Pernikahan Anne Avantie Anderson dan pria yang dicintainya batal secara sepihak setelah keluarga sang kekasih menolak hubungan mereka. Di tengah keputusasaan, Anne mengikuti rencana adik sepupunya untuk membuat Davin datang menjemputnya. Ia sengaja pergi ke sebuah bar dalam keadaan mabuk, berharap pria yang masih dicintainya itu akan membawanya pulang dan kembali melanjutkan pernikahan mereka.
Namun, malam yang seharusnya menjadi jalan untuk menyelamatkan hubungannya justru berubah menjadi awal dari kehancuran hidupnya.
Anne terjebak dalam rencana adik sepupunya sendiri dan mendapati dirinya harus menghabiskan malam bersama seorang pria yang tidak pernah ia kenal sebelumnya. Saat itulah ia menyadari bahwa selama ini dirinya telah menjadi korban dari kejahatan dan tipu daya sang adik sepupu.
Fitnah, kesalahpahaman, dan berbagai masalah yang menimpanya perlahan berubah menjadi aib yang membuat Anne memilih meninggalkan kota dan memutus semua hal yang mengingatkannya pada malam itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julian_06, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jaga Jarak
Anne terkejut, kalung berlian seharga
lima puluh milyar yang di perebutkan banyak orang ini diberikan kepadanya?
Apa pria itu sedang becanda?
Terjadi kegemparan yang langsung terjadi di dalam gedung itu, beberapa orang mulai bertanya asal muasal Anne, putri dari keluarga mana atau putri bangsawan mana yang berhasil menaklukkan seorang Viktor.
Di momen itu, Anne menjadi fokus perhatian semua orang, menjadi tokoh utama yang paling mempesona.
Dapat disukai oleh Viktor adalah impian
semua wanita kaya.
Mereka ingin sekali menikah dengan Viktor dan menjadi nyonya Viktor.
Anne terus memperhatikan kalung berlian seharga lima puluh milyar itu.
Kedua tangannya ia lipat di depan dada. la gugup hingga napasnya tidak teratur, jantungnya berdetak kencang.
"Mau tidak?" Viktor mengernyitkan kening, wajahnya menunjukkan ketidaksabaran.
"Jika tidak mau, aku buang!"
Setelah mengatakan itu, ia sudah siap ingin mengangkat kalung itu.
"Mau, mau, mau!"
Akhirnya Anne mengangguk, dengan cepat ia merebut kalung itu.
Tapi karena pergerakannya yang buru-buru, ia ter jatuh dalam pelukan Viktor.
Pria itu tersenyum, dan berbisik di telinga Anne menggodanya, "semangat sekali,"
“Aku, aku tidak sengaja, maaf," wajah Anne memerah hingga ke telinganya.
Suara kecil itu tenggelam dalam tepuk tangan keramaian.
Pada akhirnya Viktor melepas kalung itu dari manekin lantas menyibakkan rambut
tergerai Anne dan memasangkannya ke lehernya.
Seluruh orang di ruangan itu memerhatikan mereka, Anne menjadi pusat perhatian saat kalung itu kini berkilau di lehernya, semakin memperkuat auranya.
Anne tersenyum melihat kilauan berlian itu, lantas mengangkat wajahnya menatap Viktor, "terimakasih".
Selina benar-benar kesal, karena kalah mendapatkan kalung itu, ia mengepalkan
tangannya, begitu pun juga Davin, ia tak suka mala Anne di perhatikan dengan begitu spesial oleh Viktor.
"Jalang itu benar-benar tidak tahu diri,
berani sekali menggoda bos!" gumam Evelyn, bibi Hilda yang mendengarnya berucap pun menoleh, "aku yakin tuan Viktor belum tahu aib Anne empat tahun yang lalu,"
Evelyn menoleh ke arah wanita itu, "jika tuan Viktor tahu ku yakin Anne akan langsung di depak keluar dari sini," Evelyn tersenyum licik.
"Benar, sepertinya aku harus memberi
tahu tuan Viktor, bahwa Anne hanya seorang jalang," Hilda lalu membangkitkan tubuhnya mendekati Viktor dan Anne.
"Apa yang akan di lakukan Hilda, ma?" Tanya paman Wilson waspada.
Sementara bibi Evelyn tak menggubris.
Dia tersenyum puas saat sebentar lagi rahasia Anne akan terbongkar di depannya.
"Permisi tuan Viktor, ada yang ingin aku
bicarakan padamu," seru bibi Hilda menyingkirkan barisan para penjaga yang
melindungi Viktor dan Anne.
Hingga suara wanita itu merusak momen yang romantis itu.
Anne mendongakan wajahnya dan terkejut melihat bibi Hilda mendekat, apa yang akan di lakukan wanita itu di sỉni? Kemarin dia mengacaukan nya saat ia berkunjung ke rumah bibi Evelyn, tapi saat ini apakah dia juga akan mengacaukannya di depan Viktor?
Anne cemas, dia gugup khawatir akan semua itu, takut jika Viktor akan menendangnya setelah tahu fakta dirinya.
"Maaf ada perlu apa? Buat janji dulu dengan sekretaris jika akan bertemu," seorang pengawal menahan Hilda sebelum dia menghadap Viktor.
"Sekarang kamu pergi!"
"Aku bukan sedang ingin berdiskusi tentang bisnis pada tuan Viktor, tapi aku hanya ingin memberi tahu sebuah rahasia kepadanya ..." serunya dengan kencang.
Dada Anne berdegup kencang mendengarnya, 'apa-apaan bibi ini? jangan sampai, jangan sampai dia bicara semua itu!' Anne sangat panik dalam hati.
"Tuan Viktor kamu telah di tipu, Anne bukanlah wanita baik-baik, dia pernah
melakukan malam panas dengan gigolo dan punya tiga ana ..."
Saat ia tengah bicara suaranya langsung tersekat kala mulutnya di tutup oleh Vin.
Viktor tercengang namun ia tak mau ada keributan karena ucapan wanita itu, "bawa orang gila ini pergi!" perintah Viktor.
"Baik, tuan!" Vin langsung sigap membawa Hilda keluar dari gedung itu, dia menyeretnya seperti anjing liar.
Saat itu beberapa orang yang mendengar membeku, menatap Anne penuh selidik.
Banyak yang tak mengenal Hilda, tapi setelah Viktor bilang itu adalah orang gila sehingga orang-orang sedikit percaya,. yakin wanita itu hanya iri dengan Anne yang berhasil menaklukan Viktor.
Sementara Anne sangat panik meski wanita itu sudah di seret pergi tapi Viktor sepertinya sempat mendengar.
Sehingga kini Viktor langsung menoleh arah Anne, mendengar yang wanita tadi katakan membuat ia mati penasaran.
"Jelaskan yang di katakan wanita tadi? Kamu punya tiga anak?"
Matilah Anne! Dia membolakan matanya
lebar-lebar, "i- itu tidak benar tuan, soal anak itu adalah keponakanku, dia anak bibi ku"
"Kalau soal itu aku sudah tahu" sahut Viktor.
Anne terkesiap, "anda sudah tahu?"
Viktor tak menggubris membuat Anne bingung antara lega dan heran.
Namun Viktor menatap datar seakan tak ada masalah, apa dia tidak marah? 'batin Anne.
Viktor termenung agak kecewa dengan
jawaban Anne, padahal ia akan sangat senang jika dia benar-benar memiliki anak dari kejadian malam itu.
"Apa yang di lakukan Hilda tadi? Benar-benar kelewatan!" seru paman Wilson geram.
Evelyn puas karena rahasia Anne sudah berhasil di ucapkan, tapi kenapa reaksi tuan Viktor di luar prediksinya.
Ia fikir Anne yang akan di tendang namun malah Hilda yang di tendang.
Dan lihatlah sekarang, tangan Viktor menyelip di belakang pinggang Anne dan membawanya menyandar di bahunya, mereka benar-benar terlihat seperti pasangan romantis.
Evelyn mengepalkan tangannya, 'sialan!'
"Maaf tuan, aku ingin pergi ke toilet sebentar," ujar Anne kemudian.
Viktor pun mengangguk dan menarik tangannya dari belakang pinggang Anne.
Gadis itu tertunduk lalu pergi dari sana.
Saat Anne berdiri, dari arah lain Davin juga bersiap-siap untuk berdiri.
Anne berjalan menuju toilet wanita, ia ingin meredam perasaan tak menentu dalam dadanya, barang kali dengan mencuci wajahnya akan menenangkan pikirannya.
Tapi baru saja ia akan memasuki pintu, sebuah tangan langsung menariknya pergi ke ruangan lain, Anne terkejut saat itu dia langsung di dorong ke dinding.
"Ah, apa yang kamu lakukan?"
Anne tercengang setelah tahu dia adalah Davin.
"Tenang saja, aku hanya ingin berbicara
denganmu," Davin berbisik.
Anne menjadi waspada, karena ia tidak tahu kenapa tiba-tiba Davin menemuinya.
"Pergi, aku tidak ingin terjadi fitnah!"
Anne berusaha mendorong tubuh Davin, namun pria itu bersi keras dan mempertahankan Anne.
"Apakah kamu benar-benar memiliki
hubungan bersama tuan Viktor?" cecarnya, sorot matanya ada perasaan penuh ingin tahu.
Anne menyipitkan matanya,"apa urusannya denganmu?"
Jawaban Anne membuat Davin makin kesal, seolah memang ada hubungan yang sedang dia sembunyikan dan tidak ingin di ketahui oleh Davin.
"Kamu akan menyesal telah bersama tuan Viktor!" seru Davin tiba-tiba.
"Kenapa?"
Davin tak segera menjawab, dari tatapannya ada banyak hal rumit.
"Dia tidak seperti yang kamu fikirkan, dia
sangat berkuasa, bahkan dengan kuasanya dia bisa mencampakkan mu jika dia bosan!" Anne terdiam, apa-apaan perkataan Davin ini, sebelum dia berkata ini ia juga sudah memikirkannya.
Dan ia tahu diri akan statusnya.
Anne terus berusaha mendorong tubuh Davin.
"Menjauhlah! kamu sudah menikah jadi tolong jaga jarak!"
"Aku menyesal sudah menikah dengan Selina, Anne," ucap Davin dengan ekspresi yang memang di penuhi penyesalan.
Anne menyipitkan matanya, "maksudmu?"
"Aku percaya jika kamu tidak melakukannya sendiri empat tahun lalu, kamu di jebak,"
Anne tertunduk, bayangan empat tahun silam melintas sekelibat di matanya, lalu menatap pria itu lagi, "baguslah jika kamu percaya,"
"Dan aku menikahi Selina juga karena aku
di jebak dengan bermalam dengannya,".
Anne terkejut betapa akal saudaranya itu memang sangat licik.
"Tapi mengapa kamu mengatakan hal ini
padaku? semua sudah terjadi, tidak akan bisa kita ulangi, jadi jalani saja apa yang menjadi takdir untuk kita," balas Anne.
"'Aku ingin kita menjalin hubungan seperti dulu lagi," ucapnya dengan tatapan teduh.
Anne sangat terkejut, dia melebarkan matanya saat betapa gila nya pria ini,
bagaimana bisa dia yang sudah memutuskan untuk menikah tapi ingin mengajak berhubungan lagi dengannya?
Tentu saja ia menolak.
Davin menggenggam tangan Anne.
Tapi Anne langsung menepis tangan pria itu.
"Anne .."
"Jangan macam-macam, Davin. Pergilah
jika tidak ada hal penting yang ingin di katakan lagi," sahut Anne.
"Kenapa kamu seperti ini padaku? Apa karena sudah ada tuan Viktor?" Anne terdiam mendengar nya.