NovelToon NovelToon
Ketika Keberuntungan Memilihku

Ketika Keberuntungan Memilihku

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Not men

Seorang pemuda bernama Devan dia adalah seorang kurir paket yang hidup sederhana, tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah setelah menemukan sebuah gelang giok misterius.

Sejak saat itu, keberuntungan mulai menghampirinya dan satu per satu wanita cantik memasuki kehidupannya.

Namun, siapa sebenarnya mereka dan mengapa semuanya terhubung dengan Devan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Not men, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23 : Saat Takdir Memilihku

Terlihat Devan sedang asik berbincang bersama Vivi di kasir toko nya, karena sedang tak ada pembeli, sementara Mariana sedang di dalam rumah, dan Yusa membantu yang lain nya membereskan gudang persediaan.

"Van apa kamu dengan Hilma masih berhubungan?" tanya vivi.

"Tidak, untuk apa?" jawab Devan

"Aku hanya bertanya saja" timpal Vivi.

Devan heran kenapa Vivi bertanya tentang Hilma kepadanya, namun Devan hanya mengacuhkan hal itu, karena membahas Hilma akan teringat dengan sakit hatinya saja. Di sebelah Devan tentu ada Malea serta yang lain nya, mereka selalu sibuk melihat barang-barang yang ada di toko Devan itu. Bahkan Syafir seperti penasaran dengan sebungkus mie instan yang menurut nya sangat menarik.

"Apa ini?" gumam Syafir seraya menatap detail bungkus mie instan di tangan nya.

Tentu Vivi yang melihat bungkus itu melayang tanpa ada seseorang, menjadi terkejut dia menggosok-gosok mata nya, untuk memastikan apakah benar yang di lihat nya itu. "Van itu apa!" tanya Vivi setengah ketakutan, dengan wajah yang sudah memucat, karena baru kali ini dia melihat hal seperti itu.

Malea hanya menepuk kening nya saat melihat kepolosan syafir akan ketidaktahuan nya itu. Devan hanya menahan tawa nya, lalu segera menjelaskan bahwa itu hanyalah khayalannya saja.

"Apa, tidak ada apa-apa, mungkin kamu hanya sedang kelelehan saja" jawab Devan

Syafir yang menyadari itu segera meletakan kembali, mie instan di tangan nya itu. Vivi percaya saja kepada Devan, memang benar belakangan ini dia banyak sekali pikiran sehingga membuat nya sering berpikir berlebihan, hingga terkadang membuat nya hampir celaka karena sering melamun saat berkendara.

"Kamu lain kali jangan bertindak bodoh di depan manusia, untung saja dia tak memiliki penyakit jantung" ucap Malea saat berada di dekat Syafir.

Syafir hanya cengengesan saat di tegur oleh Malea, Devan yang melihat itu hanya mengulum senyum nya saja.

"Ternyata kalian bisa bertingkah konyol juga" batin Devan

Singkat cerita waktu pembangunan pabrik kecil sebelah toko milik Devan kini sudah berjalan 70%, karena kerja bagus dari Gilang serta tim nya yang di bantu warga sekitar.

"Rencana mau bikin pabrik apa van?" tanya Gilang.

"Makanan sih ,tapi belum kepikiran apa yang sekira nya laku terus, dan tidak hanya saat buming atau viral saja produknya laku keras di pasaran, namun aku ingin dalam jangka yang sangat panjang" jelas Devan.

Kini keluarga Pakde Leman hanya bisa menahan keirian dan kekesalan nya itu tanpa, bisa berbuat apa-apa. Warga bergotong royong saat membangun pabrik kecil itu, agar pembangunan cepat selesai. Dan pengangguran di desa nya berkurang.

"Nak Devan hebat ya. Belum lama buka toko, sekarang sudah mau membangun pabrik lagi. Katanya nak Devan juga dia bakalan membuka sembilan belas juta lapangan pekerjaan, untuk siapa saja yang mau bekerja dengan serius” ujar Pak RT sambil terkekeh. “Wah, kalau benar-benar terealisasikan, berarti kita tidak perlu menunggu janji dari sana-sini lagi dong.”

Devan senang saat mendengar itu, tentu dia memang sengaja, terlebih banyak sekali pemuda di desa nya yang tak memiliki pekerjaan.

"Tuan, seperti nya keluarga ibu mu tak akan berani berbuat onar lagi" ucap Male.

"Tidak apa-apa, biarkan saja aku senang jika mereka tak mengganggu ku" jawab Devan dengan batin nya..

Hari-hari pun kini telah terlewati dengan baik, tanpa ada masalah yang berarti bahkan keluarga pakde Leman seperti nya kaроk, Kini Sebuah bangunan pabrik pun berdiri dengan kokoh, beserta isi-isi nya, Devan membuat sebuah pabrik roti, dengan Roti resep dari sang ibu yaitu Mariana.

Bahkan Yusa di angkat menjadi kepala pengawas pabrik tersebut, dan Vivi sebagai kepala Pemasaran disana, meskipun pabrik Devan masih kecil, Devan bertahap untuk meluaskan usahanya, agar kelak dia memiliki anak dia meninggalkan banyak warisan pikir nya saat itu.

"Ga nyangka sih aku Van!" ucap Yusa di sebelah Devan, yang memandangi para pegawai yang rata-rata adalah penduduk desa.

"Ini semua sudah di gariskan Yus" jawab Devan

Yusa membenarkan ucapan Devan sahabat nya, Devan memperlakukan para pekerjanya sebagai keluarga nya, bukan karyawan nya, jadi mereka yang bekerja dengan Devan merasa nyaman dan betah.

"Hebat yaa, kak Devan udah mah ganteng terus sukses, gak nyangka sih rejeki nya kak Devan kaya gini, jadi bantuin kita yang nganggur di desa deh" ucap seorang gadis yang bekerja memaking roti yang sudah keluar dari open besar, di pabrik kecil milik Devan itu.

"Salut deh, ahh pokonya hebat dia" timpal yang lain nya.

Vibes positive yang di sebarkan selama Devan menjadi seorang kurir, mampu membuat masyarakat menyayangi nya sebagai pemuda dermawan. Pakde Leman semakin panas dan iri, bahkan Bukde Arni menjadi stres karena terlampau iri dengan keponakan nya itu si Devan, sehingga membuat nya menjadi sering tertawa sendiri seperti orang gila Hal itu membuat Pakde Leman menyesali perbuatan nya kepada Devan

Sementara itu Devan sedang berada di alam spiritual nya, kabut yang selalu menyelimuti tempat itu kini perlahan menghilang, karena kekuatan Devan semakin meningkat, bahkan kini dia mampu membelah diri nya atau di sebut sebagai Astral projection. [ kemampuan untuk memproyeksikan kesadaran atau jiwa keluar dari tubuh fisik ]

"Tuan sekarang sudah lebih hebat!" ucap Malea yang melihat Devan masih dalam keadaan bersemedi.

"Benar itu ka Malea" timpal Syafir.

Devan membuat roh spiritual nya keluar daru tubuh nya, sehingga kini dia melihat diri nya sendiri. Malea serta yang lain nya begitu terkesan kini Devan bisa pergi kesuatu tempat tanpa membawa tubuh nya, untuk tujuan tertentu.

"Kau hebat tuan!" ucap Yunsi.

"Benar itu tuan, kini kau semakin kuat pula, dan saat nya kau belajar sihir dari kami, setelah kau kembali kedalam tubuh mu", timpal Malea.

Devan hanya tersenyum. Lalu dia menghilang secepat kilat dia menuju ke sekitar toko, tentu tanpa bisa di lihat oleh manusia biasa, dia juga mencoba mengelilingi pabrik nya. "Hahahaha ini luar biasa, bahkan mereka tak melihatku, hebat!", gumam Devan

Tak berselang lama roh spiritual Devan pun kembali ke tubuh aslinya, sehingga tubuh asli Devan perlahan sadar. Saat dia membuka mata dia tersenyum puas, karena kemampuan nya kini meningkat dengan cepat.

"Tuan akan memperlajari sihir dengan kami, karena perjalanan kita nanti akan sangat panjang" ucap Devan saat kembali dari kesadaran nya.

"Tentu, aku sangat menunggu hal itu!" jawab Devan antusias.

Setelah berbincang dengan para selir nya Devan menuju ke luar, namun lagi-lagi dia kembali melihat sosok pria tua berjubah, berdiri di hadapan toko nya.

Hal itu hanya Devan seorang yang melihat. Malea serta yang lain merasakan ada bahaya di sekitar tuan nya, segera menyusul, dan benar saja sosok laki-laki tua itu kembali datang.

'Eyang suro!' batin Devan

"Apa tujuan mu pak tua?" tanya Devan dengan tenang.

Pria tua itu hanya tersenyum seraya memandang ke arah Devan, dan ke arah Malea dan lain nya. "Serahkan gelang milik mu anak muda, maka kau tak perlu berurusan dengan ku" jawab pria tua yang ternyata eyang suro dengan roh spiritual nya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!