NovelToon NovelToon
Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami / Menikahi tentara / Tamat
Popularitas:983.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: Deyulia

Selama tiga tahun, Nayra mendedikasikan hidup untuk suaminya, Lettu Ardana Prajakelana. Seorang pria abdi negara yang merangkap profesi sebagai psikolog kesatuan. Semua terjadi karena perjodohan.

Namun, menjelang usia pernikahan yang ke ketiga, sebuah nama lain justru sering digaungkan Ardana. Mantan kekasihnya kembali, mengemis harap dan memohon Ardana menceraikan Nayra. Lalu apa yang akan terjadi dengan pernikahan Ardana dan Nayra setelah mantan kekasih Ardana kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 Hal Yang Tak Biasa

     Pagi sudah menjelang, suara kokok ayam saling bersahutan. Burung gereja berterbangan di atas dahan-dahan pohon kersen.

     Dari arah dapur wangi makanan yang menggiurkan sudah tercium harumnya, entah apa yang Nayra masak.

     Ardana bangun setengah jam lalu, ia sudah siap dengan seragam dinasnya. Hari ini ia akan ke kantornya dulu, dan menjelang siang kembali ke RSAU untuk terapi Tiana.

     Sejenak sebelum keluar dari kamar, ia menatap sekeliling kamar. Kamar itu selalu terawat wangi dan bersih. Tentu saja tangan Nayralah yang merawatnya.

     Ardana keluar dan langsung menuju meja makan, kali ini ia bersemangat dengan sarapan yang selalu disiapkan Nayra.

     Sayur sop di dalam mangkok sayur, sambal cumi, kerupuk udang, serta martabak kentang yang persis dibuat Mamanya, sudah tersaji di atas meja makan.

     Ardana mengerutkan keningnya dalam, sejak kapan Nayra mempersiapkan semua ini dan membuatnya? "Dia sendiri yang buat ini, kenapa banyak banget? Semua yang aku suka, ada di sini. Martabak kentang, sayur sop, sambal cumi. Kenapa semua disiapkan? Lalu, di mana Nayra?"

     Saat Ardana menuangkan nasi ke dalam piringnya, tiba-tiba matanya tertuju pada kantong gorengan unyil yang dia beli untuk Nayra, teronggok begitu saja masih di atas meja yang sama.

     Ardana meraih kantong itu, dan ia terkejut, ternyata isinya masih utuh. "Dia tidak memakannya satu pun, mungkin karena sudah terlanjur dingin," duganya.

     Namun, Ardana tetap melanjutkan sarapannya, meskipun pagi ini suasananya teras berbeda dan sedikit janggal.

     Beberapa menit kemudian, Ardana menyudahi sarapannya. Sejenak ia meraih ponselnya, lalu mengirimkan pesan untuk Nayra.

     "Nay, aku sudah kirim uang bulanan ke rekeningmu. Aku pergi dulu."

     Setelah mengirimkan pesan, Ardana segera bangkit dan pergi, karena pagi ini ia harus ke kantornya terlebih dahulu.

    Namun, langkah kakinya terhenti. Ardana kembali menaiki tangga dan menuju Sanggar Mini ruang favorit istrinya. Di depan pintu itu Ardana berdiri dan mengetuk pintu.

     "Nay, kamu di dalam, kan? Keluarlah sebentar, aku ingin bilang sesuatu padamu."

     Namun, tidak ada jawaban apa-apa dari dalam. Hanya terdengar suara langkah kaki sendal rumahan diseret di dalam, menandakan kalau Nayra benar-benar ada.

     Ardana menarik napasnya perlahan, dadanya merasa sesak setelah beberapa hari ia tidak lagi mendengar suara Nayra.

     Ardana menyerah, terlebih ia harus segera ke kantor dan melaksanakan apel pagi. "Aku pergi, kamu baik-baik di rumah."

     Ardana bergegas dan segera pergi ke kantor.

     Beberapa saat setelah Ardana pergi, di dalam Sanggar Mini itu, Nayra kembali meneteskan air mata. Sudah dua kali Ardana seolah-olah memberi perhatiannya, padahal selama ini belum pernah melakukan perhatian sekecil apapun.

     "Ada apa ini? Jangan sampai perhatian kecil yang semu itu menggoyahkan tekadku," gumamnya. Air mata yang janjinya tidak akan lagi menetes nyatanya muncul, dan tidak bisa dibendung.

**

     Sekitar jam 10.00 Wib, Nayra sudah bersiap. Ia meraih sebuah map tertutup. Sebelum pergi ia memeriksa kembali map itu, ia buka tali penutupnya dan mengecek satu per satu isi di dalamnya.

     "Ini sudah lengkap," gumamnya seraya memasukkan map itu ke dalam tas sampirnya.

     Air mata itu kembali menetes, ia tidak kuasa menahan semua itu. Tapi, tekadnya sudah siap.

     "Aku tidak mungkin berhenti di tengah jalan setelah beberapa hari mengumpulkan semua ini."

     "Meskipun bakal ada banyak orang tersakiti," gumamnya lagi sambil memejamkan mata.

     Nayra segera keluar dari rumah. Ia sengaja tidak menggunakan motor listriknya, kali ini ia lebih memilih menaiki grab.

     Nayra seperti berpacu dengan waktu. Di tempat pertama, rasa takut begitu menguasainya. Ia diinterogasi dan ditanya dengan berbagai pertanyaan. Dan akhirnya ia bisa menyerahkan map itu, meskipun alasannya berbelit-belit dan membuat ia sedikit tertekan.

     Menjelang sore hari ia tiba di rumah, bersyukur mobil Ardana belum ada. Rasa lelah terganti dengan perasaan lega, meskipun rasa lega itu adalah rasa lega yang benar-benar semu.

     Setelah menunaikan kewajibannya sebagai istri, Nayra kembali mengurung diri di dalam Sanggar Mini. Merajut, melanjutkan rajutan yang kemarin belum selesai.

     Kemudian lanjut menulis, semua isi hatinya tumpah di sana, bukan hanya untuk Ardana melainkan kedua orang tuanya dan kedua orang tua Ardana.

     Lembaran terakhir di buku diary itu, ia menulis sebuah tempat yang indah. Kota pelajar yang dulu pernah ia idam-idamkan ketika ingin menjadi mahasiswa Undip.

     Malam semakin larut, sebelum ia melanjutkan untuk merenda mimpi, Nayra melangkahkan kakinya menuju kamarnya bersama Ardana. Ia memeriksa semua, termasuk baju seragam Ardana.

     Nayra tersenyum lega tapi berkaca-kaca, pasalnya selama ini dia hampir belum pernah gagal menyiapkan semua untuk suaminya.

     "Tapi, aku gagal dalam menggapai hatimu, Mas," bisiknya sedih.

     Suara mobil itu terdengar menderu, Ardana pulang. Masih dalam keadaan seperti tadi malam. Tapi kali ini Ardana tidak menuju ke Sanggar Mini Nayra, ia menduga Nayra sudah terlelap.

     "Besok pagi aku harus bisa bertemunya, atau kalau bisa aku paksa. Selama ini dia selalu menghindariku," gumamnya.

     Besok pun menjelang, wangi makanan sudah tercium dan menguar di udara. Ardana terbangun kesiangan. Tidak seperti biasanya saat ia masih tidur ditemani Nayra.

     Setelah bersiap, dengen tergesa ia menuruni tangga. Kali ini ia harus bisa bertatap muka dengan Nayra dan bicara.

     Namun, saat tiba di dapur, rupanya orang yang ia anggap akan menghindar ternyata sudah ada di meja makan, seakan menunggunya untuk sarapan.

     Ardana mendekat, ia seperti melihat Nayra yang berbeda. Nayra sangat cantik, memakai gaun warna pastel dan hijab pashmina warna krem.

     "Nay, kamu menunggu aku? Oh...kita sarapan sama-sama." Ardana langsung menduduki kursi makan, matanya tidak lepas dari wajah Nayra.

     Nayra tersenyum, lalu sigap meraih piring Ardana dan menuangkan nasi serta capcap dan balado telur puyuh kesukaan Ardana, tidak lupa sambal cumi, itupun kesukaan Ardana. Semua di atas meja itu adalah makanan kesukaan Arana.

     Nayra menyodorkan piring itu ke hadapan Ardana tanpa bicara.

     "Makasih, Nay." Ucapan yang hampir tidak pernah Ardana katakan di hadapannya, ucapan yang hampir saja memaksa Nayra meneteskan air mata.

     Sarapan selesai, Nayra segera bangkit dan menuju wastafel, mencuci semua piring bekas sarapan mereka.

     Ardana memperhatikan punggung Nayra yang bergerak-gerak karena sedang mencuci itu dengan tatapan tidak biasa. Ia merasa ada sesuatu yang menyesaki dadanya.

     Tiba-tiba Ardana mendekat, lalu memeluk tubuh Nayra dari belakang.

     "Mas...." seru Nayra terkejut. Itu adalah kata pertama setelah ia lama bungkam dan tidak lagi bicara pada Ardana setelah janjinya tempo hari.

     "Nay, maafkan aku." Tiba-tiba kalimat maaf itu meluncur begitu saja. Kata yang belum pernah Ardana ucapkan selama ini.

     "Mas... maaf, bajunya nanti kusut." Nayra melepas pelukan Ardana, ia berusaha menegarkan hatinya biar kuat.

     Ardana kecewa, kali ini ia merasa tidak peduli seragamnya kusut.

     "Nay, kamu sudah belanja bulanan?" Fokus Ardana kini teralihkan saat ia melihat kitchen set sudah penuh dengan bahan pokok makanan untuk sebulan. Biasanya Nayra yang selalu mengingatkan dan mengajaknya belanja bulanan, tapi kali ini tanpa sepengetahuannya, belanja bulanan sudah terpenuhi, entah kapan Nayra membelinya padahal baru kemarin ia mengirim uang ke rekening istrinya.

     Melihat Nayra diam saja, Ardana pun terpaksa berpamitan, padahal entah kenapa pagi ini rasanya dia tidak ingin pergi.

Lanjut gak nih?

Wahai Editor Noveltoon, saya harap Anda memahami kenapa saya membuat alur ini terasa lambat? Karena saya ingin bisa mengejar 80 bab yang Noveltoon persyaratkan untuk lomba. Dan lagi, kenapa syaratnya harus 80 bab, seperti sengaja membuat penulis menyerah dan gagal raih bab terbaik. Sekian dan terimasih...

1
PNC
klo sy lbh milih ga bersama lg
maaf ini sy pribadi
utk anak tetap boleh dekat
tp tdk hrs bersama lg
itu klo sy
Lina Zascia Amandia: Iya Kak. Pilihan ada di masing2 kita.... 🙏🙏... lanjut ya Kak...
total 1 replies
PNC
lagian demi kemanusiaan kenapa manggil si mantan sayang
penting ya menyembuhkan dengan manggil panggilan ditambah sayang
PNC
dokter kok jadi saraf juga
psikolog apa itu
edi edi 123
lanju6
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ya sayang banget Tiana ga happy ending sm Setyadi padalah kalo nikah bisa namain anaknya Setiana hehe
Lina Zascia Amandia: Heheh.. iya bnr ya Kak? Beneran nih Kakak mau kisah Tiana dan Setyadi? Nanti sy siapin deh. Asal mampir ya... 😄😄🙏🙏
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
Jadinya nama nya Setyadi ya bukan Sutikno 😆
Lina Zascia Amandia: Wkwkwkwkkwk
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah kok jd Setyadi wkwk perasaan waktu itu namanya Suktino, inget banget aku sampe komentar : dia selingkuh dr Ardana ke Sutikno 🤣 sekarang malah Setiyadi 🤣 kamu selingkuh berapa kali Tia 😆
Lina Zascia Amandia: Ah yg bnr, biar sy cek. Gini nih kalo nulis gak sy catat nama pemerannya di buku. Suka kelupaan.
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kasian juga si nepa 3 taun bantu ngurusin mbak nya yg stress mana hubungan persahabatan nya juga jd renggang 🙂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
dih, cemburu sama tama.. tama bukan tiana ya yg stress wkwk tama bisa dikasitau baik2 ga kayak tiana dikit2 tantrum 😛
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
disini nih kak bi neni nya wkwk
Lina Zascia Amandia: Wah... nanti sy revisi deh ya... makasih atas ketelitiannya.
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
perasaan di atas nama nya bi neni jd bi ratni 🤣
Lina Zascia Amandia: Siap, nanti sy revisi ya.
total 3 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ya temen situ juga sangat mengecewakan dipikir jd nayra selama tiga taun ga banyak makan ati apa 😏
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
setelah ku pikir2 nama tokoh nya trah Ar-ana semua ya wkwk Ardana, Arkana, Aryana cuma beda huruf ketiganya doang 😆
Lina Zascia Amandia: Hehehe... iya Kak..... 🤭🤭
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah mama nya arda ganti nama wkwk perasaan karina kok jd kirana 😂
Lina Zascia Amandia: Karina Kak. Wah... kayaknya sy salah tulis. Nanti direvisi ya...
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
wah belum tau dia, perempuan kalo pergi dengan kemarahan & kecewa bisa tiba2 jd mandiri, apalagi kalo ada duit bisa tiba2 ke paris padahal kalo di dalem kota aja gatau mana utara selatan barat sm timur 😂🙏
Lina Zascia Amandia: Betul.. mm
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
wkwk lu kata nayra jin apa ya di suruh muncullah 😆
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
HAHAHA kena deh 🫵🏻😛
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
harusnya kalo dia tau ardana suami sahabatnya dr awal dia bisa langsung kasitau ardana kalo mbak nya stress wkwk tp gpp walaupun terlambat untung si nepa masih waras ga pro ke pelakor 😂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ini nepa ga di kenalin sm ardana juga sama si nayra? ga dateng di nikahannya nayra kah? kok pas ketemu ardana di rs dia ga ngenalin ardana juga sebagai suami sahabatnya.. kalo dia tau ardana suami sahabatnya dr lama kan pas di rs dia tau tuh kalo mbak nya berusaha ngejebak dan di nikahin ardana harusnya bisa kasitau ardana dr awal kisah mbak nya jd rumah tangga ardana sm nayra ga gugur bunga 😆
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
aku masih bingung ini nepa temenan sm nayra udah lama kan ya? apa cuma temen nongkrong yg kadang2 aja? kok bisa ga tau kakak nya si nepa udah tahunan temenan 🙄 aku kalo udah temenan bertahun tahun apalagi udah sampe main ke rumah pasti sedikit banyak tau kakak/adeknya temen trus ortunya slnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!