NovelToon NovelToon
MUTIARA SETELAH LUKA

MUTIARA SETELAH LUKA

Status: sedang berlangsung
Genre:Menikah Karena Anak / Keluarga / CEO / Penyesalan Suami / Ibu Pengganti
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: zanita nuraini

“Mutiara Setelah Luka”

Kenzo hidup dalam penyesalan paling gelap setelah kehilangan Amara—istrinya yang selama ini ia abaikan. Amara menghembuskan napas terakhir usai melahirkan putra mereka, Zavian, menyisakan luka yang menghantam kehidupan Kenzo tanpa ampun. Dalam ketidakstabilan emosi, Kenzo mengalami kecelakaan yang membuatnya lumpuh dan kehilangan harapan untuk hidup.

Hidupnya berubah ketika Mutiara datang sebagai pengasuh Zavian anak nya. Gadis sederhana itu hadir membawa ketulusan dan cahaya yang perlahan meruntuhkan tembok dingin Kenzo. Dengan kesabaran, perhatian, dan kata-kata hangatnya, Mutiara menjadi satu-satunya alasan Kenzo mencoba bangkit dari lembah penyesalan.

Namun, mampukah hati yang dipenuhi luka dan rasa bersalah sedalam itu kembali percaya pada kehidupan?
Dan sanggupkah Mutiara menjadi cahaya baru yang menyembuhkan Kenzo—atau justru ikut tenggelam dalam luka masa lalunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zanita nuraini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34. MAUKAH KAU MENIKAH DENGAN KU

Kesibukan kenzo di perusahaan belakangan ini semakin padat. Meski begitu, dia tetap menyempatkan diri bermain dengan zavi setiap pulang kerja. Sebulan berlalu sejak kedatangan adele ke kantor, dan selama sebulan itu adele tidak pernah muncul lagi.

Namun rio tetap mengingatkan kenzo bahwa menurut pengalaman bekerja bertahun-tahun dengannya, adele bukan tipe yang menyerah begitu saja. Kenzo pun membenarkan ucapan rio dan berkata mungkin benar, adele pasti sedang menunggu waktu yang tepat.

Meski begitu, rumah kini jauh lebih tenang. Tidak ada lagi drama yang datang mendadak. Kenzo bisa fokus bekerja tanpa gangguan, dan sepulang kerja dia langsung menghabiskan waktu di rumah bersama zavi dan tiara. Rumah yang dulu terasa hampa kini mulai terisi suasana hangat yang pelan-pelan muncul lagi.

Zavi pun semakin hari semakin pintar. Ucapan-ucapannya sekarang sudah semakin mudah dipahami semua orang, tidak seperti dulu yang hanya tiara saja yang mengerti. Malam itu, mereka sedang duduk santai di ruang keluarga. Kenzo duduk di sofa panjang dengan zavi yang berada di pangkuannya. Tiara duduk di kursi kecil di sebelah kanan sofa sambil membantu zavi memainkan mainan kecil.

Zavi kemudian memandang ke arah tiara, lalu ke arah kenzo. Dengan wajah polosnya, dia berkata pelan namun jelas.

mama.. zavi mau bobo sama papa dan mama..

Seketika tiara membulatkan mata. Wajahnya memerah karena kaget. Kenzo juga sama terkejutnya, namun dia bisa menyembunyikan keterkejutannya dengan cepat. Nyonya saras yang ada di seberang mereka tersenyum kecil sambil menatap suaminya, tuan rendra. Keduanya saling berpandangan seolah berkata dalam hati, akhirnya ada perkembangan baru lagi.

Kenzo mengangkat alis dan bertanya lembut pada zavi.

apa zavi mau bobo sama papa dan mama?

zavi mengangguk cepat. iyaaa..

tiara mengusap kepala zavi dengan canggung. ia tidak menyangka anak itu akan bicara seperti itu di depan semua orang. kenzo lalu berkata pelan.

nanti ya.. tidak sekarang.

zavi memiringkan kepala. napa?..

karena papa dan mama harus menikah dulu, zavi..

Zavi mengangguk lagi meskipun jelas dia tidak begitu mengerti maksud kata menikah. Dia hanya menganggap itu jawaban biasa dari papanya.

Tiara menunduk semakin dalam. Pipi dan telinganya merah seperti kepiting rebus. Kenzo sebenarnya ingin tertawa melihat tiara yang salah tingkah, tapi dia menahan diri. Tidak ingin mempermalukan tiara lebih banyak di depan orang tua dan pelayan.

Untuk mengalihkan suasana, kenzo tiba-tiba mengajak zavi bermain mobil-mobilan. Zavi langsung lupa dengan obrolan sebelumnya dan fokus pada mainannya.

Malam itu berlalu dengan suasana yang hangat meski penuh kecanggungan untuk tiara.

---

Keesokan paginya, setelah sarapan, kenzo menghampiri tiara yang sedang membereskan keperluan zavi. Aroma roti panggang masih tercium di dapur, dan suara nyonya saras sedang memberi arahan pada pembantu terdengar samar dari ruang makan.

tiara.. nanti siang saat jam makan siang, datang ke restoran xx ya. dekat kantor aku.

tiara menghentikan gerakan tangannya. oh.. iya ken. kenapa tidak bicara di rumah saja?..

ada yang perlu aku bicarakan. lebih nyaman di tempat netral. oh ya.. nanti minta bagas antar. zavi lebih baik tinggal dengan mama saja di rumah.

tiara mengangguk patuh. baik ken.

Kenzo kemudian berangkat dengan rio. Mobil mereka melaju keluar gerbang hingga hilang. Tiara berdiri sebentar sambil memegang tas kecil zavi. Dalam hati, dia merasa aneh. Ada perasaan tidak tenang. Dia tidak tahu kenapa, tapi dia bisa merasakan ada sesuatu yang berbeda dari cara kenzo bicara tadi pagi.

---

Siang hari tiba.

Tiara sudah bersiap. Dia memilih pakaian sederhana—dress bawah lutut warna sky blue—bukan karena ingin terlihat cantik, tapi karena dress itu nyaman dan rapi. Bagas menjemputnya dan mengantar ke restoran yang kenzo sebutkan.

Perjalanan cukup macet sehingga tiara terlambat beberapa menit. Saat masuk ke restoran, pelayan langsung mengantar tiara ke meja yang sudah dipesan. Kenzo tampak duduk menunggu. Baru lima menit, tapi dari cara kenzo duduk, jelas dia sedang menahan sesuatu.

Tiara berjalan mendekat. Maaf aku terlambat.. macet..

Namun kenzo tidak segera menjawab. Tatapannya tertuju pada tiara cukup lama. Baru kali ini kenzo benar-benar melihat tiara dari ujung rambut sampai ujung kaki. Rambut tiara tergerai indah ke bahu, pakaian sederhana tapi rapi itu membuatnya tampak lembut. Kenzo sempat melamun sejenak.

Tiara merasa risih dan melambaikan tangan di depan wajah kenzo. hai ken.. kamu melamun..

Kenzo tersentak kecil. i iya.. kamu lama?..

tidak.. aku juga baru datang kok, padahal dia sudah lima menit menunggu. tapi kenzo juga tidak mau mempermalukan tiara.

Tiara duduk dan pelayan datang membawa menu, namun kenzo menggeleng. Dia sudah memesan makanan. Tiara hanya mengangguk.

Kenapa kamu mengundang aku makan siang di luar? kenapa tidak di rumah saja?.. tanya tiara sambil menatap kenzo.

Kenzo menarik napas pelan.

tiara.. sebenarnya aku.. aku belum benar-benar mengerti dengan perasaan sendiri. tapi selama ini.. saat aku mulai pulih.. saat aku bisa berdiri lagi.. aku lihat kamu ada di dekat zavi.. di dekat aku.. kamu selalu ada.

Tiara hanya diam. Tidak membalas. Mendengarkan.

aku tau.. sekarang mungkin hubungannya masih belum jelas. aku juga masih trauma dengan pernikahan. kamu pasti tau itu. tapi ada hal yang harus dipikirkan bersama..

Tiara menelan ludah. Tidak tahu apa yang akan keluar dari mulut kenzo.

ini demi zavi dulu.. ucap kenzo tenang. demi dia punya ibu.. dan demi dia punya keluarga yang lengkap lagi.. aku ingin bertanya sesuatu..

Tiara menggenggam tangannya sendiri yang mulai dingin.

tiara.. maukah kamu menikah dengan aku?.. menjadi ibu untuk zavi.. dan menjadi istriku..

Wajah tiara memucat. Suasana restoran yang tenang tiba-tiba terasa hening. Tidak ada suara sendok garpu, tidak ada suara pengunjung lain. Hanya suara napas mereka berdua.

Tiara menunduk. Tangan di pangkuannya bergetar.

Ken.. aku….

Kalimat itu menggantung di udara.

Kenzo menatapnya penuh harap, tapi juga ragu. Dia tahu tiara mungkin belum siap. Dia pun tidak memaksa.

Haiii readers selamat pagi

Jangan lupa like komen nya ya

Selamat membaca

Terima kasih..

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!