Halsey Diana, itu namaku sebenarnya aku cukup dini untuk menikah karena aku baru saja beranjak usia 17 tahun dan aku juga masih duduk dibangku SMA kelas 3 semester akhir. Bukan, bukan aku bukan hamil duluan seperti kebanyakan dari pernikahan dini.
Aku menikah dengan seorang pria 15 tahun lebih tua dariku, aku ingatkan kembali aku menikah bukan karena hamil atau jadi simpanan om-om namun ini karena perjodohan orang tuaku.
Tapi, mampuhkan aku bertahan didalam pernikahan dengan pria 32 tahun itu. Aku atau dia yang akan gagal mempertahankan pernikahan ini atau pernikahan ini akan berhasil sampai aku menua dengannya.
Ayo lanjutkan membaca ceritaku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon safira a, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 29 (Epilog)
tahun kemudian
Mas Irwan benar-benar dengan ucapannya dia benar-benar puasa sampai 3 tahun lamanya. Dia tidak menyentuhku tidak sampai melebihi batas dia hanya mencium ku.
Dan ini adalah hari anniversary pernikahan aku dan mas Irwan ke-3 tahun, aku tidak menyangkan bahwa pernikahan yang dulu di ujung tanduk bisa bertahan sampai sekarang.
"Mas, masa mas lupa sih" aku mengikuti mas Irwan dari belakang pria itu sedang sibuk dengan dokumen-dokumen nya sedangkan aku coba mengingatkannya jika ini anniversary aku dan dia.
"Sabar yah, saya lagi tidak bisa diganggu" ucapnya sambil masuk kembali ke dalam ruang kerjanya. Aku yang sudah putus asa berjalan dengan menghentakkan kakiku menuju lantai bawah yang disana ada Anka yang sedang bermain.
Oh iya, Anka tinggal bersama aku dan mas Irwan bahkan hubungan mas Irwan dengan Anka membaik keduanya malah lebih lengket banget, mereka memiliki frekuensi yang sama kadang aku itu ketika duanya asik sendiri sedangkan aku hanya menyimak.
Anka sudah berusia 9 tahun dia sudah sekolah, aku sendiri melanjutkan pendidikan ku disebuah universitas di Indonesia.
"Bunda kenapa ?" Dia memanggilku bunda setelah aku menjemputnya bersama mas Irwan sejak hari itu tak ada panggilan kakak yang ada hanya bunda.
"Daddy kamu itu nyebelin banget sih" curhat ku padanya, dia menatapku dan mengangguk tidak seperti biasanya. Biasanya Anka akan membela Daddy nya.
"Masa Daddy minta aku buat liburan dulu ke Bandung beberapa hari katanya, padahal aku juga banyak tugas" ucap anak itu dengan aga kesal. "Loh kok bisa ?" Anka hanya menaikan kedua bahunya.
"Nggak tau bunda, katanya kalau Anka pengen punya adik perempuan Anka harus nginep dulu di Bandung kalau nggak di hotel. Di banding di hotel Anka milih di Bandung aja, Daddy juga bilang kalau bunda nggak boleh ikut sama Anka terus kalau bunda nggak ikut siapa yang usapin punggung Anka" Anka itu sekarang termasuk anak yang banyak berbicara dan selalu nggak mau jauh-jauh denganku.
Bahkan setiap malam aku akan menjadi bahan rebutan anak dan ayah itu. Keduanya selalu memintaku tidur dengan mereka, Anka akan menangis ketika mas Irwan membawaku ke kamar jadi aku selalu menidurkan anak itu terlebih dahulu setelahnya aku akan di culik oleh ayahnya di peluk seperti aku akan di curi lagi.
Ini lucu sih, "Anka nggak mau jauh-jauh sama bunda tapi, demi adek perempuan yang imut Anka gak papah" bentar aku baru kepikiran dari tadi Anka bilang 'adik perempuan' Anka memang pernah meminta seorang adik padaku dan mas Irwan, yah kalian tau lah mas Irwan seperti itu dia malah bilang "nanti yah, sekarang bahan dibunda nya belum siap" sialan emang tapi Anka percaya aja.
Anka bilang dia iri karena teman-temannya punya adik yang lucu-lucu jadi Anka juga pengen. Dasar anak kecil pengen aja.
"Anka kata siapa bakalan ada adik perempuan hm ?" Anka memeluk aku dia ini udah 9 tahun tapi masih manja padaku, dia manja karena aku juga sih.
"Kata Daddy, kalau bunda udah siap" ada sesuatu yang di rencanakan mas Irwan aku harus hati-hati sama dia.
*****
Aku nggak percaya kalau mertuaku yang bakalan menjemput Anka dan aku nggak bisa menahan anak itu karena yah ibu mertua juga merindukan anak itu jadi aku membiarkannya.
"Mas ih" kali ini aku masuk kedalam ruang kerja mas Irwan, padahal ini hari Minggu tapi mas Irwan terus aja sibuk sama perkerjaannya gimana aku nggak kesel kalau gini.
"Kenapa hm ?" Dia bahkan nggak memalingkan wajahnya dia terus fokus sama kerjaannya.
"Masa mas nggak ingetin hari ini sih" aku duduk di sofa di ruangan itu, menunggu mas Irwan beres dengan kerjaannya. "Ini hari Minggu memang kenapa ?" Jawabnya enteng banget yah.
"Mas ih nyebelin banget sih" kali ini aku benar-benar di buat kesal oleh dia "hmm" responnya punya gitu dia emang halal untuk aku jitak kepalanya.
"Mas ih" aku melepar bantal sofa itu kearah mas Irwan dan mendarat tepat pada dokumen yang sedang dia baca. Dia menatapku tajam sedangkan aku hanya menggidig kesal padanya.
"Apa Anka sudah dijemput ?" Pas tadi Anka di jemput tuh mereka langsung pergi lagi nggak mampir dulu karena Anka yang terlalu semangat sambil bilang gini "nenek, kakek bentar lagi Anka bakalan punya adik perempuan jadi ayo ke Bandung" sedangkan mertuaku hanya mengangguk dan mengikuti apa yang dibilang anak itu.
"Sudah" jawab ku jutek "kapan ?" Dia menatapku melembut aku masih menatapnya kesal. "30 menit yang lalu" mas Irwan hanya ber-oh-ria dan dia menutup dokumen itu dan berjalan kearahku dengan senyuman yang sulit di mengerti.
"Apa" tanyaku galak pas liat senyuman mas Irwan seperti itu, perasaan ku nggak enak kalau udah gini. "Akhirnya hari unboxsing tiba juga" mas Irwan duduk di sebelahku menatapku genit.
"Apaan sih mas nggak jelas banget ih" dia malah pegang dagunya dan menggosok tangannya menatapku dalam jadi serem gini.
"Jangan ih Mulu ganti yuk jadi ah gitu" aku melotot mendengar ucapannya yang bener aja sih.
"Apaan sih mas" aku menjauh dari mas Irwan sedangkan mas Irwan hanya tertawa kencang menertawakan aku. "Padahal dulu kamu berani banget goda saya sekarang pas saya mau unboxsing malah takut" sekarang aku ngerti kemana arah pembicaraan mas Irwan dan itu makin buat aku semakin takut.
"MAS!" Teriakku saat mas Irwan menangkap ku dan menggendong ku seperti karung beras beberapa kali aku mencoba melepaskan diri dari mas Irwan tapi tidak bisa karena kalah tenaga sama pria itu.
"Mas ini masih sore loh" ucapku saat dia berhasil mengunci pergerakan ku "tidak papah malah bagus saya bisa lama mainnya" aku semakin dibuat merah karena ucapannya mas Irwan.
Dan yah itu menjadi hari terpanjang yang aku rasakan.
"Terima kasih, karena telah menjaga dan menjadikan sata yang pertama dan akan saya pastikan saya juga yang akan menjadi terakhir untuk kamu" mas Irwan mencium keningku lama. Udah beberapa kali aku mendengar ucapan terima kasihnya dan aku hanya merespon dengan mengangguk karena lelah.
"Happy anniversary love" bisik mas Irwan yang kini sudah tertidur di sampingku sambil memeluk ku.
"Hmm" aku capek banget sih jadi aku hanya berdehem saja, bukannya diem mas Irwan malah menghujaniku dengan ciuman di seluruh wajahku. "Mas" aku mencoba menjauh dari mas Irwan tapi dia nggak mau lepasin aku. "Balas juga dong" beneran deh dia juga sama manjanya kaya anaknya kalau sama aku mau heran tapi mereka kan anak ayah jadi sama aja.
"Happy anniversary honey, I love you long Times I hope we can live together untle to end" aku mengakhiri ucapan ku dengan mencium bibir nya sebentar dan memejamkan mataku.
Tak lama aku merasakan ciuman di kening ku.
*****
Rumah tanggaku dulu memang pernah di ujung kehancuran tapi karena kami bertekad untuk memperbaikinya semuanya kembali membaik.
Kunci dari sebuah hubungan itu sebuah kepercayaan dan kejujuran. Jika kepercayaan tanpa kejujuran tidak akan ada kebenaran dan jika kejujuran tidak didasari sebuah kepercayaan maka akan sia-sia karena mereka tidak menganggap itu benar.
Dan itulah menjadi hal yang membuat harmonis keluarga kecil yang aku bangun bersama pria dewasa yang tidak sengaja tuhan pertemukan denganku.
__________________________________________
[Senin, 04 Januari 2022]
Author : Safira Aulia Hamidah
Wtpd : Safira Auliya Hamidah
Instagram : Safira19989
Author : Hallo semuanya, maaf baru bisa kasih epilognya sekarang karena hari ini tuh banyak banget drama pas mau up date dari hpnya rusak sama laptopnya sama belum lagi jaringan yah sama hari ini saya banyak kerjaan maaf sekali lagi
Untuk permintaan maaf saya membawakan beberapa cerita yang baru saya publikan silahkan di baca-baca terlebih dahlu.
Judul : Me And Mr. Akuntansi
Sinopsis :
Judul : Simpanann
Sinopsis :
Bagaimana tertarik silahkan kunjung. Terima kasih telah mampir