NovelToon NovelToon
Cegil Berhenti Terobsesi

Cegil Berhenti Terobsesi

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Ketos / Balas Dendam
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rofiwan

"Gue capek jadi badut. Mulai hari ini, lo bebas dari gue."

Selama tiga tahun di SMA Nusantara, semua orang tahu kalau Elsa Nur Cahyani adalah cegil (cewek gila) garis keras yang bucin mati-matian ke Muhammad Firdaus, Ketua OSIS sempurna yang sedingin es. Elsa rela dipermalukan, jadi seksi sibuk OSIS tanpa dibayar, sampai dihukum lari keliling lapangan demi cari perhatian Firdaus. Hasilnya? Nol besar. Firdaus tetap menganggap Elsa gangguan yang tidak punya harga diri.

Titik balik itu datang di hari ulang tahun Firdaus. Setelah kuenya dihancurkan dan cintanya ditolak mentah-mentah di depan satu sekolah, Elsa sadar: dia sudah selesai. Elsa memutuskan pensiun jadi budak cinta. Dia berubah total—menjadi cuek, fokus pada ujian, dan benar-benar menganggap Firdaus tidak ada.

Tapi anehnya, saat Elsa melangkah pergi, justru Firdaus yang mulai kehilangan arah. Cowok yang tadinya antipati itu mendadak sadar kalau dunia tanpa gangguan Elsa ternyata terasa sangat sepi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rofiwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cegil Vs Ketos 30.

Senyum tipis Elsa bertahan selama beberapa detik, sebelum akhirnya memudar dan menyisakan kekosongan yang membuat bulu kuduk Firdaus meremang.

Gadis itu tidak merebut kertas di tangan Firdaus. Dia bahkan tidak meliriknya untuk kedua kali.

"Poin anggaran yang mana, Daus?" tanya Elsa tenang, teramat tenang hingga suaranya terdengar seperti ketukan ritmis jam dinding di ruang kosong. "Semua angka di situ sudah melalui persetujuan pembina kemarin siang. Lo ada di sana, duduk di kursi ketua, dan lo mengangguk. Sekarang lo bilang belum fiks?"

Firdaus tercekat. Lidahnya mendadak kelu. Kebohongan yang dia susun teramat rapi dalam hitungan detik langsung runtuh di hadapan logika Elsa yang dingin.

"Gue... gue cuma mau mastiin nggak ada dana tak terduga yang bocor, Sa," kilah Firdaus, suaranya sedikit bergetar di ujung kalimat. Dia melangkah maju satu tapak lagi, memangkas jarak hingga dia bisa melihat pantulan dirinya di manik mata Elsa. Namun, pantulan itu buram. Elsa tidak benar-benar melihatnya.

Elsa menghela napas pendek. Dia tidak mundur selangkah pun saat Firdaus mendekat. Keberaniannya bukan lagi wujud dari pembangkangan, melainkan bentuk dari ketidakpedulian yang mutlak. "Kalau lo mau bahas itu, tunggu besok jam forum terbuka. Sekarang jam kerja gue sudah habis. Singkirkan tangan lo dari pintu."

"Kenapa lo berubah semudah ini, Sa?" Kalimat itu lolos begitu saja dari bibir Firdaus. Pertahanan egonya runtuh total. Persetan dengan urusan OSIS, persetan dengan wewenang. Dada Firdaus rasanya mau pecah melihat bagaimana gadis di depannya ini bertingkah seolah dua tahun kedekatan mereka hanyalah angin lalu. "Cuma karena Aris? Karena cowok yang baru kemarin menjadi ketua di tim kepanitiaan ini?"

Mendengar nama Aris disebut, sepasang alis Elsa bertaut tipis. Ada riak defensif yang mendadak muncul di wajahnya, dan hal itu bagai belati yang memelintir ulu hati Firdaus. Elsa tidak suka Aris diusik.

"Ini nggak ada hubungannya sama Aris," jawab Elsa, intonasinya naik satu tingkat, menjadi lebih tegas. "Ini tentang gue yang akhirnya sadar di mana tempat gue seharusnya berdiri, Daus."

"Sa, gue minta maaf..." Ketakutan terbesar dalam hidup Daus kini menjelma nyata di depan mata: kehilangan Elsa sepenuhnya. Dia mengulurkan tangan, hendak meraih pergelangan tangan Elsa seperti yang biasa Elsa lakukan saat masih memujanya.

Namun, sebelum jemari Firdaus sempat menyentuh kulitnya, Elsa dengan tangkas menarik tangannya mundur.

Gerakan refleks yang begitu cepat itu mempertegas batas tak kasat mata yang kini membentang lebar di antara mereka.

Firdaus mematung, tangannya menggantung kikuk di udara kosong. Rasa perihnya menjalar hingga ke tulang.

"Jangan sentuh gue," desis Elsa. Matanya yang biasa memancarkan binar hangat kini meredup, menyisakan tatapan flat yang mematikan. "Permintaan maaf lo itu basi. Lo minta maaf bukan karena lo menyesal atas apa yang lo lakuin ke gue, Daus. Lo minta maaf karena sekarang lo kehilangan kendali atas diri gue. Lo cuma egois."

Kata-kata Elsa menghantam tepat di pusat kesadaran Firdaus.

Logikanya berputar liar, mencoba mencari pembenaran, namun nihil.

Setiap kalimat Elsa adalah kebenaran yang selama ini coba dia sangkal. Firdaus egois. Dia terbiasa dikejar, terbiasa menjadi pusat semesta Elsa, hingga dia lupa bahwa hati yang paling sabar pun bisa menemui titik jenuhnya.

"Gue nggak egois, Sa... Gue cuma nggak terbiasa liat lo sama orang lain," bisik Firdaus. Suaranya serak, matanya mulai memerah menahan badai emosi yang berkecamuk di dadanya. "Cara lo ketawa sama Aris tadi... cara lo ngeliat dia... itu bikin gue gila."

Elsa menatap Firdaus dengan tatapan kasihan yang justru semakin merendahkan harga diri cowok itu. "Itu namanya karma, Daus. Dulu, setiap kali lo jalan sama mading sekolah dan abai sama gue yang nunggu di parkiran berjam-jam, gue ngerasain hal yang sama. Bedanya, gue menyembuhkannya sendiri. Sementara lo? Lo malah merengek saat baru dicubit sedikit oleh keadaan."

Suasana di dalam ruang rapat OSIS itu mendadak menjadi begitu hening. Cahaya senja di luar jendela telah sepenuhnya tenggelam, menyisakan remang temaram yang membuat bayangan mereka berdua tampak terdistorsi di dinding semen.

Angin sore berembus pelan dari celah ventilasi, membawa hawa dingin yang menusuk kulit.

Firdaus merasakan dadanya sesak luar biasa, seperti ada batu besar yang menghimpit paru-parunya hingga dia kesulitan bernapas. Dia menatap lekat-lekat wajah gadis di hadapannya. Rambut Elsa yang sedikit berantakan karena angin, bibir tipisnya yang kini terkatup rapat, dan sepasang mata yang dulu selalu memancarkan binar kekaguman tiap kali memandang dirinya.

Di ruang OSIS yang sepi dan mulai meremang itu, Firdaus akhirnya menyuarakan pertanyaan yang sejak tadi menyiksa batinnya. Pertanyaan retoris yang dia tahu jawabannya akan sangat menyakitkan.

"Sa..." panggil Firdaus, suaranya parau, nyaris tenggelam dalam kesunyian ruangan. "Kenapa lo nggak pernah lagi melihat mata gue saat kita bicara?"

Firdaus mengingat bagaimana dulu Elsa selalu menatap langsung ke manik matanya dengan binar yang begitu hidup, seolah seluruh dunia Firdaus ada di sana.

Namun sejak rapat tadi, bahkan saat berhadapan sedekat ini, pandangan Elsa selalu bergeser ke arah draf, ke arah pintu, atau ke arah mana saja asal bukan ke matanya.

Elsa terdiam sejenak. Dia menarik napas dalam-dalam, lalu untuk pertama kalinya dalam obrolan itu, dia mengangkat wajahnya dan mengarahkan pandangannya tepat ke dalam manik mata Firdaus.

Tatapan itu kosong. Sangat bersih dari kebencian, namun juga mati dari rasa cinta.

Elsa menjawab pelan, "Karena nggak ada lagi yang mau gue cari di mata lo."

......................

...****************...

Tbc,

1
Clara
Damn kata”nya elsa nyelekit mampus lu daus
falea sezi
🤣🤣 lagii kurang q kirim sebanyak-banyaknya bunga🤭 buat Elsa gk menye
falea sezi
kurang kejam thor buat donk cegil di sukai cogan lain🤣
Queen Aisyah
/Drool//Drool/
falea sezi
🤣🤣 kasian di cuekin
Rofiwan: cegil ini lebih kejam dari pada Livy
total 1 replies
falea sezi
lanjut q krim hadiah
falea sezi
lanjut q kirim hadiah
falea sezi
btw author nya cwek apa cowok🤭
falea sezi
🤣 suka deh jangan jd cegil ngenes ya move on🤣
falea sezi
jangan ngemis ke cowok ya girl jd cwek mahal👍
Luna
US,,,US sadar woy , jangan dipaksa nanti malah kabur 🤣🤣🤣🤣🤣
Luna
jujur penasaran dengan author nya umur berapa yh? tema cerita novel nya semua kebanyakan sekolah,,,GK apa apa sih malah lebih enak gitu GK terlalu berbobot lebih ceritanya ( mafia, pelakor,drama warisan,) ,jadi bisa mengenang masa putih abu-abu dulu,🤭🤭🤭🤭
Luna: jujur yh semua novel mu yg aku baca keren keren,GK terlalu ribet dan drama anak sekolah itu keren,,,sudah sering baca novel sejenis ini tapi yg bener bener sesuai dengan kehidupan anak sekolah yh novel mu ini,,, semangat Thor ,,,saya tunggu kelanjutannya💪
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!