Apa yang kamu pikirkan pertama kali jika mendengar nama mertua namun, masih perjaka?
Arabella, menjadi menantu dari keluarga terpandang bahkan memiliki aset terbesar sejagat raya. Namun, entah kenapa dirinya merasa penasaran dengan keluarga dari pihak suaminya.
Aland, sosok ayah mertua bagi Arabella. Ia mempertahankan keperjakaan demi sebuah alasan.
Aland selalu menatap Arabella dengan tatapan yang sulit di pahami, entah itu suka atau benci. Tatapan tajam dari Aland begitu membuat Arabella salah tingkah.
Benny, sosok orang yang paling setia yang selalu ada buat Arabella namun, sebuah kekecewaan membawa malapetaka hingga dirinya ikut-ikutan perjaka!
Hingga pada akhirnya semua rasa penasaran terjawab bahkan cinta membawa Aland untuk ingin selalu berdekatan dengan Arabella. Bagaimana kisah dari mereka semua?
S2 Kisah Arelia - Saudara Kembarnya
Terdapat rasa candu yang begitu dalam, dendam yang membara, cinta di atas ranjang yang indah menggoda.
Ig: meldy_ta29
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meldy ta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Saling memandang
H A P P Y R E A D I N G
Astaga! Sejak kapan Bella ada di sana? Apa mungkin dia sudah mendengar semua yang telah ku bicarakan bersama Rere?' batin Benny cemas.
Benny pun penasaran hingga ia mencoba mendekati Arabella lalu berkata. “ Bella, kamu ngapain ada di sini? Lagi nguping ya?”
“ Um, anu enggak kok! Ya udah aku permisi dulu,” sahut Arabella dengan gelagapan bahkan ia berniat pergi namun, baru satu langkah berjalan justru Benny dengan tanggap mencekal pergelangan tangannya.
“ Lepasin, Ben!” paksa Arabella sambil terus mencoba melepaskan tangannya.
“ Tunggu dulu. Kalau udah di sini jadi enggak bisa pergi tanpa seizin ku. Ayo cepat ikut aku sekarang juga.” Benny langsung menarik tangan Arabella tanpa menunggu sahutan 'nya.
“ Lepas! Kamu mau bawa aku kemana?” Arabella penasaran.
Benny tidak menjawab justru ia semakin menarik tangan Arabella. Entah kemana ia akan membawanya. Lama mereka berjalan bahkan Benny membawa Arabella naik kedalam mobil. Sempat membuat wanita itu terlihat kebingungan namun, ia terpaksa terdiam sambil mengamati jalan yang sedang mereka lalui.
Saat itu hampir dua jam perjalanan hingga akhir Benny tiba di sebuah villa miliknya. Villa yang tidak terlalu jauh dari kediamannya namun, terlihat sedikit menyeramkan sebab tidak ada rumah penduduk satupun di sana bahkan villa itu tepat berdiri kokoh di tengah-tengah bukit yang membuat siapapun melihatnya ketakutan karena banyaknya pepohonan yang menghalangi keindahan dari villa itu.
Benny langsung mengajak Arabella keluar namun, kepalanya menggeleng lalu berkata. “ Aku tidak mau. Tempat itu menyeramkan sebaiknya kita langsung pulang.”
“ Ayolah jangan takut. Hanya terlihat menyeramkan dari luar namun, kamu akan takjub setelah melihatnya dari dalam. Oh ya ada satu hal villa ini sengaja aku buat sedikit berantakan dari luar supaya orang-orang mengiranya jika tempat itu kosong jadi orang lain tidak akan berani untuk mendekat karena kalau tidak pasti ada orang yang akan mencari kesempatan untuk masuk lalu berbuat mesum di dalam. Karena keamanan kuncinya belum aku sediakan. Ya sudah ayo masuk tapi, kalau kamu tidak mau masuk ya sudah. Tinggallah di sini,” sahut Benny panjang lebar.
Arabella bergidik ngeri saat melihat ke sekelilingnya hingga pun memutuskan untuk mengiyakan ajakan Benny untuk masuk. Mereka berdua pun berjalan bersamaan bahkan Arabella yang ketakutan tidak sengaja menggenggam tangannya Benny dengan erat. Hingga membuat pria itu menahan senyumannya.
Saat memasuki ruang pertama begitu membuat Arabella takjub dengan dekorasi moderen dan sama sekali tidak menyeramkan apalagi angin sepoi-sepoi yang ikut membuatnya tenang. Arabella pun berlari masuk lebih dalam namun, dengan tiba-tiba seekor kucing ikut berlari kearah kakinya hingga membuat ia berteriak bahkan membuatnya hampir tergelincir. Benny dengan tanggap menahan tubuhnya namun, saat itu juga tatapan keduanya bertemu bahkan saling memandang begitu lama.
Ya ampun kenapa dengan perasaanku saat menatap matanya? Tiba-tiba aku jadi berkeringat bahkan nafasku naik turun tidak karuan batin Arabella.
Benny tersenyum manis saat menyadari jika Arabella terus menatapnya. Hingga akhirnya ia dengan sengaja membuat fokus Arabella kembali lalu melepaskan genggamannya.
“ Um, oh ya kenapa bisa ada kucing di tempat ini?” tanya Arabella basa basi demi menghilangkan rasa gugupnya.
“ Kucing milik pelayan di sini. Setiap dua hari sekali pelayan datang kesini untuk bersih-bersih dan juga mereka terkadang membawa binatang peliharaannya. Oh ya, Bella. Sebaiknya kita lanjut lagi melihat tempat lain, ayo,” ajak Benny yang langsung menggenggam tangan Arabella. Namun, anehnya wanita itu membiarkan tangannya di genggam oleh mantan suami.
Mereka terus berkeliling ke setiap ruangan bahkan Arabella yang seperti orang kamseupay yang belum pernah melihat rumah mewah bak istana apalagi di atas bukit justru membuatnya begitu sangat kagum. Ia juga meminta Benny untuk mengabadikan momen itu dengan ponselnya. Benny mengiyakan meskipun ia terheran tapi, menyukai perubahan sikap Arabella yang begitu cepat.
...----------------...
Aland lagi pergi berobat yah Genk jadi nanti ada juga sesi Aland tapi, sekarang ke uwuan si Benny di mulai.
Jika kalian suka sebanyak-banyaknya beri dukungan biar Author makin rajin hikss ... sedih.