NovelToon NovelToon
Black

Black

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: ROGUES POINEX

Black--- Seorang pria misterius yang menjadi pelindung bumi. Di balik pakaian hitam dan topeng hitam nya, tidak ada yang tau wajah nya. Kecuali satu--- Sang kekasih hati-- Evelyn Savana Alexa.

Sampai sebuah kasus tiba - tiba muncul yang memaksa Black harus turun tangan untuk menyelesaikan nya.. Kasus tentang kematian misterius yang tidak bisa di pecahkan oleh pihak detektif kepolisian terpaksa harus melibatkan Black.

Namun.. Apa yang terjadi jika pelaku dari kasus tersebut tiba - tiba memanggilnya. " Ayah!"

Rahasia apakah yang ada di balik kasus kematian para korban. Dan Siapakah sosok pelaku misterius itu? Apakah dia kawan atau lawan?

----------

Update Senin & Kamis... Setiap Update 3 Bab.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ROGUES POINEX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Flashback On-- Tahun 2072

Jarum jam tepat menunjuk ke angka delapan, keheningan yang menyesakkan di dalam kabin mobil yang kian mendingin. Di bawah temaram lampu jalanan yang berkedip malas, Kakek Zayn dan Kevin terpaku dalam kebisuannya masing-masing, seolah suara mesin yang halus pun enggan mengusik labirin ingatan yang tengah mereka telusuri kembali.

Pikiran mereka terseret jauh ke belakang, memutar ulang fragmen-fragmen mustahil saat pertama kali takdir mempertemukan mereka dengan sosok Arthur yang berwibawa namun menyimpan rahasia kelam, Elvira yang tatapannya setajam sembilu, dan Vans yang pembawaannya selalu tidak bisa di tebak—tiga musafir waktu yang mengklaim diri berasal dari masa depan yang hancur.

Aroma kabut dan kilatan teknologi aneh yang menyertai kemunculan mereka kala itu kini terasa begitu nyata, memicu pergolakan batin antara logika yang menolak dan kenyataan pahit yang perlahan mulai menyusun teka-teki berbahaya tentang apa yang akan terjadi pada dunia mereka selanjutnya.

Sementara disana--- di ruangan gelap itu yang di terangi cahaya lampu tidur-- Arthur, Vans dan Elvira terdiam dalam pikiran masing-masing. Mereka mengingat awal kehancuran keluarga mereka di tahun 2072--- kehancuran yang tidak bisa mereka cegah.

FLASHBACK ON...

Bayangan pun berputar ke tahun 2072, sebuah era di mana sosok bertopeng berjuluk 'Black' berdiri sebagai pilar tunggal perlindungan dunia, sebelum akhirnya identitas aslinya tersingkap dalam sebuah palagan brutal melawan sindikat penjahat jenius yang nyaris meruntuhkan peradaban.

Kemenangan Black kala itu bukan sekadar mengakhiri teror, melainkan memicu revolusi ideologi massal---- kepercayaan publik terhadap hukum negara yang dianggap lamban dan korosif seketika runtuh, digantikan oleh pemujaan mutlak kepada sang pahlawan.

Di tengah gelombang tuntutan rakyat yang mendesak peralihan dari sistem presidensial menuju monarki absolut, Kekaisaran Arcania akhirnya tegak berdiri dengan Black sebagai sang Kaisar Sejati.

Namun, kejayaan itu mendadak berubah menjadi horor ketika sebuah virus misterius mulai menggerogoti jantung kota Arcania, mengubah sorak-sorai pemujaan menjadi jeritan kesakitan yang memilukan.

Kini, di tengah bangsal rumah sakit yang meluap dan keputusasaan yang mencekam, ribuan nyawa yang sekarat hanya memiliki satu harapan terakhir yang tersisa di ujung lidah mereka--- sebuah doa agar sang Kaisar Black sekali lagi mampu melakukan keajaiban sebelum maut menjemput mereka semua.

Pejabat Tinggi sambil terbatuk darah, memegang jubah seorang ajudan. "Lihatlah... kota yang kita bangun dengan teknologi megah ini sekarang tak lebih dari kuburan massal. Virus ini... ia tidak memilih mangsa. Dia memakan sel kita seolah itu adalah bahan bakar. Katakan padaku, di mana dia? Di mana pemimpin kita saat maut sedang mengetuk pintu takhta?"

Ajudan Kaisar gemetar, menatap layar monitor yang menunjukkan statistik kematian. "Kaisar sedang berada di puncak menara hitam, Tuan. Beliau... beliau tidak berbicara sejak fajar menyingsing. Rakyat di luar gerbang mulai berteriak. Mereka tidak lagi menuntut keadilan atau roti, mereka menuntut keajaiban yang dulu pernah ia tunjukkan saat masih mengenakan topeng itu."

Warga Sipil suaranya parau, berbisik di antara kerumunan pasien. "Aku ingat... bertahun-tahun lalu, saat kegelapan pertama datang, dia muncul dari bayang-bayang. Pahlawan bertopeng yang merobek langit untuk melindungi kita. Kekuatan luar biasa itu... bukankah itu alasan kita menaruh mahkota di kepalanya? Jika dia bisa mengalahkan monster, mengapa dia membiarkan kuman tak kasat mata ini membantai kita?"

Pengumuman di Seluruh Penjuru Arcania. Suara Kenzie terdengar tegas."Warga Arcania, tetaplah di posisi kalian. Jangan biarkan rasa takut mengalahkan logika... Kaisar Black sedang berusaha menyelamatkan kalian semua!'

Kerumunan Rakyat serempak, berubah menjadi nyanyian keputusasaan. "Logika kami sudah mati bersama keluarga kami! Kaisar Black... selamatkan kami! Bangkitlah dari takhtamu! Gunakan kekuatan yang dulu kau gunakan untuk membebaskan kami! Jangan biarkan pahlawan kami mati di dalam diri seorang kaisar yang diam!"

Jauh dari suara jeritan, dalam keremangan ruang laboratorium rahasia yang steril namun mencekam, Kaisar Black berdiri mematung di hadapan sebuah tabung isolasi yang memancarkan pendar jahat. Dia bukan melarikan diri-- namun dia berusaha mencari solusi dan penawaran yang bisa mematahkan jenis virus itu.

Di sisinya, ketiga penerusnya—Arthur, Vans, dan Elvira—menatap dengan mata yang dipenuhi kecemasan sekaligus tekad, sementara Langit dan Angel, orang tua Black, hanya bisa menahan napas dalam ketegangan yang menyiksa.

Di hadapan mereka, virus itu berdenyut, sebuah anomali biologis yang menertawakan segala bentuk sihir kuno dan mantra penyembuhan yang mereka miliki.

Kekuatan supranatural yang dulu membangun kekaisaran ini kini terbukti lumpuh di hadapan struktur mikroskopis yang tak kasat mata tersebut.

Dalam keheningan yang menyesakkan itu, mereka berpacu dengan waktu, berusaha membedah teka-teki genetika yang mengancam untuk menghapus garis keturunan mereka dan seluruh peradaban Arcania dari muka bumi.

Kaisar Black menatap tabung berisi virus yang berpendar ungu gelap. "Dengar suara itu? Mereka memanggil pahlawan bertopeng yang sudah lama mati. Mereka tidak tahu bahwa kekuatan yang dulu menyelamatkan dunia, kini tidak lebih berguna daripada debu di hadapan benda ini."

Suara Langit bergetar, tangan menyentuh pundak Black. "Tenanglah, Nak. Amarahmu hanya akan memperkeruh konsentrasimu. Kita pernah melewati perang besar, tapi ini... ini berbeda."

Wajah Angel pucat, menatap data pada layar holografik. "Langit benar. Sihir penyembuhan tingkat tinggi sekalipun hanya memicu virus ini untuk bermutasi lebih cepat. Ia memakan energi sihir kita sebagai bahan bakar. Ini bukan penyakit alami, Sky. Ini senjata yang dirancang untuk menghancurkan peradaban Arcania.

Arthur mengepalkan tangan, matanya menyala dengan tekad. "Ayah, jika sihir gagal, maka kita harus menggunakan metode manusia lama. Aku telah membedah struktur proteinnya. Virus ini memiliki 'kode genetik' yang tertidur. Ia tidak aktif sampai ia merasakan aura Arcania."

Vans mengutak-atik mikroskop elektron. "Kakak benar. Lihat ini, Ayah. Setiap kali aku mencoba mendekatkan kristal sihir, sel-sel virus ini menggandakan diri secara eksponensial. Kita tidak bisa menggunakan kekuatan untuk menghancurkannya. Jika Ayah melepaskan kekuatan Black, Ayah justru akan membunuh seluruh kota dalam sekejap."

Elvira mendekat ke tabung, suaranya tenang namun tajam. "Berarti pilihannya hanya satu. Kita harus mengisolasi inti virus ini tanpa melibatkan energi magis sama sekali. Ayah, kau harus menahan diri. Biarkan kami, anak-anakmu, yang mencari penawarnya melalui sains murni. Jangan biarkan keputusasaan warga di luar sana membuatmu melakukan hal gegabah."

Kaisar Black berbalik, menatap ketiga anaknya dengan tatapan tajam namun penuh beban. "Aku memimpin kekaisaran ini dengan kekuatan luar biasa agar tidak ada lagi yang harus menderita. Namun sekarang, saat rakyatku sekarat dan menyebut namaku, aku hanya bisa berdiri di sini, terkurung di laboratorium, melihat anak-anakku bertaruh nyawa melawan musuh yang tidak bisa kutebas dengan pedang."

"Tugas seorang pemimpin bukan hanya bertarung, Sky. Terkadang, tugas terberat adalah mempercayai generasi setelahmu untuk menyelesaikan apa yang tidak bisa kau selesaikan."

Kaisar Black menghela napas panjang, menatap virus itu sekali lagi."Lakukan, Arthur, Vans, Elvira. Jika dunia ini harus selamat tanpa sihir, maka biarlah Arcania menjadi saksi lahirnya era baru. Aku akan menjaga pintu ini. Tak ada satu pun—baik itu maut maupun musuh—yang boleh mengganggu kalian."

Sementara itu, jauh di balik dinding sihir pelindung yang tak tertembus, Evelyn mendekap erat putri bungsunya, Elmira, yang baru berusia tiga tahun. Dalam keheningan tempat persembunyian yang dibangun suaminya demi cinta, bocah mungil itu menatap ibunya dengan binar mata polos yang membingungkan.

Dengan suara cadel yang memecah keheningan, Elmira melontarkan pertanyaan yang menyayat hati, tak menyadari bahwa di luar perlindungan dinding sihir itu, dunianya sedang berada di ambang kepunahan.

Elmira yang berusia 3 tahun menarik ujung baju ibunya, matanya yang besar menatap polos. " Ibu... kenapa Ibu nangis? Ayah di mana? Kenapa kita di kamal telus? Mila mau main sama Kak Althul dan Kak Vans..."

Evelyn mencoba tersenyum meski air matanya jatuh, mengeratkan pelukannya. "Ayah sedang menjadi pahlawan lagi, Sayang. Seperti dulu saat Ayah memakai topeng. Dia sedang bertarung dengan monster yang tidak terlihat agar Elmira bisa main di taman lagi nanti."

Elmira dengan suara cadel yang menggetarkan hati. " Ibu... apa monstelnya jahat? Kenapa Ayah ndak ajak Mila bantu? Mila punya boneka kelinci buat pukul monstelnya. Bial Ayah ndak capek telus... Ayah pasti pulangkan, Bu?"

Evelyn mencium kening Elmira lama. "Iya, Sayang. Ayah pasti pulang. Karena Ayah tahu, ada putri kecilnya yang sedang menunggu di sini."

BERSAMBUNG

1
Ridwani
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
gaby
Ntar kalo Elvira pny anak jgn dikasih nama Elvis y thor, makin puyeng
gaby
Namanya agak bikin bingung, beberapa mirip, Elmira, elvira, Eveleyn. Ga ada nama lain apa, bikin puyeng
Ridwani
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
gaby
Mantap crazyup nya thor. Smangat👍👍
gaby
Bukannya anak Rodrigo dah mati di bunuh Elvira di toilet mall. Tp ko Vania msh hdp?? Kan vania anak Rodrigo
ROGUES POINEX: Yang di bunuh Elvira anak dan Istri dari Menteri Pertahanan
total 2 replies
gaby
Msh misteri, kebahagiaan siapa yg akan mreka hancurkan?? Karena yg kliatan lg bahagia cm Sky & Evelyn. Apa mreka mau menghancurkan kebahagiaan ortu mreka sendiri??
gaby
Kayanya critanya lbh seru dr kisah Angel & Langit di Judul sebelumnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!