NovelToon NovelToon
MANUSIA PARASIT

MANUSIA PARASIT

Status: tamat
Genre:Janda / Selingkuh / Pernikahan Kilat / Pelakor / Tamat
Popularitas:87.8k
Nilai: 5
Nama Author: Sopaatta

Parasit sering dipakai sebagai kata kiasan pengambaran : *Cara Hidup Seseorang*

Sebagaimana kisah yang terjadi dalam kehidupan Ambar Kirania, seorang Ibu muda bersama Rulof Kardasa, seorang Pejabat ASN. Begitu juga dengan Mathias Naresh, Pengacara muda bersama Angel Chantika, seorang calon model.

》Apakah mereka mampu hidup bersama parasit, atau tenggelam dan dihancurkan oleh para parasit?

》Ini adalah kisah orang-orang yang bertahan dan berjuang saat berada dalam lingkaran Manusia Parasit.

🙏🏻Yuuuukk., mari baca karya keduaku.♡
🙏🏻Semoga tidak berada dalam lingkaran ini.♡

Selamat Membaca.


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

04. Ambar - Sari.

...~•Happy Reading•~...

Ambar telah berada di salah satu restoran besar di Jakarta Pusat. Dia melihat ruangan restoran yang mewah dengan harapan, bisa bekerja di tempat itu.

Pemiliknya adalah Sari Dayuwangi, teman kuliahnya. Sari menyelesaikan kuliah, sedangkan Ambar tidak selesai, karena keburu menikah.

Papa Ambar menerima dan mendesaknya untuk menerima lamaran Rulof dan menikah dengannya. Supaya kedua adiknya, lelaki dan perempuan bisa lanjutkan sekolah. Sedangkan Mamanya sudah meninggal, saat dia mulai kuliah. Sehingga dia menuruti kemauan Papanya, demi adik-adiknya.

Rulof telah berjanji, akan mengijinkan dia tetap kuliah setelah menikah. Tetapi semuanya itu tidak berjalan seperti yang direncanakan. Ambar tidak bisa meneruskan kuliah karena hamil dan harus mengurus anak.

Sedangkan Sari selesai kuliah belum menikah, karena lebih fokus untuk berbisnis. Dia telah memiliki usaha sendiri ayam spesial. Baqcot Restaurant yang terkenal adalah miliknya.

Apa yang terjadi tadi malam dengan Rulof, membuat Ambar berpikir harus bekerja. 'Tidak bisa seperti itu terus, kasihan anakku.' Ambar membatin. Sangat memalukan minta uang, walau itu pada suami sendiri. Apalagi mendapat respon ucapan yang tidak menyenangkan.

Tadi malam Ambar sengaja menghubungi Sari, mungkin ada pekerjaan untuknya. Menjadi pelayan di restoranya, dia akan lakukan. 'Asal bisa punya penghasilan sendiri.' Itu yang ada dipikirkannya, saat menghubungi Sari.

"Ambar, benar kau mau bekerja di restoranku?" Tanya Sari setelah mereka bertemu.

"Iyaa, Ri. Kalau ada, aku berterima kasih." Ucap Ambar berharap.

"Apakah suamimu akan mengijinkan kau bekerja di restoran? Sedangkan dia adalah ASN dengan jabatan tinggi." Sari ragu dan heran, sebab dia tahu suami Ambar seorang pejabat ASN di Jakarta Timur.

"Iyaa, Ri. Ngga papa. Lebih baik aku bekerja mengisi waktu luang dengan bekerja, daripada jalan-jalan atau kumpul-kumpul dengan Ibu pejabat. Hehehe." Ambar jadi tertawa menyebutnya Ibu pejabat.

"Baiklah. Kalau kau mau, tapi sekarang hanya ada pelayan restoran yang kosong. Nanti bagian keuanganku cuti hamil, kau bisa gantikan dia." Sari, merasa tidak enak, Ambar akan dipekerjakan sebagai pelayan restoran. Padahal dia pernah kuliah di akuntasi.

"Tapi, bisakah aku kerja siang saja? Maksudnya tidak sampai malam." Tanya Ambar, karena mengingat Juha putranya.

"Iyaa, boleh. nanti aku yang atur, supaya kau masuk pagi sampai sore saja. Kalau kau mau langsung kerja sekarang, bisa. Sekalian belajar menu dan melayani." Ucap Sari lagi.

"Baik. T'rima kasih, Ri. Sudah memberikan kesempatan untukku." Ucap Ambar, dengan hati senang dan bersyukur bisa bekerja. Ambar berdiri dan memeluk Sari.

"Mari, aku perkenalkan untuk karyawan yang lain, supaya kau bisa bekerja dengan mereka." Sari mengajak Ambar dan memperkenalkan dia kepada karyawan dan Manager restoran.

Kemudian Ambar diberikan baju seragam restoran. Dia menggulung rambutnya yang lebat melewati bahu dan jepit, agar tidak mengganggu.

Sebelum bekerja, Ambar menelpon Seni di rumah untuk menanyakan kabar mereka.

"Hallo, Seni. Lagi ngapain?" Tanya Ambar, saat Seni merespon panggilannya.

"Hallo, Bu. Saya mau masak." Seni senang, karena Nyonyanya sudah menelpon.

"Kau dan Juha sudah sarapan?" Tanya Ambar lagi, karena mengkhawatirkan mereka.

"Sudah, Bu. Tadi Juha minta sarapan nasi dan telur dulu, karna sudah lapar. Jadi sekarang saya mau masak, karena tadi bapak kasih uang 50 ribu..." Seni menceritakan.

"Ok. T'rima kasih, ya. Saya titip Juha dulu, karena mungkin saya pulang agak sore. Nanti sudah di rumah baru kita bicara." Ambar berkata dengan hati sedikit lega.

"Iyaa, Bu. hati-hati." Ucap Seni.

"Iyaa, sama-sama." Lalu Ambar mengakhiri pembicaraan mereka.

Sambil menunggu waktu buka restoran, Ambar mempelajari menu, letak meja dan tata cara melayani. Karena dia tidak mau mengecewakan Sari yang sudah membantunya.

Menjelang waktu makan siang, restoran mulai ramai dengan pengunjung yang datang makan dan juga pesanan dari para ojol. Mereka benar-benar sibuk, karena menunya cukup terkenal dan diminati banyak orang.

Ambar yang biasa bekerja di rumah, dengan cepat bisa menyesuaikan diri dengan pekerjaan barunya.

"Uuppsss..." Ambar terkejut saat mau melayani salah satu meja yang agak jauh dan berbalik, hampir menabrak seseorang.

Ambar memegang nampan di tangannya dengan kuat, khawatir jatuh. Pengunjung tersebut, ikut memegang nampan, karena dia tahu pelayan di depannya sedang terkejut.

"Maaf, Pak. T'rima kasih." Ucap Ambar sambil mengambil nampan dari tangan pengunjung tersebut.

"Tidak usah buru-buru. Tenang saja, supaya bisa konsen." Ucap pengunjung. Ambar mengangguk, mengerti.

Setelah di belakang, Ambar menepuk-nepuk dadanya pelan untuk menenangkan jantungnya yang berdegup kencang. Dia sangat terkejut dan takut nampannya jatuh dan menimbulkan kekacauan. Dia bersyukur, nampannya dipegang oleh pengunjung tersebut.

Semua yang dilakukan Ambar tidak luput dari perhatian Mathias yang telah duduk di depan Sari. Mereka telah membuat janji untuk makan siang di restorannya.

"Kau perhatikan ke sana terus. Ada apa?" Tanya Sari kepada Mathias yang sedang memperhatikan Ambar.

"Aku lagi lihat salah satu karyawanmu. Tadi dia hampir menabrakku, membuat dia sangat terkejut." Ucap Mathias.

"Karyawanku yang mana?" Tanya Sari, penasaran. "Itu, cewek yang lagi duduk, sambil memegang dadanya. Pasti dia masih dag dig dug." Mathias, menunjuk Ambar dengan wajahnya.

"Oooh, itu temanku. Namanya Ambar. Mungkin dia terkejut, karena baru kerja hari ini." Ucap Sari sambil melihat Ambar yang sedang duduk.

"Ooh, pantes dia sangat terkejut. Sejak kapan kau ajak teman bekerja di tempatmu?" Mathias heran, sebab dia tahu, Sari tidak mau ada teman atau keluarga yang bekerja dengannya. Karena pernah mengalami hal buruk ketika mempekerjakan teman dan keluarganya.

"Yaaa, sejak hari ini. hehehee.... Jangan melihatnya terus, dia sudah bersuami." Ucap Sari, sambil memukul lengan Mathias.

"Dia sudah bersuami? Tapi masih mudah. Teman apamu?" Mathias masih lihat Ambar sesekali.

"Dia teman kuliah, tapi kuliahnya ngga selesai. Dia keburu dilamar pejabat ASN." Ucap Sari, sambil tersenyum.

"Ooh, ya? Suaminya pejabat, tapi mengizinkan istrinya bekerja di restoran?" Mathias jadi heran dan tidak percaya.

"Memang ada apa dengan restoran, sampai tidak boleh bekerja?" Sari melihat Mathias dengan wajah galak.

"Bukan ada apa dengan restorannya, tapi ada apa dengan dia atau pejabatnya. Biasanya, istri pejabat lebih suka shoping, daripada bekerja keras di tempat seperti ini." Ucap Mathias yang merasa heran.

"Yaaa, mungkin temanku bukan tipe seperti itu. Lebih suka berkerja supaya tidak bosan di rumah. Sudah, jangan bicarakan temanku lagi. Kau mau makan apa?" Tanya Sari, mengalihkan pembicaraan tentang Ambar.

"Apa saja yang kau sajikan, aku akan makan. Semua menu di restoranmu enak." Mathias berkata sambil mengangkat 2 jempolnya.

Sari tersenyum senang lalu memanggil karyawannya untuk menyediakan menu yang akan dipesan untuk mereka.

"Kau masih menjadi pengacara gratisan?" Tanya Sari. "Bukan gratisan, hanya memberikan bantuan pembelaan bagi yang tidak mampu bayar pengacara." Ucap Mathias sambil tersenyum.

"Itu namanya gratis." Ucap Sari. "Siapa yang bilang, gratis. Mereka kasih t'rima kasih." Mathias sengaja ngeledek Sari.

"Tidak selamanya, gratis. Sekali-sekali yang kakap'lah. Kalau ngga, bagaimana aku bisa hidup dan membayar asistenku." Mathias tersenyum.

"Ngomong-ngomong, apakah kau masih bersama Angel?" Tanya Sari.

"Masih, tapi sekarang dia lagi cari angin. Angin mamiri." Ucap Mathias, santai.

"Sampai dia terbang dibawa angin baru tahu rasa." Sari jadi tersenyum mendengar candaan mereka.

"Yaaa, itu berarti, anginnya lebih kuat dariku. Mari makan, nanti kita bicarakan lagi layangannya." Mathias berhenti tersenyum, lalu fokus pada makanan yang sudah disajikan. Sari langsung memukul lengannya.

~*

Menjelang sore Ambar yang sudah bersiap untuk pulang, tidak jadi pamit kepada Sari. Dia melihat Sari sedang bicara serius dengan tamunya. Ambar hanya kirim pesan kepada Sari, bahwa dia pamit pulang.

Setelah di luar restoran, Ambar segera pesan ojol untuk ke stasiun Gondangdia, sebab dia mau naik Commuterline. Tanpa disadari, ada yang memperhatikan dia dari jauh.

...~●○♡○●~...

1
❤️⃟WᵃfNeng Rahma💜🩷
Sekarang baru terasa kan
❤️⃟WᵃfNeng Rahma💜🩷
itu juga kamu sendiri yang membuat permasalahannya
❤️⃟WᵃfNeng Rahma💜🩷
Dasar suami gila, itulah akibatnya selingkuh sekarang kamu jadi kismin dengan uangmu sendiri
❤️⃟WᵃfNeng Rahma💜🩷
Betul banget, cantik hatinya lebih enak di pandang
❤️⃟WᵃfNeng Rahma💜🩷
Bagus Ambar untung kamu sudah ambil dan jual perhiasan kamu. dengan begitu bisa bantu untuk kepentingan mu
❤️⃟WᵃfNeng Rahma💜🩷
Apa yang kamu bilang benar Ambar, suami mu sudah punya wanita lain di luar sana
❤️⃟WᵃfNeng Rahma💜🩷
Nah enak kan kamu di tipu sama Angel. sama anak istri ae tidak tanggung jawab malah cari penyakit untuk selingkuh
❤️⃟WᵃfNeng Rahma💜🩷
Kamu tidak salah Mathias, Angel sendiri yang jahat dan hanya memanfaatkan kamu. semoga Angel akan dapat balasan setimpal
❤️⃟WᵃfNeng Rahma💜🩷
Ini apartemen Mathias ya, kok Bagas sampai belum tahu
❤️⃟WᵃfNeng Rahma💜🩷
Wah Bagas kayaknya tau ada sesuatu ini
❤️⃟WᵃfNeng Rahma💜🩷
Suami kalau songong ya begini nih, tak memikirkan istri dan anaknya. yang ada kamu itu buka penyakit Rulof
❤️⃟WᵃfNeng Rahma💜🩷
Wah Ambar hati hati ya biar tidak jatuh lagi
❤️⃟WᵃfNeng Rahma💜🩷
Betul Ambar enak kerja sendiri sekarang, karena keadaan yang memaksanya
❤️⃟WᵃfNeng Rahma💜🩷
Dasar songong ini Rulof bisanya hanya menyalahkan orang saja, mangkanya bilang sama keluarga mu itu punya sopan dikit dech jangan kayak maling
❤️⃟WᵃfNeng Rahma💜🩷
tuh kan amnesia kemarin Ambar kan sudah bilang masak lupa dadakan ini kamu Rulof
❤️⃟WᵃfNeng Rahma💜🩷
itulah karena kamu kurang peka jadinya tidak tahu apa apa kan kalau semua persediaan rumahmu habis di gondol kakakmu yang pengemis itu
❤️⃟WᵃfNeng Rahma💜🩷
Rulof sudah tidak waras ini. meskipun Inge kakakmu tapi Jangan seenaknya saja dong ambil makanan tanpa di menyisakan yang punya rumah. kakak kayak gitu kok dibelain terus
❤️⃟WᵃfNeng Rahma💜🩷
di tanya istri kayak tidak menghargai saja ini orang..
❤️⃟WᵃfNeng Rahma💜🩷
dasar saudara ipar tidak tahu diri ini, sudah numpang makan semua sisanya di bawa pulang, sudah kayak perampok saja🤣🤣
❤️⃟WᵃfNeng Rahma💜🩷
nama yang cantik 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!