NovelToon NovelToon
Babu Yang Dicintai

Babu Yang Dicintai

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami / Bad Boy
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Alia Chans

“Dia cuma budak. Dia harus ngerasain gimana susahnya hidup kalau nggak nurut sama gue.”~Reja Alfarizi Bagaskara

Celin Amara Kusuma tak pernah menyangka utang ayahnya akan menyeretnya ke dalam keluarga Bagaskara—bahkan membuat hidupnya terikat pada Reja, pemuda arogan yang menganggapnya hanya sebagai jaminan.

“Nggak akan ada cinta di sini, Celin. Cuma ada gue sebagai tuan lo.”

Bagi Reja, Celin adalah hukuman atas kebebasan yang dirampas ayahnya. Namun semakin ia berusaha menghancurkan gadis itu, semakin sulit ia mengabaikan keberanian dan keteguhan Celin.

Ketika kebencian perlahan berubah menjadi rasa yang tak bisa dijelaskan, siapa sebenarnya yang akan menjadi babu dari perasaan mereka sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alia Chans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Celin perlahan mengangkat wajahnya. Matanya yang berkaca-kaca menatap Rian, bukan dengan rasa takut, melainkan dengan kekecewaan yang mendalam.

Ia mengusap sudut bibirnya yang sedikit berdarah dengan punggung tangannya yang masih terbalut kasa.

"Segitu aja, Ri?" tanya Celin dengan suara yang sangat pelan namun sangat tajam.

"Tamparan lo nggak sesakit kenyataan kalau lo bener-bener jadi pengecut yang cuma bisa main tangan saat kalah argumen."

Rian terdiam, tangannya yang tadi menampar kini gemetar hebat. Ia menoleh ke arah Kirei yang menatapnya dengan pandangan jijik, lalu ke arah Reja yang hanya menonton dengan senyum iblisnya.

"Gue... gue nggak bermaksud..." gumam Rian gagap, namun kemarahan kembali menguasainya saat ia melihat Reja menepuk bahunya dengan bangga.

"Jangan minta maaf, Ri. Dia pant es dapetin itu, kan?" hasut Reja, suaranya seperti bisikan setan tepat di telinga Rian.

Reja lalu menoleh ke arah kerumunan siswa yang masih menonton. "Apa liat-liat?! Masuk kelas!" bentaknya, membuat semua orang bubar dalam sekejap.

Reja mendekati telinga Celin, berbisik sebelum melangkah pergi meninggalkan koridor. "Selamat, Li. Sekarang bukan cuma tangan lo yang luka, tapi semua orang tau betapa rendahnya lo sampai Rian pun muak. Gue bener-bener suka permainan ini."

Celin berdiri sendirian di koridor yang mulai sepi. Kirei berlari mendekat, mencoba memegang bahu Celin, namun Celin menghindar.

Ia tidak ingin dikasihani. Dengan pipi yang masih terasa panas dan hati yang remuk, Celin berjalan menuju kelas. Ia menyadari satu hal di sekolah ini, dia benar-benar sudah menjadi musuh publik nomor satu, persis seperti yang direncanakan Reja.

---

Kirei menutup pintu gudang dengan rapat, memastikan tidak ada telinga yang menguping di balik celah kayu yang rapuh itu. Suasana mendadak sunyi, hanya menyisakan suara napas Kirei yang memburu dan isak tangis tertahan dari Celin.

"Celin, jujur sama gue. Kenapa Rian bisa sejahat itu?" tanya Kirei dengan suara gemetar. Ia memegang kedua bahu Celin, memaksa sahabatnya itu untuk menatap matanya.

"Rian yang gue kenal nggak mungkin main tangan. Apa yang lo omongin sampai dia nekat nampar lo di depan semua orang?"

Celin mengusap pipinya yang masih berdenyut panas. Ia menatap Kirei dengan pandangan kosong, lalu perlahan mulai membuka suara yang terdengar parau.

"Gue... gue baru aja hancurin hidupnya, Rei," bisik Celin.

Kirei mengerutkan kening, bingung. "Hancurin hidup gimana? Lo partner olimpiadenya, Li. Lo orang yang paling dia percaya setelah gue."

Celin menarik napas panjang, mencoba menstabilkan suaranya. "Semalam, ada makan malam formal di rumah Adrian. Ayahnya Rian, Pak Gunawan, datang buat minta bantuan investasi karena perusahaan mereka di ambang kebangkrutan. Reja... Reja maksa gue buat periksa laporan keuangan mereka."

"Terus?" Kirei mendesak, jantungnya berdegup kencang.

"Gue nemuin kecurangan, Rei. Ada utang puluhan miliar yang mereka tutup-tupi. Reja nyuruh gue bongkar semuanya di depan Adrian semalam. Dan gue... gue lakuin itu. Gue telanjangi kebohongan keluarga Rian di depan semua orang." Celin menunduk, air matanya jatuh ke lantai gudang yang berdebu.

"Gara-gara omongan gue, Adrian batalin kerja sama dan bakal tuntut keluarga Rian. Mereka habis, Rei. Mereka bangkrut karena gue."

Kirei mundur selangkah, tangannya lemas dan jatuh di samping tubuhnya. Ia teringat betapa Rian sangat mencintai keluarganya. Penjelasan itu seperti kepingan puzzle yang akhirnya menyatu; rasa kecewa Rian bukan karena masalah sepele, tapi karena pengkhianatan yang menghancurkan masa depannya.

"Tapi kenapa, Li? Kenapa lo tega?" tanya Kirei dengan nada terluka. Ada sedikit rasa pedih di hatinya, mengingat ia sangat menyukai Rian. "Lo tau kan Rian selalu baik sama lo?"

"Karena kalau gue nggak lakuin itu, Reja bakal hancurin lo!" suara Celin naik satu oktav, penuh keputusasaan. "Reja tau gue deket sama lo. Dia ngancem bakal bikin cafe tante lo tutup dan bikin lo dikeluarin dari sekolah ini. Gue nggak punya pilihan, Rei! Gue harus pilih antara hancurin Rian atau hancurin lo."

Kirei membeku. Rasa marah yang tadi sempat muncul di hatinya untuk Celin seketika lenyap, berganti dengan rasa bersalah yang luar biasa.

Sahabatnya baru saja mengorbankan hubungannya dengan Rian—pria yang diam-diam Celin kagumi juga—demi melindungi dirinya.

Kirei kembali mendekat, kali ini ia memeluk Celin dengan sangat erat. Isak tangis keduanya pecah di dalam gudang yang gelap itu.

"Maafin gue, Li... Gue nggak tau kalau selama ini lo nanggung beban seberat ini sendirian," bisik Kirei di sela tangisnya.

Kirei melepaskan pelukannya dan menatap wajah Celin yang merah karena tamparan. Ia mengambil tisu dari sakunya dan membersihkan sudut bibir Celin yang sedikit berdarah.

"Dengerin gue. Gue nggak peduli sesuka apa gue sama Rian dulu. Tapi setelah apa yang dia lakuin tadi... setelah dia berani nampar lo, gue nggak akan pernah bisa liat dia dengan cara yang sama lagi," ucap Kirei tegas. "Dia mungkin korban dari keadaan, tapi dia nggak berhak kasar sama lo."

"Tapi Rei, dia bakal benci banget sama gue..."

"Biarin dia benci. Gue bakal tetep di sini," Kirei menggenggam tangan Celin yang terbalut kasa.

"Mulai sekarang, kita nggak butuh mereka. Kalau Reja mau main-main, dia harus hadepin kita berdua. Gue bakal jadi perisai lo, Li. Persahabatan kita jauh lebih mahal daripada perasaan gue ke Rian."

---

Suasana di basecamp sebuah bangunan tua di belakang kompleks perumahan yang mereka sulap jadi tempat tongkrongan terasa lebih gerah dari biasanya. Aroma kopi instan dan asap rokok memenuhi ruangan yang penuh dengan sofa-sofa bekas dan meja biliar itu.

Rian tidak ada di sana. Sejak kejadian tamparan di koridor dan urusan keluarganya yang di ambang kehancuran, kursi favorit Rian di pojok ruangan itu kosong melompong.

Reja duduk menyandar di sofa kulit yang sudah, kakinya diangkat ke atas meja kayu. Reja menyalakan rokoknya mengembuskan asapnya perlahan ke udara. Di depannya, Deo dan Kateo menatapnya dengan intensitas yang lebih tinggi daripada saat mereka menunggu hasil taruhan bola.

"Rej, mumpung si Rian nggak ada karena urusan darurat bokapnya... jelasin ke kita sekarang. Sumpah, otak gue mau meledak mikirin kejadian tadi," buka Deo sambil melempar stik biliar ke atas meja.

"Si Rian yang kalem bisa nampar cewek, dan lo... lo cuma nonton sambil senyum-senyum jahat."

Kateo yang sedang sibuk mengunyah keripik singkong langsung tersedak. "Iya, Rej! Terus tadi apa-apa an lo rangkul-rangkul si Celin di depan Rian? Lo mau pamer kalau lo udah dapet mainan baru atau gimana?"

Reja mengembuskan napas panjang, lalu menatap kedua sahabatnya itu dengan sorot mata yang sulit ditebak. "Mainan? Gue rasa lebih dari itu."

Reja menjeda sejenak, membuat suasana di basecamp itu mendadak sunyi. "Celin itu istri gue. Kita udah nikah sebulan yang lalu."

KRAKK!

Kateo yang sedang menggigit keripik singkong langsung mematung. Potongan keripik itu jatuh dari mulutnya tepat ke atas sepatunya sendiri.

Bersambung...

1
Nelson Sihombing
semangat celin
araaself
lanjutttt
Alia Chans: siap kak🔥🔥
total 1 replies
Nelson Sihombing
cerita yang seru lagi nih....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!