menceritakan perjalanan hubungan rumit antara Nadin, William (kakak iparnya), dan Jason (sahabatnya di Belanda), serta pengungkapan identitas ganda Nadin yang mengejutkan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Smarrr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 30
"*Gak Kak, Aku sudah gak punya rasa apa pun, kecuali rasa hormat ku karena kamu adalah Kakak Ipar ku" ucap Nadin menunduk*
*"Kamu bohong Baby, Aku masih bisa merasakan setiap tatapan mu pada ku adalah tatapan kerinduan" ucap William yakin*
*"Kak, maaf tapi Aku harus kembali ke Apartemen, Aku takut Mami mencari ku" sahut Nadin yang langsung pergi dan itu membuat William terdiam menatap kepergian Adik Ipar nya tersebut*
*"Di mana William?" tanya Mami saat melihat Nadin kembali seorang diri ke Apartemen nya*
*"Mungkin masih di luar Mi, sebentar lagi dia juga pulang" ucap Nadin yang langsung masuk ke kamar nya sendiri saat ini, karena dia merasakan sangat begitu lelah*
Malam Hari nya
Ddrrtt...ddrrtt...ddrttt..
*"Halo" ucap Nadin*
*"Selamat Malam Nona Nadin, Saya dari Petugas yang berwajib, ingin menyampaikan kalau Tuan William, kekasih Anda saat ini sedang berada di Rumah Sakit, dia baru saja mengalami kecelakaan lalu lintas dan sekarang terbaring koma di Intensive Care Unit (ICU), jadi Saya minta kalau bisa Anda datang ke sini" ucap Pria tersebut*
*"Baik, Saya akan ke sana" sahut Nadin yang langsung mengambil jaket dan tas nya, kemudian langsung bergegas pergi ke Rumah Sakit yang di beritahu petugas tersebut*
*Sesampainya di Rumah Sakit, Nadin langsung menemui petugas yang berwajib yang menunggu nya di depan pintu Ruangan ICU*
*"Selamat malam Tuan, Saya Nadin, Saya yang di telpon Tuan tadi" ucap Nadin memperkenalkan diri*
*"Begini Nona Nadin, Tuan William mengalami kecelakaan tunggal di jalan XX, mobil dia menabrak pohon dalam keadaan tak sadar saat baru saja keluar dari sebuah Club di jalan XX" ucap Pria tersebut*
*"Jadi tidak ada korban selain William?" tanya Nadin*
*"Ya Nona, benar sekali, Kami akan menunggu hingga Pasien sadar, baru Kami akan menanyakan kejadian sebenar nya" ucap Petugas tersebut*
*"Baik, nanti kalau sudah sadar, Saya akan langsung menghubungi Anda" ucap Nadin sopan*
*"Ini Hp dan barang penting lainnya" ucap Petugas tersebut*
*Kemudian Nadin melihat Hp William yang tak sengaja menyala karena ada notifikasi dari Sekretarisnya di Indonesia*
*Nadin langsung membuka Hp tersebut dan mengecek nama panggilan yang petugas berwajib tadi menelpon nya, ternyata William memberikan nama nya di telepon dengan sebutan kekasih tercinta*
*Pantas Aku di telpon begitu oleh Petugas tadi, ternyata William memang menamai ku begitu*
*Nadin yang masih penasaran dengan Handphone Kakak Ipar nya tersebut, mulai membuka galeri Hp nya dan ketika membuka nya, Nadin terperangah dan terkejut secara bersamaan karena ternyata isi galeri nya berisi foto-foto dan video tentang dia semua, mulai dari awal mereka bersama hingga kejadian sebelum Nadin memutuskan pergi beberapa bulan lalu*
*Astaga...jadi benar kalau dia sangat mencintaiku dan tak ada hubungan apa pun dengan Stevanie..*
*Tak lama salah satu Perawat menghampiri Nadin di kursi saat ini*
*"Anda keluarga Tuan William?" tanya Perawat dengan nada sopan*
*"Ya, Saya keluarga nya" ucap Nadin*
*"Pasien sudah sadar, dia mencari wanita bernama Nadin, apa Anda bisa menghubungi nya?" tanya Perawat tersebut*
*"Saya yang bernama Nadin" ucap Nadin*
*"Oh kebetulan sekali, ayo ikut saya masuk, pasien mencari Anda sejak tadi" ucap Perawat itu tersenyum dan Nadin hanya mengangguk pelan*
Sesampainya di tempat tidur William, Nadin tanpa sadar mengeluarkan air mata nya menatap William yang saat ini Kaki nya di balut kain, karena adanya luka di sana, terus Nadin melihat ada bengkak di sekitar tangan dan wajah William saat ini
*"Baby, kemana aja? Aku menunggu mu sejak tadi" ucap William pelan namun sangat manja*
*"Kakak kenapa? Kok bisa kayak gini?" tanya Nadin yang langsung menghampiri William dan mengelvs pipi di bagian yang tak bengkak*
*"Kakak sempat ma\*uk tadi, gara-gara kamu marah saat Kakak gak datang menjemput mu di Kampus, jadi karena Kakak pusing, maka nya Kakak ke Club, sekalinya pas Kakak pulang, Kepala Kakak tiba-tiba pusing dan nabrak deh" cerita William*
*"Aku telpon Kak Stevanie dulu ya, biar dia nyusul ke sini" ucap Nadin*
*"Gak mau Baby, Stevanie kan lagi di Luar Negeri, jadi Kakak mau nya sama kamu aja, gak mau sama Stevanie" ucap William*
*Apa William hilang ingatan ya, kok dia ingatnya kejadian beberapa bulan yang lalu sama Aku*
*"Apa Kakak tau ini bulan berapa?" tanya Nadin penasaran*
*"Bulan Januari, Baby, ada apa sih?" tanya William*
*"Apa Kakak tau kita sekarang berada di mana?" tanya Nadin lagi*
*"Di Rumah Sakit" sahut William*
*"Maksud Aku, kita berada di Negara mana Kak?" tanya Nadin lembut*
. "Ya di Indonesia lah, mau di mana lagi Baby, kan kita tinggal di Apartemen dekat Kampus mu itu, masa lupa" ucap William
*"Oh iya Kak" sahut Nadin mengalah, dia tak ingin memperburuk keadaan William saat ini*
*"Baby, duduk di sini, Kakak kangen tau" manja William*
*"Ya Kak, oh ya tadi kata Perawat, Kakak belum minum obat, minum sekarang ya, biar Kakak cepat sembuh dan kita bisa pulang dari Rumah Sakit" ucap Nadin dan William mengangguk pelan*
*Tak lama setelah William meminum obat nya, dia mulai tertidur pulas dan Nadin bisa menghampiri Perawat yang berjaga saat ini*
*"Nona, kapan Dokter yang memeriksa Kakak saya datang ya?" tanya Nadin*
*"Besok Pagi Nona Nadin, apa ada keluhan Pasien?" tanya Perawat*
*"Iya, Kak William lupa tempat dan tanggal, dia mengingat jika ini masih bulan Januari dan Kami memang saat di bulan Januari itu ada di Indonesia, jadi dia ingat nya sekarang di Indonesia, Nona" cerita Nadin*
*"Oh begitu, baik nanti saya akan laporkan pada Dokter bagian khusus yang menangani Tuan William, apa Pasien sudah minum obat nya?" tanya Perawat*
*"Sudah Nona, sekarang dia tidur, Saya tinggal duduk ke depan ya, kalau ada apa-apa panggil aja" ucap Nadin*
*"Baik Nona Nadin" sahut Perawat tersebut*
*Saat Nadin berada di luar, Nadin mulai menelpon Stevanie*
*"Halo Din, ada apa?" tanya Stevanie dengan suara serak nya di seberang sana*
*"Kak, bangun dulu, ada hal penting yang harus Kakak tau, buka dulu mata nya" ucap Nadin*
*"Heem, Ada apa Din? Kakak udah buka mata nih" sahut Stevanie*
*"Kak, sekarang Aku ada di Rumah sakit, Kak William kecelakaan, sekarang ada di Ruang ICU" cerita Nadin*
*"Apa? William kecelakaan?" tanya Stevanie tak percaya*
*"Iya, tadi ada petugas berwajib yang telpon Aku, terus Aku ke sini dan ternyata benar, kalau Kak William kecelakaan, dia nabrak pohon setelah tak sadarkan diri keluar dari Club, Kak" ucap Nadin*
*"Astaga, bener-bener William, terus gimana Din, Apa Aku harus ke sana? Atau gimana?" tanya Stevanie bingung sekaligus panik*
pertama novel "SENTUHAN KAKA IPAR" Novel ini akan diperbarui secara berkala di aplikasi ini. Aku Post bab baru setiap malem jam 12 malem ya. Selamat datang di halaman
tolong berikan dukungan kalian dengan cara memasukkan novel ini ke dalam rak buku(library), memberikan tanda suka (like), dan membagikan komentar hangat kalian! SetSetiap komentar dan dukungan dari kalian adalah kekuatan terbesar bagi saya untuk terus melanjutkan kisah ini sampai tuntas
tolong berikan dukungan kalian dengan cara memasukkan novel ini ke dalam rak buku(library), memberikan tanda suka (like), dan membagikan komentar hangat kalian! SetSetiap komentar dan dukungan dari kalian adalah kekuatan terbesar bagi saya untuk terus melanjutkan kisah ini sampai tuntas