NovelToon NovelToon
Suami Darurat: Sahabat Sendiri!

Suami Darurat: Sahabat Sendiri!

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

​"Kalau umur 30 gue belum nikah, lo wajib nikahin gue, Ka!"
​Janji konyol lima tahun lalu kini jadi bumerang untuk Nadira. Sisa waktunya tinggal menghitung hari, tapi semua perburuannya mencari pacar selalu berujung tragis—ditipu hingga nyaris jadi selingkuhan!
​Di sisi lain, ada Askara. Sahabat sejak kecil yang tampan dan mapan. Askara sengaja menolak ratusan wanita demi menanti hari ini tiba. Bagi Askara, janji umur 30 bukanlah lelucon, tapi strategi untuk memiliki Nadira seutuhnya.
​Waktu habis, Askara pun menagih janji! Nadira yang gengsi setengah mati terpaksa menikah dengan sahabat yang tahu semua kebiasaan buruknya.
​Mampukah Nadira bertahan saat Askara mulai membongkar batas friendzone dan menagih haknya sebagai suami?
​Gengsi tingkat tinggi VS Cinta tulus sahabat sendiri. Siapa yang bakal menyerah duluan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5: Ciuman Pertama dan Gigitan Pelampiasan

​Keheningan di dalam mobil terasa begitu mencekik setelah pengakuan jujur Askara. Nadira masih mematung, menatap pria di hadapannya dengan tatapan tidak percaya, sementara napas Askara terdengar memburu. Emosi yang ditahannya selama bertahun-tahun—bercampur rasa cemburu, gemas, dan kekesalan melihat Nadira nyaris dimanfaatkan pria hidung belang lagi—akhirnya meluap melewai batas kesabarannya.

​Tanpa peringatan, Askara memajukan tubuhnya. Tangan kanannya bergerak cepat menangkup tengkuk Nadira, menarik wajah wanita itu mendekat secara instan.

​Muuuph!

​Nadira membelalak sempurna saat bibir hangat Askara menempel paksa di atas bibirnya. Bukan sekadar tempelan pelan, melainkan sebuah ciuman yang menuntut, dalam, dan sarat akan emosi yang menumpuk sekian lama.

​Dunia Nadira seolah meledak seketika. Tubuhnya membeku satu detik sebelum panik menguasainya. Kedua tangannya meraba-raba dada bidang Askara, mendorongnya kuat-kuat.

​"Mmph! As-ska! Lepas!" teriak Nadira teredam di sela-sela ciuman itu.

​Askara baru melepaskan kuncian bibirnya saat merasakan dorongan panik Nadira. Pria itu menarik wajahnya mundur beberapa sentimeter, napasnya naik turun.

​PLAK!

​Suara tamparan nyaring bergema di dalam kabin mobil yang tertutup rapat. Kepala Askara sedikit terteleng ke samping.

​"LO GILA YA, ASKARA?!" jerit Nadira histeris. Air mata yang baru saja mengering kini kembali menetes deras membasahi pipinya. Tangannya gemetar hebat, menutupi bibirnya yang terasa panas dan basah.

​Askara perlahan mengusap sudut bibirnya yang agak memerah. Bukannya marah, matanya justru menatap Nadira dengan tatapan sulit diartikan.

​"Kenapa lo cium gue paksa, hah?!" bentak Nadira sambil terisak keras. "Lo jahat banget! Lo... lo baru aja ngambil ciuman pertama gue, tahu gak?!"

​Askara mengernyitkan dahi. Ia menoleh penuh, menatap Nadira dengan raut wajah heran bercampur geli. "Ciuman pertama?"

​"IYA! CIUMAN PERTAMA GUE, BANGSAT!" jerit Nadira makin melengking. "Selama ini gue pacaran sama cowok lain gak pernah sampai ciuman bibir! Gue jaga itu semua buat suami gue kelak! Tapi lo... lo malah main nyelonong ambil gitu aja!"

​Tangis Nadira makin pecah. Tanpa aba-aba, ia memukuli dada dan bahu Askara menggunakan kedua kepalan tangannya yang lemah. Askara hanya diam, membiarkan tubuhnya dijadikan sasaran empuk pelampiasan emosi wanita itu.

​"Gue benci sama lo! Gue benci!" omel Nadira di sela tangisnya. "Lo mesum! Penjahat kelamin! Otak lo tuh mesum banget!"

​Askara menahan tawa yang hampir meledak di tenggorokannya. Mendengar kata 'penjahat kelamin' keluar dari mulut wanita 30 tahun yang kepalanya masih sangat polos itu benar-benar mengocok perutnya.

​"Nad, pelan-pelan—"

​"Gak mau!" Nadira menarik tangan kanan Askara yang terulur, lalu tanpa ragu membuka mulutnya lebar-lebar dan menancapkan giginya kuat-kuat di punggung tangan pria itu.

​NGAAP!

​"Agh! Nadira, lepas!" meringis Askara, meringis pelan walau ia tidak benar-benar menarik tangannya secara kasar karena takut melukai gigi Nadira. "Sakit, Nad! Lo dinosaurus apa gimana sih?"

​Nadira baru melepaskan gigitannya setelah merasakan rasa asin di lidahnya. Di punggung tangan Askara kini tercetak bekas gigitan merah yang cukup dalam berbentuk lengkungan gigi rapi.

​"Biarin! Rasain lo!" seru Nadira dengan napas terengah-engah, hidungnya memerah dan matanya sembap. "Gue bakal laporin lo ke Papa sama Mama! Gue juga bakal laporin ke Om Alan sama Tante Iliana!"

​"Laporin apa?" tanya Askara santai sambil mengusap bekas gigitan di tangannya.

​"Gue bakal dibilang kalau anak tunggal Pradipta Group itu penjahat seksual! Lo udah pelecehan sama gue! Biar Tante Iliana coret lo dari silsilah keluarga!" ancam Nadira dengan wajah bersungut-sungut, sangat yakin ancamannya mematikan.

​Askara terkekeh pelan. Ia menyandarkan punggungnya ke kursi pengemudi, menatap Nadira yang sedang mengusap air matanya kasar menggunakan lengan gaun.

​"Laporin aja," sahut Askara santai. "Nyokap gue malah makin seneng. Beliau pasti langsung nyiapin penghulu besok pagi gara-gara anaknya udah 'nyentuh' lo."

​Nadira melotot, skenario di kepalanya mendadak berantakan. "L-lo... lo gak ada rasa bersalahnya banget ya?!"

​"Lagian, sejak kapan itu jadi ciuman pertama lo?" tanya Askara dengan nada mengejek yang sangat halus.

​"Ya emang ciuman pertama gue! Lo pikir gue cewek apaan?!"

​"Nadira Ruella," Askara memajukan tubuhnya sedikit, memiringkan kepala. "Lo lupa apa amnesia? Waktu kita umur delapan tahun di taman kompleks, pas ada anak cewek sebelah rumah nyodorin cokelat ke gue, siapa yang tiba-tiba narik baju gue terus nyium bibir gue di depan orang banyak?"

​Wajah Nadira mendadak membeku. Deg!

​"T-itu... itu kan waktu kecil!" gagap Nadira, ingatan masa kecilnya yang sangat ingin ia kubur dalam-dalam mendadak berputar kembali.

​"Tetep aja hitungannya ciuman," kata Askara terkekeh. "Terus waktu kita SMP kelas dua? Pas gue diincer sama kakak kelas anak pemandu sorak? Lo pura-pura jatuh, terus pas gue tolongin, lo malah nyium pipi sama sudut bibir gue sambil teriak 'Askara punya gue!' ke kakak kelas itu. Lo lupa?"

​"ASKARA! ITU DULU! GUE MASIH BOCAH!" jerit Nadira dengan wajah yang kini merah padam sampai ke leher, bukan karena marah lagi, tapi karena malu setengah mati.

​"Jadi yang nyium duluan dari dulu itu siapa, Nad?" goda Askara, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman miring yang sangat tampan namun menyebalkan bagi Nadira. "Gue cuma mengambil hak yang udah lo klaim dari zaman bocah."

​"Gue gak pernah klaim lo!" bantah Nadira keras kepala, merapatkan tubuhnya ke pintu mobil, menjauh dari Askara. "Pokoknya lo mesum! Titik! Jangan deket-deket gue!"

​Askara menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah polos dan konyol wanita di sampingnya ini. Di balik penampilan dewasanya sebagai wanita karier, Nadira dalam urusan percintaan benar-benar masih seperti remaja yang gampang panik dan menggebu-gebu. Dan hal itulah yang membuat Askara tidak pernah bisa berpaling ke wanita lain.

​Askara merogoh kotak tisu, mengambil beberapa lembar lalu mengulurkannya pada Nadira.

​"Nih, usap ingus lo. Belepotan tuh," kata Askara pelan.

​"Gak sudi pake tisu dari lo!" cetus Nadira, tapi tangannya tetap menyambar tisu itu dengan kasar dan membersihkan wajahnya.

​Askara tidak meladeni ketusnya. Ia justru menyalakan kembali mesin mobil.

​"Kita mau ke mana?" tanya Nadira curiga saat mobil mulai bergerak melaju. "Gue mau balik ke kantor!"

​"Gak usah balik kantor. Muka lo udah kayak kepiting rebus gitu mau ditonton anak buah lo?" sahut Askara tenang. "Gue anter lo pulang ke rumah."

​"Gak mau! Gue belum selesai kerja!"

​"Proyek lo udah aman, Nad. Kan udah gue urus," balas Askara santai tanpa beban.

​Nadira menoleh tajam. "Oh iya! Soal uang lima miliar itu! Maksud lo apa sih pake nyuntik-nyuntik dana segala?! Lo mau pamer kalau lo kaya? Mau bikin gue berutang budi sama lo?!"

​Askara menghela napas panjang, menghentikan mobilnya di lampu merah. Ia menoleh menatap Nadira dengan tatapan teduh, tidak ada lagi nada godaan di suaranya.

​"Gue cuma gak mau liat lo stres, Nad," ujar Askara tulus. "Gue tahu lo udah kerja keras semalaman buat draf proyek itu. Tapi klien lo berbelit-belit dan bikin lo nangis kemarin lusa. Gue punya uang, gue punya akses. Kenapa gue gak boleh bantu cewek yang gue sayang?"

​Kata 'sayang' yang diucapkan Askara dengan begitu alami dan tanpa beban membuat tenggorokan Nadira mendadak tercekat. Lidahnya yang tadinya sangat tajam seperti kehilangan fungsi.

​Nadira memalingkan wajahnya ke arah kaca jendela luar, tidak berani menatap mata Askara lagi. Jantungnya berdebar sangat kencang, memukul dadanya tanpa ampun.

​"Sok tahu..." gumam Nadira sangat pelan, hampir tak terdengar.

​Askara tersenyum tipis melihat reaksi mengalah dari sahabatnya itu. Ia mengulurkan tangan kirinya, mengusap puncak kepala Nadira dengan lembut.

​"Nanti sampai rumah, kompres tangan lo. Tangan lo yang pasti pegal habis nampar muka gue tuh ampe merah" kata Askara pelan.

​Nadira tidak menjawab, tidak juga menepis tangan Askara dari kepalanya. Ia hanya diam, membiarkan kehangatan jemari pria itu menjalar ke seluruh tubuhnya, meruntuhkan sisa-sisa tembok gengsi yang bertahun-tahun ia pertahankan.

1
Azizah az
ikutan disini Thor ☺️🤗
Fitra Sari
lanjut lagi KK 🙏🥰
N07
New reader nie Thor. Suka sama gaya berceritanya, susunan kata & tanda baca juga rapi jadi enak bacanya. Semoga ceritanya juga menarik sampe ending ga bertele2.
mak mak doyan novel
nah gini kan adem.. g ada gengsi yg tinggi lgi
mak mak doyan novel
ini mah calon suami idaman
mak mak doyan novel
udah ya nad gengsinya.. semua dukung kmu sama aska
Fitra Sari
lanjut KK sampe halal 🥰
Ariska Kamisa: terimakasih kak🙏🙏
aku jadi semangat nih...
total 1 replies
umie chaby_ba
lanjut thor
umie chaby_ba
ceritanya ringan, dan bagus...
semangat terus thor...
/Heart/
Ariska Kamisa: terimakasih banyak ya kakak♥️
total 1 replies
English Lesson
Bagus👍🏻👍🏻
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
waduh... askara serem juga...
umie chaby_ba
lah aska mah lemah banget ngambek bentaran doang... 🤣
umie chaby_ba
hayo loh ...
umie chaby_ba
nadira ngeselin ih... malah cerita lagi udah tahu suasananya lagi ga beres malah cerita
mak mak doyan novel: setuju..
ngeselin bgt dia
total 1 replies
umie chaby_ba
nah kan... bukan orang biasa aja yang ujug-ujug dateng. pasti ada maksud terselubung 🤭
umie chaby_ba
mode protektif nih🤭
umie chaby_ba
dih... bisa aja brondong... bahaya banget nih... nanti nadira tergoda lagi, kesempatan banget buat nadira malah ini mah...🤭
Ariska Kamisa: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
umie chaby_ba
kagak inget umur banget si nad sumpah 30 tahun masih begitu, askara lo sabarnya kebangetan ini mah !!!
umie chaby_ba
sumpah nadia ini ngeselin! main nuduh penjahat kelamin lagi🤣🤣🤣🤣
umie chaby_ba
nah loh... kan bader banget lo nad udah tua geh🤭🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!