NovelToon NovelToon
Bukan Kamu Tapi Aku Yang Membuangmu

Bukan Kamu Tapi Aku Yang Membuangmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Putri asli/palsu / Identitas Tersembunyi / Fantasi Wanita / Aliansi Pernikahan / Mengubah Takdir
Popularitas:49k
Nilai: 4.9
Nama Author: KOHAPU

"Meiji....!" Teriaknya memeluk jenazah putranya.

Pada akhir hidupnya Lily menyadari, semua orang yang ada di sekitarnya adalah pengkhianat. Cinta mereka palsu!

Berakhir dengan kematian tragis.

Karena itu kala mengulangi waktu, dendam seorang ibu yang kehilangan putranya, membuatnya tertawa arogan dan berucap...

"Bukan kamu, tapi aku yang membuangmu."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Punya Anakku

Sejujurnya, dirinya sudah tidak yakin dengan segalanya. Tapi walau bagaimanapun, ini satu-satunya jalan agar Meiji dapat dipastikan lahir ke dunia.

Meiji, putranya yang begitu tampan. Menghela nafas kasar, dirinya menatap ke arah cermin. Setelah hampir tidak dapat tidur semalaman, hari ini dirinya telah bertekad. Untuk dapat tampil secantik mungkin menggoda Neiji.

"Katakan tidak untuk Dilan! Karena mulai sekarang aku akan menggoda kakaknya." Gumam wanita ini, akan berangkat pagi-pagi sekali mengingat dirinya memiliki janji temu dengan dokter kulit hari ini.

Merapikan penampilannya, meletakkan semua surat-surat penting ke dalam tasnya. Ditambah dengan semua perhiasan yang dimilikinya. Semuanya dimasukkannya ke dalam ransel.

"Sepertinya aku memerlukan brankas di rumah ini. Untuk berjaga-jaga, tempat ini benar-benar tidak aman." Gumamnya penuh senyuman menghela napas.

Tentang pakaian, dirinya hanya memiliki pakaian formal saja. Wanita yang memang aslinya lumayan tomboy di masa remajanya. Sering mengikuti pendakian dan latihan beladiri.

Tapi sayangnya semuanya terhenti. Karena Sari selalu berkata, pria dari keluarga kaya tidak akan menyukai wanita yang jago beladiri. Contohlah Rini...yang lemah lembut, terlalu lembut, entahlah bagaikan tahi... mungkin?

Berjalan dengan tenang, tapi Rini juga hampir keluar di saat yang sama dengannya.

Mata Lily mengamati, cantik, putih, mulus. Pantas saja Dilan berselingkuh dengannya."Rini kamu perawatan di salon mana? Dakiku sudah tebal. Aku ingin mengamplasnya."

"Perawatan di salon manapun Dilan tidak akan jatuh cinta padamu." Kalimat yang diucapkan oleh Rini berusaha keras untuk tersenyum. Tapi hanya sejenak wanita itu berpikir."Lebih baik kamu tidak perawatan, Dilan akan mencintaimu apa adanya."

"Oh... mencintai apa adanya, bukan ada apanya?" Tanya Lily bagaikan orang lugu. Dirinya akan mundur, mengamankan hartanya. Lalu membeli tiket menonton pertempuran nantinya.

"A...apa maksudmu?" Tanya Rini.

"Bukan apa-apa, tidak usah dipikirkan kata-kata asal dariku. Lagipula, aku melihat Dilan menyimpan perasaan padamu. Berjuanglah! Dengan sedikit perjuangan malam---"

Brug!

Kalimat Lily terhenti, wanita ini menarik tangannya kemudian mengarahkan tangan Lily pada bagian dadanya. Pasti pura-pura jatuh lagi, cara yang sama, kebodohan yang sama, dan beberapa pasukan monyet bodoh akan tiba.

Air mata Rini mengalir, berucap dengan sedikit berteriak."Nona, saya memang hanya anak angkat. Tapi apa pantas nona memperlakukan saya seperti ini?"

"Rini!" Teriak Feno meninggikan nada bicaranya. Keributan oleh tangisan dan bentakan Feno membuat kedua orang tuanya keluar dari kamarnya.

"Lily apa yang kamu lakukan pada Rini!?" Bentak sang ibu.

Tiga orang yang mendekat. Sementara Rini diam-diam tersenyum."Mampus!" Batinnya.

Brak!

Tapi, dirinya merasakan cap di wajahnya. Lebih tepatnya cap kaki, Lily menendang di bagian wajahnya. Dengan sengaja ingin menempelkan bukti tanda cinta pada pipi Rini.

"Brengsek!" Teriak Rini emosional.

"Yang aku lakukan?" Lily mengangkat sebelah alisnya."Mengakuinya sebagai saudaraku hingga aku dengan baik hati meletakkan cap stempel ukuran sepatuku di pipinya."

"Kamu..." Rini mengepalkan tangannya.

"Kamu apa? Kenapa marah? Bukankah seperti kata ibu, kamu adalah anak teladan berbakat yang paling baik. Berbeda denganku yang urakan ini." Lily menghela napas kasar tersenyum.

Dan benar saja wajah bengis bagaikan setan, kini berubah menjadi malaikat. Awalnya kaku seperti besi, sekarang seperti kerupuk terkena air. Rini baru mengingat segalanya didepan semua orang dirinya adalah malaikat, sedangkan Lily adalah iblisnya.

Gadis yang menitikan air matanya, kemudian berucap dengan wajah masih bercap tapak sepatu."Nona...aku minta maaf semua adalah kesalahanku."

"Lily!" Bentak Rianto pada putrinya.

"Apa!? Berteriak lagi, aku usir! Ingat ini semua aku punya!" Lily tersenyum mengingat harta warisan mendiang neneknya semuanya untuknya.

"Itu hanya titipan nenekmu. Agar tidak ada yang berebut hak waris. Makanya semuanya difokuskan dulu padamu. Nanti siang tanda tangan pengalihan aset!" Perintah Rianto berusaha keras untuk tersenyum.

"Ogah! Aku ada kencan nanti siang." Jawabnya cepat.

"Dengan Dilan? Itu bisa sedikit ditunda. Rini bisa menemani Dilan sementara waktu jika kamu sudah terlanjur berjanji. Kita ke notaris dulu." Lagi-lagi Rianto berucap penuh penekanan.

"Lalu membiarkan mereka bersama? Aku mendorong tunanganku pada wanita lain?" Lily menghela napas."Apa kabar dunia!? Sudah gila!"

"Lalu apa maumu!? Kalau begitu batalkan janji dengan Dilan. Kita ke notaris saja." Kalimat yang diucapkan Rianto membuat Lily mengangkat sebelah alisnya.

"Mauku? Mauku jodohkan Dilan dengan Rini mereka pasangan serasi." Jawabnya penuh senyuman.

"Tapi perjanjian perjodohan adalah keluarga utama Dirgantara dengan---" Kalimat Rianto disela.

"Keluarga utama Dirgantara? Bukankah setelah mengadopsi Rini dia menjadi keluarga utama. Kenapa harus mengorbankan perasaan Rini? Lagipula ibu dan ayah sebenarnya mau menjodohkan Rini dengan keluarga konglomerat kan? Kalau dia mengambil tunanganku bukannya bagus?" Tanya wanita yang berprofesi sebagai desainer grafis ini.

"Tidak! Sama sekali tidak! Kamu adalah putri kami! Dan putri kami harus mendapatkan yang terbaik." Tegas Rianto.

Lily mengangkat sebelah alisnya. Keluarga ini sejujurnya benar-benar terlihat mencurigakan. Jika dirinya tidak mengulangi waktu sudah pasti akan terharu dengan tindakan ayahnya. Tapi tidak sama sekali, lebih tepatnya setelah tanda tangan pengalihan aset mereka akan mulai bertindak kasar padanya.

Karena itu.

"Aku juga tak ingin yang terbaik untuk diriku sendiri dan kesehatan mentalku. Karena itu, harta nenek akan tetap berada di tanganku. Sampai aku menikah nanti, baru akan aku alihkan pada keluargaku." Jawab wanita itu dengan nada ceria.

"Ba...baik! Ayah setuju!" Pria yang pada akhirnya merasa sedikit lega.

Tidak bertanya anggota keluarga mana yang akan dialihkan. Kan goblok? Dirinya akan memberikan semuanya pada anaknya yang baru akan lahir nanti. Setahun lagi, dalam artian dalam 3 bulan ini, dirinya harus merayu pria yang... begitu...tampan tidak! Wajahnya ada bekas luka dan memakai kacamata tebal. Apa kelebihannya?

Karier bagus? Cuma Direktur. Jago beladiri? Tapi terlihat bagaikan bunga Peony mendayu-dayu.

Sudahlah! Dirinya harus mau dan bersyukur. Hanya tinggal memejamkan matanya saat melakukannya dengan Neiji nanti.

"Ayah! Hukum dia! Dia sudah berbuat kasar pada Rini." Tegas Feno bagaikan cinta sejati membantu Rini bangkit.

"Lily! Apa yang kamu lakukan pada Rini itu salah!" Bentak Sari, menghela napas."Pelayan! Ambilkan penggaris kayu."

"Penggaris kayu? Aku takut... bagaimana ini?" Tanya Lily seakan-akan panik.

"Tau takut juga? Karena itu jangan melakukan hal buruk pada Rini. Sebagai kompensasinya berikan semua perhiasanmu padanya. Lagipula kamu jarang pergi ke pesta. Rini yang elegan dan tidak urakan berbeda denganmu yang---" Kalimat Sari terhenti kala pelayan membawakan penggaris kayu berukuran cukup besar padanya.

Tapi kala pelayan mengangkatnya.

Brak!

Penggaris yang patah dalam sekali tendangan melayang."Sepertinya ibu perlu membeli penggaris baru..." gumamnya.

***

Sementara itu di tempat lain, seorang pemuda berkacamata merapikan letak kacamatanya. Menatap ke arah tumpukan dokumen di hadapannya.

"Sialan..." gumamnya menahan amarah.

1
Nureliya Yajid
semangat thor
Indar
benar2 perlu diselidiki ibu Lisa karena banyak misteri yang dia sembunyikan
Nur Wahyuni
disini tokoh jahat utamanya adalah lisa... padahal kedudukannya dia cuma menantu di keluarga itu...
M M Athalla
Lily sama Ervan sama saja menyembunyikan wajah rupawan pasangannya 😊
Senjaa💞
rio asal km tau..biarpun tidak sah tp aku yakin km satu2nya darah daging faro...makanya lisa berusaha menyingkirkanmu...
RahaYulia
yg pnonton itu aac rio y sbnrnya, bnr2 mnikmati sajian🤣🤣🤣
RahaYulia
waduh🤭🤭🤭
RahaYulia
aku rasa dimasa sblm wkt trulang c neiji dg ksadaran pnuh bikin anknya😁😁😁
RahaYulia
🤣🤣🤣🤣ah dsr neiji pdhal klo kmu yg g tau malu jg lily g bkal nolak
RahaYulia
didlmnya psti byk tersimpan roti sobek atau batu bata 🤣🤣🤣😁
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
😍😍😍😍💪💪💪💪💪
Ika
lope lope sekebon
Ufiyyyy
ahirnya evan muncul... van jgn galak2 sm kkak ipar... nnti bella ngamuk kmu kurg ajar sm kakaknya.. 🤣🤣🤣
Eka Anam
iparan kah mereka itu
Imas Karmasih
Ervan hati hati itu sodara iparmu😄😄😄
Imas Karmasih
Rio figuran yg baik jangan berubah ya🤭
mimief
dilan?
ga mungkin otak nya ketinggalan di selakangan
Lisa...bisa jadi . kakeknya meninggal perebutan kekuasaan
apa Rio? si kelinci manis itu ternyata menyimpan taring.
apa mungkin malah keluarga nya,Rini yg ga puas berebut sama Silvia 😜
mimief
ow...ow
ternyata ipar nya😜
mimief
kaget ya ..
kaget donk
sama... reader juga
es batu ternyata bisa meleleh di suhu yg tepat🤣🤣🤣
Afrilho
Benar Ervan 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!