NovelToon NovelToon
Korban Dua Cinta

Korban Dua Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Teen / Cintapertama
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Bp. Juenk

Alya yang baru tamat SMA harus menerima takdir perjodohan kakak kandungnya yang mengakibatkan Alya harus mengubur mimpi dan menerima perlakuan kasar dari Suaminya sendiri yang merupakan Pacar kakak kandungnya.
Namun takdir membawa Alya bertemu dengan Trainer Aerobik yang memiliki kepedulian melebihi kakak kandungnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bp. Juenk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terlambat Pulang

Pagi itu, Alya bangun dengan semangat yang tidak pernah ia rasakan sejak tiga minggu terakhir. Matanya terbuka lelap saat sinar matahari mulai menyelinap di antara tirai jendela, dan untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, ia tidak merasakan beban berat di dadanya saat memulai hari.

Ia memilih pakaian dengan cermat—kemeja putih lengan panjang polos, rok panjang kain katun berwarna biru muda, dan sepatu flat putih.

Tidak terlalu mencolok, tapi rapi. Ia mengikat rambutnya ke belakang dengan karet hitam sederhana. Di cermin, ia melihat seorang gadis muda yang siap memulai babak baru dalam hidupnya.

Sebelum turun, ia memasukkan semua dokumen penting ke dalam tas untuk proses administrasi pendaftaran di kampus.

Di dapur, Aminah sudah menyiapkan sarapan. Nasi uduk dengan lauk lengkap—ayam goreng, tempe orek, sambal, dan kerupuk. Aroma santan dan rempah menguar di seluruh ruangan.

"Mbak sarapan dulu, jangan buru-buru," kata Aminah sambil menuangkan teh hangat ke dalam cangkir.

Alya duduk di kursinya, tapi makannya terburu-buru. Pikirannya sudah melayang ke kampus yang akan ia tuju.

"Aminah, aku mau keluar hari ini. Mungkin sampai siang," ucap Alya di sela-sela kunyahannya.

Aminah mengernyit. "Keluar? Mbak mau ke mana?"

Alya tersenyum tipis. "Urusan. Aku bakal pulang sebelum jam satu."

Aminah menatap Alya dengan tatapan yang sulit diartikan. Ada kekhawatiran di matanya, tapi juga ada dukungan. "Aminah jaga rumah. Hati-hati, Mbak."

---

Kampus yang menjadi tujuan Alya berjarak sekitar dua puluh menit dari rumah. Universitas swasta dengan program kelas karyawan yang ia temukan di internet kemarin.

Gedungnya tidak terlalu besar, tidak terlalu megah, tapi terlihat bersih dan terawat. Halaman depannya dihiasi pohon-pohon palem yang menjulang tinggi, dan di depan gerbang utama ada papan nama besar dengan warna biru dan putih.

Alya berdiri di depan gerbang itu, menatapnya dengan perasaan campur aduk. Deg-degan. Harap-harap cemas. Takut. Semuanya bercampur menjadi satu.

Ini langkah pertamaku, pikirnya. Aku harus berani.

Ia masuk ke dalam, menuju gedung administrasi yang berada di sisi kiri. Meja pendaftaran ada di lantai dua. Alya mengambil nomor antrean dan duduk di kursi plastik berwarna biru di lorong.

Di sekelilingnya, ada calon mahasiswa lain—kebanyakan tampak lebih tua darinya, beberapa bahkan sudah berkeluarga. Ada yang membawa anak kecil, ada yang membawa tas kerja seperti baru pulang dari kantor.

Alya merasa kecil di antara mereka. Tapi ia juga merasa... bangga. Setidaknya ia mencoba.

"Nomor 47, silakan ke loket 3."

Alya segera berdiri, jantungnya berdetak cepat. Ia berjalan menuju loket, di mana seorang petugas wanita paruh baya dengan kacamata tebal tersenyum ramah padanya.

"Selamat pagi, mau daftar program apa?"

"Selamat pagi, Bu. Saya mau daftar program kelas karyawan. Jurusan Manajemen," jawab Alya dengan suara yang ia usahakan stabil.

Petugas itu mengangguk, lalu menjelaskan semua persyaratan dan biaya. Alya mendengarkan dengan saksama, sesekali mencatat di buku kecil yang ia bawa.

"Biaya pendaftaran Rp 500.000, uang pangkal Rp 12.500.000, dan SPP per semester Rp 4.500.000. Itu untuk program reguler, Mbak. Untuk pembayaran pertama, minimal uang pangkal 50% plus pendaftaran, jadi total sekitar Rp 6.750.000," jelas petugas itu.

Alya berusaha menyimpan ekspresinya agar tidak terkejut. Uang pangkal 12,5 juta. Ia baru punya sekitar 7 juta di rekening—sisa uang saku bulan ini yang belum banyak ia gunakan. Cukup untuk pembayaran pertama, tapi untuk bulan-bulan berikutnya...

"Kak, untuk SPP bisa dicicil per bulan?" tanya Alya.

"Bisa, Mbak. Tapi ada biaya administrasi tambahan. Untuk informasi lebih lanjut, nanti setelah daftar ulang ya."

Alya mengangguk, tersenyum meskipun pikirannya sudah berputar cepat. Uang saku dari Reza hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Jika ia harus membayar SPP setiap bulan, ia harus punya sumber dana tambahan. Atau...

Atau aku harus minta lebih dari Reza.

Pikiran itu membuat perutnya mulas. Meminta uang pada Reza berarti ia harus memberi alasan. Dan jika ia jujur ingin kuliah, ia takut Reza akan melarang. Atau lebih buruk—Gita akan tahu, dan Gita akan marah karena rencananya agar Alya hanya menjadi "istri di rumah" gagal.

---

Selesai urusan administrasi, Alya memutuskan untuk duduk sebentar di kafe kecil dekat kampus. Kafe sederhana dengan kursi-kursi kayu dan payung besar di terasnya. Ia memesan segelas es teh manis dan duduk di sudut, membuka kembali catatan biaya kuliah.

Ia menghitung.

Dan tidak cukup, jika hanya mengandalkan uang sakunya.

Ia harus minta tambahan. Tapi bagaimana caranya?

Jika ia bilang untuk beli baju, Reza mungkin akan memberinya. Tapi itu tidak cukup. Jika ia bilang untuk kebutuhan lain, mungkin ia bisa mengumpulkan sedikit demi sedikit. Tapi itu akan lama. Ia ingin segera memulai kuliah di semester ini, tidak bisa menunggu berbulan-bulan untuk mengumpulkan uang.

Atau... jika ia berani jujur?

Alya menggigit bibir bawahnya, memikirkan kemungkinan terburuk. Reza mungkin marah. Gita pasti akan ikut campur. Mereka akan bilang kuliah tidak penting. Mereka akan bilang ia hanya perlu diam di rumah seperti boneka yang mereka inginkan.

Tapi ini hidupku, pikir Alya dengan tekad yang mulai menguat. Aku tidak bisa selamanya hanya diam.

Ia memandang jam di ponselnya. Pukul setengah satu.

Pukul setengah satu!

Alya tersentak. Reza bilang akan pulang siang ini. Mungkin ia sudah di rumah. Mungkin ia bertanya-tanya di mana istrinya.

Alya segera membayar minumannya, memasukkan catatan ke dalam tas, dan bergegas keluar dari kafe. Ia memanggil ojek online, tangannya sedikit gemetar saat memasukkan alamat rumah.

Semoga belum sampai, doanya dalam hati. Semoga masih di jalan.

---

Ponselnya bergetar. Layar menampilkan nama "Reza".

Alya menjawab dengan napas yang masih terengah-engah. "Halo, Mas?"

"Kamu di mana?" Suara Reza terdengar tegang. Tidak seperti biasanya yang dingin dan datar. Ada nada panik yang tidak bisa ia sembunyikan.

"Aku... aku di jalan, Mas. Mau pulang."

"Di jalan? Jalan mana? Dari mana?" Pertanyaan-pertanyaan itu keluar cepat, seperti interogasi.

Alya merasakan ada yang tidak beres. Suara Reza bukan suara suami yang khawatir istrinya kenapa-napa. Itu suara seseorang yang panik karena sesuatu yang lain. Sesuatu yang lebih gelap.

Dia takut aku tahu sesuatu, pikir Alya tiba-tiba. Dia takut aku tahu tentang dia dan Gita.

"Aku... aku hanya jalan-jalan, Mas. Belanja sebentar," jawab Alya berusaha tenang.

"Belanja? Belanja apa? Di mana?" Suara Reza masih tegang.

"Mau pulang sekarang, Mas. Bentar lagi sampai."

Alya mematikan telepon. Ojek yang ia tumpangi melaju lebih cepat, dan sepuluh menit kemudian ia sudah sampai di depan gerbang rumah.

Mobil Reza sudah terparkir di garasi. Alya membayar ojek, lalu berjalan masuk dengan langkah hati-hati.

Pintu depan terbuka. Aminah berdiri di dekat pintu dapur, wajahnya pucat. Ia menatap Alya dengan mata yang berkaca-kaca, lalu melirik ke arah ruang tamu. Isyarat bahwa di sana ada badai yang sedang menunggu.

1
falea sezi
kpn cerai
falea sezi
cpet buat cerai thor najis amat ampe Gita berbagi batangan reza😒
falea sezi
alya goblok🤣mending cerai sekarang lah bloon amat lu di jadiin serep cerai pergi jauh bego
Nihayatuz Zain
🦾
La Rue
ehm mencari celah dari Reza malah ketemu Diana. Tapi ini asumsiku saja, semoga saja tidak seperti apa yang terganbar diotakku 🤔🤭
Halwah 4g
wahhhhh...🤣🤣🤣 kecolongan q
Bp. Juenk: selamat menikmati kk
total 1 replies
M. T🌻
keren banget thor.
jangan lupa mampir yaa🤭
Bp. Juenk: siap. terimakasih
total 1 replies
Key Kastara
😍🔥✨
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!