NovelToon NovelToon
Tak Sekelam Mawar Hitam

Tak Sekelam Mawar Hitam

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahkontrak / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:141.8k
Nilai: 4.5
Nama Author: Kevin N Pratama

Kekerasan yang dialami mawar dimasa kecil
membuat nya terperangkap dimasa lalu nya.
sehingga menjadikan diri nya seperti setangkai mawar yang tak bisa disentuh

penghinaan yang diterima Putra telah mengikis semua harga dirinya. Bahkan perceraian nya pun menyandarkan nya pada kenyataan pahit.

bisakah sebentuk ketulusan membalikan hidup mereka?

hanya cinta sejati yang bisa menyembuhkan luka. bersediakah mereka berjuang bersama untuk melepaskan diri dari kelam nya masa lalu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kevin N Pratama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mawar 25

Putra tersenyum bijak, dia tidak tega meneruskan percakapan ini. Semua ucapan Mawar membuat Putra melihat kenyataan yang sebenarnya. Mawar sudah jatuh cinta padanya, kalau tidak mustahil gadis itu bereaksi seperti ini.

"Kau cemburu?" tanya Putra pelan dan hati-hati.

"Kenapa aku harus cemburu?" sanggah Mawar.

"Ya, karena kamu mencintaiku. Kau hanya tidak sadar atau tidak mau mengakuinya."

"Kau terlalu yakin. Aku tidak mau jatuh cinta pada pria yang berfikir untuk mempunyai beberapa istri." sungut Mawar sambil membuang mukanya kesamping.

Putra kembali meraih wajah Mawar hingga gadis itu terpaksa menatap wajah Putra kembali.

"Kau itu mencintaiku." tegas Putra dengan suara pelan.

"Itu sebabnya kau cemburu pada wanita yang belum tentu wujudnya." Putra bergerak mendekat sehingga wajah Mawar hanya berjarak beberapa senti dengan wajahnya.

Jantung Mawar berdetak cepat, dia tidak pernah berada sedekat ini dengan Putra. Dia sampai bisa merasakan hembusan nafas Putra diwajahnya, hangat dan membuat darahnya berdesir. Detik kemudian Mawar merasa darahnya mengalir berlawanan arah, atau mungkin jantungnya telah jungkir balik di rongga dadanya. Sebagian tubuhnya mendadak panas, tapi sebagian lagi terasa dingin membeku. Mawar ingin sekali mengatakan sesuatu untuk menyangkal ucapan Putra, tapi lidahnya kelu dan kepalanya kosong.

Perlahan bibir Putra turun mendekati bibir Mawar, dan ketika bibir mereka bersentuhan Mawar merasa otaknya benar-benar berhenti bekerja. Dia hanya bisa memikirkan kehangatan bibir Putra yang menekan bibirnya dengan lembut. Perut Mawar seolah diaduk-aduk oleh sensasi yang langsung naik keulu hatinya. Darahnya mengalir lebih cepat seiring degup jantungnya yang memacu. Mawar tidak sanggup membuka kelopak matanya, tubuhnya lunglai tidak bisa bergerak.

Saat sensai hangat mulai merambat dan menjalar di sekujur tubuhnya, tiba-tiba Mawar merasakan bibir Putra menjauh. Mawar tersentak, matanya mengerjap-ngerjab, binggung dengan apa yang baru saja dialaminya.

"Kau sudah minum obatmu?" Putra bertanya dengan malas. Dia ingin terus mencium Mawar, namun tiba-tiba dia teringat Mawar yang seharian terlihat pucat. Putra menelan ludah berusaha menahan dorongan hasrat yang masih bergelora, ditambah melihat penampilan Mawar yang berbeda dari malam sebelumnya.

"Be...belum... Ak....aku lupa," jawab Mawar dengan gugup dan malu. Dia masih belum sadar sepenuhnya.

"Di mana kau letakkan obatmu?"

Mawar menggeleng-geleng dengan binggung.

"Aku lupa."

Putra menggeram pelan, yang dia inginkan Mawar segera meminum obatnya dan segera melanjutkan ciumannya yang tertunda. Kepala Putra berputar melihat sekeliling kamar mencari bungkusan obat Mawar. Dan semakin kesal karena tidak melihatnya. Dengan langkah lebar Putra segera keluar kamar mencari obat Mawar yang entah berada di mana. Tidak berapa lama kemudian, Putra kembali dengan membawa kantong plastik berisi obat.

Dengan cekatan Putra membuka kemasan masing-masing obat dan menaruhnya ditelapak tangan Mawar.

"Minumlah obat-obatmu." suruh Putra sambil mengambil gelas berisi air putih di atas nakas.

Tanpa berkata-kata, Mawar menelan obat itu satu persatu hingga telapak tangannya kosong, dan setelah mengucapkan terimakasih gadis itu segera merebahkan tubuhnya di kasur yang empuk kembali.

Putra mengembalikan gelas kosong itu ke meja lalu menghela napas panjang sambil membaringkan tubuhnya menghadap Mawar. Setelah beberapa detik dalam diam, Putra berbicara.

"Ada apa? Kau seperti ingin berkata sesuatu."

"Hhmmmm... Putra kenapa kau memiliki bulu di dadamu?"

Dahi Putra berkerut bingung saat mendengar pertanyaan Mawar yang menurutnya aneh.

"Memang kenapa?"

"Aku pernah melihat Om Bambang bertelanjang dada, tapi dia tidak memiliki bulu." jawab Mawar polos.

"Ya tidak semua orang memilikinya." ujar Putra.

"Lalu kenapa kau punya?"

Putra menggaruk kepalanya yang tidak gatal, mencari jawaban yang tepat.

"Aku juga tidak tahu, mungkin sudah bawaan lahir."

"Ooh astaga!" mata Mawar melotot kaget.

"Kenapa kau?" tanya Putra bingung.

"Aku belum pernah melihat bayi dengan bulu di dadanya."

Tawa Putra pecah, sontak itu membuat ekspresi kaget Mawar berubah bingung.

"Maksudku, mungkin keturunan. Sewaktu aku bayi ya sama saja dengan bayi yang lain. Lucu dan mulus, bulu-bulu ini tumbuh begitu saja saat aku puber." terang Putra.

"Benarkah?" wajah Mawar terlihat lega mendengar penjelasan Putra dan itu membuat Putra kembali ingin tertawa.

Putra mengangguk mantap

"Sepertinya kau begitu senang mendengarnya, kenapa?" tanya Putra.

"Aku tidak bisa membayangkan jika kelak anak kita memiliki bulu dada seperti kau." ucap Mawar sambil tersenyum.

Secercah harapan menghangatkan batin Putra.

"Kau ingin punya anak dariku?"

Mawar sadar dan terdiam.

"Entahlah mungkin nanti, aku juga tidak tahu ke depannya akan seperti apa."

"Kenapa kau ragu?" tanya Putra sambil bergeser mendekati Mawar.

"A..ak..aku tidak tahu seperti apa rasanya." jawab Mawar terbata-bata.

"Rasa apa?" potong Putra tidak sabar.

Menurut Putra, Mawar harus terus didorong untuk bercerita, kalau selalu menunggu inisiatif gadis itu, itu mustahil pikir Putra.

"Kau pasti sudah tahu seperti apa rasanya, kau kan sudah pernah menikah sebelumnya. Sedangkan aku belum."

"Rasa apa? Aku tidak tahu kalau kau tidak memberitahuku."

Mawar menatap mata Putra lekat-lekat, menarik nafas, dan berbisik lirih.

"Aku tidak tahu apa yang terjadi antara pria dan wanita yang sudah menikah. Dan aku tidak tau seperti apa rasanya."

Ada beberapa hal yang terpikir di kepala Putra, namun terlalu banyak hal yang terjadi pada hubungan rumah tangga dan Putra tidak ingin terlalu berfikir jauh.

"Cobalah lebih spesifik lagi, ada banyak hal yang terjadi pada pria dan wanita. Bagian mana yang kau maksud?"

"Hubungan... Sebuah hubungan..." Mawar tidak sanggup meneruskan kalimatnya, dia memutar otaknya mencari cara pengungkapan yang lain.

"Seperti berciuman dan.... Dan seterusnya yang menyebabkan kehamilan. Maksudku proses menuju hamil, bukan hamilnya. Aiiisss aku tidak tahu harus mengatakan seperti apa padamu. Itu memalukan." Mawar menutup wajahnya yang merona dengan kedua telapak tangannya.

Putra mengangguk. Sekarang dia paham apa yang membuat Mawar sulit berbicara, selain karena gugup.

"Ooh, kau tidak tau seperti apa rasanya ya?" kini gantian Putra yang memutar otak. Ternyata dia juga kesulitan menemukan kata-kata yang tepat untuk menjelaskannya. Setelah diam beberapa saat, akhirnya Putra menemukan ide cemerlang.

"Aku tidak bisa menceritakannya padamu seperti apa rasanya, tapi aku bisa membantumu agar kau mengetahui rasanya. Tentu saja bukan seperti yang sesungguhnya terjadi, hanya mendekati rasanya. Walaupun kenikmatanya berbeda tentunya. Kau mau mencobanya?" tanya Putra.

"Membantu bagaimana?" rasa tertarik membuat Mawar menegakkan tubuhnya.

"Kau mau atau tidak?"

"Apa itu menyakitkan?" tanya Mawar dengan cemas, karena dia benar-benar tidak mengerti.

"Tidak sama sekali! Aku akan membuatmu senyaman mungkin."

Setelah terdiam sejenak mawar bersuara.

"Baiklah aku mau..."

Tidak apa, Mawar. Kalian kan sudah menikah. Kalau percobaan ini mengakibatkan kehamilan, tidak ada yang akan menyalahkanmu.

°°°°

----Mohon dukungan nya ----

°Jangan lupa

Rate Bintang 5

Like

dan jejak komentar

°Terimakasih

1
▾𝚊𝚕𝚊𝚍𝚍𝚒𝚗ᵗ㍭
kun fayakun
putra main aja di rumah kan lebih baik main di rumah bersama istri daripada keluar ke perkebunan
Alhamdulillah mawar selamat dari pelecehan nya sih roy
☠🌹£€π¥💐
pingin ulang bacanya
cantika
cinta tak semudah membalikkan tangan
ˢ⍣⃟ₛ𝘊𝘰𝘦ˢ
keren....ahir yg manis....aku suka endingnya...laki2 yg baik, laki2 yg mncintai istri nya dengan segenap jiwa dan raga nya, akan lbh takut ketika melihat istrinya kesakitan, dan seandainya bisa dia akan rela memindahkan rasa sakit itu kepada dirinya....bravo thor..aku tunggu kisah manis lainnya🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼
◉‿◉♡-Ƥυтrу Ƴαѕмιη-♡◉‿◉
Bags kayanya ini, mampir ahh
Kᵝ⃟ᴸ𝐑𝐚𝐲𝐢i☠ᵏᵋᶜᶟ
Jejak pertama Mister.. nanti di lanjut lagi..☺️
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
belum baca Om Daddy 🙏🙏
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
like
🍾⃝ͩʜᷞεͧrᷠaͣ☠ᵏᵋᶜᶟ✰͜͡w⃠
aah meleleh hati Ade bang..😌
semoga kalian bisa saling memberi kebahagia dan kenyamanan..
🍾⃝ͩʜᷞεͧrᷠaͣ☠ᵏᵋᶜᶟ✰͜͡w⃠
atuh ke toilet heula Putra kl mules teh🤭
☠🌹£€π¥💐
trauma masa lalu
🍾⃝ͩʜᷞεͧrᷠaͣ☠ᵏᵋᶜᶟ✰͜͡w⃠
luar biasa
🍾⃝ͩʜᷞεͧrᷠaͣ☠ᵏᵋᶜᶟ✰͜͡w⃠
putra sdh mulai bucin dengan ke pocecipan nya.. tapi jangan pocecip bngt yaa Putra nnt Mawarnya jadi ilfil
🍾⃝ͩʜᷞεͧrᷠaͣ☠ᵏᵋᶜᶟ✰͜͡w⃠
ternyata hati mu mulai ada rasa cinta terhadap Mawar, putra..
🍾⃝ͩʜᷞεͧrᷠaͣ☠ᵏᵋᶜᶟ✰͜͡w⃠
tidak ada yg mustahil di dunia ini putra jika Tuhan sdh berkehendak apapun bisa terjadi, mgkn saja Mawar jodoh yg Tuhan berikan utk kamu..
🍾⃝ͩʜᷞεͧrᷠaͣ☠ᵏᵋᶜᶟ✰͜͡w⃠
gpp putra utk sementara bobo di bawah dulu aja nnt juga lama² mawar izinin km bobo bersamanya 🤭
🍾⃝ͩʜᷞεͧrᷠaͣ☠ᵏᵋᶜᶟ✰͜͡w⃠
selamat yaa Roy, anda mendapat jakpot menginap di hotel berpintu jeruji selama wkt yg tdk ditentukan 😏
🍾⃝ͩʜᷞεͧrᷠaͣ☠ᵏᵋᶜᶟ✰͜͡w⃠
untung putra segera datang, semoga trauma itu tdk dtng lagi.. tenang mawar skrg km ga sendiri lagi, ada putra, om Bambang dan Yuyun..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!