NovelToon NovelToon
Dewa Kuno Terakhir

Dewa Kuno Terakhir

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi / Sistem
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: elz.

Zaman baru di mulai setelah perang langit besar berakhir. Memusnahkan dua ras terkuat di tiga dunia , darah para dewa dan iblis mengotori dunia manusia. Di tengah tengah badai petir merah dan hujan darah , suara Isak tangis anak kecil pecah di antara puing puing patung dewa yang kepalanya telah patah. Ia bernama Shen Yan , membawa kekuatan kuno mata dewa yang berbahaya. Desas desus mengatakan "Jika mata dewa terbangun sepenuhnya maka dunia akan di lahirkan kembali atau membawa dunia dalam kehancuran".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elz., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8 : Air Terjun Penempa Hati

Bab 8 : Air Terjun Penempa Hati

________

"Anak ini tidak biasa! Ia bahkan mampu menyerap energi spiritual lebih banyak dari anak lainnya!" batin Ming Yue.

Ia mulai mengamati Shen Yan yang memberi kesan baik di awal pertemuannya.

"Menurut informasi , anak ini hanya memiliki bakat bawaan tingkat bumi! Apakah kristal ungu salah menilainya? Dengan kultivasi pemurnian Qi lapisan keenam , cara menyerap energi spiritualnya seperti lubang hitam!" gumam Ming Yue.

Tiga jam berlalu dengan tenang , akhirnya mata Ming Yue terbuka pelan. Ia menyadari ada salah satu murid yang mulai keluar dari Air Terjun Penempa Hati. Murid pertama yang keluar adalah Liu Feng , kemudian satu persatu mulai keluar kecuali Cheng Yuan dan Shen Yan.

Air Terjun Penempa Hati memang kelihatannya nampak seperti tempat meditasi biasa , namun sebenarnya Air Terjun Penempa Hati mampu menilai bakat kultivasi seseorang dengan baik. Semakin lama orang di dalamnya maka bakat kekuatan spiritualnya semakin tinggi , itu karena air yang jatuh dari atasnya bukan air biasa. Melainkan Air Qi Hukum , tidak melukai kulit tapi langsung menembus jiwa.

"Bagus! Kalian yang keluar , istirahatlah dan stabilkan energi spiritual kalian!" ucap Ming Yue.

Setelah sekian lama , Cheng Yuan melesat melewati tirai air dengan cepat. Nafasnya cukup berat , tepat 4 jam ia mampu bertahan di bawah tekanan Air Terjun Penempa Hati. Ia pikir ia adalah yang terakhir keluar , namun saat ia menyapu pandangannya ke arah teman temannya yang duduk di belakang gurunya , ia tak melihat keberadaan Shen Yan.

"Guru , dimana Shen Yan? Apakah dia terluka?" tanya Cheng Yuan panik.

Cheng Yuan khawatir teman barunya masih terlalu muda untuk menanggung siksaan penempaan jiwa.

"Dia masih di dalam!" jawab Ming Yue.

Cheng Yuan tersentak ketika gurunya menunjuk ke arah air terjun saat dirinya mempertanyakan keberadaan Shen Yan.

"Bagaimana mungkin! Guru , jangan jangan dia terluka di dalam dan tak sadarkan diri!"

Mendengar hal itu , Ming Yue tersenyum dan berkata bahwa Shen Yan masih bertahan dalam keadaan baik baik saja , bahkan dirinya merasakan murid barunya sedang menembus lapisan kultivasinya dua tingkat berturut turut.

Sementara itu di dalam tirai air , Shen Yan yang telah menembus pemurnian Qi lapisan ke 8 membuka matanya pelan. Ia sempat melemparkan pandangannya ke kanan dan ke kiri namun tak menemukan siapapun.

"Ahh peningkatan ini terlalu lambat! Sial! Entah kapan aku bisa kembali ke alam dewa jika terus terusan seperti ini!" gumam Shen Yan.

Shen Yan memutuskan keluar dari Air Terjun Penempa Hati melesat melewati tirai air dengan mudah. Momen saat ia keluar ternyata telah di nantikan oleh teman temannya. Semua teman Shen Yan memberi selamat karena rekor Cheng Yuan yang selama ini tak bisa di lewati siapapun akhirnya bisa di patahkan oleh Shen Yan.

"Bagus! Bersihkan dirimu! Guru telah menyiapkan makanan spesial untuk kalian!"

_______

Pukul 7 malam , Ruang pertemuan.

Sebuah meja panjang dari giok putih dan 8 tempat duduk dari kayu cendana hitam nampak tertata rapi di ruangan khusus pertemuan Puncak Meditasi. Berbagai hidangan di sajikan dengan mewah , kejadian seperti ini sangat tidak biasa bagi murid murid Puncak Meditasi.

"Guru , biasanya tidak seperti ini? Apakah ada perayaan khusus?" tanya Cheng Yuan cukup penasaran.

"Tidak , aku hanya ingin kalian sesekali merasakan kenikmatan sederhana ini! Ayo kalian makanlah!" jawab Ming Yue.

"Kau berasal dari keluarga besar mana Yan'er?"

Suara lembut terdengar mengejutkan Shen Yan yang tengah menikmati ayam panggang buatan gurunya. Rupanya Tetua Ming Yue telah memberi perhatian khusus kepada pendatang baru ini.

"Aku hanyalah yatim piatu yang di rawat oleh mendiang kakek ku , guru!" jawab Shen Yan pelan.

Mendengar jawaban polos itu , Tetua Ming Yue menatap dalam dalam Shen Yan yang tengah menikmati makan malamnya. Dalam hati Ming Yue tak percaya jika anak itu bukan berasal dari keluarga besar kultivator.

"Besok kita kedatangan tamu dari Puncak Alkimia! Murid baru mereka akan mengasah ketrampilan jiwa mereka di Air Terjun Penempa Hati! Sebaiknya kalian menghormati mereka!" ujar Tetua Ming Yue.

"Puncak Alkimia? Jangan jangan gadis cerewet itu juga datang kesini?" batin Shen Yan.

_______

Pukul 5 pagi , Puncak Meditasi.

Udara masih menusuk kulit , kabut masih menggantung di bawah gerbang Puncak Meditasi menunggu sinar matahari datang. Sebuah kutipan 'Tak menempa hati , tak akan menjadi dewa' merupakan kutipan khas di bawah papan nama gerbang Puncak Meditasi.

Beberapa murid sudah terlihat beraktifitas pagi dengan berlatih , Liu Feng juga termasuk anak yang rajin di Puncak ini. Sementara itu Shen Yan sendiri masih berada di lautan kesadarannya melatih jiwanya. Ia melatih jiwanya untuk membangkitkan mata dewanya yang tertidur.

"Akhirnya! Terbuka satu!" gumam Shen Yan.

Tak sia sia Shen Yan berlatih semalam suntuk di dalam lautan kesadarannya. Salah satu kemampuan matanya bangkit , serangan jiwa. Itu sangat berguna bagi Shen Yan saat nyawanya terancam. Shen Yan memang sangat berhati hati dengan matanya , karena dulu matanya pernah di perebutkan oleh langit. Semua dewa menganggap mata ini sebagai 'Pengawas' yang tak bisa di blokir dengan cara apapun. Itu lah mengapa kematiannya saat menjadi dewa kuno merupakan konspirasi terbesar di Dunia Dewa.

"Tok Tok Tok"

Suara ketukan pintu terdengar di depan kamarnya , Shen Yan membuka matanya dan mengetahui jika Cheng Yuan yang datang. Ia lalu berjalan membuka pintu kamarnya , ternyata pagi ini semua murid harus berkumpul di aula pertemuan. Tetua Ming Yue akan mengatur tugas untuk masing masing muridnya selama kunjungan dari Puncak Alkimia bertamu ke puncak Meditasi.

"Shen Yan! Tugasmu menyiapkan teh untuk Tetua Chang Sheng dari Puncak Alkimia!"

Shen Yan mengangguk setuju.

_______

Setelah hari mulai siang , tiba tiba aura spiritual di Puncak Meditasi sedikit berfluktuasi. Semua murid langsung berlari ke posisinya masing masing , mereka tahu ada tamu yang datang.

"Kling Kling Kling.."

Suara sepasang gelang kaki emas berdenting di depan gerbang Puncak Meditasi , semua orang langsung menyambut lelaki tua dengan dandanan nyentrik membawa labu di pinggangnya datang di iringi puluhan murid baru dari puncaknya. Ia adalah Tetua Chang Sheng , usianya ratusan tahun namun penampilannya seperti pria berusia 45 tahun.

"Selamat datang , Tetua Chang Sheng!"

Dengan Chen Fu di tangannya , Tetua Ming Yue menyambut rombongan itu lalu mengajak mereka semua untuk masuk ke sebuah bangunan besar khusus menerima tamu.

"Tetua Ming terlalu sopan , kami datang seperti biasa untuk meminjam Air Terjun Penempa Hati untuk melatih kekuatan jiwa murid murid baru ini!" ucap Tetua Chang Sheng.

Pandangan Shen Yan langsung menyapu ke arah murid murid yang datang , benar saja matanya bertemu dengan pandangan tajam Gu Xiyao si gadis cerewet itu.

"Bocah tidak berguna itu ternyata disini!" gumam Gu Xiyao.

"Jaga ucapanmu , Gu Xiyao!" tegur Tetua Chang Sheng.

Ternyata ia mendengar apa yang di katakan oleh Gu Xiyao sebelumnya , Tetua Chang Sheng lalu menatap anak lelaki yang memakai penutup mata di seberangnya karena penasaran dengan ucapan Gu Xiyao.

"Pemurnian Qi lapisan ke 8? Kekuatan jiwanya bahkan tidak kalah dengan murid murid inti ranah Pembangunan Fondasi!" batin Tetua Chang Sheng.

________

1
Chen Xin
jangan sampai berhenti,lanjut trus ya thor🔥
elz.: siap kak , terimakasih
total 2 replies
Arinto Ario Triharyanto
bagus Thor 😎
elz.: terima kasih kak
total 1 replies
elz.
Semoga kalian suka 😊
Chen Xin
Pendukung setia 🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!