NovelToon NovelToon
Istri Yang Kau Sia-Siakan

Istri Yang Kau Sia-Siakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Nikahmuda
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Jmn

Alesha rela mengorbankan impian dan kebahagiannya demi rumah tangga yang ia perjuangkan sepenuh hati dan menerima hinaan dan cacian oleh keluarga suaminya.
Namun semua pengorbanannya berakhir sia-sia ketika ia mengetahui suaminya berselingkuh dan mengaku belum menikah.
Memilih pergi adalah langkah paling menyakitkan yang pernah ia ambil. Tetapi tanpa disadari, keputusan itu justru membawanya pada kehidupan baru yang lebih baik.
Alesha mulai bangkit. Ia ingin membuktikan bahwa keputusannya meninggalkan masa lalu adalah pilihan yang tepat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Jmn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tak lagi sendiri

Krek!

Pintu ruang rawat terbuka dengan kasar hingga membuat Alesha tersentak kaget.

"Astaga..."

Luna masuk dengan napas tersengal-sengal.

Rambut Luna tampak berantakan. Napasnya memburu seperti habis berlari tanpa henti.

"Alesha..."

Luna langsung mendekati Alesha yang terbaring di ranjang rumah sakit.

"Kenapa kamu nggak kasih kabar kalau kamu kecelakaan?"

Alesha menatap sahabatnya lalu tersenyum tipis.

"Maaf..."

"Maaf katanya."

Luna memegangi dadanya, berusaha menenangkan detak jantungnya yang sejak tadi tidak karuan.

"Aku sampai panik, tahu nggak?"

"Maaf, bestie," jawab Alesha sambil tercengir kecil.

"Oh ya, siapa yang memberitahumu kalau aku masuk rumah sakit?"

"Aku juga nggak tahu dia siapa. Dia datang ke rumah pagi ini bawa motor, lalu memberitahukan Ibu kalau kamu masuk ke rumah sakit," jawab Luna lalu duduk di samping Alesha.

"Motor?" ulang Alesha.

Luna mengangguk.

"Lun, aku minta maaf ya... motormu rusak gara-gara aku," lirih Alesha.

Luna langsung menggeleng pelan sambil menggenggam tangan sahabatnya.

"Kamu nggak perlu khawatir soal motor itu. Bagiku keselamatanmu paling utama."

Hidung Alesha mendadak terasa perih.

Di saat orang lain pergi menjauh, Luna justru tetap bertahan di sisinya.

"Tapi, Lun..."

"Hus..."

Luna langsung menutup bibir Alesha dengan jarinya.

"Kamu nggak usah merasa sungkan..."

Potong Luna. Ia sudah tahu apa yang akan dikatakan sahabatnya itu.

"Sekarang aku mau tanya, kenapa kamu bisa kecelakaan?"

Alesha terdiam sesaat.

Tatapannya perlahan menunduk.

"Aku lagi nggak fokus waktu bawa motor, Lun. Sampai-sampai aku masuk ke jalur yang salah dan akhirnya tertabrak mobil. Untung saja yang menabrakku cepat membawaku ke sini, jadi aku langsung mendapat penanganan."

"Baguslah kalau dia bertanggung jawab. Oh iya, kamu tumben nggak fokus bawa motor. Apa kamu ada masalah, Alesha?" tanya Luna.

Alesha kembali terdiam.

Dadanya kembali terasa sesak saat mengingat kejadian itu.

Wajah Aldo dan wanita itu kembali terbayang jelas.

Melihat perubahan raut wajah Alesha, Luna langsung mengerti.

Tanpa banyak bertanya, ia segera memeluk sahabatnya.

Alesha tak sanggup menahannya lagi.

Tangisnya pecah di pelukan Luna.

"Lun... Mas Aldo selingkuh... hiks... hiks..." ucap Alesha dengan suara bergetar.

"Apa?!"

Luna langsung mengepalkan tangannya.

"Sialan!"

"Ternyata selama ini Mas Aldo punya kekasih di tempat kerjanya, Lun... dan yang lebih menyakitkan lagi, Mas Aldo mengaku belum nikah, Lun..."

Luna mengepalkan tangannya kuat-kuat.

"Kurang ajar!"

Dadanya naik turun menahan emosi.

"Jadi selama ini dia menjalin hubungan dengan wanita lain?"

Alesha mengangguk pelan.

"Aku bahkan melihat mereka bersama dengan mataku sendiri."

Air matanya kembali jatuh.

Sampai sekarang pun rasanya masih sulit ia percaya.

"Aku sudah berusaha menjadi istri yang baik, Lun. Aku sabar menghadapi ibu mertuaku, sabar saat dihina, sabar saat direndahkan. Tapi ternyata semua itu nggak ada artinya."

Suara Alesha terdengar begitu rapuh.

Luna mengusap punggung sahabatnya perlahan.

"Kamu nggak salah, Sha."

"Aku capek, Lun..."

Suara Alesha semakin lirih.

"Aku benar-benar capek."

Luna menatap sahabatnya dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

Luna mengenal Alesha bukan sehari dua hari.

Ia tahu sahabatnya itu selalu memilih diam meski disakiti.

Namun kali ini berbeda.

Luna bisa melihat sendiri betapa lelahnya Alesha.

"Luna... aku minta cerai sama Mas Aldo."

Mata Luna langsung membelalak.

"Kamu serius?"

"Iya. Aku nggak mau bertahan lagi dengan pria pengkhianat. Selama ini aku masih sabar menghadapi keluarga, tapi sekarang aku nggak bisa lagi, Lun," jelas Alesha dengan suara serak. "Dan yang lebih menyakitkan, ibu mertuaku ternyata tahu soal hubungan mereka."

"Apa?!"

Alesha mengangguk pelan.

"Bahkan beliau bilang kalau bagus aku sudah tahu, jadi Mas Aldo dan wanita itu nggak perlu sembunyi-sembunyi lagi."

Luna langsung menggeleng tidak percaya.

Rasa kesalnya semakin bertambah.

"Cerai dari dia adalah keputusan yang bagus, Sha," ucap Luna tegas. "Di rumah itu nggak ada yang menghargaimu, jadi buat apa kamu bertahan lagi? Aku yakin, suatu saat nanti dia akan menyesal."

Luna menggenggam tangan sahabatnya lebih erat.

"Mulai hari ini, kamu nggak usah pikirkan Aldo dan keluarganya. Sekarang fokus pada dirimu sendiri," ucap Luna memberikan semangat. "Dan aku akan membantumu mengurus perceraianmu."

Mata Alesha kembali memanas.

Kali ini air mata itu jatuh karena alasan yang berbeda.

"Terima kasih, Lun."

Alesha sangat bersyukur memiliki sahabat seperti Luna.

Seseorang yang tetap ada saat hidupnya sedang berantakan.

"Sha, jadi kamu sudah keluar pergi dari rumah itu?" tanya Luna pelan.

Alesha mengangguk.

"Iya, Lun," jawabnya lirih.

Luna terdiam sejenak, lalu ia menghela napas panjang.

"Kalau begitu, tinggal di rumahku saja."

Alesha menoleh.

"Rumahku masih cukup luas, dan aku yakin Ibu pasti senang kalau kamu tinggal bersama kami."

"Lun..."

"Kamu nggak perlu mikirin apa-apa dulu. Fokus sembuh dan mengurus perceraianmu."

Alesha langsung menggeleng pelan.

"Nggak bisa."

"Kenapa nggak bisa?" tanya Luna tidak setuju.

"Aku sudah terlalu sering merepotkan kamu."

"Sha..."

"Aku serius, Lun."

Alesha menggenggam tangan sahabatnya.

"Selama ini kamu dan ibumu sudah banyak membantu aku. Aku nggak mau terus bergantung sama kalian."

Luna mengerucutkan bibirnya.

"Tapi kamu mau tinggal di mana?"

"Aku masih punya sedikit tabungan."

Alesha tersenyum tipis.

"Nanti aku cari kontrakan kecil. Yang penting cukup untuk tempat tinggal sementara."

Luna menggeleng pelan.

"Kamu keras kepala."

Alesha terkekeh kecil.

"Mungkin."

"Mungkin katanya."

Luna mendesah pasrah.

Meski tidak setuju, ia tahu keputusan Alesha sudah bulat.

Luna tahu sifat Alesha.

Kalau sudah mengambil keputusan, biasanya sulit dibujuk.

"Baiklah."

Alesha menatap Luna.

"Kamu nggak marah?"

"Aku masih kesal karena kamu menolak tawaranku," ucap Luna.

Alesha tersenyum kecil.

"Tapi aku tetap menghargai keputusanmu."

Mata Alesha mulai berkaca-kaca.

"Terima kasih, Lun."

Luna lalu meraih tangan sahabatnya dan menggenggamnya erat.

"Tapi dengarkan aku baik-baik."

Alesha mengangguk pelan.

"Kalau kamu butuh apa pun, kapan pun, langsung hubungi aku."

"Lun..."

"Aku serius."

Luna menatapnya sungguh-sungguh.

"Mau itu soal kontrakan, pekerjaan, atau sekadar teman menangis tengah malam, telepon aku."

Bibir Alesha bergetar pelan.

Dadanya terasa hangat mendengar ucapan itu.

"Aku nggak mau kamu menghadapi semuanya sendirian."

Kali ini Alesha benar-benar tidak bisa menahan harunya.

Ia memeluk Luna erat.

"Terima kasih..."

Luna membalas pelukan itu sambil mengusap punggung sahabatnya perlahan.

"Tenang saja, Sha."

Suara Luna terdengar lembut.

"Kamu sudah melewati hari-hari terburukmu."

Alesha perlahan melonggarkan pelukannya.

Ia lalu meraih tasnya yang berada di samping ranjang.

Setelah mengobrak-abrik isinya beberapa saat, Alesha mengambil sesuatu lalu menyodorkan beberapa lembar uang kepada Luna.

"Ini untuk apa, Sha?" tanya Luna bingung.

Ia bahkan belum menerima uang itu.

"Motor kamu pasti rusak gara-gara aku. Ini sebagai gantinya," jawab Alesha.

Luna langsung menggeleng.

"Tidak perlu, Sha..."

"Tapi, Lun..."

Alesha menatap sahabatnya dengan rasa tidak enak.

Bagaimanapun juga, kecelakaan itu terjadi saat ia mengendarai motor milik Luna.

"Sha, motor itu nggak ada lecet. Bahkan terlihat baru," ucap Luna.

Alesha langsung mengernyit.

"Hah? Baru? Mana mungkin, Lun. Aku habis kecelakaan lho, Lun."

Nada suaranya dipenuhi ketidakpercayaan.

Bagaimana mungkin motor itu baik-baik saja setelah kejadian kemarin?

"Tapi aku serius, Sha. Motor itu terlihat baru," ucap Luna meyakinkan.

Kening Alesha langsung berkerut.

Semakin dipikirkan, semakin tidak masuk akal.

Mana mungkin motor itu tidak mengalami kerusakan?

"Apa Lea yang memperbaiki motor itu?"

Luna menatapnya heran.

"Siapa Lea?"

1
Ma Em
Leon sdh menemukan gadis teman masa kecilnya semoga benar Alesha reman masa kecil Leon dan berjodoh Alesha dgn Leon , Aldo sdh menikah dgn wanita pilihan nya apakah benar anak yg dikandung Risa adalah anaknya Aldo .
Hatnah Batulicin
peran Alesha org nya terlalu lemah dan letoy 😝😝😝
Nona Jmn: Sabar
total 1 replies
Hatnah Batulicin
terlalu bnyk KTA "hah"disetiap dialog nya
Anonim: awokawok emang lawak awokawok blok
total 1 replies
dome🌬️🌀🌀🌀
lanjut Thor bikin cerita yg bikin tensi naik🤣🤣🤣🤣🤣
ayoookkkk semangat
semangat
💪💪💪💪💪
dome🌬️🌀🌀🌀
yookkk gelud yookkk Mak, sini biar saya smackdown

😤😤😤😤😤😤😤😤😤kuweseeellleee rekkk...
dome🌬️🌀🌀🌀
haduuhhhhh... Jagan lembek laahhh kau wahai wanita. sudah dihina diremehkan ga dihargai sekarang disakiti secara verbal dan fisik apalagi yg kau harapkan dari si biyawak suamimu. gila digampar masih bisa ngarep dibela. digampar yaa neng digampar.. udah kayak ga ada harga diri lagi lu. ngapain masih ngarep laki percaya sama kamu
dome🌬️🌀🌀🌀
eehhhhhh.... Mak lampir, itu bukan tanggung jawab mantumu yaa buat nafkahi kluarga kalian. setres kan kalian. coba brobat dl sapa tau gila.
yg Suai siapa tapi yg dituntut nafkahi siapa. kan gendeng yaaa.. ga DA kewajibannya mantu atau istri menafkahi keluarga nya apa lagi menafkahi kluarga suami.😄😄😄
ibu ini lupa minum obat inii pastii makanya rada kumat 🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
kenapaaa,, kok berasa dunia mu yg runtuh Alesha dipecat. ga ada sumber pendapatan yaa yg bisa kau ambil dari Alesha lagi. makin lah kluarga suaminya semakin merendahkan Alesha... cereeeee ajaaaaaa laahhh Gedeg udah akuuuhhh😄😄😄😄
dome🌬️🌀🌀🌀
ihhhhh.... jengkelnya. kalau sudah tau tak dihargai dirumah yg kau anggap kluarga lebih baik pisaaahhhhhj... tinggalkan kluarga yg ga bisa menghargai mu itu Alesha. sudah dinafkahi seadanya banyak dituntut ini itu ga dihargai. parahnya udah kayak babu luar negri aja.
mending sekalian beneran kerja jadi babu luar negri makan gratis tinggal gratis digaji besar. sama aja kan kayak kau tinggal dirumah kluarga suami mu, macam babu. bedanya babu luar negri digaji🤣🤣🤣🤣
lahhh ini sudah lah dihina dijelekkan dibabuin ga dihargai, dinafkahi ala kadarnya saja. boro boro mau beli berlian segunung🤣🤣🤣🤣
lanjut lahhhhhh
dome🌬️🌀🌀🌀
lanjuuutttt lah.. gaskeuunnnn🤗💪💪
dome🌬️🌀🌀🌀
haduhhhh,,,, baru awal bab dan baru paragraf pertama baca sudah membuat aku punya darah tinggi dadakan😤😤😤

Thor kira kira kalau buat cerita, LG anteng2 baca sudah dibuat darah tinggi thorrrrrrr teganya dikau pada daku. 🤣🤣🤣🤣
coba Thor masukin aku kedalam novel mau aku geprek itu mertua dan ipar laknatnyaaa... sudah ga dinafkahi kok masih mau aja punya suami modelan gitu....
astaghfirullah
astaghfirullah
astaghfirullah
sabarrrr sabarrr... orang sabar rejekinya lebaaarrrrrrrrrrrr😁
Ma Em
Semoga Alesha sukses setelah berpisah dgn Aldo , Aldo pasti menyesal karena sdh menyia nyiakan istri sebaik dan sesabar seperti Alesha , semoga Alesha jadi orang yg sukses dan semakin bersinar .
Nona Jmn: Aamin😊
total 1 replies
Ma Em
Alesha kenapa kamu mau memenuhi kebutuhan Aldo dan ibunya sedangkan kerja kerasmu tdk pernah dihargai , lawan mereka Alesha jgn cuma nangis lbh baik tinggalkan suamimu yg tdk pernah menganggap mu istri tapi kamu cuma dianggap pembantu gratisan .
Nona Jmn: Pantau terus Alesha ya, kak🙂
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!