Cerita berlatarkan negara luar
Meira seorang gadis berusia 21 tahun, ia tinggal bersama seorang ayahnya yang hanya tinggal sendiri karena kedua orangtuanya telah berpisah saat Meira masih berusia 7 tahun. Ibu Meira menikah lagi dengan seorang aktor terkenal, sementara Meira menjalani kehidupan seperti biasa bersama ayah nya yang hanya memiliki satu perusahaan kecil.
"Meira.. tolong teruskan perusahaan itu demi papa." ucap papa Meira, dan menjadi pesan terakhirnya sebelum ia meninggalkan putrinya untuk selamanya.
*
Suatu saat perusahaan mengalami penurunan drastis hingga Meira harus meminta pertolongan pada perusahaan besar yang di pimpin oleh pria dingin.
"Permohonan mu saya terima dengan satu syarat." ucap si pria itu.
"A-apa?"
"Menikahlah dengan ku."
Ucapan itu membuat Meira terkejut bagaikan di sambar petir di siang bolong. Namun rencananya terhalang oleh seseorang.
Simak yuk 👉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chiechi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30
Sebuah kampus..
Meira turun dari sebuah taksi, ia berjalan seorang diri masuk menuju area kampusnya. Saat sedang berjalan dengan sebuah motor yang di kendarai seorang mahasiswa melaju dengan kencang dan hampir menyerempet Meira. Sebelum hal itu terjadi, sebuah tangan menarik gadis itu.
"sialan! di kira ini area balapan apa!" ucap Devan yang masih memegang tangan Meira.
Seketika Meira melirik ke arah pria di sampingnya itu, rasa canggung gadis itu rasakan dalam dirinya. "kamu gak papa?" tanya Devan memperhatikan seluruh tubuh gadis di hadapannya. Meira hanya mengangguk dan tersenyum kecil, setelah berterimakasih, ia bergegas pergi meninggalkan Devan.
"Eira. . ." teriak seorang wanita yang tak asing baginya.
Meira membalikkan tubuhnya dan menoleh ke arah gadis yang memanggilnya itu.
"yang habis malam pertama, sampe masuk kampus aja siang." ejek Ayumi.
"ssttt... gak ada malam pertama, dan gak akan pernah ada, ingat itu." ucap Meira menaruh telunjuk di bibirnya.
"ch, suatu saat kamu pasti tergoda dengan pesona tuan muda yang aahhh... gak bisa aku jelaskan." ucap Ayumi yang menggambarkan sosok Alexi dengan kedua tangannya.
"Yumi... bisa gak, gak usah bahas dia aku cukup lelah tiap hari di rumah bertemu dia dan sekarang kamu malah membicarakannya juga."
"oke, kita bahas yang lain, tadi pak Bai kesini."
"si pengkhianat? untuk apa?"
"entah, yang jelas dia mencari mu."
"masih punya muka dia mencari ku."
"berhati-hatilah, aku lihat dia lebih mencurigakan."
Meira mengangguk dan berjalan menuju kelasnya.
*
Yuanxian group.
Alexi yang baru datang keluar dari kendaraan beroda empat itu dan memberikan sebuah kunci pada salah satu bawahannya untuk memarkirkan mobilnya. Kedatangan nya selalu di sambut hangat oleh semua karyawannya. Sebelum sampai di ruangannya langkahnya terhenti ketika melihat sesosok wanita berjalan di hadapannya yang tak lain adalah Hana. Alexi menundukkan kepalanya untuk memberi hormat pada mama nya itu.
"ch, kesambet apa kamu? biasanya juga gak pernah melakukan hal itu."
Alexi membuang napasnya dan kembali melanjutkan langkahnya, melewati Hana dengan begitu saja. "yaakk! dasar anak kutub.. mama sedang bicara dengan mu." teriak Hana yang memutar balik dan mengejar putra nya itu.
Beberapa karyawan yang berada disana menahan tawanya ketika mereka mendengar boss nya di sebut dengan nama anak kutub oleh mama nya sendiri.
Tak hentinya Hana terus mengoceh sambil mengikuti langkah Alexi hingga akhirnya sampai di sebuah ruangan miliknya.
"jadi gimana? kamu berhasil kan? mama akan segera mendapatkan cucu, iya kan?"
"Lexi ayolah katakan sesuatu, ceritakan malam pertama mu itu, apa istri mu bermain dengan agresif? apa dia terlihat begitu hot?"
Nino yang berada di ruangan itu terus menahan tawa nya melihat tingkah laku nyonya besar yang begitu absurd mengintrogasi putranya. Alexi pun memberikan kode untuk Nino pergi meninggalkan ruangan nya. Setelah Nino keluar, tinggallah mereka berdua mama vs putra.
"Lexi! apa kau hanya menganggap mama sebuah radio? atau mama yang sedang bicara dengan sebuah patung? kenapa kau tidak menjawabnya sama sekali?"
"gak."
"maksud kamu enggak?"
"gak ada malam pertama, dan gak ada seorang cucu."
"apa yang kamu bicarakan hah? apa kamu tidak menyentuhnya sama sekali? aiishh .... pria macam apa kamu ini, kenapa tidak mewarisi sifat agresif papa kamu?" omel Hana.
"yang harusnya mama omeli bukan aku, tapi dia."
"dia? apa yang kamu maksud istri kamu?"
"bukan, anak kucing!"
"yassshh..." Hana berpikir sejenak hingga akhirnya ia menemukan sebuah ide.
"baiklah, mama akan urus dia, serahkan semua masalah ini pada seorang Goo Hana.. hahaha. . ." ucap Hana mengeluarkan tawa nya.
Wanita itu pun melenggang keluar dari ruangan Alexi. Sementara dengan putranya ia hanya tersenyum kecil dan tak sabar ingin melihat apa yang akan di lakukan mama nya itu pada istri kecilnya. "bersiaplah gadis kecil." gumam Alexi yang begitu senang.
*
Setelah menyelesaikan beberapa tugas nya, kedua gadis meninggalkan kelas nya dan berjalan keluar dari area kampus, sebelum sampai di tepi jalan, dua orang pria memisahkan Meira dari sisi Ayumi dan menyeretnya menuju sebuah mobil. "hei... berani-beraninya kalian menyeret seorang putri!!" teriak Ayumi yang mengejar mereka.
Dengan secara kebetulan, saat semua itu terjadi Hana telah sampai di depan kampus Meira dan melihat menantu kesayangan nya yang akan di bawa oleh orang asing. Ia pun tidak tinggal diam, Hana berlari ke arah orang tersebut dan memutarkan kakinya hingga mengenai kepala kedua pria asing berpakaian serba hitam itu hingga membuat mereka terjungkal.
"astaga... apa itu benar nyonya Hana yang terkenal anggun?" gumam Meira pada saat melihat ibu mertuanya melawan kedua orang itu.
Ayumi dan Meira dibuat tercengang dengan mulut menganga dan mata melebar melihat aksi wonder woman yang sedang menyelamatkannya. Dalam hitungan menit, Hana berhasil membuat mereka takluk dan melarikan diri.
"kamu gak papa gadis kecil?"
Meira mengangguk dengan mata yang tidak berkedip sedikit pun.
"syukurlah."
"aahhh.. sudah lama sekali aku tidak menghajar orang seperti itu, rasanya badan ku kaku kembali." sambung Hana meregangkan badannya.
"Ra.. kamu baik-baik aja?" tanya Ayumi.
"heem... apa itu barusan aku berhalusinasi?"
pletakkk...
Sebuah sentilan mendarat di kening Meira. "bisa-bisanya kamu mengatakan semua itu halusinasi." ujar Hana yang menyentil kening menantunya.
"waahh.. luar biasa seorang mertua titisan wonder woman." ucap Ayumi menatap kagum.
"tante.. boleh ajarin aku gak? cara Tante melawan mereka begitu keren sekali tendangan langsung terjungkal." sambung Ayumi.
"tentu.. nanti Tante ajarkan kamu sekaligus menantu kesayangan Tante ini."
"ayo masuk, dan kamu ayo sekalian ikut.. kita jalan-jalan."
Mereka pun masuk kedalam mobil, Meira duduk di depan bersama dengan ibu mertuanya dan Ayumi duduk di belakangnya, ketika semuanya telah siap Hana mengurungkan niatnya, ia menatap Meira yang duduk di sampingnya dengan tatapan yang mencurigakan.
"ada apa ma?"
"aku yakin kamu bisa nyetir, ayo pindah posisi aku ingin istirahat."
"ehh.. tapi ma..."
"gak ada tapi, cepatlah."
Hana bertukar posisi dengan Meira. Ia mulai menyalakan mesin mobilnya dan melajukan nya dengan perlahan dan penuh hati-hati.
"sungguh mertua yang absurd, enak banget sih dia punya mertua macam gitu, udah baik, penyayang, jago bela diri lagi walau sedikit barbar." gumam Ayumi yang menatap kedua nya secara bergantian.
Sesampainya di sebuah mall yang begitu besar, Hana mengajak kedua gadis itu menuju sebuah tempat makan untuk mengisi perutnya sebelum keliling mengunjungi dan membeli setiap barang yang ada di toko tersebut.
"nah, pesanlah sesuka kalian gak perlu malu, aku hanya ingin terlihat seperti teman kalian, bukan sebagai mertua atau seorang Tante hehe.." ujar Hana.
"ehh.." ucap kompak kedua gadis di hadapannya.
***
Bersambung. . .
katanya gadis pintar tapi kok bodoh
selalu bertindak tanpa pikiir terlebih dahulu
meski Meira udah 2 kali ke kantor Lexi ttp aja yang pertama kan dia hanya di bagian depanperusahaan