NovelToon NovelToon
Mahligai Impian

Mahligai Impian

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / Persahabatan / Angst / Tamat
Popularitas:5.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Desy Puspita

"Seiman, aku ingin seperti Mama yang cium tangan Papa di sepertiga malam sambil pakai mukena ... belajar ngaji selepas Isya dan berdiri berdampingan di Jabal Rahmah." - Zavia

Menjadi pasangan seorang Azkayra Zavia Qirany adalah impian seorang Renaga Anderson. Namun di sisi lain, sepasang mata yang selalu menatapnya penuh cinta justru menjadikan Renaga sebagai cita-cita, Giska Anamary.

Mampukah mereka merajut benang kusut itu? Hati mana yang harus berkorban? Dongeng siapa yang akan menjadi kenyataan? Giska yang terang-terangan atau Zavia yang mencintai dalam diam.

Follow ig : Desh_puspita


Plagiat dan pencotek jauh-jauh!! Ingat Azab, terutama konten penulis gamau mikir dan kreator YouTube yang gamodal (Maling naskah, dikasih suara lalu up seolah ini karyanya)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desy Puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 04 - Tujuh Tahun Itu Lama.

Semua sudah berlalu, tujuh tahun lalu cukup menjadi cerita yang tidak seharusnya Renaga ulang. Kini, dia kembali menginjakkan kaki di kediaman orang tuanya.

Ruang tamu yang disulap sedemikian rupa, kini tampak indah layaknya pesta di hotel bintang lima. Beberapa tamu mulai berdatangan, tak sedetikpun Renaga berhenti memantau dari lantai dua.

Sengaja tidak memberitahukan kapan dia tiba, Justin dan Agny saja terkejut dia mengetuk pintu tadi siang. Malam ini dia memilih menepi, sejak dahulu Renaga tidak begitu suka keramaian.

"Kau tidak turun? Mereka menunggumu, Ga."

Suara Justin sejenak membuyarkan lamunan Renaga. Pria itu menghela napas panjang sebelum kemudian menggeleng pelan. Matanya menatap jauh tiga orang yang tampak bercengkrama di sana.

Mereka begitu dekat, Renaga iri melihatnya. Apalagi, kala dia menyadari Fabian mengusap pelan rambut Zavia, entah apa yang dia singkirkan yang jelas Renaga sedikit tidak terima.

"Tidak, Dad ... nanti saja."

Sementara di sisi lain, jauh dari ekspetasi Renaga. Zavia yang dia kira tengah tersenyum dan bercanda nyatanya tengah berdebat dan hampir saja menarik rambut Fabian hingga ke akarnya.

"Zavia udah, rame ... tahan emosinya."

"Dia cabut rambut aku!! Kamu pikir enak? Sakit, Giska."

"Ya maaf, Via ... aku pikir uban," jawab Fabian menunjukkan rambut Zavia yang berhasil dia cabut, nyatanya masih berwarna hitam.

Zavia membuang napas kasar, sudah dia katakan tidak bersedia datang malam ini. Fabian yang memaksa dengan mengatasnamakan Gracia membuatnya mengalah.

"Via kenapa sih? Badmood ya?" tanya Giska bingung kenapa sahabatnya ini mendadak muram, padahal di ulang tahun Gracia sebelumnya Zavia tidak begini.

"Senyum coba, kak Renaga di sini loh ... tapi mana ya? Dari tadi aku aku belum lihat dia."

Giska mengedarkan pandangannya, sejak kemarin dia tidak sabar menanti kepulangan Renaga. Dia bahkan sudah bersiap-siap jika sewaktu-waktu Gracia mengajaknya ke bandara untuk menjemput Renaga.

Namun, hingga saat ini pria itu belum memperlihatkan batang hidungnya. Kemanakah gerangan pangeran Giska? Sungguh, dia tidak sabar ingin menyapa Renaga nantinya.

"Mungkin males ketemu kamu, Gis."

"Ih Bian jaga mulutnya ya."

Fabian terkekeh melihat reaksi Giska. Padahal, hal itu mungkin saja terjadi lantaran Fabian adalah salah satu saksi betapa sakitnya kepala Renaga jika sedang bersama Giska.

"Semangat, kejar pangerannya ... Giska fighting!!"

Zavia tersenyum tipis menatap manik Giska yang penuh harap kala Fabian memberikan semangat untuknya. Sama sekali tidak Zavia duga, jika perasaan Giska kecil justru bertahan hingga dia dewasa.

Merasa dirinya semakin tidak nyaman di tengah keramaian, Zavia berlalu pergi setelah sempat pamit pada Fabian untuk buang air kecil. Padahal, kenyataannya tidak begitu, Zavia ingin lebih tenang untuk sesaat, itu saja.

Bermaksud ke kamar kecil, Zavia justru menetap di taman belakang. Dia merindukan suasana ini, dimana sebagian masa kecilnya dia habiskan di tempat ini.

Zavia tersenyum getir, tujuh tahun bukanlah waktu yang singkat. Dia membuang napas kasar dan berkacak pinggang, bisa-bisanya setelah sekian lama meninggalkan mereka pria itu sama sekali tidak berniat menyapa.

Kenapa? Apa mungkin karena dia sudah menemukan dunianya hingga semudah itu lupa? Cih, sungguh Zavia tidak habis pikir dengan pria menyebalkan itu.

Padahal, dulu dia berjanji tidak akan lama. Nyatanya justru hampir sewindu, dia ingin memakinya, Menarik rambutnya dan mendorong Renaga ke dalam kolam lantaran kerap kali menjadi penyebab Giska mabuk dan Zavia yang terkena batunya.

"Giska bohong, dia tidak pulang ternyata."

Zavia menghela napas panjang, matanya menengadah ke langit seperti hal yang biasa dia lakukan selama ini. Hingga, seketika pandangannya menjadi gelap. Bukanya panik, wanita itu tampak tenang dan berpikir akan berhenti dengan sendirinya.

Sudah biasa, hal semacam ini adalah kebiasaan basi Fabian yang bercanda tidak kenal tempat. Dia masih bungkam, karena biasanya Fabian akan menyerah. Namun, untuk kali ini berbeda dan telapak tangan itu tetap bertahan menutup mata Zavia untuk waktu lama.

"Bian ... jangan buat aku marah!!"

"Fabi_"

Zavia berbalik, kala pandangannya kini terbuka. Matanya membulat sempurna, jantung Zavia berdetak lebih kencang. Dadanya mendadak panas kala menyadari yang didepannya bukan tawa renyah Fabian, melainkan senyum tipis Renaga.

"Apa kabar? Kenapa sendirian? Sengaja mencariku, Zavia?"

"Kak Aga?"

"Iya, kamu tidak ingin memelukku?" tanya Renaga merentangkan tangannya, sejak tadi dia pandangi wanita ini. Sampai pada akhirnya dia tidak mampu menahan diri untuk tidak menghampirinya.

Pertahanan Renaga kalah, apa yang dia bangun memang sudah hancur sedari awal. Sadar jika Zavia tidak akan meghambur ke pelukannya, Renaga yang bergerak lebih dulu dan merengkuh tubuh Zavia dengan sejuta kerinduan yang membelenggunya.

Belum usai Renaga memeluknya, Zavia mendorong tubuh Renaga menjauh. Tidak berselang lama, Giska yang memekik memanggil namanya menghambur ke pelukan Renaga. Renaga yang tidak siap dengan kedatangan Giska membuat keduanya tercebur ke kolam renang.

Zavia hanya berniat, kenapa justru jadi kenyataan. Fabian yang melihat kejadian itu hanya menggeleng pelan seraya mendekat ke arah Zavia.

"Kita masuk saja, biarkan mereka basah-basahan berdua ... tidak baik ikut campur urusan rumah tangga orang, Zavia." Tanpa pikir panjang, Zavia menurut begitu saja. Ini adalah kali pertama dia menerima ajakan Fabian tanpa harus marah-marah lebih dulu.

"Yah basah deh."

"Ya basah tentu saja!! Ays Giska, Hp-ku ya Tuhan."

Baru juga beberapa detik dia bertemu gadis ini. Renaga sudah sial begini, memang salah Renaga tidak mengunci pintu itu lebih dulu.

"Kakak marah ya?"

"Tidak, Giska ... tidak sama sekali," jawab Renaga menekan setiap kata-katanya seraya menghela napas panjang.

.

.

- To Be Continue -

1
Mei Saroha
hasil keny Sonya ya jadi begini deh
Ayu Rinjani
kalau jodoh d tangan author apapuun jd indah dn berkesan..😍
Rosni Hasan
karyamu sangat aq suka thor ...pertama yg aq bc kisah hudzai...ternyata masih banyak karyawan klan megantara...akhirnya aq bc secara urut...bagus semua karyawan thor ..smg sukses
Ani Kurniati
bagus
Falach Abdillah
Alhamdulillah akhirnya KENI dapat mantu konglomerat juga , kasihan Giska ... meskipun cuma cerita tp xesel banget jadi Giska , akhirxa Keny dapat mantu yg bisa d banggakan sama sahabatxa , kasihan bacaxa ,,,,, makasih thooor udah xiapin jodoh yg perfect untuk giska
Alfi Alfi
Luar biasa
Alfi Alfi
Lumayan
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
🤣🤣🤣
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
Ooo udah tau ya
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
lahhhhhh
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
sudah kudugongggg
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
wah dah lama berarti.
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
emang turunan kayla😜
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
kamu mencurigakan opa 🤣
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
ya iyalah, cuma lu yg anaknya ampe 5 dan mau nambah lagi.
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
azka, astaga kenapa mikir kesana coba
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
wohhhh 👍👍👍
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
rosela giska rosela 🤣
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
whahahahahhaha👍
sukensri hardiati
doa di sepertiga malamku...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!