Semua telah terjadi, Zhang Gu Yue tersadar akan segala kebodohan nya, namun semua telah sia-sia. Kini dengan tubuh yang telah hancur dan bayi nya yang bahkan belum sempat melihat dan merasakan bagaimana hangat nya sinar mentari, mereka sama-sama terkapar di atas tanah yang begitu dingin bak tak memiliki perasaan. Tubuh itu mati dengan segala rasa penyesalan dan rasa sakit yang tak terbayang lagi.
Namun kini ia, Zhang Gu Yue kembali diberi kesempatan terlahir kembali. Ia berjanji akan menebus segala kesalahan dan kebodohan nya di masa lalu.
📌 Note :
1. Jangan plagiat
2. Kalau gak suka ya udah gapapa gak usah di baca
3. Selamat baca bagi yang mau
4. Jangan lupa like, komen, dan follow
5. CERITA FIKSI (KHAYALAN PENULIS)
THANK YOUUU🤍
《 va_jiyoon 》
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon va_jiyoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
《 04 》 Tabib Gong
...~ happy reading ~...
...♧♧♧...
Di lain tempat, seorang pangeran yang terkenal buruk rupa dan lumpuh itu tengah duduk di atas kursi roda nya menatap langit malam yang begitu gelap dengan minim nya cahaya rembulan. Topeng hitam itu selalu melekat di wajah nya, menyembunyikan wajah yang terkenal buruk rupa, namun topeng itu tak bisa menutupi sorot mata nya yang tajam bak sebuah pedang yang telah ditempa beribu-ribu kali.
"Yang Mulia, sesuai dugaan anda, putri sah Jendral Zhang kini diasingkan ke sebuah pedesaan kecil bernama Nanhui tanpa sepengetahuan orang lain. Bahkan Yang Mulia Kaisar dan Keluarga Gu pun tak mengetahui hal tersebut" ucap Weitian.
Tangan putih berurat itu mengepal erat dan seketika aura di sekitar berubah tak menyenangkan. Weitian bahkan sampai dibuat berlutut dan menebak jika tuan nya itu tengah mencoba mengendalikan rasa marah nya.
"Pergi lah, kirim pengawal bayangan untuk menjaga Nona Zhang dari jauh" suara berat keluar dari mulut nya yang memiliki bibir tipis tanpa senyum.
"Nona Zhang yang?" tanya Weitian bingung, pasal nya Keluarga Zhang memiliki dua nona saat ini.
"Zhang Gu Yue" jawab pemilik sosok agung yang bernama Wang Hangguang Jun, pangeran ketiga Kekaisaran Jianrou, kembaran Wang Hangguang Feng dari seorang ibu yang berstatus selir agung.
"Aku akan kembali melindungi mu, Xiaoyue. Aku tidak akan gagal untuk kedua kali nya!" ucap Wang Hangguang Jun menatap lembut sebuah sapu tangan biru langit di tangan nya.
>>>>>
Malam itu, dengan menenteng sebuah keranjang besar di punggung nya, Zhang Gu Yue berjalan di jalan yang sudah sepenuh nya gelap, hanya ada cahaya dari lentera kecil yang terpasang di setiap rumah dan cahaya bulan yang menuntun nya menuju gubuk kecil tua yang menjadi rumah nya itu. Dia baru saja kembali tadi klinik Tabib Gong setelah belajar beberapa ketrampilan medis serta obat-obatan.
Di tengah langkah lelah nya, ia justru di hadang oleh beberapa orang dengan penutup wajah yang hanya menyisakan mata nya saja yang bisa terlihat. Zhang Gu Yue langsung membangkitkan kewaspadaan nya, orang-orang itu membawa belati di tangan. Zhang Gu Yue dengan kondisi saat ini mustahil bisa mengalahkan mereka semua, namun ia tak punya pilihan lain.
"Gadis kecil ikut lah dengan kami, maka kau akan selamat dan tak merasakan kekerasan dari kakak"
"Siapa yang menyuruh kalian?" tanya Zhang Gu Yue to the poin.
"Ternyata kau begitu cermat, bawa dia!"
Seketika, sekitar lima orang maju menyerang Zhang Gu Yue. Dengan sekuat tenaga dan mengandalkan ingatan lamanya, Zhang Gu Yue melawan orang-orang itu. Dia kewalahan dan satu sayatan berhasil tercetak di lengan nya yang kurus. Belum sempat ia kembali melawan mereka, tiba-tiba ada seseorang yang meraih tubuh nya dan membawa nya pergi.
"Nona, maaf atas kelancangan hamba. Tolong pergilah ke tempat yang aman, hamba akan mengurus mereka" ucap pria itu hendak pergi lagi namun lengan nya di cekal oleh Zhang Gu Yue.
"Siapa kau, aku tidak ingin berhutang budi" ucap Zhang Gu Yue.
"Ini sudah menjadi tugas saya, jadi anda tidak perlu berhutang budi" setelah nya pria itu benar-benar pergi.
"Entah siapapun dia, sekarang yang terpenting adalah aku aman, hahh... aku harus segera memulihkan tubuh lemah ini" gumam Zhang Gu Yue.
Setiba nya di sebuah gubuk tua yang sudah tampak tak layak huni, Zhang Gu Yue menaruh keranjang nya di sebelah tumpukan tanaman obat yang sudah ia kumpulkan selama ini. Itu adalah obat-obatan yang sudah ia kumpulkan dan akan dibutuhkan untuk menyembuhkan jika wabah penyakit musim dingin nanti nya benar-benar terjadi.
"Jumlah ini masih terlalu sedikit, tapi gubuk ini juga tak muat jika harus menampung lebih banyak. Uang ku belum cukup untuk membeli rumah atau gudang baru. Aku harus bekerja lebih keras lagi besok!" tekad nya.
Setelah Zhang Gu Yue mengobati luka sayatan di lengan nya, dia pun mengistirahat kan tubuh lelah nya.
Tak terasa malam terasa begitu singkat, kini sudah satu bulan sejak ia terlahir kembali dan Zhang Gu Yue telah menunjukan beberapa perubahan yang begitu pesat. Ketrampilan medis nya sudah lumayan, lalu ketrampilan bela diri dasar pun berhasil ia kuasai sendiri. Dengan langkah ringan dan sebuah keranjang besar penuh tanaman obat, Zhang Gu Yue melangkah menuju klinik Tabib Gong.
"Guru, aku membawa lebih banyak tanaman obat kali ini" ucap Zhang Gu Yue riang.
"Bagus, ini upah mu" ucap Tabib Gong memberikan upah sesuai harga umum yang ada. Sudah sejak lama akhirnya Tabib Gong luluh oleh gadis kecil itu. Bahkan kini ia bangga memiliki murid secerdas itu, lihat lah sekarang hanya dalam waktu kurang dari satu bulan, dia sudah kekurangan ilmu untuk di ajarkan pada gadis itu, sungguh gadis itu benar-benar penyerap ilmu yang bagus!
"Guru, sekarang kita belajar apa?" tanya Zhang Gu Yue dengan binar mata yang begitu terang.
"Hahhh... semua ilmu ku telah kau serap, menurut mu, kau harus belajar apa lagi" jawab Tabib Gong dengan nada kesal.
"Eh?"
"Pergilah mencari guru yang lebih hebat dari ku, aku tau kau begitu haus akan ilmu" ucap Tabib Gong.
"Guru, apa anda marah pada ku? tapi... siapa lagi yang bisa aku temui. Sejauh ini hanya kau tabib yang paling hebat menurut ku" ucap Zhang Gu Yue.
"Aku tidak marah, hahh... apa kau benar-benar ingin mencari ilmu lagi?" tanya Tabib Gong serius.
"Tentu saja, perjalanan ku masih panjang dan aku benar-benar membutuhkan bekal yang banyak kali ini" jawab Zhang Gu Yue dengan sorot mata tajam yang menyimpan segala dendam yang ada.
Tabib Gong menatap keteguhan gadis kecil itu dan ia menebak jika banyak rahasia yang disembunyikan. Dia sudah tau, jika ternyata gadis kecil itu berasal dari keluarga bangsawan yang tergolong sangat disegani, ia terkejut tentu saja, tapi ia tak mempermasalahkan hal itu. Ia juga tidak mau ikut campur dalam urusan gadis malang itu, tugas nya hanyalah mengajari murid nya hingga berhasil.
"Terima lah ini, jika suatu saat nanti kau sudah memiliki waktu senggang, pergilah ke gunung selatan. Jika kau beruntung, kau akan bertemu dengan sahabat ku, yang bisa dibilang sedikit jauh lebih hebat dari ku. Dan ingat, jika suatu saat kau bertemu dengan nya, ceritakan hal-hal baik tentang ku, mengerti?" ucap Tabib Gong sambil memberikan sebuah giok berwarna hijau zamrud berupa gelang yang sangat indah.
"Aku akan mengadukan mu karena sudah menipu gadis malang ini wleee" ucap Zhang Gu Yue membuat Tabib Gong membelalakan mata nya.
"Kau ini, sudah lah bantu aku membereskan tempat ini"
"Baik guru! ah iya guru, mungkin mulai pekan depan aku tidak bisa mengunjungi mu setiap hari. Aku harus menyiapkan sesuatu"
"Bagus lah, minggu depan aku juga akan pergi berkelana"
"Hah?!" mendengar hal tersebut membuat aktivitas yang sedang Zhang Gu Yue lakukan terhenti dan kini ia menatap sang guru dengan penuh tanda tanya.
"Tidak usah terkejut, aku memang sudah terbiasa berpindah-pindah tempat. Kini, di tempat ini, tugas ku telah selesai, aku akan mencari masalah lain, disini sudah begitu membosankan"
"Guru... apakah ini karena aku yang terlalu nakal dan keras kepala? guru, kumohon maafkan Yue'er"
"Guru akan selalu mengingat mu Yue'er, sejauh ini kau adalah murid ku yang paling jenius dan penuh teka-teki. Aku percaya pada mu kau pasti akan berhasil suatu saat nanti. Kelak jika kau ingin menemui ku, kirimlah burung merpati ke arah timur dan jika kau beruntung aku akan membalas mu dengan harum bunga ini"
"Satu lagi, jangan menyebutkan nama ku sebagai guru mu, cukup kau katakan kau berguru pada seorang pengembara yang secara kebetulan memiliki ketrampilan medis. Apa kau mengerti?" ucap Tabib Gong mencium sebuah bunga merah darah di tangan nya.
"Murid ini mengerti" ucap Zhang Gu Yue langsung berlutut dan membuat posisi menghormati guru nya. Ia sadar, jika guru nya itu bukan lah tabib biasa dan ia sangat bersyukur akan hal itu.
"Bangunlah, kau membuat ku besar hati karena kau sebenarnya adalah putri bangsawan"
Zhang Gu Yue tersenyum menatap tabib yang menjadi guru nya itu, walaupun di hati nya tentu ada perasaan sedih saat mengetahui jika ia akan berpisah dengan nya. Ia benar-benar merasa beruntung bisa menemukan dan memiliki guru seperti Tabib Gong, ya meskipun ia sering di buat jengkel dan kesal dengan perilaku nya. Tapi ia tau, di balik itu semua, Tabib Gong benar-benar menyayangi nya sebagai seorang murid dengan begitu tulus, hanya saja cara dia menunjukan nya yang sedikit berbeda dan unik.
...♧♧♧...