Super Rich Man!
Kisah cinta yang sudah biasa malang melintang di dunia pernovelan, mula dari CEO hingga datangnya orang ketiga.
Selamat membaca kisah Ariana dan Reykhel, 🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon La_Sha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Panggil Saya Gerry!
Ariana masih belum juga bisa menentukan pilihannya, semuanya terlihat bagus, sampai pada akhirnya Tuan muda datang ke ruangan itu, pun, mengernyitkan dahinya.
"Hanya memilih saja dan kau bahkan tak bisa melakukannya?"
Ariana menoleh ke sumber suara, dia memilih untuk diam tak menjawab, karena apapun jawabannya sudah pasti akan selalu salah.
"Pak Jang?"
"Iya Tuan?" jawab kepala pelayan itu sembari menganggukkan kepalanya dengan sopan.
"Ambil semua pakaian itu!"
Dia selalu saja tak pernah kehabisan bahan untuk menghinaku, gumam Ariana di dalam hati.
"Baik, Tuan muda," lalu pak Jang meminta kepada madam Chyntia untuk menyiapkan semua pakaiannya, "Madam, Tuan ingin semua pakaian, gaun, dan ataupun outfit yang ada."
Wajah para desainer itu terlihat senang namun demikian mereka pun sesekali menatap ke arah Ariana.
Dan, tatapan itu sudah pasti membuatnya tak nyaman.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah semua koleksi pakaian itu berpindah tempat ke dalam lemari pakaian Ariana, gadis itu pun segera mengganti pakaiannya dengan blouse panjang dan rompi, membuatnya terlihat lebih berkelas.
Ariana segera keluar dari kamar dan lagi-lagi dirinya bertemu dengan tuan muda.
Reykhel memandang terkesima padanya, namun masih berusaha terlihat cuek.
"Nona, sudah ada mobil di depan rumah yang menunggu... mulai hari ini Nona akan pergi kemanapun dengan di antar sopir pribadi," tutur pak Jang yang masih setia berdiri di samping Tuan muda.
Ariana mengangguk dan memilih untuk menurut, "Baik pak Jang, terima kasih."
Lalu Reykhel dengan cueknya pergi melangkahkan kaki menuju pelataran rumah, di mana sang sekretaris telah menunggunya di samping mobil.
"Selamat pagi, Tuan muda." sambut Jackson seraya menganggukkan kepala dengan kesopanan.
Pria itu memiliki kharisma yang begitu dingin, sekilas dia menatap tajam pada Ariana yang baru saja keluar dari rumah.
Tatapan itu membuat Ariana tak nyaman, namun dia masih enggan untuk membuka suara.
"Lihat apa kau?" tanya Reykhel sembari masuk ke dalam mobil, dan duduk di jok bagian belakang.
"Tidak ada, Tuan," jawabnya.
"Hanya batu karang yang di poles sedikit, sudah membuatmu terpesona seperti itu?"
"Tidak, Tuan, Nona bukan tipe saya. Karena tak ada satupun yang menarik darinya."
Cih! Mereka bahkan masih sempat menghinaku... gumam Ariana, dia pun segera masuk ke dalam mobil, bukan mobil yang sama dengan suaminya melainkan mobil yang satunya lagi, berwarna putih.
Ternyata di dalam mobil itu bukan hanya pak sopir seorang, di samping jok kemudi ada Gerry.
"Selamat pagi, Nona?"
"Eh?" Ariana bahkan sampai terkejut saat baru mendudukkan tubuhnya di jok belakang sembari mengelus dada.
Gerry menoleh ke arah Ariana lalu tersenyum, "Mulai sekarang saya yang akan menemani Nona pergi kemanapun, dan, ini adalah hp yang baru untuk anda Nona, saya sudah memasukkan nomor hp Tuan muda, sekretaris Jackson, nomor hp saya sendiri, Clara, dan juga pak Jang."
Reykhel benar-benar tak mengizinkannya untuk berhubungan lagi dengan keluarganya.
Gerry menyodorkan hp itu kepada Ariana, "Nona bisa memakai ini untuk berkomunikasi, tetapi ingat, jangan sekali-kali mencoba untuk menghubungi keluarga tuan Adijaya, karena saya bisa dengan mudah mengetahuinya," tatapan mata yang ramah tadi pun berubah dingin.
"Terimakasih Tuan, akan saya ingat baik-baik." seru Ariana dengan wajah cueknya, dia meraih hp itu dan memasukkannya ke dalam tas ransel.
Gerry membenarkan posisi duduknya menatap lurus ke depan, "Panggil saja saya Gerry, Nona!" tegasnya.