Terbangun tanpa ingatan dan identitas yang tercatat, Ezra mengandalkan sistem aneh untuk beradaptasi dengan kehidupan barunya. Sejak saat itu dia mulai berinteraksi dengan hantu, melakukan penebusan untuk mereka, dan menciptakan berbagai kisah aneh yang abadi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lady Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
4 - Hantu Wanita
Perjalanan Ezra sampai pada sebuah danau di pinggiran kota, tempat itu cukup sepi, hanya ada beberapa pemancing tua yang dengan sepenuh hati menunggu ikan terjerat.
Namun, Ezra segera memperhatikan sesosok hantu wanita yang sedang berjongkok di pinggir danau, jari-jari wanita itu bermain dengan air, menciptakan gelombang pada air yang tenang.
Ezra mengangkat kepalanya dengan sudut sekitar 45°, dia menatap matahari yang masih tinggi di atas sana, sepertinya wanita itu adalah hantu baik seperti John, buktinya ia bisa keluar bebas di siang hari.
"Sistem, apakah wanita itu sesuai dengan kriteria?"
Dalam perjalanan ini, Ezra juga banyak berkomunikasi lagi dengan sistem untuk menguatkan pemahaman diantara keduanya, dia baru saja tahu bahwa sistem tidak akan selalu memberikan misi, namun selama dia membantu hantu menebus penyesalan, dia akan tetap mendapatkan hadiah.
Misi yang dikeluarkan sistem sebenarnya akan sangat jarang, misi pertama adalah kasus khusus, namun misi selanjutnya hanya akan ditujukan pada hantu-hantu dengan karma yang besar.
Hantu-hantu dengan karma yang besar itu kemungkinan besar hanya bisa menjadi hantu ganas atau hantu dengan penyesalan yang sulit ditebus. Oleh karena itu, sistem meminta Ezra mencari hantu sendiri yang sekiranya penyesalannya mudah untuk ditebus, kumpulkan pengalaman dan hadiah sistem sampai cukup kuat untuk memulai misi yang sebenarnya.
Ezra telah melihat banyak hantu yang bisa keluar di siang hari, namun kebanyakan dari mereka tidak dapat diajak komunikasi untuk saat ini.
Dia sudah agak putus asa, semoga saja hantu wanita di pinggir danau itu bisa diajak berkomunikasi.
"Permisi." Ezra ikut berjongkok di sebelah hantu itu dan menyapanya.
Wanita itu menoleh dengan terkejut, Ezra baru memperhatikan bahwa wajah wanita itu sangat cantik, hampir setara dengan wajah Rhea, namun memiliki jenis kecantikan yang berbeda. Meskipun penampilan hantu membuat wanita itu terlihat sedikit menyeramkan, namun Ezra masih bisa membayangkan wajah manusia normalnya, itu adalah jenis kecantikan menyedihkan yang bisa membuat orang ingin melindunginya.
"Kamu baru saja bicara padaku?" Hantu wanita itu bertanya dengan cahaya harapan di matanya.
"Ya, aku ingin membantu jiwamu pergi dengan tenang, bisakah kamu menceritakan apa penyesalanmu?"
Hantu wanita itu tidak segera menjawab, ekspresi wajahnya agak malu, matanya memerah dan mulai menangis darah. Jadi, apakah air mata hantu adalah darah?
"Tubuhku tenggelam di danau ini."
Mendengar perkataan itu, Ezra berpikir mungkinkah hantu ini mati dengan cara tenggelam? Namun, penjelasan wanita itu selanjutnya membuat Ezra menggertakkan giginya dengan marah.
"Seseorang membunuhku, melakukan hal-hal mesum pada tubuhku yang sudah mati, meletakkan tubuhku di koper yang dipenuhi batu, lalu ditenggelamkan disini." Meskipun air mata darah terus mengalir ke pipinya, namun penjelasannya sangat lancar, tanpa terputus-putus ataupun isak tangis.
"Siapa orang yang bisa sekejam itu?" Ezra menanyakan pertanyaan ini dari lubuk hatinya, terlebih melakukan hal-hal mesum pada mayat? Penyimpangan macam apa itu? Meskipun wanita itu secantik peri, Ezra merasa dia sendiri tidak akan memiliki hasrat jika tubuh itu sudah tak bernyawa.
Ekspresi wanita itu sedikit suram, dia menundukkan kepalanya dan menjawab, "Seorang pria yang pernah menyatakan cinta padaku, aku menolaknya karena ingin fokus kuliah, jika saja dia bisa bersabar menunggu aku selesai kuliah, aku mungkin akan mempertimbangkannya."
Ternyata wanita itu masih seorang mahasiswa.
"Aku berharap kamu bisa membantuku menguburkan tubuhku dan membuat pria itu menanggung akibatnya." Saat mengatakan ini, hantu wanita itu menggenggam tangan Ezra dengan erat, air mata darahnya semakin deras, membuat siapapun yang melihatnya merasa tak tega.
Ezra mengangguk, bahkan jika tidak diminta, dia tetap akan mencoba mencari tubuh wanita itu untuk dikuburkan dan membuat pria dengan penyimpangan itu mendapatkan hukuman yang seharusnya.
Saat Ezra berniat memberikan penghiburan, hantu wanita itu tersenyum malu dan mengambil inisiatif untuk berbicara lagi, "Ngomong-ngomong masih ada satu penyesalan lagi, apakah aku masih bisa mendapatkan gelar sarjanaku?"
Ezra : "???"
Sistem : [...?]
Permisi, bagaimana caranya membantu hantu mendapatkan gelar sarjana?
"Aku... Ayahku meninggal muda, ibuku yang hanya lulusan SD bekerja keras untuk membesarkanku, awalnya aku berniat putus sekolah lebih awal dan bekerja untuk membantu beliau. Namun, ibu ingin agar aku menebus penyesalannya yang tidak berpendidikan tinggi, berharap agar aku bisa menjadi seorang sarjana. Aku... Aku selalu fokus pada tujuan ini, makanya aku bahkan tidak mempertimbangkan untuk punya pacar sampai tujuan ini tercapai. Tapi sekarang... Aku tidak bisa lagi, hiks... "
Hantu wanita itu tidak terisak saat membicarakan kematiannya, namun dia justru terisak saat menceritakan tujuan hidup yang gagal ia capai ini. Sepertinya gelar sarjana adalah penyesalan aslinya, lebih penting dari tubuhnya yang tenggelam atau pria yang membunuhnya.
"Aku akan mencoba." Ezra hanya bisa berkata demikian, dia mengusap kepalanya yang mulai terasa sakit.
"Ayo kita urus tubuhmu dulu dan pria yang membunuhmu."
Ezra : "...."
Ezra menyadari masalah lama dan mulai sakit kepala, bagaimana dia mencari tubuh wanita itu yang tenggelam di danau? Bagaimana dia harus melaporkannya ke polisi?
Saat Ezra melihat para pemancing di kejauhan, dia mulai memunculkan ide yang konyol.
"Aku akan memancing, bisakah kamu menyangkutkan koper berisi tubuhmu di kail pancingku nanti?" Ya, sebuah ide yang keterlaluan.
"Bisa." Wanita itu memandang Ezra dengan takjub, wajah yang terlihat tampan dan dewasa ini ternyata bisa muncul dengan ide unik seperti itu.
Jadi, Ezra berbincang dengan para pemancing di kejauhan dan berhasil meminjam pancing, ember dan umpan cadangan mereka.
Para pemancing ini sangat antusias dan murah hati, Ezra mengacungkan jempol pada mereka semua.
"Bisakah kamu membantu menjerat beberapa ikan dulu?" Tanya Ezra.
"Buat apa?"
"Agar terlihat lebih masuk akal. Bukankah akan aneh jika aku langsung menangkap mayat pada pancingan pertama?" Ezra merasa bahwa dia sangat berwawasan kedepan.
Wanita itu mengangguk, hal-hal sepele ini masih bisa ia lakukan.
"Oh ya, beri jeda antar pancingan, sekitar 10 sampai 20 menit." Ezra menambahkan permintaan.
Sistem : [....] Sistem merasa Ezra sangat pandai membuat drama.
Jadi Ezra menghabiskan waktu lebih dari satu jam, berhasil mendapatkan 5 ikan, dia merasa bahwa ini sudah cukup, saatnya memancing mayat wanita itu.
Hantu wanita itu menurut, dia masuk ke dalam air, mencari koper berisi tubuhnya dan menyangkutkannya ke kail pancing.
Ezra merasa cukup kesulitan saat menariknya, koper itu begitu berat, karena selain berisi tubuh wanita itu, juga diisi oleh banyak batu.
"Bantu aku mengangkatnya, jangan hanya diam menonton." Pinta Ezra.
"Oh..." Wanita itu kembali masuk ke dalam air dan mulai membantu koper itu naik, dia menjadi lebih paham akan ide-ide Ezra dan menjaga agar waktu naiknya tidak terlalu cepat.
Para pemancing disekitar melihat kehebohan Ezra, bertanya-tanya sebesar apa ikan itu? Jadi, beberapa dari mereka mendekat dan menyemangati.
"Ikan ini sangat besar, anak muda, kamu akan memecahkan rekor!" Seorang paman mengacungkan jempol pada Ezra.
Ezra memutar matanya dan tidak mengatakan apa-apa.
Senyum para pemancing di sekitar, perbincangan mereka terus berlangsung, sampai mereka melihat ikan itu muncul dipermukaan.
Para pemancing : "...?!"
Mereka berseru kaget dan panik, karena apa yang ditarik sama sekali bukan ikan, melainkan sebuah koper yang mengeluarkan bau yang tak terlukiskan.