NovelToon NovelToon
CINTAKU DI PRAMBANAN

CINTAKU DI PRAMBANAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Romansa Fantasi / Kutukan
Popularitas:861
Nilai: 5
Nama Author: DENI TINT

NOVEL INI ADALAH FIKSI (Alternate Universe) DARI UNIVERSE NOVEL TIRAKAT

Haruma dan Harumi, dua kakak beradik yang kini sudah kuliah semester 5 di salah satu universitas yang cukup ternama di Indonesia, tak lama lagi akan mengikuti sebuah lomba seni drama yang bertempat di Candi Prambanan.

Lomba itu mengangkat tema tentang kisah cinta Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang.

Akan tetapi, momen perlombaan yang diikuti oleh Haruma-Harumi justru akan menjadi sebuah pertunjukan yang MENUMPAHKAN DARAH MANUSIA ATAS NAMA DENDAM.

Seolah, kutukan Bandung Bondowoso kepada Roro Jonggrang, menimbulkan kutukan mengerikan.

Apa yang akan terjadi dengan Harumi saat tampil di atas panggung sakral di depan Candi Prambanan itu?

Dan apa yang akan dilakukan oleh Haruma?
.
.
.
DISCLAIMER‼️

Jika ada unsur sejarah, latar tempat, seni, budaya, nama tokoh, ritual, kepercayaan, dan mitos yang sama dengan kehidupan nyata, itu semua murni hanya untuk dijadikan bagian dalam cerita saja.

SELAMAT MEMBACA... ☺

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DENI TINT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12 BEBAS BERSYARAT BAGI HARUMI

☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️

Satu hari berikutnya...

Pagi itu, langit di atas kota Yogyakarta diselimuti oleh awan kelabu yang tebal, seolah-olah alam semesta ikut merasakan duka dan kengerian yang menyelimuti nasib keluarga Zaki.

Di dalam sel tahanan sementara markas kepolisian, Harumi duduk meringkuk di lantai semen yang dingin, menyandarkan punggungnya pada dinding sudut sel.

Kantung matanya menghitam pekat, lebih buruk dari yang dialami Yuda dan Dion. Wajahnya yang biasanya merona cantik kini sepucat mayat, pipinya tirus, dan bibirnya pecah-pecah karena dehidrasi.

Ia tidak tidur sedetik pun semalaman. Setiap kali ia memejamkan mata, bayangan sosok wanita bergaun kuno dengan mata hitam legam yang mencekik pergelangan tangannya kembali berkelebat, menuntut darah dan nyawa.

Harumi terus memegangi pergelangan tangan kanannya. Di sana, di bawah lengan kaus oblong abu-abunya yang kebesaran, tercetak jelas ruam lebam kebiruan berbentuk lima jari manusia yang mencengkeram dengan sangat kuat.

Rasa sakitnya masih berdenyut-denyut, menjadi bukti nyata yang menakutkan bahwa teror yang ia alami semalam bukanlah halusinasi. Makhluk dari masa lalu itu benar-benar ada, dan iblis itu menjadikan tubuhnya sebagai boneka pembantai.

Pikiran Harumi terbang menuju kakaknya. "Kak Haruma... bertahanlah, Kak... Maafkan aku... Maafkan tanganku ini..." isaknya pelan, air mata kembali menetes meski ia merasa matanya sudah kering kerontang.

Ia tidak tahu bagaimana kondisi kakaknya sekarang.

Apakah Haruma selamat dari masa kritisnya?

Ataukah kutukan itu telah berhasil merenggut nyawa pelindungnya?

Pertanyaan-pertanyaan itu menggerogoti kewarasannya dari dalam.

Tiba-tiba, suara langkah kaki yang tergesa-gesa memecah keheningan lorong penjara. Harumi mendongak dengan tatapan kosong, bersiap jika sosok gaib itu datang lagi untuk menyiksanya.

Namun, yang muncul dari balik pintu jeruji besi bukanlah entitas kegelapan, melainkan Bripka Sari, diikuti oleh seorang pria berpakaian rapi dengan kemeja biru muda dan menenteng tas kerja kulit.

Dan...

Di belakang pria itu...

Berdirilah dua sosok yang sangat Harumi rindukan.

"Bapak...?? Ibu...??" panggil Harumi dengan suara parau yang nyaris tak terdengar.

Zaki dan Nisa berdiri di sana.

Nisa langsung menerjang maju, menempelkan wajahnya pada jeruji besi sambil menangis melihat kondisi salah satu putrinya yang begitu mengenaskan.

Zaki berdiri di belakang istrinya, wajahnya dipenuhi kelelahan yang luar biasa, namun matanya memancarkan kelegaan yang tak terukur saat melihat Harumi.

"Harumi, Nak... Anakku..." isak Nisa, mengulurkan tangannya masuk melalui celah jeruji untuk menggapai tangan Harumi.

Harumi merangkak maju, membalas genggaman tangan ibunya dengan gemetar. "Ibu... Maafkan Harumi, Bu... Bukan Harumi yang ngelakuin itu... Harumi nggak sadar, Bu... Harumi sayang Kak Haruma, Bu... Hiks-hiks-hiks..."

Tangis ibu dan anak itu pecah, menggema di lorong tahanan yang dingin.

Pria berkemeja biru yang datang bersama mereka—Bramantyo, sang pengacara yang disewa oleh Yuda—menatap pemandangan itu dengan simpati yang mendalam. Ia kemudian mengangguk kepada Bripka Sari, memberikan isyarat agar petugas kepolisian itu membuka pintu sel.

"Saudari Harumi, silakan keluar. Pengacara Anda dan keluarga sudah mengurus administrasinya di ruang pemeriksaan," ucap Bripka Sari seraya memutar kunci gembok.

Pintu besi itu berderit terbuka.

Nisa langsung menghambur masuk, memeluk erat tubuh Harumi yang gemetar. Ia menciumi puncak kepala putrinya berkali-kali.

Zaki menyusul, memeluk kedua wanita yang sangat dicintainya itu dengan sisa tenaga yang ia miliki.

Di saat seperti ini, meskipun amarah dan kebingungan masih berkecamuk di hatinya terkait tragedi penusukan tersebut, insting pelindung Zaki sebagai seorang ayah tetap yang paling utama. Ia tahu, Harumi sedang hancur lebur, dan menghakimi putrinya di sel penjara bukanlah tindakan yang benar.

Beberapa saat kemudian, mereka berada di ruang interogasi khusus bersama Inspektur Bayu. Bang Bram duduk di sebelah Harumi, menata berkas-berkas hukum di atas meja. Zaki bertindak sebagai penjamin utama dalam proses negosiasi yang alot ini.

"Seperti yang sudah kita bicarakan sebelumnya, Inspektur," Bram memulai pembicaraan dengan nada tegas namun diplomatis.

"Klien saya, Saudari Harumi, tidak memiliki motif apa pun untuk melukai korban. Kesaksian dari sutradara teater dan teman-temannya di lapangan juga mengindikasikan adanya gangguan kesadaran pada saat kejadian. Kondisi psikologis klien saya saat ini sangat tidak stabil, ia mengalami trauma berat pasca-kejadian. Menahannya di dalam sel hanya akan memperburuk kondisi kejiwaannya." jelas Bang Bram.

Inspektur Bayu menatap Harumi yang duduk menunduk dengan tatapan kosong, jari-jarinya terus meremas ujung bajunya dengan gelisah.

Polisi veteran itu harus mengakui bahwa gadis di depannya ini sama sekali tidak memiliki profil seorang pembunuh berencana. Tidak ada kedinginan atau kepuasan di matanya, yang ada hanyalah ketakutan yang absolut.

"Saya mengerti argumen Anda, Pengacara," jawab Inspektur Bayu, menautkan jari-jarinya di atas meja.

"Namun bukti fisik berupa senjata tajam dengan sidik jari tunggal milik tersangka adalah fakta yang tidak bisa dibantah. Hukum butuh kepastian. Jika kami melepaskannya begitu saja, publik akan mempertanyakan integritas kepolisian." kata Inspektur Bayu.

Zaki kemudian mencondongkan tubuhnya, menatap langsung ke mata sang inspektur.

"Pak Inspektur, saya adalah ayah dari korban yang tertusuk, sekaligus ayah dari anak yang dituduh menusuk ini. Jika ada orang yang paling menginginkan keadilan, itu adalah saya. Tapi saya tahu anak-anak saya. Harumi tidak mungkin melakukannya secara sadar. Saya bertindak sebagai penjamin utama. Jaminan harta benda, tempat tinggal yang jelas, dan saya pastikan dia tidak akan melarikan diri atau menghilangkan barang bukti. Tolong... biarkan dia pulang bersama kami." jelas Zaki dengan tatapan agak tajam dan sangat serius.

Inspektur Bayu menghela napas panjang. Ia mengambil pena, mengetuk-ngetukkannya ke atas meja selama beberapa detik, mempertimbangkan segalanya.

Mengingat ketiadaan motif, kondisi psikologis tersangka, desakan pengacara, dan jaminan kuat dari pihak keluarga yang secara ironis adalah pihak korban juga, akhirnya aparat hukum itu mengambil keputusan.

"Baiklah," Inspektur Bayu menandatangani dokumen di hadapannya.

"Kami mengabulkan permohonan penangguhan penahanan ini. Saudari Harumi diberikan status bebas bersyarat. Namun, ini bukan berarti kasusnya ditutup. Klien Anda masih berstatus tersangka. Ia dikenakan kewajiban wajib lapor dua kali seminggu setiap hari Senin dan Kamis. Ia tidak diizinkan keluar kota apalagi ke luar negeri, dan paspornya jika ada, akan kami tahan sementara."

Bram mengangguk puas. "Kami memahami dan menyetujui semua syarat tersebut, Inspektur. Klien saya akan sangat kooperatif mengikuti jalannya proses hukum selanjutnya."

Proses administrasi dan tanda tangan berkas memakan waktu sekitar satu jam.

Bagi Harumi, satu jam itu terasa seperti berabad-abad.

Pikirannya melayang-layang, tubuhnya terasa ringan seolah jiwanya masih tertinggal di dalam sel yang dingin itu. Ia terus memegangi pergelangan tangannya, menyembunyikan lebam gaib itu dari pandangan ayah dan ibunya.

Akhirnya, Harumi diperbolehkan berganti pakaian dengan pakaian miliknya yang dibawakan oleh ibunya, meninggalkan seragam abu-abu tahanan itu.

Ketika ia berjalan keluar dari pintu utama markas kepolisian dengan diapit oleh Zaki dan Nisa, angin pagi yang dingin menerpa wajahnya, memberikan sedikit kelegaan bahwa ia tidak lagi terkurung di balik jeruji besi.

Namun, saat Harumi melangkahkan kakinya menuruni anak tangga, matanya tanpa sengaja menangkap sesosok pemuda yang berdiri jauh di seberang jalan raya, bersembunyi di balik bayang-bayang pohon besar.

Pemuda itu mengenakan jaket tebal, menatap ke arahnya dengan pandangan yang sarat akan kerinduan, kesedihan, dan keputusasaan yang mendalam.

Itu adalah Yuda.

Jantung Harumi berdesir hebat. Matanya memanas. Ia ingin berlari ke arah Yuda, memeluk pria yang sangat ia cintai itu, dan menumpahkan segala ketakutan yang ia rasakan.

Ia ingin menceritakan tentang sosok wanita bergaun merah yang mencekiknya semalaman.

Harumi menghentikan langkahnya, hendak memanggil nama Yuda.

Namun, dengan cepat Zaki menyadari arah pandangan putrinya.

Wajah Zaki seketika mengeras. Ia mencengkeram lengan Harumi dengan cukup kuat, menarik gadis itu agar segera masuk ke dalam mobil yang sudah menunggu.

"Jangan pernah menatapnya lagi, Harumi. Masuk ke mobil. Sekarang," perintah Zaki dengan suara dingin yang tak terbantahkan.

"Bapak... itu Yuda, Pak. Harumi mau bicara sebentar..." mohon Harumi dengan suara bergetar.

"Bapak bilang masuk! Pemuda itu dan teater sialannya yang membawa malapetaka ini ke keluarga kita! Haruma hampir mati karenanya! Mulai detik ini, kamu tidak boleh berhubungan lagi dengan dia. Mengerti?!" bentak Zaki, suaranya dipenuhi amarah dan kepedihan.

Nisa yang tidak ingin membuat keributan di depan kantor polisi, segera mendorong lembut punggung Harumi masuk ke bangku belakang mobil. Pintu mobil ditutup rapat, memutus pandangan Harumi dari Yuda.

Dari balik kaca jendela yang gelap, Harumi meneteskan air mata, menatap sosok kekasihnya yang perlahan menjauh seiring laju mobil yang membawanya pulang.

Di seberang jalan, Yuda mengepalkan tangannya kuat-kuat. Melihat Harumi keluar dengan selamat adalah sebuah kelegaan besar.

Setidaknya, usahanya menyewa Bang Bram tidak sia-sia. Namun, melihat betapa rapuh dan pucatnya gadis itu, serta penolakan keras dari Zaki, membuat hati Yuda serasa diiris ratusan silet.

Saat mobil keluarga Zaki berbelok di ujung jalan dan menghilang dari pandangan, mata batin Yuda yang mulai peka terhadap aura kegelapan menangkap sesuatu yang membuat darahnya membeku.

Di atas atap mobil Zaki yang melaju menjauh itu... terlihat sekelebat bayangan hitam yang sangat pekat, merayap menempel bagaikan kabut yang hidup.

Bayangan itu bergerak mengikuti laju mobil, membuntuti Harumi hingga ke rumahnya.

Bebas bersyarat dari kepolisian nyatanya tidak ada artinya.

Harumi mungkin telah keluar dari penjara manusia, namun ia baru saja pulang membawa iblis kuno itu bersamanya, memasuki rumah keluarganya, dan bersiap untuk melanjutkan teror kutukan yang tertunda.

Perang ini benar-benar baru saja dimulai.

Dan Yuda tahu, ia berpacu dengan waktu sebelum entitas itu sepenuhnya mengambil alih raga perempuan yang dicintainya.

1
My.mitsubishi.triton Adventure X
Kenapa nama tokoh pemerannya sama dengan tirakat tp cerita nya berbeza bahkan tidak ada perewangan milik nisa dn haruma
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️: Karena novel "CINTAKU DI PRAMBANAN" ini adalah versi Alternate Universe (AU) dari Universe novel "TIRAKAT", Kak...

Jadi cerita utamanya berbeda, namun sebagian besar tokohnya sama.

Semoga Kakak juga suka ya... Dan, terima kasih banyak Kak, sudah komentar... 😍😍😍
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
di babb 20 keatas baru menangkap alur nya wkwkwk
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️: Iyakah??? Hehehe... 🤭🤭🤭
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Bagus, rekomendasi juga buat yang suka bacaan horror.
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️: TERIMA KASIH, KAK ASMARA... 😍😍😍
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
iyalah nisa sebagai ibu nggak bakalan diam sama iblis itu, jadi percaya saja harumi biar sulit pasti bisa dilawan
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️: Hehehe...

"SAYA AKAN LAWAN!!!"
#KataSalahSatuLelakiDariSolo
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
yang ini serem ya apalagi baca nya malem
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ: iyaa serem
total 2 replies
Ilham
lanjut kak
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Berat berat baca cerita haruma harumi sii baling wangi. bener ini mah ujian nya lbh berat dari Nisa. dikejar kejar entintas kna baling wangi gimana nggak harus kerja keras bwt melawan nya.

kira kira ntar ada plot Twitter nya nggak ya, kek pov lain bwt bantu mereka. selain yuda
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ: typo itu plot twist mksdnya ya
total 2 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Apa zaky masih bisa merasakan sesuatu yg ghoib setelah putus hubungan sama sekar mayang? 🤔 kek nya nggak. sekarang keknya Zaky lebih mengedepankan logika nya
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ: awas aja klo anak anak nya dalam bahaya Zaky nggak bisa apa apa
total 4 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Masij menyimak kak.... blom bisa meraba wkwkwk penasaran juga sama yg sblom nya yg kejadian di gunung lawu itu, apakah ntar ada alur mundur nya?
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️: Terima kasih, Kak Asmara... 😍😍😍
total 3 replies
Ilham
aku pengen Arumi sama Arum selamat mereka berdua kak
Ilham
lanjut bg...jadi kemana Perawang Arumi sama Arum kakak..masa ngk menolong mereka kak
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️: Terima kasih banyak, Kak Ilham... 🥰🥰🥰

Perewangan Haruma dan Harumi akan muncul, Kak...

Oh iya, karena novel ini adalah AU (Alternate Universe) dari seri TIRAKAT, jadi nggak terlalu banyak kemunculan para perewangannya... 💪💪💪😍😍😍😍🥰
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Waduh ini lbh serem, perawangan harumi jenis yang berbeda kah
Author Melda
salam support kak👍
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️: Okeee... 😍😍😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!