NovelToon NovelToon
Galeri Rasa Suka

Galeri Rasa Suka

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cintapertama / Idola sekolah
Popularitas:888
Nilai: 5
Nama Author: suziehloranda

Celine selalu menyukai Ares. Dia mengabadikan seluruh momen laki-laki itu di sebuah buku kecil. Ratusan foto. Lalu kini buku itu hilang, menyisakan perasaan khawatir yang menghantui Celine setiap malam.

Celine hanya tidak tahu, buku itu berada di tangan Ares. Di simpan baik-baik, menunggu waktu yang tepat untuk membuka kedok Celine.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon suziehloranda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tertangkap Basah

Ares membuka pintu gudang pagi itu, hendak mengambil bola basket. Dia berhenti tepat di depan rak usang, sebuah buku kecil tergeletak di sana, kontras dengan keadaan gudang. Sampulnya bersih, terikat pita hitam yang membungkus. Rasa penasaran mendorong Ares mengambil buku itu.

Laki-laki itu menarik simpul pita, membuka satu per satu halaman yang membuatnya terpaku. Berhenti.

"Wajahku?" tanyanya bergumam. Dia kembali membalik halaman, tidak ada hal lain selain foto dan stiker love.

"Ini maksudnya apa?"

Banyak sekali foto di album itu, dari potret yang diambil diam-diam. Bahkan sampai foto yang jelas tertera di postingan media sekolah. Note kecil di halaman depan buku mengalihkan pandangannya.

My favorite person, kapan ya di notice. Huhu T-T, i really like u. Bisa gak kamu suka juga?

Tidak ada nama yang tertera di sana membuat tanda tanya besar di kepala Ares.

Ares menghela napas panjang, dia mengamati buku kecil yang diputar-putar sejak beberapa menit yang lalu. Laki-laki itu sedang beristirahat di rooftop. Dia baru saja teringat kejadian kemarin di gudang.

"Kira-kira siapa, ya?" Ares memandang langit biru kemudian menyungging senyum tipis, merasa lucu dengan sebaris kalimat yang tertera di halaman depan. Berulang kali telah dibacanya sejak semalam.

Sebuah siulan membuyarkan pikiran Ares, Bian menghampirinya dengan sebuah soda kaleng yang disodorkan. Ares menerimanya baik.

"Pak Bambang gak masuk?" tanya Ares, saat ini memang masih jam pelajaran.

"Enggak, makanya aku datang kemari. Eh, ngomong-ngomong," kata Bian, dia menyipitkan mata. "itu apa yang kau pegang?"

"Bukan apa-apa." Ares dengan cepat menyembunyikan album itu di balik jaketnya.

"Turun ayo, aku bosan. Mending kita latihan basket. Mumpung masih jam kosong," ucap Bian. Dia terlebih dahulu meninggalkan rooftop, lalu kemudian disusul oleh Ares.

...***...

Celine menyikut lengan Berlian yang tidak berhenti bersorak untuk teman sekelasnya yang sedang bermain basket. Jam kosong dipergunakan untuk tanding basket antar kelas.

11 Mipa 2 Vs 12 Mipa 5

"Kakak kelas yang lagi megang bola ganteng banget gila!" kata Berlian. Selain bermulut tajam, perempuan ini juga kadangan tidak tahu malu.

"Kamu ngedukung siapa sih, kelas kita apa kakak kelas?"

"Ngedukung yang ganteng!"

Celine merotasikan bola matanya, dia kemudian memandang lurus ke depan. Pada satu objek yang terlalu sempurna di matanya.

Ares.

Laki-laki itu menyeka keringat yang bercucuran di dahinya, fokus dengan pergerakan lawannya.

Garis bawahi, Celine tidak pernah menyukai bola, tidak mengerti apa pun tentang olahraga. Namun ketika tahu Ares aktif organisasi basket di sekolah, dia jadi sering ikut serta hanya untuk menonton.

"Bagus banget Bian, iya ambil bolanya!" seru Berlian lantas berdiri, hampir saja membuat Celine terjatuh.

Celine mendorong bahu Berlian, kemudian menggerutu, "Pelan kan suaramu, malu tahu! Tengok tuh, bayak orang yang nengok ke sini."

"Suka-suka saya, jangan sewot."

"Dibilangin malah ngegas, gak like!"

Berlian tidak mengindahkan perkataan Celine, dia fokus memperhatikan pertandingan basket yang kian menantang. Perlawanan yang sepadan dari kedua belah pihak.

"Gila ganteng banget," gumam Celine, kemudian dia mengeluarkan ponselnya, memastikan arah pencahayaan yang dia ambil. "Ares kok bisa seganteng ini."

Dia mengambil sudut yang pas, kemudian menekan klik foto. Ares tampak sangat fokus, sorot matanya tajam dengan bulir keringat di pelipisnya. Tangannya menggenggam bola yang siap dimasukkan ke dalam ring.

Tepat saat Celine menganggumi hasil foto yang diambil dengan sempurna, sorakan dari kursi penonton memecah fokusnya. Ponselnya terjatuh ke depan, disamping seorang laki-laki yang kemudian beralih.

Ares mencetak satu poin, sementara Celine termangu dengan keringat dingin saat laki-laki itu menatap horor ponsel Celine yang menampilkan gambar Ares.

"Ngapain kamu nengok foto Ares?!" tanyanya.

"Bukan urusanmu, kembalikan ponselku!" seru Celine, dia hendak meraih ponselnya paksa, tapi laki-laki itu mengangkatnya tinggi-tinggi.

"Balikin Gabriel, jangan keterlaluan deh, ikut campur mulu sama urusan orang," kata Celine lantas berdiri, dia berkacak pinggang. "Kulaporin kamu ya ke tante Grace, selalu aja ganggu aku."

"Ye bocah cepu, aku nanya baik-baik juga, atau jangan-jangan," Gabriel menyipitkan matanya. "kamu suka ya, sama anak basket itu. Hayo ngaku!"

"Nggak!"

Gabriel tertawa pendek, merasa lucu dengan usaha Celine yang mencoba mengambil ponselnya. Tidak sampai, perempuan itu terlalu pendek.

"Olahraga dulu sana, minum susu peninggi badan."

"Kurang ajar banget kamu!" kata Celine, dia menginjak kaki Gabriel, kemudian mengambil ponselnya secara paksa. Laki-laki itu mengaduh kesakitan lantas menatap Celine tajam.

"Nggak ada lemah lembutnya sama sekali jadi perempuan. Awas nanti gak ada laki-laki yang suka!" pungkas Gabriel.

"Biarin, asal jangan disuka kamu aja."

Gabriel diam, dia kemudian berdehem memecah suasana dengan tangan yang melambai. "Siapa juga yang mau suka kamu." ujarnya.

Celine kembali duduk di kursi dengan perasaan dongkol, Berlian menatapnya dari atas ke bawah seolah menilai. Sorot matanya kemudian beralih pada Gabriel yang sedang berbincang dengan temannya. Interaksi dua orang ini kadang membuatnya bingung.

"Gabriel itu tetanggamu yang kau cap paling menyebalkan itu kan?" tanyanya.

"Emang rese banget dia, sejak SMP jahilnya gak berkurang. Gak betah aku kalo ada dia," kata Celine, dia memeluk ponselnya dengan harap-harap cemas. "Dia tadi nengok gambar Ares, gimana kalo dia berulah dan sebarkan rumor yang enggak-enggak?!"

"Rumor apanya, kenyataan kok emang kamu suka—" Sebelum Berlian melanjutkan ucapannya, Celine sudah terlebih dahulu membekap mulut perempuan itu.

"Gak usah bilang di sini juga!"

"Ya kan, gak sengaja."

Celine mendengus kesal dan mengerang frustasi, dia menunduk dengan pikiran yang bercabang. "Selamat tinggal kedamaian, kayaknya Gabriel gak bakal biarin aku tenang. Dia udah bisa nebak aku suka Ares." batinnya.

Di barisan bangku cadangan, Ares meneguk sisa terakhir air mineralnya. Dia duduk seorang diri di sana, jemarinya menggenggam album foto. Lantas kemudian sorot matanya beralih menuju kursi penonton, di baris ke tiga.

Bisa dihitung dengan jari berapa kali dia dan Celine bertukar kata, bahkan jika pun mereka telah menjadi teman sekelas selama satu tahun. Dia kenal Celine, bahkan pernah satu meja dengan gadis itu, sebelum kemudian ujian di kelas satu memisahkan mereka. Sistem pemilihan kelas di sekolah mereka berbasis ujian, jadi ada kesempatan pergantian kelas tiap tahun.

Ares melempar botol mineralnya tepat sasaran ke keranjang sampah, lantas dia bersandar dengan mata yang tertutup. Ada yang mengganjal yang berusaha dia singkirkan, tentang Celine, tentang album foto yang dia temukan.

"Kenapa Celine selalu bertingkah aneh ketika bertemu denganku?"

1
seonghyeon
cemburu? ngakak
seonghyeon
author jadi ini sama anak tetangga atau my crush nih
Suzie: 🤭 itu rahasia negara
total 3 replies
seonghyeon
semangat author, ditunggu bab berikutnya /Tongue/
seonghyeon
lama-lama kesel sama ares
seonghyeon
gila ceritanya penuh emosi banget, absolut sinema banget sih ini
seonghyeon
yah gambar Celine lah /Proud/
seonghyeon
antara orang lama atau orang baru/Doge/
seonghyeon: orang baru sih/Applaud/
total 2 replies
seonghyeon
ah sepertinya sama-sama pengagum rahasia nih
seonghyeon
bian ikut campur bangett /Curse/
seonghyeon
sengaja berarti,bangsut/Curse/
Suzie: 🤣 aduhh jangan gituu
🤭
total 1 replies
seonghyeon
Bagus banget author cocok nih yang suka gendre percintaan+komedi anak sekolahan.🥰

Salut banget sih author lucu gemes
Suzie: 🤭 senang dehh, kalo sukaa😍
total 1 replies
seonghyeon
lucu banget pliss, sampe lupa waktu gua baca perbab kemudian perbab lagi /Facepalm//Facepalm/
seonghyeon
dipegang nih/Slight/
seonghyeon
kalo aku malu kepikiran tujuh turunan itu 🗿
seonghyeon
hm, senyum "sendiri gw/Facepalm//Facepalm/
seonghyeon
jangan bilang kita Ares itu pemberian Jasmine /Determined//Determined/
seonghyeon: *itu bukan kita,typo thor 🗿
total 1 replies
seonghyeon
😭😭
seonghyeon
ngakak /Facepalm/
seonghyeon
guna-guna nggak tuh /Bye-Bye/
seonghyeon
aku curiga sama Gabriel /Doge/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!