengepalkan tangan karena kesal, bagaimanapun ia juga tidak ingin tertangkap oleh penjaga kota.

"Sial, kalo saja Su Jingmi tidak menyita gelang penyimpanan dimensiku, aku tidak akan repot-repot mengikuti bocah sombong ini". Batin Yunzhi yang saat ini berdiri di belakang Feng Yan sambil mengintip dari pojok dinding bangunan ke arah gerbang kota

Yang dijaga oleh empat orang penjaga.

"Bocah rubah, sekarang bagaimana?" bisik Yunzhi pada Feng Yan.

"Sepertinya kita hanya bisa melewati bagian atas tembok benteng kota." balas Feng Yan.

Tuk tuk...

"Kakak kenapa kau memukul kepalaku?" tanya Feng Yan kesal karena tanpa alasan kepalanya dijitak oleh Yunzhi.

"Bocah rubah bodoh, apa kau memang tidak tahu kalau bagian atas setiap benteng kota memiliki kubah pelindung."

"Ah,,, aku lupa" ucap Feng Yan sambil memukul kepalanya sendiri.

"Namaku Feng Yan, jadi berhentilah memanggilku bocah rubah" ucap Feng Yan kesal.

"Siapa juga yang ingin tahu

Namamu" balas Yunzhi tanpa merasa bersalah.

"Kakak cobalah mengalihkan perhatian para penjaga itu, supaya kita bisa melewati gerbang kota. Kita cukup beruntung karena mereka tidak menutup pintu gerbang nya."

"Kau benar-benar rubah licik, menyuruhku jadi umpan supaya kau bisa bebas keluar dari kota. Siapapun tak akan mau dimanfaatkan seperti itu. Sebaiknya kau tidak membuatku lebih kesal lagi." Yunzhi sangat marah saat ia menganggap Feng Yan memanfaatkan keberadaanya.

Feng Yan hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Yunzhi.

"Maksudku kakak bisa memancing mereka ke arah sana dengan teknik jarak jauh." jari telunjuk Feng Yan mengarah ke sisi lain dari tempat mereka sembunyi.

Berpikir sejenak akhirnya Yunzhi

Menyetujui ide itu asal Feng Yan ikut kemana dia pergi.

1
Nanik S
Lanjutkan Tor .. walau sayang ada perjodohan
azizan zizan
alur yang membingungkan blok blak blok blak blok blak blok blak tak ada hujung pangkal tau2 cerita beralih ke padang dewa...lah 🤔🤔🤔 ini orang gila ka hapa yang buat novel Nih..
azizan zizan
ini cerita undur kembali kebelakang kah...pantasan like nol...
Nanik S
Kenapa mesti ada perjodohan masih kecil .. kadang cerita seperti ini amat membosankan
Nanik S
Lanjut terus Tor
Nanik S
Cukup menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!