Masih dalam tahap revisi!
Alaska Febian seorang pria yang berumur 25tahun diumurnya masih sangat mudah dia telah sukses menjadi Ceo Perusahan Ert..
Awalnya dia tidak pernah tertarik kepada Gadis, namun entah mengapa dia tertarik dengan Gadis yang bernama Flora Aluna Zahira yang biasanya dipanggil Aluna dia berumur 20tahun..
Tanpa basa-basi apapun Alaska mengajaknya menikah, Aluna menerima tawaran itu..
Setelah usia pernikahan mereka 3tahun Alaska awal-awalnya sangat perhatian, penyayang dan selalu ada untuk Aluna..
Namun, akhir-akhir ini sifat Alaska menjadi berubah entah ada apa sebenarnya..
Pada waktu malam tepat dijam 8, Alaska kembali ke Apartemen namun kali ini dia bersama Sienna sahabat Aluna..
Aluna merasa bingung, ada apa sebenarnya dan mengapa Alaska bersama Sienna?..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NisfiDA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 4-PILIHAN YANG TEPAT
Aluna masih berada dalam pelukan Rossa di atas sofa. Tubuhnya lemah, tangisnya belum reda.
Di sisi lain, Aldo duduk di samping Alaska yang tertunduk dengan air mata yang terus mengalir tanpa henti.
Sementara Sienna hanya duduk di lantai—sendiri, terasing, tak ada satu pun yang berdiri di sisinya.
Rossa memang sangat tidak menyukai Sienna.
Baginya, wanita itulah penyebab runtuhnya rumah tangga menantu kesayangannya. Tatapan Rossa beralih pada Alaska.
Wajah putranya basah oleh air mata, kepalanya tertunduk penuh penyesalan.
“Alaska, apakah kamu selingkuh karena Aluna belum hamil?” tanya Rossa dengan suara bergetar.
“T-tidak, Bu…” jawab Alaska sambil terisak.
“Ibu sudah pernah mengatakan, bukan? Jika memang belum, kamu harus sabar menunggu. Apa kamu tidak tahu istrimu sedang berusaha keras untuk hamil? Dia melakukan apa pun demi itu. Lalu mengapa kamu tega melakukan semua ini?!” ucap Rossa dengan tangis yang pecah.
“Maafkan Alaska, Ibu… tolong jangan pisahkan Alaska dengan Aluna, Bu…” kata Alaska memohon, suaranya hampir habis.
Seketika raut wajah Aldo berubah keras, begitu pula Rossa.
“Kamu mengatakan apa tadi? Tidak ingin pisah dengan Aluna?” ucap Aldo tajam. Alaska mengangguk lemah. “Kamu sangat egois, Alaska!”
Aldo benar-benar tak habis pikir. Anak yang ia besarkan ternyata begitu egois, hanya memikirkan dirinya sendiri tanpa peduli luka di hati Aluna.
Rossa lalu menoleh ke arah Sienna.
Namun Sienna tetap menunduk, tak berani sedikit pun mengangkat wajahnya.
“Dan kamu,” suara Rossa dingin, penuh kekecewaan. “Tante sangat kecewa padamu, Sienna. Bisa-bisanya kamu tega kepada Aluna. Apa kamu lupa saat kamu membutuhkan pekerjaan untuk biaya pengobatan ibumu? Semua itu Aluna yang mengusahakan agar kamu menjadi sekretaris Alaska. Dan balasanmu justru menghancurkan rumah tangganya?”
“M-maafkan saya, Tante…” jawab Sienna
terisak.
“Maafmu tidak Tante terima. Dan kamu tidak akan Tante anggap sebagai menantu. Yang Tante anggap menantu hanya Aluna.”
Duggkkk!
Jantung Sienna berdetak keras.
Kata-kata itu menghantamnya tanpa ampun.
Ia benar-benar disingkirkan.
“Ayo, Aluna. Ibu antar kamu pulang ke rumah orang tuamu. Tinggalkan saja lelaki seperti Alaska,” ucap Rossa sambil bangkit dan menggenggam tangan Aluna.
Sekejap Alaska berdiri dan menghampiri mereka.
“Ibu… tolong jangan bawa Aluna. Alaska sangat mencintai Aluna. Tolong jangan bawa dia pergi, Bu!” ucap Alaska sambil bersujud di kaki Rossa.
“Aluna,” Rossa menatap menantunya lembut.
“Kamu ingin ikut ibu atau tetap bersama Alaska?”
“Aluna ingin pergi bersama ibu… dan ingin cerai dari Alaska, Bu,” jawab Aluna dengan suara gemetar.
“Bagus. Keputusan kamu sangat tepat,” ucap Rossa tegas.
Alaska menggeleng tak percaya.
“Ayo, kita pergi.”
Rossa dan Aluna melangkah pergi, meninggalkan Alaska dan Sienna.
Tangisan Alaska pecah tak terkendali saat melihat Aluna benar-benar memilih pergi.
“Aluna… jangan pergi!” teriaknya penuh keputusasaan.
Aldo menyusul keluar, meninggalkan apartemen itu dalam keheningan yang menyakitkan.
Sienna mendekat ke arah Alaska, berniat menenangkannya.
“Alaska…” panggilnya sambil hendak menyentuh tangan pria itu.
Namun Alaska dengan kasar menepis tangan Sienna.
“Jangan sentuh aku!” bentaknya tajam. “Gara-gara kamu, rumah tanggaku hancur seperti ini!”
Hati Sienna terasa perih.
“Kamu juga menikmatinya, bukan?! Kenapa di sini hanya aku yang disalahkan?!” teriak Sienna frustasi.
Plakk!
Tamparan keras mendarat di wajah Sienna.
“Pelankan suaramu! Jangan sekali-kali kamu berteriak kepadaku!” bentak Alaska sambil mencengkeram dagu Sienna erat. “Dan dari awal semua ini berasal dari dirimu. Kamu yang terus menggoda, menyerangku terang-terangan, hingga akhirnya terjadi semua ini. Kamu sengaja, bukan? Kamu ingin hamil!”
Mata Sienna terbelalak.
Rahasianya terbongkar.
Dan untuk pertama kalinya, ia menyadari, ia bukan pemenang dalam kehancuran ini, melainkan bagian dari dosa yang tak bisa dihapus.
tapi aku gak yakin klo Alaska hanya melakukannya di malam itu .. pasti ada malam berikutnya
Mampir dan dukung karyaku, yuk!
- TRUST ME
Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..
Jangan lupa juga untuk Like, Komen, Share, dan Subscribe, ya..
Ditunggu ya, kak..
Terima kasih..
🥰🥰🥰
di katakan sampah lebih cocok . ..karena mau sama suami orang .. apalgi suami sahabatnya sendiri.😏
Datang dan dukung karyaku yang berjudul "TRUST ME", yuk!
Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..
Ditunggu ya, kak..
Terima kasih..
🥰🥰🥰
Datang dan dukung karyaku yang berjudul "TRUST ME", yuk!
Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..
Ditunggu ya, kak..
Terima kasih..
🥰🥰🥰