NovelToon NovelToon
Possessive Wife

Possessive Wife

Status: sedang berlangsung
Genre:Slice of Life / Romansa / Komedi
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: SNOWBIRDS

Dimas hanyalah seorang pegawai kantoran biasa yang hidup dalam rutinitas yang melelahkan. Namun, di balik pintu apartemennya, menanti sebuah rahasia yang tidak akan dipercayai oleh siapapun: seorang istri cantik luar biasa bernama Linda, yang berasal dari ras siluman rubah.

Linda bukan sekadar istri biasa. Ia memiliki kasih sayang yang meluap-luap, namun berbanding lurus dengan sifatnya yang sangat posesif. Baginya, keterlambatan Dimas pulang kerja adalah "kejahatan besar" yang hanya bisa ditebus dengan perhatian penuh dan kemanjaan yang intens. Linda tidak segan-segan menggunakan pesona silumannya untuk memastikan Dimas tidak pernah berpaling darinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SNOWBIRDS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3

...«----------------🍀{DIMAS}🍀----------------»...

Cahaya matahari pagi menyelinap masuk melalui celah gorden, menusuk mata ku dengan kejam. Kepala ku terasa agak berat, efek samping dari "hukuman" Linda semalam yang baru berakhir saat fajar hampir menyingsing. Aku melirik jam beker di nakas. Pukul 06.30. Tubuh ku terasa seperti baru saja dihantam truk logistik, tapi ada kehangatan yang menjalar di pinggang ku.

Linda masih di sana, memeluk ku dengan sangat erat seolah takut aku akan menguap jika ia melepaskannya sedetik saja. Telinga rubahnya yang lembut mengusap dagu ku, dan napasnya yang teratur terasa hangat di dada ku.

“Kau benar-benar tidak kenal ampun, Sayang,” batin ku sambil mengusap kepalanya pelan. “Bagaimana aku bisa menghadapi rapat koordinasi pagi ini jika kau membuat kaki ku terasa seperti jeli?”

Aku mencoba melepaskan pelukannya perlahan agar tidak membangunkannya. Namun, begitu jari-jari ku menyentuh lengannya, mata hijaunya terbuka seketika. Tidak ada kantuk di sana. Yang ada hanyalah kewaspadaan predator yang kembali ke mode siaga.

"Mau ke mana, Dimas?" suaranya serak, khas orang bangun tidur, tapi nadanya penuh tuntutan.

"Kerja, Linda. Ada rapat jam delapan pagi," jawab ku sambil mencium keningnya.

"Rapat lagi? Jam delapan?" Ia mendengus, lalu menarik ku kembali ke pelukannya dengan kekuatan yang tidak masuk akal untuk ukuran tubuh mungilnya. "Tetaplah di sini sepuluh menit lagi. Aroma tubuh mu sedang sangat enak pagi ini."

"Aku akan terlambat dan kau akan marah lagi nanti malam kalau aku pulang lembur untuk mengganti jam yang hilang, Linda."

Mendengar kata 'terlambat' dan 'marah', ia akhirnya melepaskan ku meski dengan wajah cemberut yang luar biasa menggemaskan. Aku segera menuju kamar mandi, mengguyur kepala ku dengan air dingin untuk mengusir sisa-sisa gairah semalam yang masih tertinggal.

Begitu aku keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit pinggang, aroma kopi yang sangat kuat dan wangi bawang goreng sudah menyeruak dari dapur. Linda sudah di sana, bergerak lincah meski hanya mengenakan kemeja kerja ku yang kebesaran, yang hanya menutupi sampai pangkal pahanya. Telinga dan ekor cokelatnya bergerak-gerak mengikuti irama gerakannya memotong sayuran.

"Kopi hitam tanpa gula, sesuai selera mu," katanya tanpa menoleh, sambil menyodorkan cangkir porselen saat aku mendekat.

Aku menyesapnya. Pahit. Sangat pahit hingga mata ku terbuka lebar. "Wah, ini benar-benar kuat, Linda. Kau ingin jantung ku berhenti?"

Linda berbalik, memegang pisau dapur dengan tatapan intens. "Aku ingin kau tetap terjaga, Dimas. Aku tidak ingin kau mengantuk di kantor lalu tidak sengaja bersandar di bahu rekan kerja wanita mu karena kelelahan."

Aku terkekeh, meski sedikit ngeri melihat pisau itu. "Kau terlalu khawatir. Tidak ada yang akan membiarkan ku bersandar di bahu mereka."

"Oh, jangan meremehkan diri mu sendiri," Linda mendekat, mengabaikan jarak pribadi ku. Ia menempelkan tubuhnya pada ku, tangannya yang masih memegang gagang pisau mengusap dada ku yang masih basah. "Kau pria yang matang, manajer yang sukses, dan punya aroma 'pria rumah tangga' yang sangat menarik bagi wanita-wanita kesepian di luar sana. Aku bisa mencium feromon mu dari jarak satu kilometer."

"Linda, ini masih pagi," aku mencoba mengingatkannya sambil perlahan mengambil pisau dari tangannya dan meletakkannya di meja.

"Justru karena ini pagi, aku harus menyiapkan benteng pertahanan mu," ia tersenyum licik. Ia beralih ke sebuah kotak makan siang, bento, yang ukurannya luar biasa besar. "Ini bekal mu."

Aku melihat isinya. Nasi yang dibentuk menyerupai wajah rubah, lengkap dengan telinga dari potongan wortel, dan lauk-pauk yang disusun sangat rapi. "Ini terlalu banyak untuk satu orang, Sayang."

"Memang," ia mulai membungkus kotak itu dengan kain batik berwarna merah menyala. "Kau harus memakannya di pantry kantor. Jangan di meja kerja mu. Aku ingin semua orang, terutama para wanita itu, melihat bahwa kau punya istri yang sangat mencintai mu... dan sangat posesif."

"Kau ingin aku pamer?"

"Aku ingin kau memberikan sinyal bahaya pada mereka," Linda mempererat ikatan kain itu seolah sedang mencekik leher musuhnya. "Jika mereka melihat betapa detailnya bekal ini, mereka akan tahu bahwa istri mu bukan tipe orang yang bisa diajak bercanda. Selain itu, aku sudah menyelipkan sesuatu di dalamnya."

"Sesuatu? Racun?" tanya ku bercanda.

"Bukan, bodoh," ia mencubit pinggang ku. "Sedikit sihir pelacak dan aroma penolak. Siapapun yang bukan aku yang mencoba mendekati mu dalam jarak kurang dari tiga puluh sentimeter akan merasa sedikit mual atau pusing secara tiba-tiba."

Aku tertegun. “Gila. Istri ku benar-benar menggunakan sihir tingkat tinggi hanya untuk menjaga jarak sosial ku di kantor,” batin ku sambil menghela napas. “Tapi, aku tidak bisa marah. Rasa posesifnya ini adalah bumbu yang membuat hidup ku yang membosankan jadi penuh warna.”

"Linda, kau tahu itu agak berlebihan, kan?" kata ku lembut, sambil memegang kedua tangannya.

Linda menunduk, telinga rubahnya layu dan terkulai ke samping, tanda ia sedang merasa insecure. "Aku hanya tidak ingin kehilangan mu, Dimas. Dunia luar itu luas dan penuh dengan orang-orang yang lebih baik dari ku, yang sepenuhnya manusia, yang tidak perlu menyembunyikan ekor mereka setiap kali keluar rumah."

Hati ku mencelos. Aku menariknya ke dalam pelukan erat, membiarkan aroma kopi pahit di napas ku bercampur dengan wangi bunga melati dari rambutnya. "Dengarkan aku. Tidak ada wanita manusia di kantor, atau di manapun, yang bisa menandingi istri ku yang hebat ini. Kau adalah satu-satunya yang kutunggu setiap kali aku pulang. Bekal ini... akan ku habiskan sampai butir nasi terakhir agar mereka tahu aku adalah milik mu."

Linda mendongak, matanya berkaca-kaca sebelum kembali menjadi tajam dalam sekejap. "Janji? Kau tidak akan makan siang dengan Shinta atau siapapun itu?"

"Janji, Nyonya Linda."

"Bagus," ia segera kembali ke mode cerianya. Ia mengambil sepotong sushi dari dapur dan menyuapkannya ke mulut ku secara paksa. "Sekarang pakai baju mu! Kau akan terlambat!"

Saat aku sedang mengenakan kemeja, Linda sibuk menyemprotkan sesuatu ke jas kerja ku. Bukan parfum biasa, aromanya sangat mirip dengan aroma Linda saat ia sedang sangat dominan.

"Apa itu?" tanya ku sambil memakai dasi.

"Tanda klaim," jawabnya singkat. "Setiap kali kau bergerak, aroma ini akan terpancar. Ini seperti aku sedang memeluk mu sepanjang hari di depan semua rekan kerja mu."

Aku menatap cermin, melihat diri ku yang sudah rapi. Jas gelap, kemeja putih, dan di tangan kanan ku ada kotak bekal merah menyala yang mencolok mata. Aku terlihat seperti manajer profesional yang baru saja dirantai oleh ratu rubah.

"Aku berangkat ya," pamit ku di ambang pintu.

Linda menarik dasi ku, memaksa ku membungkuk untuk ciuman perpisahan yang sangat dalam dan lama, sebuah ciuman yang tujuannya jelas untuk meninggalkan bekas lipstik yang tipis namun kentara (yang untungnya segera ia hapus dengan jarinya setelah ia puas).

"Ingat, Dimas," ia berdiri di depan pintu dengan tangan di pinggang, ekor cokelatnya mengibas kuat, menciptakan angin kecil di koridor apartemen. "Kopi itu pahit agar kau ingat betapa kerasnya hidup tanpa aku, dan bekal itu manis karena itulah aku bagi mu. Jangan lirik siapapun, atau aku akan muncul di kantor mu dan membuat keributan yang akan kau sesali seumur hidup."

"Iya, iya, Sayang. Sampai jumpa nanti malam."

Aku berjalan menuju lift sambil menenteng kotak bekal itu. Di dalam lift, ada beberapa tetangga yang melirik kotak merah di tangan ku dengan tatapan heran. Aku hanya bisa tersenyum kaku.

“Pagi yang sibuk, kopi yang pahit, dan istri yang sangat manis namun posesif,” pikir ku saat pintu lift tertutup. “Sepertinya hari ini aku akan menjadi topik pembicaraan di kantor lagi karena bekal rubah ini. Tapi tidak apa-apa. Selama Linda merasa aman, aku bersedia melakukan apapun.”

Aku keluar menuju parkiran, merasakan aroma 'tanda klaim' Linda di jas ku yang mulai bereaksi dengan udara pagi. Aku tahu hari ini akan panjang, tapi memikirkan wajah Linda yang menunggu ku di balik celemek nanti malam membuat setiap kepahitan kopi pagi ini terasa seperti madu.

Linda memang seorang siluman, tapi bagi ku, ia adalah realitas yang paling indah. Dan jika harga dari keindahan itu adalah harus membawa bekal bergambar rubah ke rapat direksi... maka biarlah begitu.

"Mari kita selesaikan hari ini, lalu pulang ke pelukan istri ku," gumam ku sambil menyalakan mesin mobil, siap menghadapi dunia dengan bekal penuh cinta dan posesifitas di samping ku.

1
Jeje Milkita
404 not found
Jeje Milkita
pov pak Rt 🤣 banyak banget sudut pandangnya thor ....
mizuno
semangat bikinnya kak
Jeje Milkita
ya ampun tajam banget hidungnya .... rubah suka melati jg yah 🫠
Jeje Milkita
rubah ini biasanya akan makan jantung manusia.... duhhhhhh si si si cinta ini si si
Jeje Milkita
astaga kenapa nomor 404 artinya si ...artinya kematian... duh 😭😭😭😭 revisi nomor kamar deh biar aura novel ni bukan si si si
kertaslusuh: semangat kak ,
total 1 replies
MayAyunda
keren kak 👍
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘSang Senja @☠️⃝🖌️M⃤
hayo kena marah kan.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!