NovelToon NovelToon
Asrama Berdarah

Asrama Berdarah

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / Spiritual / Tamat
Popularitas:279.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Kolom langit

Bagaimana rasanya ketika kamu bercermin dan ternyata bukan wajahmu yang muncul pada pantulan cermin? Inilah yang dialami Vega Indriana di sekolah barunya.

Setiap kali bercermin, bukan wajahnya yang muncul, melainkan sosok asing yang tak dikenalnya.

Sejak kedatangannya di sekolah asrama, berbagai gangguan misterius kerap dialaminya. Bahkan mimpi yang sama selalu datang di malam hari.

Dibekuk oleh rasa penasaran, Vega pun mencari tahu tentang misteri yang tersimpan. Hingga akhirnya ia menemukan fakta tentang tragedi berdarah yang terjadi 17 tahun lalu, yang ternyata berkaitan erat dengan dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kolom langit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4 : Ada Apa Dengan Kepala Asrama?

Vega berjalan dengan lesu meninggalkan kamar Mbak Andin. Usahanya untuk mencari tahu tentang sejarah sekolah asrama harus kandas, karena Mbak Andin menolak memberi informasi apapun. 

Gadis itu menghempas tubuhnya di kursi taman. Menghela napas panjang sambil menatap nanar taman luas dengan rerumputan hijau. Dari sana, seluruh bangunan asrama dapat terlihat. Ia menatap seluruh ruangan satu persatu. 

"Sebenarnya ada apa di sekolah ini?" 

Bersandar pada kursi kayu, kelopak mata Vega terpejam selama beberapa detik. Hembusan angin yang cepat menyapu rambut panjangnnya. Detik itu juga ia membuka mata. Dalam jarak kurang dari dua puluh meter, sosok wanita dengan rambut panjang berdiri kaku. Rambutnya hitam pekat dan wajahnya tersamar. 

Ia melambaikan tangan dengan kaku, yang membuat seluruh tubuh Vega terasa meremang. 

Vega bangkit meninggalkan tempat duduknya. Baru tiga kali kakinya melangkah, sudah terlintas pesan mbak Andin beberapa saat yang lalu. 

"Apapun yang kamu lihat dan kamu dengar ... abaikan! Jadilah buta, tuli dan bisu kalau mau selamat." 

Pesan bernada keramat itu membuat Vega tersadar. Pada saat yang sama, gadis dengan rambut hitam panjang dan seragam sekolah tadi sudah menghilang dalam pandangannya. Entah ke mana. 

Yang pasti Vega masih dibelenggu oleh tanda tanya, mengapa makhluk halus yang menghuni asrama memperlihatkan diri kepadanya? Mungkinkah mereka hanya ingin menunjukkan bahwa mereka ada? Ataukah ada maksud dan tujuan di dalamnya? 

Vega tak dapat menebak. 

Maka, malam itu ... Vega mendirikan shalat untuk membentengi hati dan imannya yang lemah. Menanamkan keyakinan dalam dirinya bahwa seluruh makhluk bumi adalah milik Tuhan. 

"Tolong ... tolong ...." Bisikan bersampur rintihan itu terngiang di setiap sujudnya. Vega masih terfokus tanpa mengindahkan panggilan-panggilan yang seolah mampu melemahkannya. 

.

.

.

Pagi hari dimulai dengan sarapan. Semua sudah berkumpul di ruang makan. Ruangan besar itu cukup untuk menampung 90 siswi. Tetapi jumlah siswi sebanyak itu tak dapat mengusir suasana sepi, karena  tak ada yang saling bicara selama sarapan berlangsung. 

Vega tampak kurang berselera pagi itu. Mimpi yang sama kembali terulang semalam, tangisan bayi yang melengking masih terngiang. Aroma darah dan teriakan menggema yang memekakkan telinga. 

Rasanya Vega sudah tak tahan lagi. Bahkan ia belum genap sebulan menghuni asrama itu. Lalu, apa kabar dengan mereka yang sudah dua-tiga tahun? 

"Apa mereka tidak mengalami gangguan yang aku alami?" Pertanyaan itu muncul di benaknya. 

Tiba-tiba hawa sekitar terasa dingin bagi Vega saat pintu ruangan itu terbuka, disusul dengan kemunculan Bu Arum. Wanita itu berjalan menuju dapur menghampiri Bu Isa, wanita yang bertugas untuk memasak. 

"Bawa air rendaman melati ke ruangan saya," pintanya datar. 

Bu Isa mengangguk pelan. "Baik, Bu." 

Vega memandangi wanita itu dari ujung kaki ke ujung rambut. 

"Sisil ...." Ia menyenggol lengan Sisil yang duduk di sebelahnya. Sisil tampak fokus dengan menu sarapannya. 

"Apa?" tanyanya singkat. 

"Bukannya Bu Arum itu seharusnya sudah tua, ya? Kok dia masih kelihatan muda?" tanya Vega berbisik. 

Cukup aneh bagi Vega. Kepala sekolah masih terlihat cukup muda, padahal menurut berita yang beredar, Bu Arum sudah menjadi kepala asrama selama 25 tahun, menggantikan ayahnya yang sudah meninggal. 

Sejak saat itu, pimpinan asrama tidak pernah diganti lagi. Kabarnya, sekolah asrama itu merupakan milik orang tua Bu Arum, dan asrama itu sudah berdiri sejak 30 tahun lalu. Bukankah seharusnya Bu Arum sudah lebih tua dari yang terlihat? Pikir Vega. 

"Itu bukan urusan kita, Vega. Kita di sini untuk belajar, bukan untuk mengurus orang lain," jawab Sisil. 

"Tapi aneh, kan?" 

"Sssttt!" Sisil meletakkan jari telunjuk di depan hidung, sehingga Vega langsung bungkam. 

Suasana mencekam menyelimuti kala Bu Arum menghunus tatapan tajam. Vega merasa tubuhnya seperti terbelah menjadi dua bagian. Anehnya, ia tak dapat mengalihkan pandangannya dari wanita berwajah ayu itu. 

****

1
Setiya Wati
Penasaran dengan ceritanya... lanjutin donk Thor
Nuning Listiani
bagus cerita nya , jadi ingin terus membaca
Nuning Listiani: /Heart/ saya suka.akur cerita nya
total 1 replies
Safitri Agus
gak ada sambungan nya ini?
lanjut dong kak Chicha 😊
diara
ditunggu up nya
Lemsi Sembiring
gmna apa ada kelanjutan nya.gantung ceritanya penasaran
Rini Astuti 10
emang ini udah tamat chica saay , klw ita ko gantung banget
Dia_Ana
katanya tamat tapi kok gantung
Dia_Ana
kamarnya masih serumah knp gak dibersihkan
Dia_Ana
langsung ketemu alamatnya...apa vega pernah berjumpa oma sebelumnya?
Dia_Ana
apa andin gaksadar kalau wujud vega mirip icha?
Dia_Ana
wajah icha dan vega memang sama dari awal apa gimana?
Dia_Ana
bagus...novel horor pertamaku
Dia_Ana
sisil yang adiknya juno kh ini
Sri Ngatini
bagus seru jg horor
Azumi Rahmat
Kok ngantung si Thor gk ada kelanjutannya lgi
Anissa Mayasari
KA chica...mana kelanjutan nya
Rifanda Dewi
good
Hera Imoet
akhirnya bisa ketemu sama ayahnya... lanjuttttttt yupzzz cemungutzz 😘🥰
Hera Imoet
Andin masih menutupi kebenaran kenapa yaa
Hera Imoet
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!