NovelToon NovelToon
Pewaris Makam Para Raja 2

Pewaris Makam Para Raja 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:19.1k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Beranjak dari takhtanya sebagai penguasa berdarah di perbatasan selatan.

Lin Xiao kini melangkahkan kaki ke dalam pusaran konspirasi mematikan Kota Awan Suci, tempat di mana eksistensi Jiwa Murni berkeliaran layaknya prajurit biasa dan Empat Sekte Suci mengendalikan langit.

Di musim kedua ini, tirai misteri Makam Para Raja perlahan ditarik lebih lebar melalui sebuah ekspedisi menegangkan ke dalam reruntuhan dimensi kuno yang tidak hanya menguji batas kekuatannya untuk menembus ranah Jiwa Murni, tetapi juga menguak luka, penyesalan, serta masa lalu dari para roh kaisar yang bersemayam di dalam tubuhnya.

Ditemani oleh Xue Mingyue, raksasa setia Meng Shan, dan seorang gadis bercadar misterius yang menyimpan rahasia terdalam dari pusat benua, Lin Xiao harus menyeimbangkan ambisi penaklukannya dengan ikatan emosional yang semakin kuat, membuktikan bahwa di balik arogansi dan kekejaman seorang Kaisar Bayangan, terdapat jiwa manusiawi yang terus berjuang mendobrak takdir para dewa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Cahaya matahari pagi menyusup masuk melalui celah tirai sutra di kamar VIP Paviliun Teratai Merah.

Sinar keemasan itu menyinari wajah Lin Xiao yang masih terbaring pucat di atas ranjang berukuran besar.

Di samping ranjang tersebut, Xue Mingyue duduk dengan mata yang memerah karena tidak tidur semalaman.

Gadis pewaris es utara itu terus mengalirkan energi penenang dari Jiwa Murninya ke dalam dada Lin Xiao tanpa henti.

"Kau benar-benar pria yang menyusahkan, selalu membuatku harus membersihkan kekacauanmu." gumam Xue Mingyue dengan suara serak.

Tiba-tiba, sebuah suara mekanis yang familiar bergema di dalam ruang kesadaran Lin Xiao.

Sisa energi Cermin Pemulih Jiwa yang terserap secara tidak sengaja di makam kuno kini diaktifkan

Memulai proses perbaikan fondasi jiwa yang retak. Estimasi waktu pemulihan adalah sepuluh tarikan napas.

Sring.

Sebuah pendaran cahaya perak yang sangat lembut meledak dari dalam Dantian Lin Xiao dan menyelimuti seluruh tubuhnya.

Xue Mingyue terkejut dan segera menarik tangannya saat merasakan energi penyembuhan kuno yang sangat murni tersebut.

"Energi ini... ini persis seperti aura dari Cermin Pemulih Jiwa milik Putri Suci." bisik Xue Mingyue menatap takjub ke arah Lin Xiao.

Cahaya perak itu meresap ke dalam pori-pori kulit Lin Xiao, menjahit kembali setiap retakan pada fondasi jiwanya dengan kecepatan yang tidak masuk akal.

Wush.

Lin Xiao menarik napas panjang secara tiba-tiba, dadanya membusung saat udara segar memenuhi paru-parunya.

Pemuda dari Kota Jade River itu membuka matanya perlahan, warna cokelat di matanya kini terlihat jauh lebih jernih dan tajam dari sebelumnya.

"Tidur yang sangat menyegarkan." ucap Lin Xiao bangkit duduk dan meregangkan otot-otot lengannya.

"Kau membuatku terjaga semalaman penuh dengan rasa cemas, dan kau hanya menyebutnya sebagai tidur yang menyegarkan?!" bentak Xue Mingyue dengan wajah marah.

Lin Xiao menoleh dan melihat lingkaran hitam di bawah mata gadis cantik yang biasanya selalu tampil sempurna tersebut.

"Aku tidak pernah memintamu untuk menjadi perawat pribadiku, Nona Es." balas Lin Xiao dengan senyum menyebalkan.

"Tapi aku harus mengakui, melihatmu begitu mengkhawatirkan nyawaku membuat ego pria di dalam diriku merasa sangat tersanjung." godanya tanpa rasa bersalah.

Xue Mingyue mendengus keras dan membuang muka untuk menyembunyikan rona merah yang menjalar di pipinya.

"Jangan terlalu percaya diri, aku hanya tidak ingin kehilangan bos yang menggajiku sebelum turnamen dimulai." elak Xue Mingyue dengan nada ketus.

"Lagi pula, siapa yang akan melindungiku dari monster-monster di pusat benua ini jika kau mati konyol?"

Lin Xiao tertawa pelan mendengar alasan klasik yang selalu digunakan oleh bawahan setianya tersebut.

Pemuda itu turun dari ranjang dan berjalan menuju meja bundar yang dipenuhi oleh cangkir teh kosong dan tiga gulungan emas.

"Jadi, apakah kau sudah membaca isi dari gulungan-gulungan yang hampir merenggut nyawaku ini, Xue'er?" tanya Lin Xiao menunjuk ke arah meja.

Xue Mingyue berdiri dan berjalan menghampiri meja tersebut, ekspresi wajahnya kembali berubah menjadi sangat serius dan profesional.

Srak.

Gadis itu membuka salah satu gulungan emas yang berisi tulisan-tulisan kuno dengan tinta darah spiritual.

"Aku menghabiskan sisa malam tadi untuk menerjemahkan bahasa kuno sekte ini, dan isinya benar-benar di luar dugaan kita." lapor Xue Mingyue menatap Lin Xiao.

"Gulungan ini tidak berisi teknik serangan mematikan, melainkan catatan rahasia tentang kelemahan mendasar dari ranah Transformasi Jiwa."

Mendengar hal itu, mata Lin Xiao langsung menyipit memancarkan ketertarikan yang sangat besar.

"Kelemahan dari para dewa palsu." gumam Lin Xiao menyandarkan kedua tangannya di tepi meja.

"Katakan padaku apa yang kau temukan, Xue'er. Aku ingin tahu bagaimana cara memotong leher mereka dengan efisien."

Xue Mingyue menunjuk pada sebuah diagram yang menggambarkan aliran jiwa manusia yang menyatu dengan alam semesta.

"Ahli Transformasi Jiwa mendapatkan kekuatan mereka yang luar biasa karena jiwa mereka terhubung langsung dengan hukum dimensi di sekitarnya." jelas gadis itu.

"Hubungan itu membuat mereka bisa meminjam tenaga alam tanpa batas, mengabaikan hukum fisika dasar."

"Lalu bagaimana cara memutus koneksi curang tersebut?" potong Lin Xiao yang tidak suka mendengar teori bertele-tele.

"Polaritas ekstrem." jawab Xue Mingyue dengan suara yang ditekan menjadi bisikan tajam.

"Hukum dimensi mereka sangat stabil, namun jika mereka terpapar oleh dua elemen yang saling bertolak belakang secara bersamaan dan dalam skala besar, ruang di sekitar mereka akan kacau."

Lin Xiao memiringkan kepalanya, otaknya yang jenius langsung memproses informasi tersebut dengan sangat cepat.

"Dua elemen yang bertolak belakang." ulang Lin Xiao menyeringai lebar.

"Seperti kehidupan dan kematian, atau cahaya dan kegelapan."

"Atau seperti api nirwana dan es abadi." sahut Xue Mingyue mengangkat tangan kanannya yang memancarkan kabut beku.

"Inti Emas lamaku telah hancur dan kini aku memiliki fondasi jiwa yang tercipta dari perpaduan es murni dan teratai api milik musuh kita." lanjut gadis itu dengan bangga.

"Jika aku meledakkan kedua elemen itu secara bersamaan di dekat ahli Transformasi Jiwa, koneksi hukum alam mereka akan terputus paksa selama beberapa detik."

"Dan selama beberapa detik itu, kekuatan mereka akan merosot drastis hingga kembali ke tahap puncak Jiwa Murni." simpul Lin Xiao menepuk tangannya sekali.

Tep.

"Sebuah informasi yang benar-benar sepadan dengan luka yang kuterima semalam." puji sang Kaisar Bayangan dengan mata berbinar.

"Dengan kelemahan ini, kita tidak perlu berlari bersembunyi dari para ketua Empat Sekte Suci di turnamen nanti."

Xue Mingyue mengangguk setuju, namun raut wajahnya masih menyimpan sedikit kekhawatiran.

"Tapi Lin Xiao, meskipun kekuatan mereka turun ke puncak Jiwa Murni, mereka tetap memiliki pengalaman bertarung ratusan tahun." jelas gadis itu.

"Dan kita akan berhadapan dengan empat orang ketua sekte sekaligus jika kita mengacau di turnamen itu."

"Itulah sebabnya kita tidak akan datang sebagai dua orang pengelana bodoh yang mencari mati, Xue'er." jawab Lin Xiao menuangkan sisa anggur ke dalam gelasnya.

"Kita akan datang sebagai sebuah pasukan yang akan menelan arena turnamen itu hidup-hidup."

Tepat saat Lin Xiao mengucapkan kalimat itu, pintu kamar VIP mereka diketuk dari luar dengan ritme sandi yang khusus.

Tok. Tok. Tok.

"Masuklah, Meng Shan." perintah Lin Xiao mengetahui siapa yang datang dari aura langkah kakinya.

1
VirgoRaurus 31Smile
cincin kan di pakai di jari... kenapa Meng Shan pakai peluk mayat segala, kalau cuma mau ambil cincin....
VirgoRaurus 31Smile
emangnya orang koma itu pasti tubuhnya kaku ya ..
Muh, Manan
mc lemah banyak ngomong..
VirgoRaurus 31Smile
menikah dg siapa... bukankah calon pengantin pria sudah mati...?
Salafudin
lanjut....
Hironimus Dachi
cadassss
aliff mocet
bagusssss
sutrimo trimo
semangat thir lanjut💪💪💪💪
Hironimus Dachi
mantaps
Bambang Hartono
lanjut Thor... semangat
VirgoRaurus 31Smile
mati aja belum kok terbaring kaku... 🤭
VirgoRaurus 31Smile
mencabut pedang es nya ke arah leher MC... maksudnya gimana Thor...?
Ironside
Request tambahkan makam raja insect Kak /Smile/
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Han Boshalvaya
Busetttt, ditunggu insect nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!