Niat baik tidak selamanya berakhir baik, hal ini terjadi pada rumah tangga Hanna dan Rizal
Malam itu keduanya menyelamatkan seorang wanita yang mendapat kekerasan dari suaminya
Mereka membawa tubuh lemah itu kerumah dan memberikan perawatan hingga wanita bernama Arum itu pulih
Namun nasib buruk menghampiri Hana, wanita yang telah ia selamatkan ternyata menjadi racun bagi rumah tangganya bersama sang suami
Pada akhirnya Rizal terjerat oleh pesona wanita lugu bernama Arum itu, hingga pernikahannya yang telah dikaruniai dua buah hati berakhir
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30
"Mbak Hanna gak mikir buat balik lagi kan sama mas Rizal?"
"Apaan sih kamu, ngapain juga mbak balik lagi sama laki-laki pengkhianat itu" Kesal hati Hanna mendengar ucapan adiknya
"Setelah mbak benar-benar sehat, mbak akan mengajukan gugatan cerai lalu menjemput Fathan" Ujar Hanna
"Setelah itu mbak akan melanjutkan hidup, bekerja dan merawat anak-anak. Mbak akan melupakan yang namanya cinta"
Dokter Rama hanya bisa menatap dua wanita yang tengah bicara itu, ia tak tahu harus memberi reaksi seperti apa
"Aku akan dukung apapun yang mbak mau lakukan! Mbak gak pernah sendirian!" Hanin mendekat kearah sang kakak lalu memeluknya
"Terima kasih yaa dek, terima kasih juga karena kamu sudah merawat Eleanor selama mbak disini!"
Hanna mengusap air matanya, tidak seharusnya ia terpuruk hanya karena seorang pria. Ia memiliki keluarga yang begitu menyayangi dirinya
Sementara jauh ditempat berbeda, Rizal sejak tadi menggerutu didalam mobilnya. Ia sudah tiba ditempat kerja dan menyadari jika ponselnya tertinggal
"Gini nih kalau gak ada istri yang ngurusin, semuanya berantakan" Kesal Rizal sambil terus melajukan mobilnya
Setelah mobil terparkir, pria itu turun dan masuk kedalam rumah. Rumah tersebut dalam keadaan sepi karena anak-anak telah berangkat sekolah dan asisten rumah tangganya pergi belanja
Rizal mengerutkan keningnya saat melewati ruang tamu, dari tempatnya berdiri terdengar suara yang hanya dimengerti oleh orang dewasa
Dadanya bergemuruh, bagaimana bisa ada suara seperti ini jika dirumah tidak ada siapapun
Dengan langkah pelan ia mendekat dan berdiri didepan pintu kamar Arum. Rizal menempelkan telinganya disana dan suara itu semakin jelas
"Breng___"
Brak
Dua insan yang tengah menyatu itu terpaksa melepas penyatuan mereka saat terdengar suara pintu terbuka dengan keras, saking kerasnya pintu itu sampai memantul
Rizal mengepal, wajahnya terlihat memerah karena amarah. Arum tengah berlindung dibalik selimut untuk menutupi tubuh polosnya lalu Ipul berdiri sambil memakai kembali pakaiannya
"Apa yang kalian lakukan dirumah saya?" Teriak Rizal pada keduanya
"Mas, maafkan aku mas aku.." Arum turun dari tempat tidur lalu meraih handuk untuk menutupi tubuhnya
Setelah itu Arum mendekati Rizal namun pria itu menatapnya dengan jijik. Sungguh sial bagi Rizal, ia kehilangan istrinya demi wanita murah___ seperti ini
"Mas aku bisa jelasin!" Arum meraih tangan kekasihnya namun Rizal menepisnya
"Apa lagi yang mau kamu jelaskan wanita murah____?" Rizal menatap dua sejoli itu bergantian "Kamu ingin menjelaskan sesuatu Ipul?"
"Maafkan saya pak, tapi kami berencana untuk menikah!"
Rizal mengepal, dengan cepat ia mendekat dan memberikan bogem mentah pada wajah supir pribadinya itu
"Katakan sudah berapa lama kalian bersama?" Tanya Rizal dengan tangan yang mencengkram kerah baju Saipul
"Beberapa hari setelah Arum tinggal dirumah ini" Ipul menunduk sambil menahan sakit pada rahangnya
"Breng____"
Bugh
Setelah puas memukuli sang supir, Rizal kembali menarik kerahnya "Kenapa kalian tidak mengaku! Harusnya kalian bilang agar saya tidak kehilangan istri saya!"
Bugh
"Kalau kalian ingin menikah katakan dari awal" Rizal terus memukuli supir pribadinya itu hingga pria itu tidak sanggup lagi berdiri
"Udah mas!" Arum menarik tangan Rizal namun pria itu menepisnya dengan kasar
"Lepaskan saya wanita mura___!" Arum tersentak mendengar ucapan Rizal
Ia menyesal, karena merasa kesepian ia meminta untuk bersama Saipul. Ia pikir Rizal tidak akan kembali dan mereka bebas melakukannya seperti biasanya
"Kamu jangan menyalakan aku mas!" Teriak Arum "Kamu yang terus mengabaikan aku, kenapa kamu tidak bisa melupakan istri kamu yang sudah pergi itu dan bersama aku"
Arum muak terus menemani Rizal dengan patah hatinya. Pria ini tidak lagi menyentuhnya dan memilih untuk mengurung diri
Bukan salahnya jika dirinya mencari pelampiasan bukan? Ia butuh belaian dan Rizal mengabaikannya
"Kamu bisa melupakan Hanna dan bersama aku"
Plak
Arum jatuh dilantai, rahangnya terasa bergeser saking kuatnya tamparan yang Rizal berikan
"Berani sekali kamu mengatakan itu, kamu tidak bisa membandingkan istri saya dengan wanita mura___ seperti kamu!"
Rizal dikuasai emosi, jika terus melihat mereka bisa dipastikan ia akan membunuhnya
"Pergi kalian dari sini!" Usir Rizal "Pergi Arum! Saya tidak ingin melihat wajah kalian lagi"
"Maafkan saya pak" Ipul mendekati Arum dan menyentuh bahunya "Ayo Arum"
Arum menurut, jika ia masih disini dirinya bisa mati ditangan Rizal yang sepertinya marah besar
Arum mengenakan kembali pakaiannya, mengemasi barang-barang nya lalu keluar bersama Ipul
Tidak masalah jika harus tinggal bersama supir ini, toh Ipul menjanjikan kehidupan yang lebih baik jika bersamanya
Rizal benar-benar geram, terlebih saat melihat kamar yang berantakan. Wanita yang sudah menghancurkan pernikahannya tidur bersama supir pribadinya
"Breng____"
Rizal melampiaskan amarahnya pada barang-barang dikamar itu. Pria itu mengeluarkan korek api dan membakar tempat tidur yang baru saja digunakan dua sejoli itu
"Baji____ kalian semua"
Rizal duduk dilantai dengan berderai air mata. Bukan, bukan pengkhianatan Arum yang membuatnya menangis
Tapi, penyesalan karena sudah kehilangan Hanna. Bagaimana bisa ia tergoda dengan wanita mura___ ini dan kehilangan istrinya
"Kembalilah Hanna! Aku butuh kamu" Rizal meraung hingga suara Warsih terdengar
"Ya Allah bapak.." teriak wanita paruh baya itu melihat api yang terus melahap tempat tidur, jika dibiarkan rumah ini ikut terbakar
"Ada apa pak? Bapak kenapa" Wanita paruh baya itu mendekat, menyentuh bahu majikannya yang terus menangis
Bahkan Rizal persis seperti anak kecil yang ditinggal oleh ibunya "Ya Allah api!"
Warsih keluar kamar, ia datang dengan seember air lalu menyiram api tersebut. Warsih melakukannya beberapa kali hingga api tersebut padam
"Ya Allah" Warsih lalu mendekat kearah sang majikan "Ayo pak! Kita keluar dari sini! Nanti saya panggil warga untuk membersihkan ini"
"Mbok, saya butuh Hanna! Dimana Hanna? Saya ingin dia" Warsih hanya bisa menatap sendu kearah pria yang terlihat hancur ini
"Kita keluar dulu ya pak! Biar kamarnya bisa dibersihkan" Warsih membantu mengangkat tubuh kekar itu. Tentu saja ia kesulitan
Rizal duduk dengan air mata yang terus mengalir deras. Sementara Warsih meminta bantuan beberapa warga untuk mengeluarkan barang-barang yang terbakar
Wanita paruh baya itu juga mengabari ibu dari sang majikan. Ya, mungkin ia marah pada Rizal karena kesalahannya, tapi Warsih sudah menjaga pria ini sejak masih kecil
Saat Rizal menikah, ia pindah ke kediaman barunya bersama istrinya. Warsih menyayangi Rizal terlebih apa yang telah pria ini lakukan bagi keluarganya
Setelah menelepon, Warsih mendekat. Rizal duduk di sofa ruang tamu dengan kepala yang senantiasa menunduk
"Pak, apa bapak perlu sesuatu?" Tanya Warsih
"Hanna, saya butuh Hanna mbok" Terdengar suara isakan yang begitu pilu
"Sabar pak, semua sudah terjadi"
Rizal menggeleng "Kenapa saya tidak dapat kesempatan kedua? Saya berhak untuk itu mbok"
Warsih tidak tahu lagi harus mengatakan apa, penyesalan memang selalu datang dibelakang, dan sekarang sudah sangat terlambat
ngapain juga ngurusin laki bgitu kl Aku mah bodo amat.
Aku dah ngrasain kok dan gk sebucin itu ma laki.
di khianati tambah sukses bukan mlh Gila Dan gk bisa move on plus plenger.
ayo hana pergi bawa anak anakmu ke luar negri