NovelToon NovelToon
Istri Pengganti

Istri Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Selingkuh / Pengantin Pengganti / Pengganti / Pengantin Pengganti Konglomerat / Cinta Murni
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Purpledee

Noari Liora, gadis sederhana yang hidup dalam keterbatasan, tiba-tiba ditarik masuk ke dunia mewah keluarga Van Bodden, ketika Riana, sepupu perempuan kaya yang pernah menyakitinya di masa lalu, justru memintanya menjadi istri pengganti untuk suaminya, Landerik.

Di tengah rasa iba, dan desakan keadaan, Noa menerima tawaran itu. Pernikahan yang seharusnya hampa justru menyeretnya ke dalam lingkar emosi yang rumit, cinta, kehilangan, luka dan harapan.

Ketika Riana meninggal karena sakit yang dideritanya, Noa dituduh sebagai penyebabnya dan kehilangan pegangan hidup. Dalam rumah megah yang penuh keheningan, Noa harus belajar menemukan dirinya sendiri di antara dinginnya sikap Landerik, dan kehadiran Louis, lelaki hangat yang tanpa sengaja membuat hatinya goyah.

Akankah Noa bertahan di pernikahan tanpa cinta ini?
Atau justru menemukan dirinya terjebak dalam perasaan yang tidak pernah ia duga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Purpledee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 4. Suram

Suasana pagi di desa Veldhoven terasa lebih sunyi dari biasanya, awan tipis menggantung rendah, seolah udara pun enggan bergerak. Noa berjalan perlahan menuju kedai, langkahnya terasa berat seperti membawa beban yang tidak seharusnya ditanggung siapa pun.

Noa tidak bisa tidur semalaman, ia hanya berbaring dalam gelap, memandang langit-langit kamarnya dengan detak jantungnya yang berdebar tidak karuan. Dan setiap kali ia memejamkan mata, wajah Riana dan pesan singkat Nolan datang saling menyusul, menambah sesakan di dadanya.

Saat ia membuka pintu kedai, suara lonceng kecil berdenting nyaring dan di sana, seperti biasa, Nolan sudah duduk di meja dekat jendela. Namun pagi ini lelaki itu tampak berbeda. Ia tidak memainkan cangkir kopinya. Tidak membaca buku. Tidak sibuk dengan apa pun. Ia hanya duduk sambil menatap ke arah pintu, seakan menunggu kedatangan Noa dengan penuh perhatian. ketika mata mereka bertemu, Noa merasakan sesuatu yang menusuk hatinya.

Nolan tersenyum lembut dan hangat, Senyuman itu membuat Noa ikut tersenyum, tapi kali ini justru membuat tenggorokannya tercekat.

“Noa,” panggil Nolan ketika ia mendekat.

Suaranya terdengar lebih rendah dari biasanya, seakan ada sesuatu yang ingin ia ucapkan namun kata itu masih tertahan. Noa duduk perlahan, menjaga jarak dan berusaha menyembunyikan semua kebingungannya

“Kau baik-baik saja?” tanya Nolan, alisnya sedikit berkerut. “Kau terlihat letih.”

Noa memaksakan senyum. “ aku hanya kurang tidur saja.”

Nolan menatapnya lebih lama dari biasanya, seakan akan mencoba membaca apa yang Noa sembunyikan. Lalu ia menarik napas, mencondongkan tubuh sedikit. “Noa ada sesuatu yang ingin kukatakan.”

Jantung Noa langsung berdebar kencang tak karuan. Ia menunduk, memejamkan mata sejenak. “Apa?” suaranya keluar hampir seperti bisikan. Nolan terlihat gugup. Tangannya meremas syal merah bata yang biasa dipakainya. Ia membuka mulut, lalu menutupnya lagi, sebelum akhirnya berkata pelan, “Aku merasa ada sesuatu di antara kita. Setiap hari aku menunggu pagi hanya untuk melihatmu lewat.” Nolan tersenyum malu. “Aku tahu mungkin ini terdengar terlalu tiba-tiba, tapi aku ingin mengenalmu lebih jauh dan dekat denganmu.”

Noa menunduk tiba-tiba. Tidak berani menatap wajah Nolan. Karena jika ia menatapnya, ia mungkin akan runtuh.

“Jika kau memiliki waktu luang, mungkin kita bisa pergi berjalan-jalan sore ini?” lanjut Nolan dengan hati-hati. “Aku ingin mengajakmu ke kanal, Tempatnya indah. Aku pikir kau akan menyuk—”

“No—Nolan,” Suara Noa bergetar. Nolan terdiam. Matanya membesar sedikit..

“Ya?”

Noa menggigit bibir bawahnya keras-keras. Ia merasakan airmata mengambang di matanya, tapi ia menahan agar tidak jatuh. “A-aku tidak bisa.” Itu saja yang keluar dari bibirnya.

Nolan terlihat kebingungan. “Tidak apa-apa, Besok atau-”

“Aku tidak bisa,” ulang Noa, kali ini suaranya pecah meski ia berusaha menahannya.

Nolan menegang.

Wajahnya berubah, bukan marah, bukan kecewa, namun cemas. “Noa,” panggilnya pelan, “kau membuatku khawatir.”

Noa hanya menggeleng lemah, tidak bisa menjelaskan apa pun. Ia ingin berkata aku menyukaimu. Ia ingin berkata hatiku memilihmu. Tapi dunia tidak memberinya ruang untuk memilih.

Keheningan panjang mengelilingi mereka. Nolan akhirnya bertanya dengan suara paling lembut yang mungkin ia miliki. “Noa, apakah aku melakukan sesuatu yang salah?”

Dan di situlah Noa akhirnya tidak dapat menahan air matanya. Setetes air mata akhirnya jatuh juga ke punggung tangannya.

“Tidak,” bisiknya. “Sama sekali bukan salahmu.” Nolan menatap Noa lama. Kemudian ia mengulurkan tangan pelan, seakan takut Noa akan menjauh darinya.

“Noa, apa yang terjadi padamu?”

Noa menggeleng cepat, mundur sedikit. “ Maaf aku tidak bisa menceritakannya.”

Nolan menahan napas. Lalu perlahan mengangguk, meski jelas ia terluka. “Baik. Aku tidak akan memaksamu.” Ia mencoba tersenyum, walau pun matanya dipenuhi pertanyaan yang tidak terjawab.

“Tapi jika suatu hari kau butuh seseorang untuk mendengarkanmu, aku ada di sini, Noa.” Kata-kata itu membuat hati Noa semakin sesak. Ia berdiri buru-buru, membungkuk sedikit sebagai pamit, lalu melangkah keluar sebelum tangis menghancurkannya di depan Nolan.

Nolan hanya bisa menatap punggungnya yang menjauh, dengan ekspresi yang tidak bisa Noa lihat, campuran harapan yang patah dan kepedihan yang ia tak mengerti.

Dan saat pintu menutup di belakang Noa, suara denting lonceng terasa seperti penutup dari sesuatu yang belum sempat dimulai.

...♡...

Angin pagi yang biasanya terasa segar kini seperti menusuk kulitnya. Noa berjalan cepat, menunduk, mencoba menghapus sisa air mata yang masih mengalir meski ia sudah berkali-kali memaksa dirinya untuk berhenti. Setiap langkahnya yang menjauh dari kedai terasa seperti menjauh dari sesuatu yang bisa membahagiakannya.

Setiap ingatan tentang Nolan senyumnya, suaranya, tatapannya itu menusuk lebih dalam dari sebelumnya. Ia merasa telah menyakiti lelaki yang tidak pantas disakiti. Lelaki yang hanya ingin mengenalnya. Noa meremas dadanya dengan tangan gemetar.

“Maafkan aku, Nolan"

Ia berbelok ke jalan sempit yang biasanya hanya dilalui warga lokal. Jalan itu sunyi, hanya terdengar suara air kanal yang mengalir pelan. Noa hampir tidak bisa melihat karena air matanya terus turun, membasahi pipinya yang kemerahan karena dingin, Ketika ia berhenti sejenak di dekat jembatan kayu kecil, tubuhnya akhirnya menyerah.

Ia bersandar pada pagar kayu yang mulai berlumut, lalu menangis diam-diam, sesuatu yang jarang ia lakukan.

“Kenapa semuanya harus seperti ini.” bisiknya parau.

Noa tidak tahu berapa lama ia berdiam diri di sana, Yang ia tahu, hatinya terasa seperti diremas dari dua sisi oleh cinta yang baru tumbuh, dan oleh nasib pahit yang menunggunya di rumah. Saat ia mulai melangkah lagi menuju rumah, ponselnya bergetar pelan di dalam saku mantelnya. Noa berhenti. Menghapus sisa air mata di pipinya. Kembali berusaha bernapas dengan normal sebelum membuka layar.

Satu pesan masuk.

Dari Riana.

Isi pesannya pendek, namun langsung membuat darah Noa seakan berhenti mengalir.

“Noa, suamiku ingin bertemu denganmu. Aku sudah memberitahunya semua tentang dirimu.” Noa mematung. Tidak bergerak. Tidak berkedip. Ia menggulir layar, Ada pesan kedua beberapa detik kemudian.

“Dia sedang dalam perjalanan ke Belanda. Tolong, jangan tolak dia sebelum kalian bertemu.”

Pesan ketiga muncul hampir bersamaan.

“Noa, ini permintaan terakhirku sebelum kondisiku semakin memburuk.”

Jari Noa gemetar hebat. Ia menahan napas, tubuhnya terasa dingin.

Suamiku ingin bertemu denganmu. Itu artinya, Landerik Van Bodden lelaki kaya, berpengaruh, suami sepupunya, pria yang bahkan belum pernah ia temui, akan datang mencarinya. Mungkin hari ini, besok. atau Mungkin sekarang. Noa merasakan kakinya lemas. Dunia terasa miring. Ia memejamkan matanya lalu menunduk.

“Ya Tuhan, aku tidak siap, ku benar-benar tidak siap untuk semua ini.”

To Be Countinue...

1
Kam1la
hati2 Laderick bisa tergoda Mora
Kam1la
💪💪💪 lanjut , Noa
Kam1la
Tidak... Noa!!🤭
Deii Haqil
ow.. no, Noa..🙈💪💪
Miu Nuha.
rasany nyesek ya, harus menahan diri demi mewujudkan keinginan orla 🤧
Miu Nuha.
paham banget kalo mau nentuin kapan meninggoynya 😩😩😩
Deii Haqil
lanjut lagi..hemhemhem🤭
Kam1la
makin seru nnih ....! semangat up. dan jangan lupa mampir di Terlambat Mencintaiku...😍
Deii Haqil
makin seru😊 lanjut kak💪
Afriyeni
setidaknya kamu punya hak untuk itu saat ini noa. sebab landerik juga tidak punya kuasa untuk menekan mu.
Afriyeni
Riana, noa dan landerik adalah orang orang yg tengah bermain di atas luka masing masing
PURPLEDEE ( ig: _deepurple ): ouh suka bnget kata-kata nya kak😭
total 1 replies
Deii Haqil
keren kak, mantap! semagat nulisnya😁
PURPLEDEE ( ig: _deepurple ): makasih dh mampir kak🤗
total 1 replies
Kam1la
lanjutkan...
Deii Haqil
jangan lupa ngopi. kak. semangat😁
Kam1la
alur yang bikin nyesek..... semangat berkarya Kak !!
PURPLEDEE ( ig: _deepurple ): makasih kak🤗
total 1 replies
Kam1la
semangat 2.....up😍
Deii Haqil
lanjut baca, kasian juga Riana😭
ss
Kak semangat yahh...
PURPLEDEE ( ig: _deepurple ): makasih dh mampir kak🤗
total 1 replies
Kam1la
sedih....
PURPLEDEE ( ig: _deepurple ): wah... makasih dh mampir kak🤗
total 1 replies
Miu Nuha.
kekny si ibu gk dpt perlakuan baik dari keluarga Landerik 🤔 ,, jadi nikah gk nih...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!