NovelToon NovelToon
Ratu Mafia Istri Dokter Dingin

Ratu Mafia Istri Dokter Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Mafia / Dokter
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Naelong

Siapa sangka, Sindi Permata gadis cantik anak miliarder yang penampilannya selalu anggun dan kelihatan lemah lembut ternyata punya sisi gelap yang bikin bulu kuduk merinding. Sindi adalah Ratu Mafia yang memimpin dunia hitam dengan tangan besi. Nggak ada yang berani macam-macam sama dia.
​Tapi, sehebat-hebatnya Sindi menaklukan dunia luar, dia akhirnya takluk juga pasrah waktu disuruh nikah paksa sama papanya.
​Suaminya adalah Mike Sanjaya, dokter muda jenius yang terkenal dingin, kaku, dan judesnya minta ampun. Masalahnya bukan cuma sifat Mike yang kayak es batu, tapi cowok itu udah punya pacar kesayangan: Putri Adisti, seorang perawat manis yang selama ini jadi ratu di hati Mike, begitu resmi jadi suami-istri, Mike langsung pasang tembok tinggi. Dia terang-terangan nunjukkin kalau pernikahan mereka cuma formalitas dan nggak ada tempat buat Sindi di hatinya. Mike bahkan masih sering nemenin dan merhatiin Putri adisti.
akankah pernikahan mereka bertahan??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naelong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 30 Ratu mafia istri dokter dingin

​DUARRR!

​Dentuman ledakan susulan yang menggema dari arah area parkir belakang mansion membuat guncangan kecil terasa hingga ke dalam rumah.

 Asap hitam pekat langsung mengepul tinggi menembus langit sore, memicu bunyi alarm darurat mansion yang melengking nyaring bersahutan.

​"Ledakan apa itu?!" teriak Mike panik, matanya membelalak lebar menatap ke arah sumber suara. Tanpa pikir panjang, ia berbalik dan hendak berlari keluar menuju pelataran belakang.

​Namun, sebelum Mike sempat melangkah, sebuah tangan lentik namun kuat tiba-tiba mencekal pergelangan tangannya.

​Mike menghentikan langkahnya, menoleh kaget. Sindi sudah berdiri tepat di sampingnya. Tidak ada raut wajah takut, panik, atau berteriak histeris seperti wanita manja pada umumnya.

 Sebaliknya, wajah Sindi tampak sangat tenang, dingin, dan penuh perhitungan. Sorot matanya menatap tajam ke arah jendela besar yang menghadap langsung ke area parkir.

​"Mau ke mana, Mas?" tanya Sindi dengan suara rendah yang tegas, menahan tangan Mike agar tidak bergerak.

​"Di luar ada ledakan, Sindi! Bisa jadi itu serangan bom atau mobil terbakar! Kita harus cek keadaan atau panggil pemadam!" seru Mike setengah panik, berusaha melepaskan cengkeraman Sindi.

"Lepasin tangan aku!"

​Sindi tidak melepaskannya. Ia justru menarik pelan tangan Mike, memaksa pria itu berdiri di balik pilar beton ruang keluarga yang lebih aman.

​"Jangan bodoh dan sok jadi pahlawan kesiangan, Mas," ketus Sindi dingin.

 "Kalau di luar benar-benar ada penyusup yang memasang bahan peledak, keluar sekarang sama saja dengan menyerahkan diri jadi mangsa empuk buat mereka."

​Mike tertegun. Di tengah situasi darurat dan genting seperti ini, wanita di hadapannya sama sekali tidak menunjukkan kepanikan.

Alih-alih menangis ketakutan atau bersembunyi di balik punggung suaminya seperti yang biasa dilakukan wanita pada umumnya, Sindi justru bersikap sangat rasional, tenang, dan mengambil alih kendali situasi.

​Sikap mandiri, teratur, dan tidak kenal takut yang ditunjukkan Sindi malam ini mendadak membuat Mike terpaku.

Selama berbulan-bulan menikah, ia selalu mengira Sindi hanyalah anak konglomerat manja yang arogan dan hanya bisa memanfaatkan kekayaan ayahnya. Namun detik ini, di hadapan asap ledakan dan ancaman nyata, Sindi memancarkan ketenangan seorang pemimpin berpengalaman.

​Sebelum Mike sempat merespons, ponsel di saku Sindi bergetar pelan. Sindi mengangkatnya dengan satu tangan, sementara tangan yang satu lagi masih memegang pergelangan tangan Mike erat-erat.

​"Lapor, Nona," suara Danu terdengar tegas dari seberang telepon.

"Tim pengawal sudah melumpuhkan satu unit drone pembawa bahan peledak kecil yang dikirim kelompok Red Dragon. Area parkir aman, tidak ada korban jiwa. Kerusakan hanya pada pagar samping."

​Sindi mendengus pelan.

"Bagus. Bersihkan sisa serpihannya dalam waktu sepuluh menit. Jangan sampai tetangga komplek heboh."

​"Siap, Nona Sindi!" Danu menutup sambungan.

​Sindi memasukkan kembali ponselnya ke saku, lalu melepaskan cengkeraman tangannya dari tangan Mike.

Ia merapikan gaunnya sekilas, lalu menatap Mike yang sejak tadi memperhatikannya dengan tatapan penuh kebingungan dan selidik.

​"Sudah aman," ucap Sindi datar. "Ledakan tadi cuma ulah iseng tikus-tikus jalanan yang tidak tahu diri."

​Mike menelan ludah, menatap lurus ke dalam manik mata istrinya. Jantungnya berdegup bukan karena takut pada ledakan di luar, melainkan karena rasa terkejut yang luar biasa terhadap sosok wanita yang berdiri di depannya.

​"Sindi..." panggil Mike dengan suara berat, pelan namun penuh penekanan.

"Kamu... siapa sebenarnya?"

​Sindi mengangkat sebelah alisnya, tersenyum sinis tipis. "Maksud Mas apa?"

​"Jangan pura-pura lagi!" bentak Mike tertahan, rasa penasarannya akhirnya meledak.

"Wanita normal mana di dunia ini yang tidak panik waktu ada ledakan bom di rumahnya sendiri?! Kamu bahkan tadi tahu persis itu ulah tikus jalanan, dan asistenmu langsung bergerak cepat seolah-olah kamu komandannya!"

​Sindi tidak gentar sedikit pun. Ia melipat kedua tangannya di dada, lalu melangkah mendekati Mike dengan tatapan menantang.

​"Lalu, kalau aku tidak panik, apa itu sebuah dosa besar, Mas?" jawab Sindi tenang, suaranya mengalun dingin.

"Atau... Mas justru kecewa karena aku tidak menangis histeris di pelukanmu seperti perawat kesayanganmu itu?"

​Skakmat. Kalimat itu langsung membungkam Mike.

​Mike menatap Sindi lekat-lekat. Semakin ia mencoba memahami istrinya, semakin wanita itu menjadi teka-teki yang sangat gelap dan menakutkan.

Tidak ada rengekan, tidak ada manja, tidak ada rasa takut—yang ada hanyalah dinding pertahanan yang begitu kokoh dan dingin.

​"Kamu berbeda, Sindi..." bisik Mike lirih, hampir tak terdengar. "Kamu sama sekali bukan wanita biasa."

​Sindi menyunggingkan senyuman tipis yang sarat akan rahasia besar. Ia menepuk pelan dada bidang Mike dengan ujung jarinya.

​"Baru sadar sekarang, Mas?" bisik Sindi tepat di telinga Mike dengan suara yang luar biasa merendah dan penuh racun.

"Sayang sekali... kesadaranmu datangnya terlambat."

​Setelah melontarkan kalimat itu, Sindi berbalik meninggalkan Mike yang berdiri mematung di tengah ruangan dengan sejuta pertanyaan di kepalanya.

​Keesokan paginya, di Rumah Sakit Sanjaya Utama...

​Suasana kembali normal pasca kerusuhan beberapa hari lalu. Mike berjalan menyusuri koridor rumah sakit menuju ruang perawat lantai tiga. Hari ini adalah hari pertama Putri kembali bekerja setelah insiden pemecatannya dibatalkan menyusul pulihnya keuangan rumah sakit.

​Begitu Mike membuka pintu ruang ganti perawat, Putri langsung menyambutnya dengan senyuman manis dan mata berbinar-binar.

​"Mike...!" sapa Putri riang, langsung memeluk lengan Mike manja.

"Aku seneng banget akhirnya bisa balik kerja lagi di sini. Makasih banyak ya, kamu udah berjuang buat aku."

​Mike tersenyum tipis, mengusap puncak kepala Putri.

"Sama-sama, Put. Yang penting sekarang kamu fokus kerja lagi dan jangan bikin masalah."

​"Iya, tenang saja!" janji Putri manis.

​Namun, di balik senyuman lebarnya, bola mata Putri melirik sinis ke arah koridor luar jendela.

Saat melihat beberapa perawat senior lewat dan berbisik-bisik memandangnya dengan tatapan tidak suka, senyuman Putri mendadak kaku.

Rasa dendam kesumat pada Sindi yang telah mempermalukannya di rumah kemarin kembali membara di dalam hatinya.

​"Mike..." panggil Putri dengan nada suara yang sengaja dilembutkan, memasang wajah sedih. "Soal kejadian di rumah kamu kemarin... aku jujur masih syok banget. Sindi benar-benar galak dan jahat banget sama aku..."

​Mike menghela napas panjang, merasa tidak enak hati pada Putri.

"Sudahlah, Put. Jangan dipikirkan lagi. Anggap saja angin lalu."

​"Tapi aku takut, Mike..." isak Putri pura-pura menangis, menempelkan kepalanya di dada Mike.

"Bagaimana kalau suatu hari nanti dia benar-benar mencelakai aku? Kenapa kamu nggak ceraikan saja dia dan nikahi aku?"

​Mendengar kata 'cerai' keluar dari mulut Putri, Mike tertegun sejenak. Ia memang membenci Sindi dan tidak mencintai wanita itu, namun entah kenapa, saat bayangan untuk menceraikan Sindi melintas di kepalanya, ada rasa aneh yang menolak di dalam dadanya.

Bayangan tatapan mata tajam Sindi malam tadi saat ledakan terjadi kembali berputar di kepalanya.

​Sebelum Mike sempat menjawab pertanyaan Putri...

​Tiba-tiba, pintu ruang perawat diketuk keras dari luar. Seorang perawat junior masuk dengan napas terengah-engah dan wajah pucat pasi.

​"Dokter Mike! Gawat!" lapor perawat itu panik.

​Mike melepaskan pelukan Putri, menoleh tajam. "Ada apa lagi?!"

​"Pihak kepolisian baru saja datang ke lobi lantai utama!" seru perawat itu gemetaran.

"Mereka membawa surat penangkapan resmi... atas nama perawat Putri Adisti!"

​Mata Putri membelalak lebar, wajahnya mendadak sepucat kertas tak berdarah.

​Bersambung....

1
Muft Smoker
uluuuluuu ,, kalo liat kalian begini kn damai rasa ny ,, awas aj kalo ulet bulu nyusul ke situ ,, 😒😒😒

hmmm ad kemungkinan klo putri anggota klan red dragon gx sih ,, yg nyamar buat deketin mike🤔🤔🤔🤭🤭🤭😁😁
Naelong: 😄😄 nantikan ceritanya ya kak🤭
total 1 replies
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
makin seruu cerita ny ,,
Muft Smoker: sama2 kak ,,
total 2 replies
Muft Smoker
kalo begini trus cepat atau lambat Mike bakal tau siapa sindii sbnernya ,,
Muft Smoker
wah siapa nih yg cium sindii ,,
bibir ny minta di kepang dua ,, 😒😒😒
Muft Smoker: oooaalaaaa salah sangka saya🤭🤭🤭🤭🤭🫣🫣🫣
total 2 replies
Muft Smoker
aduuuuh ini ulet bulu. ad dmn2 yx ,,
Muft Smoker
eeeh Dy lupa diri kayaknya ,, tu Mike yg nempel kayak bekantan siapa Mike ,, 😒😒😒😒
Muft Smoker
hati2 km putri mungkin saat ini km msh bisa lolos ,, tp nnti gx tau deh ,, 😒😒😒😒
Muft Smoker
nah looo🤭🤭🤭
Naelong: makasi kak sudah mau baca ceritaku😍🙏🙏, sehat sehat slalu
total 1 replies
Naelong
makasi kaka, sudah mampir.🙏
Muft Smoker
ad yg main2 ma sindii ,,
gx Mike gx musuh ny ,, ad aj yg cari gara2 ,,
duuuh sindii ,, segera berantas semua musuh mu ,,
yumi chan: pusing aku thor ..kpn mike sdr karna di bdhi..dn kpn sindi pergi mninglkn mike agr dia sdr..
total 3 replies
YuWie
malah bingung sendiri sama strategi sindi yg katanya mafia..nyingkirin kroco puyri dan ngasih pelajaran mike aja..jalannya muter2 gak jelas.
niaww: mampir cerita aku kak🥰🙏
total 1 replies
Muft Smoker
situ main2 trus ma Sindi sih mike ,, bela trus wanita mu tu ,, kalo udh tau kebenaran ny ,, jgn menyesal km ,,
Muft Smoker
si putrii dg gx tau maluu ny ,, dtg k tempat tinggal mike dn sindii ,, berasa Kya Dy yg jd nyonya ,, pas ke pergok sang nyonya asli ,, lngsung ciut nyali ny🤭🤭🤭😏😏😏
Muft Smoker
wah teka teki ap lgi ini ,,
Muft Smoker
sypa lgii ni ,, ap suruhan si putri tidur lgi????
Muft Smoker: ok kak ,, makin penasaran tiap bab ny kak
total 2 replies
Muft Smoker
km berharap Sindi bakal ke distrak liat km pulang ,, boleh aj berharap tp dlm mimpi aj yx mike ,, kalo di dunia nyata mh jgn deeh ,, tkut nanti makin maluu Krn gx dapet respon ap2 dr Sindi ,, 😏😏😏🤭🤭🤭
Muft Smoker: 🤭🤭🤭😁😁😁😁
total 2 replies
Muft Smoker
anda terus2an mencari masalah mike ,, nanti kalo udh kena batu ny ,, baru tau rasa km ,, greget banget ma mike ,,
Muft Smoker
mulai cari perhatian niih tanpa anda sadari mike ,, /Shy//Shy//Shy//Shy/
Muft Smoker
lanjuuut kak
Renjana
benarkah Mike bakal nepatin janjinya?
Naelong: 🤭🤭🤭.. dan makasi udah mampir kak, semoga suka ceritanya😍. jangan lupa likenya🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!