Mati konyol tersedak bakso akibat mencak-mencak membaca novel dark romance, Ceisya malah bertransmigrasi ke dalam tubuh figuran malang yang tak dianggap. Di hari pernikahannya, sang mafia kejam—Sylus Blackwood, The Apex Sovereign penguasa Manhattan sekaligus The Crimson King bermata merah di dunia bawah Brooklyn—malah mangkir dan hanya mengirim seekor anjing berjas untuk mewakilinya.
Alih-alih menangis, jiwa mafia asli Ceisya bangkit. Ia mempermalukan keluarga toksiknya, menikahkan anjing utusan Sylus dengan anjing lain, lalu kabur usai menghajar para pengawal dengan keahlian bela dirinya.
Aksi ugal-ugalan itu justru memicu obsesi liar sang raja mafia. Di tengah kerasnya jalanan New York, perburuan maut pun dimulai, mengubah sang penguasa dingin menjadi pecandu abadi di bawah kaki istrinya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Candu di Bawah Singgasana Malam
Deru mesin SUV lapis baja berkecepatan tinggi itu mendadak terhenti di lantai paling bawah dari basement privat penthouse tingkat tertinggi Manhattan, tempat di mana sekuritas kelas militer melindungi setiap jengkal ruang dari mata dunia luar yang penuh intrik politik bawah tanah. Tanpa menunggu pintu kabin dibukakan oleh pengawal setianya, Sylus langsung mendorong pintu terbuka dengan satu gerakan tangan yang bertenaga, membimbing Ceisya keluar dalam dekapan posesif yang begitu erat—seolah-olah udara dingin kota malam tidak berhak sedikit pun menyentuh kulit istrinya. Di dalam ruang isolasi pribadi yang megah dan kedap suara itu, di mana lampu-lampu pencakar langit bergeser menjadi lautan cahaya redup yang berkilauan di balik kaca jendela raksasa anti-peluru, dunia luar seolah lenyap dari peta, menyisakan bara api asmara yang siap membakar apa saja tanpa ampun.
Begitu pintu utama penthouse tertutup rapat dan terkunci secara otomatis dengan sistem pengamanan biometrik tercanggih, Sylus tidak langsung melepaskan rangkulannya. Pria itu menepis pelan gaun malam hitam berkilau berbalut kristal Swarovski yang dikenakan Ceisya, mendorong tubuh istrinya dengan sangat lembut hingga punggung gadis itu bersandar sepenuhnya pada permukaan dinding marmer hitam yang terasa sejuk di kulit. Kontras antara dinginnya marmer di balik gaun dan panas tubuh pria yang mengurungnya di hadapan menciptakan kejutan sensorik yang langsung melambungkan adrenalin Ceisya ke tingkat tertinggi.
Manik mata merah menyala Sylus menatap tajam ke dalam manik mata hijau terang istrinya, memantulkan kilat obsesi kelam yang sudah jauh melewati batas kewarasan manusia biasa. Pria itu tidak langsung mencium bibirnya; ia menelusuri garis rahang Ceisya yang tegas menggunakan ujung hidungnya, menghirup dalam-dalam aroma parfum mewah wanita itu yang bercampur dengan ketegangan malam dan sisa aroma kemenangan yang manis di aula perjamuan tadi.
"Kau melihat cara mereka bergetar ketakutan di aula utama tadi, Hn?" bisik Sylus parau, suaranya terdengar begitu rendah, berat, dan berbahaya di rongga dada Ceisya. "Mereka mengira bisa merendahkanku dan merusak kedudukanmu dengan menyebar gosip murahan di forum bawah tanah. Mereka sama sekali tidak tahu bahwa setiap tetes air mata atau rasa sakit yang pernah mereka lemparkan padamu di masa lalu akan aku bayar lunas dengan lautan darah dan kehancuran dinasti mereka."
Ceisya mengangkat dagunya sedikit, manik mata hijau terangnya menyala terang, memancarkan keberanian tanpa batas yang justru semakin memicu api gairah di dalam diri suaminya. Jemari lentiknya yang berhiaskan manik-manik indah menyentuh kancing kemeja hitam Sylus, membukanya satu per satu dengan gerakan perlahan yang sengaja dilakukan untuk menyiksa kesabaran sang penguasa sindikat.
"Aku tidak butuh perlindunganmu untuk membuat mereka bertekuk lutut di hadapanku, Sylus," jawab Ceisya menantang, suaranya bergetar dalam keintiman yang mematikan dan penuh wibawa. "Aku adalah ratu yang berdiri di sisimu, bukan boneka rapuh yang hanya bisa bersembunyi di balik punggungmu saat badai datang menerjang. Ingat ketika kamu awal menikahiku, kau tidak datang malah mengirimkan seekor anjing sebagai perwakilanmu dan aku menantangmu dengan menikahkan anjingmu dengan anjing sahabatku... dan sekarang, lihat dirimu. Kau malah menjadi candu padaku, King."
Mendengar kalimat telak dan kilat menantang di mata istrinya, alih-alih marah, sebuah dengusan tertawa rendah yang penuh pemujaan mutlak justru lolos dari tenggorokan Sylus. Pria itu sangat menyukai perlawanan itu—ia menyukai bagaimana istrinya adalah belati beracun yang tidak pernah lupa cara membalas tusukan di masa lalu. Cengkeraman tangan besar Sylus di pinggang ramping Ceisya semakin menguat, mengangkat tubuh gadis itu dalam satu gerakan mudah hingga melingkar sempurna di pinggangnya, memaksa Ceisya untuk mengunci kedua kakinya erat-erat di sekeliling panggul suaminya.
Sentuhan fisik yang teramat intim di ruang tengah penthouse itu membuat napas Ceisya terenggut seketika. Bibir Sylus langsung menyambar bibirnya dalam sebuah ciuman yang menuntut, liar, dan penuh kepemilikan mutlak. Ciuman itu bukan lagi sekadar pelampiasan emosi sesaat, melainkan sebuah ritual penyatuan jiwa yang sarat akan dominasi dan hasrat gelap yang tertahan sepanjang malam. Lidah Sylus menerobos masuk melewati celah bibirnya, mengecap setiap inci ruang di dalam mulut Ceisya dengan rakus, seolah ingin memastikan bahwa seluruh eksistensi wanita itu sepenuhnya terukir atas namanya seorang di dunia ini.
Ceisya merespons dengan kebuasan yang sepadan. Ia mencengkeram kuat rambut hitam Sylus, menarik kepala pria itu agar semakin mendekat dan memperdalam ciuman tersebut, membiarkan pertahanan logikanya runtuh total di bawah hantaman gelombang keintiman yang membakar saraf-saraf tubuhnya. Di bawah temaram lampu kota Manhattan yang membasahi malam, pakaian-pakaian mahal itu perlahan menjadi penghalang yang tidak lagi dibutuhkan oleh hasrat mereka yang menggebu-gebu.
Sylus membawa tubuh Ceisya melangkah pasti menuju ranjang king size berbalut seprai sutra hitam di kamar utama yang luas. Pria itu menindih tubuh istrinya dengan berat yang sempurna, mengurung Ceisya di bawah kukungan otot dan hasrat yang tak terbendung. Setiap ciuman yang diberikan Sylus di leher jenjang, bahu yang terekspos, hingga lekuk tubuh Ceisya meninggalkan jejak merah keunguan—sebuah tanda kepemilikan permanen yang menegaskan tanpa keraguan bahwa wanita di bawah kurungannya adalah ratu mutlak dari The Crimson King.
"Ya, kau benar, Ratu kecilku," bisik Sylus serak di antara desap napas keduanya yang saling berkejaran di atas seprai sutra, manik matanya membara menatap lekat mata hijau terang istrinya yang mulai berkaca-kaca karena intensitas emosi yang meluap-luap. "Dulu aku mungkin meremehkanmu, tetapi sekarang racunmu sudah mengalir di setiap tetes darahku. Jika suatu saat nanti seluruh dunia ini mencoba merebutmu dariku, aku akan memastikan tidak ada satupun manusia yang tersisa di muka bumi untuk menyaksikan kehancuran kita."
Di dalam pelukan rantai obsidian itu, di tengah malam yang semakin larut dan basah oleh keringat serta gairah, Ceisya menyerahkan seluruh jiwa dan raganya ke dalam pusaran kelam tersebut. Tidak ada lagi keraguan, tidak ada lagi bayangan masa lalu keluarga utama yang menyakitkan; yang ada hanyalah dua jiwa yang terikat dalam sumpah darah, siap membakar dunia bersama-sama sebagai penguasa mutlak singgasana malam. Gelombang keintiman itu terus bergulir tanpa henti, menyatukan napas, keringat, dan detak jantung mereka dalam satu harmoni pemusnahan yang sempurna hingga fajar perlahan menyingkap tirai kegelapan Manhattan, menyisakan janji keabadian di antara debu dan kekuasaan yang tak tergoyahkan.
Setiap detik yang berlalu di bawah bayang-bayang kekuasaan The Crimson King adalah bukti bahwa tidak ada satu pun manusia di dunia hitam yang dapat memisahkan mereka. Di atas ranjang berbalut sutra hitam itu, di tengah sisa-sisa napas yang memburu dan pelukan erat yang menolak lepas, mereka tahu bahwa takdir telah mengikat tak terpisahkan. Kekuasaan, darah, obsesi, dan cinta yang kelam telah melebur menjadi satu kesatuan yang utuh, menciptakan sebuah dinasti baru yang akan ditakuti oleh seluruh penjuru dunia sindikat, selamanya.