Seorang Raja Vampir yang kehilangan ratunya di medan perang, lalu menunggu 1000 tahun untuk menemukan reinkarnasi istrinya di dunia manusia. Namun ketika ia menemukannya kembali, sang ratu tidak lagi mengingat masa lalu mereka, sementara ancaman perang antara bangsa vampir dan manusia serigala kembali muncul.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naomihanaaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25 Hutan Yang Membuka Rahasia
Langit siang itu perlahan berubah muram.
Awan gelap menggantung rendah, menutupi cahaya matahari yang tadi masih hangat menyinari desa. Angin bertiup lebih kencang, membawa hawa dingin yang tidak biasa seolah… alam sendiri merasakan sesuatu yang akan terjadi.
—
Arlan berjalan cepat menuju arah hutan langkahnya mantap tidak ragu meskipun peringatan demi peringatan terngiang di kepalanya Namun, satu hal lebih kuat dari segalanya kebenaran.
“Aku harus tahu…” gumamnya pelan.
Tatapannya tajam menembus pepohonan yang mulai rapat di depan hutan itu terasa berbeda hari ini lebih gelap lebih sunyi dan lebih… hidup seolah mengawasi setiap langkahnya Namun Arlan tidak berhenti ia terus melangkah masuk.
—
Belum jauh ia memasuki hutan sebuah bayangan muncul di hadapannya Cepat Hampir tak terlihat.
Arlan langsung berhenti matanya menyipit.
“Keluar.”
Nada suaranya tegas beberapa detik hening.
Lalu dua sosok muncul dari balik pepohonan Gerakan mereka halus Nyaris tanpa suara Pakaian mereka gelap Tatapan mereka dingin.Bukan manusia biasa.
Arlan langsung tahu.Salah satu dari mereka melangkah maju sedikit.
“Kau tidak seharusnya berada di sini.”
Suaranya tenang Namun mengandung ancaman.
Arlan tidak mundur.
“Aku mencari seseorang.”
“Kami tahu,” jawab yang lain.
“Dan kau tidak akan menemukannya di sini.”
Arlan mengepalkan tangannya.
“Edward.”
Nama itu membuat kedua sosok itu saling berpandangan singkat Namun ekspresi mereka tidak berubah.
“Kembali.”
kata yang pertama.
“Ini bukan tempat untuk manusia.”
Namun Arlan hanya tersenyum tipis.
“Kalau begitu… kalian yang bukan manusia.”
Hening sejenak.
Ketegangan meningkat.
“Berarti aku semakin yakin.”
Arlan melangkah maju.
Satu langkah.
“Dia memang di sini.”
Salah satu dari mereka bergerak cepat menghalangi jalannya.
“Kami sudah memperingatkan mu.”
Namun Arlan tidak peduli tatapannya semakin keras.
“Aku tidak akan pergi sebelum menemukan jawabannya.”
—
Suasana berubah dalam sekejap angin berhenti daun-daun berhenti bergerak.
Dan dari kejauhan.terdengar suara.
Geraman pelan Namun semakin mendekat kedua sosok itu langsung waspada mata mereka berubah.
“Tidak bagus…” gumam salah satu.
Arlan mengerutkan kening.
“Apa itu?”
Namun jawabannya datang sendiri.
Dari balik pepohonan mata-mata kuning mulai bermunculan Satu dua sepuluh lebih.
Tubuh-tubuh besar keluar dari bayangan serigala.
Namun bukan serigala biasa ukuran mereka lebih besar taring mereka lebih panjang Dan aura mereka… mengerikan.
Arlan mundur satu langkah tanpa sadar.
“Apa… ini…”
Salah satu pria di depannya berkata pelan,
“Pasukan Raja Serigala…”
Lingkaran itu semakin menyempit Geraman memenuhi udara.
Arlan bisa merasakan tekanan dari setiap arah.
“Kenapa mereka di sini…” bisik Arlan.
“Karena mereka mencium sesuatu,” jawab yang satu lagi.
“Dan hari ini… kita adalah mangsanya.”
—
Di saat yang sama di desa Alana berdiri di depan rumah Napasnya tidak tenang Perasaan gelisah semakin kuat.
“Arlan…”
Ia tidak tahu kenapa Namun ia bisa merasakannya Sesuatu yang buruk. Sangat buruk Tanpa berpikir panjang ia berlari Menuju arah hutan.
“Alana! Tunggu!” teriak bibi dari belakang.
Namun Alana tidak berhenti Ia terus berlari Seolah ditarik oleh sesuatu yang tidak terlihat.
—
Di dalam rumah kakek langsung berdiri Wajahnya berubah.
“Tidak…”
Paman menoleh cepat.
“Ada apa?”
“Dia pergi ke hutan.”
Bibi membeku.
“Apa?!”
Kakek menggertakkan giginya.
“Kita terlambat menyadarinya…”
Ia langsung bergerak keluar.Paman dan bibi mengikutinya.Namun di saat yang sama dua bayangan muncul di dekat mereka Dua pengawal vampir.Mereka terkejut.
“Apa dia… sudah pergi?”
Kakek tidak menjawab Namun tatapannya cukup menjelaskan Dan itu membuat mereka benar-benar terkejut.
—
Kembali ke hutan situasi semakin genting.
Serigala-serigala itu mulai mendekat Perlahan Mengurung Tidak memberi celah Arlan berdiri di tengah.Kedua pengawal vampir berada di sampingnya Salah satu dari mereka berbisik,
“Jika keadaan memburuk… tetap di belakang kami.”
Namun Arlan tidak menjawab Tatapannya terpaku pada makhluk di depannya.
“Jadi ini… dunia kalian…” gumamnya.
Tiba-tiba.salah satu serigala melompat Cepat. Mengarah langsung ke Arlan Namun sebelum menyentuhnya.
Braak!
Tubuhnya terpental keras.Salah satu pengawal bergerak.Cepat.Terlalu cepat untuk dilihat.
“Jangan lengah!”
Serangan berikutnya datang.
Dan kali ini.semua bergerak.
—
Di saat yang sama Alana berlari menembus hutan.Napasnya terengah.Namun ia tidak berhenti.
Perasaan itu semakin kuat Semakin dekat.
“Arlan…”
Namun tiba-tiba langkahnya terhenti.
Beberapa bayangan muncul di depannya.
Serigala Lebih kecil dari yang lain.
Namun tetap mematikan Mereka mengelilinginya.
Perlahan.Mengunci jalan.
Alana mundur Jantungnya berdegup kencang.
“Aku harus… pergi…”
Namun kakinya terasa berat Dan saat salah satu dari mereka bersiap menerkam kalung di lehernya bersinar.
Terang Sangat terang
.
“Ah—!”
Cahaya hijau meledak keluar.
Dhuuumm!!
Gelombang energi menghantam para serigala tubuh mereka terpental jauh Menghantam pepohonan Tanah bergetar.
Alana membeku.
Matanya membesar.
“Apa… ini…”
Namun belum selesai Cahaya itu membentuk sesuatu.Sebuah perisai.Mengelilinginya.
Melindungi.Dan tiba-tiba.tubuh Alana bergerak sendiri.Matanya berubah Merah.Dingin Tanpa emosi.
Ia melangkah maju.Satu per satu serigala bangkit kembali.Namun sebelum mereka bisa menyerang Alana sudah bergerak.
Cepat.Lebih cepat dari sebelumnya Tangannya menghantam udara dan energi tak terlihat menghantam salah satu serigala.
Braak!
Makhluk itu terpental jauh Yang lain mencoba menyerang.Namun semuanya Sama tidak ada yang bisa menyentuhnya Gerakannya Sempurna tanpa ragu. Tanpa takut Seperti… bukan dirinya.
—
Di sisi lain hutan Arlan dan dua pengawal masih bertarungNamun tiba-tiba mereka merasakan sesuatu.
Gelombang energi.Kuat.Tidak biasa Kedua pengawal langsung membeku Wajah mereka berubah.
“Tidak mungkin…” gumam salah satu.
Arlan mengerutkan kening.
“Apa itu?”
Namun sebelum mereka menjawab gelombang kedua datang.
Lebih kuat Lebih jelas Dan sekarang mereka tahu.
“Itu… dia…" bisik salah satu pengawal.
Arlan membeku.
“Siapa?”
Namun jawabannya membuat darahnya terasa dingin.
“Putri itu…”
—
Beberapa saat kemudian mereka tiba di lokasi sumber energi.Dan apa yang mereka lihat.membuat mereka terdiam.
Alana berdiri di tengah hutan.Dikelilingi tubuh-tubuh serigala yang terkapar Perisai energi masih berkilau di sekitarnya dan matanya merah Dingin.
Tidak seperti biasanya.
Arlan membeku.
“Alana…?”
Namun Alana tidak menjawab.
Ia berdiri diam.Lalu perlahan.tubuhnya goyah Cahaya di sekitarnya memudar Matanya kembali normal Dan dalam sekejap ia jatuh Pingsan.
“ALANA!!”
Arlan berlari cepat menangkap tubuhnya sebelum menyentuh tanah Wajahnya panik.
“Alana! Bangun!”
Namun tidak ada respon Hanya napas pelan yang tersisa.
Di belakangnya dua pengawal vampir berdiri kaku.Mata mereka membesar Tidak percaya.
“Itu… benar…”
bisik salah satu.
“Segel itu…”
yang lain melanjutkan.
“telah terbuka…”
Mereka saling berpandangan Wajah mereka Pucat untuk pertama kalinya mereka terlihat benar-benar takut.
Karena sekarang mereka tahu Gadis itu bukan sekadar Manusia dan bukan hanya seseorang yang penting bagi Edward Namun, sesuatu yang jauh lebih besar sesuatu yang seharusnya tetap tersembunyi selamanya dan kini kebenaran itu telah bangkit.