Alya, wanita cantik yang sudah lelah dengan kisah kehidupannya, mencoba untuk membuka hatinya kembali untuk seorang pria yang dijodohkan oleh bos di kantornya. Ia berharap itu yang menjadi cinta terakhirnya. Namun, siapa sangka ternyata pria itu menyimpan sebuah masa lalu yang membuat Alya, kembali berpikir apakah ia harus hidup tanpa cinta untuk selamanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon empat semanggi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
sedikit berubah
Alya memandangi ponselnya yang tampak berkelip itu. Wanita cantik itu menarik nafas panjang dan menghembuskannya secara perlahan.
Hari ini Alya tak pergi ke kantor. Selama tiga tahun bekerja di perusahaan, baru kali ini Alya meminta izin tak masuk. Bukan meminta izin, tapi lebih tepatnya diliburkan secara paksa oleh bu Rany, karena Alya harus mempersiapkan dirinya untuk bertemu dengan ayah Raka dan juga kakek dan nenek pria itu dari pihak ibu.
Lebih tepatnya orang tua bu Rany juga akan hadir.
Sebelum pukul tujuh, bu Rany telah menghubunginya untuk mempersiapkan diri, karena salah satu orang kepercayaan wanita itu akan menjemput Alya untuk pergi ke klinik dan setelah itu ke butik langganan wanita itu.
"ternyata akan seribet ini jika menjadi calon isteri orang terkaya di kota ini" gumam Alya saat memasuki mobil mewah yang ditugaskan untuk menjemputnya.
Alya sudah terbiasa naik mobil mewah, namun mobil yang ia tumpangi kali ini jauh lebih mewah dari yang ia bayangkan. Ia hanya bisa mengelus dadanya menikmati kehidupannya saat ini.
Berharap semua ini bukan mimpi, yang akan menghilang secara tiba-tiba jika ia terjaga dari tidurnya.
Drrttt,,,drtttt,,drtttt
Alya mengerutkan keningnya saat melihat siapa yang telah menghubunginya.
"Hallo,," ucap Alya, setelah mengusap ikon hijau pada layar ponselnya.
"kau sudah pergi?" terdengar suara serak diujung sana.
"hm,,yaa,aku dalam perjalanan" jawab Alya.
"Baguslah, maaf karena nggak bisa temani kamu"
"nggak masalah. Jam berapa kau ke perusahaan?" Alya balik bertanya.
"sebentar lagi" kembali terdengar suara diujung sana.
"baiklah, hati-hati" balas Alya.
"aku akan menjemputmu, jika sudah selesai. byeee"
"hmm,,ya byeee" ucap Alya lalu memutuskan panggilan.
Harusnya Raka, pria yang baru saja menghubunginya ini yang menemaninya hari ini. Namun, karena ada beberapa pekerjaan yang harus ia selesaikan hari ini juga, membuat pria itu harus pergi ke perusahaan.
Ia telah meminta Dave untuk menghandelnya, tapi ternyata bantuan Raka masih sangat dibutuhkan disana.
"kita sudah tiba nona" suara sang sopir berhasil membuyarkan lamuan Alya. Pria paruh baya itu hendak turun untuk membukakan pintu mobil untuk Alya, namun dengan cepat ditolak oleh wanita cantik itu.
Alya belum terbiasa dengan perlakuan istimewa yang diberikan oleh keluarga Raka padanya, karena itu Alya sedikit risih dengan tindakan sopir pribadi keluarga itu walaupun pria paruh baya itu hanya menjalankan tugas yang diberikan oleh atasannya.
"terima kasih pak," ucap Alya setelah turun dari mobil.
Tempat yang ia tujuh pertama adalah sebuah klinik kecantikan yang telah menjadi langganan bu Rany. Hari ini ia akan melakukan perawatan dari ujung kaki, hingga rambut sesuai dengan permintaan wanita cantik itu.
Alya menghela nafas panjang saat memasuki klinik itu. Mereka hanya akan makan malam, namun persiapan yang ia lakukan sudah seperti persiapan untuk menikah.
Tak ingin banyak protes karena ini semua atas permintaan bu Rany. Alya tahu, bu Rany hanya tak ingin Alya merasa rendah diri saat bertemu keluarga mereka. Apalagi kedua kakek dan nenek Raka juga akan turut hadir nanti.
^^^^
Deegh,,,!
Jantung Raka berdebar kencang saat melihat penampilan terbaru Alya. Kacamata besar yang selalu menghiasi wajah manisnya sudah tak ia gunakan.
kini yang berdiri dihadapannya adalah Alya yang begitu cantik dan manis. Raka baru menyadari jika Alya mempunyai lesung pipit kecil, yang menghiasi keduda pipi wanita itu jika ia tersenyum.
"benar kata mama, Alya mempunyai sesuatu yang tak dimiliki wanita lain" batin Raka.
"apa ada yang aneh dengan wajahku?" tanya Alya, saat melihat Raka yang terus diam dan memperhatikannya.
"Rakaa,,!" panggil Alya sedikit keras, karena pria itu tak merespon ucapannya.
"yaaa,,ada masalah?" tanya Raka, yang tersentak dari lamuannya.
"kenapa memandangiku seperti itu? Apa ada yang aneh?" bisik Alya, sambil menekan setiap kalimatnya.
Raka berusaha menyembunyikan senyumannya saat melihat Alya yang terlihat salah tingkah itu.
"enggak, nggak yang aneh,,hanya saja,,," Raka menjeda ucapannya.
"hanya saja apa,," tanya Alya cepat.
Raka akhirnya tak bisa menyembunyikan tawanya saat berhasil menggoda Alya.
"ihhh,,,Raka," kesal Alya.
"hanya saja, kau terlihat begitu cantik hari ini" jujur Raka membuat kedua pipi Alya tampak memanas. Alya menggigit bibir bawahnya, menandakan wanita itu sedang gugup.
"jangan menggigit bibirmu seperti itu" bisik Raka, membuat Alya dengan cepat menghentikan perbuatannya itu.
"hmm,,bagus. Kau boleh menggigit bibirmu, tapi hanya didepanku, jangan didepan orang lain apalagi didepan seorang pria." pesan Raka membuat Alya hanya menganggukan kepalanya mengerti.
"sudah selesai? Jika sudah, ayo kita pergi" ajak pria tampan itu.
Raka berhasil menyelesaikan tugasnya, dan menepati janjinya untuk menjemput Alya, di butik.
"iyaa sudah" jawab Alya.
"ok, kita pergi sekarang."
Setelah menyelsaikan pembayaran. Alya dan Raka kemudian pergi dari sana. Tanpa kedua orang itu sadari, ada seorang wanita yang terlihat mengambil gambar mereka secara diam-diam.
biar cepet koit tuhhhh marah-marah melulu 😤
lanjuuttttt 💪💪💪🤩🤩
semoga langgeng dan harmonis terus rumah tangga nya 👍👍🤗🤗🤗
gak tergoda yg lain, atau menyakiti hati Alya 👍👍🤗