NovelToon NovelToon
Aku Menyelamatkannya, Lalu Menjadi Tawanannya

Aku Menyelamatkannya, Lalu Menjadi Tawanannya

Status: sedang berlangsung
Genre:Dark Romance
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Dijual oleh keluarganya sendiri sejak kecil, Viona Lin tumbuh sebagai pembantu keluarga Jiang. Hidupnya berubah ketika ia dipaksa mendonorkan ginjalnya untuk menyelamatkan Dylan Jiang, pewaris keluarga yang berkuasa.

Mengetahui pengorbanan itu, Dylan membawa Viona pergi dari keluarga Jiang. Namun alih-alih mendapatkan kebebasan, Viona justru terjebak dalam perhatian dan obsesi Dylan yang semakin sulit ia hindari.

Ketika seorang pria bertekad menjadikan dirinya miliknya selamanya, masih bisakah Viona menemukan jalan untuk bebas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

Rumah Sakit Pusat Kota

Sebuah mobil mewah berwarna hitam berhenti di depan gedung rumah sakit.

Pintu belakang terbuka.

Di dalam, Viona Lin langsung merapat ke sudut kursi. Wajahnya pucat, sementara tubuhnya gemetar hebat.

"Tuan... Nyonya... saya mohon..." suaranya bergetar.

Nyonya Jiang mendengus dingin.."Sampai sekarang masih berani membangkang?"

"Tolong jangan paksa saya..."

"Kau tidak punya hak menolak."

Viona menggeleng putus asa.

Melihat itu, Tuan Jiang yang duduk di kursi depan kehilangan kesabaran.

"Cukup buang waktunya."

Ia membuka pintu dan turun dari mobil. "Seret dia keluar."

Tubuh Viona langsung menegang. "Tidak! Saya tidak mau!"

Ia berusaha bertahan dengan memegang kursi sekuat tenaga.

Namun tenaga seorang gadis kurus tidak sebanding dengan dua orang dewasa.

Tuan Jiang mencengkeram lengannya.

Sementara Nyonya Jiang menarik tangan yang lain.

"LEPASKAN SAYA!"

Air mata mengalir di wajah Viona. "Kalian tidak bisa melakukan ini!"

"Diam!" bentak Nyonya Jiang.

Tubuh Viona diseret keluar dari mobil.

Sepatunya bahkan terlepas sebelah saat kakinya bergesekan dengan aspal.

Beberapa orang menoleh ke arah mereka.

Namun begitu melihat wajah Tuan Jiang, tidak ada yang berani ikut campur.

"Aku mohon..." suara Viona mulai serak. "Jangan ambil ginjal saya..."

Nyonya Jiang menatapnya dengan jijik.

"Kalau bukan karena keluarga Jiang, kau sudah mati kelaparan sejak kecil."

"Tapi saya juga manusia..."

PLAK!

Tamparan keras membuat kepala Viona terhuyung.

"Kau hanya pelayan yang kami beli!"

Tubuh Viona membeku.

Kalimat itu seperti pisau yang menusuk tepat ke jantungnya.

Tuan Jiang lalu menyerahkan sebuah map kepada dokter yang sudah menunggu.

"Semua dokumen sudah selesai."

Dokter menatap Viona yang menangis tanpa henti.

"Apakah pasien sudah memberikan persetujuan?"

Wajah Tuan Jiang langsung berubah dingin.

"Itu bukan urusan Anda."

Viona menatap dokter itu penuh harap.

Namun harapan itu segera hancur ketika beberapa petugas keamanan rumah sakit datang membantu membawa dirinya masuk.

Tidak ada seorang pun yang berniat menyelamatkannya.

Sementara di ruang VIP lantai atas seorang pria muda, Dylan Yu masih terbaring dalam kondisi tidak sadar.

Tanpa mengetahui bahwa seorang gadis yang bahkan tidak pernah ia kenal sedang dipaksa mengorbankan sebagian tubuhnya demi menyelamatkan nyawanya.

Viona Lin terduduk di kursi ruang tunggu dengan wajah pucat.

Kedua tangannya gemetar hebat.

Di hadapannya berdiri Delvin Jiang dengan tatapan dingin.

"Tuan, saya mohon..." suara Viona bergetar. "Jangan paksa saya menjalani operasi."

"Tidak ada yang peduli apakah kau setuju atau tidak."

Kalimat itu membuat wajah Viona semakin pucat.

Ia menggigit bibirnya keras-kuat.

"Tuan, tolong lepaskan saya..."

Delvin Jiang kehilangan kesabaran.

Ia mencengkeram dagu Viona dan memaksanya mengangkat kepala.

"Dengar baik-baik."

Suara pria itu dingin dan penuh ancaman.

"Kalau kau berani menolak operasi hari ini, maka biaya pengobatan adikmu akan dihentikan."

Tubuh Viona langsung membeku..Matanya membesar.

"Tuan..."

"Kau mendengarku dengan jelas."

Air mata jatuh satu per satu dari sudut matanya.."Jangan lakukan itu..."

"Adikmu membutuhkan obat, bukan?"

Suara Delvin Jiang terdengar datar.

"Aku hanya perlu satu telepon. Setelah itu tidak akan ada lagi dokter, tidak ada lagi obat, dan tidak ada lagi perawatan untuknya."

Wajah Viona seketika kehilangan warna.

Ancaman itu jauh lebih menyakitkan daripada kehilangan ginjalnya.

Karena adiknya adalah satu-satunya keluarga yang masih ia miliki.

"Tolong..." isaknya lirih. "Saya akan melakukan apa pun."

"Bagus."

Delvin Jiang melepaskan dagunya.

"Kalau begitu berhenti menangis dan masuk ke ruang operasi."

"Viona Lin, seharusnya kau sadar diri. Sejak kau dijual oleh keluargamu, nyawamu sudah menjadi milik keluarga Jiang. Jangankan hanya ginjal, hati, jantung, atau matamu juga harus kau berikan jika kami membutuhkannya. Hanya dengan cara ini adikmu bisa bertahan hidup. Apa kau kira biaya pengobatan adikmu murah?" ujar Nyonya Jiang, Moly Su, dengan dingin.

Air mata Viona mengalir tanpa henti. Namun ia tidak lagi membantah.

Karena ia tahu, semua perkataannya sia-sia.

Sejak kecil, dirinya hanyalah alat bagi keluarga Jiang.

Bukan manusia.

Bukan anggota keluarga.

Hanya sebuah barang yang bisa digunakan kapan saja mereka mau.

"Bagus. Setidaknya kau masih tahu diri," kata Moly Su sebelum berbalik pergi.

Tak lama kemudian, seorang suster datang mendorong ranjang pasien.

"Nona Viona, mari ikut kami."

Viona menundukkan kepala.

Dengan langkah lemah, ia berbaring di atas ranjang tersebut.

Roda ranjang bergerak perlahan menyusuri koridor rumah sakit.

Langit-langit putih yang dingin terasa begitu menyilaukan.

Semakin dekat ke ruang operasi, jantung Viona berdegup semakin cepat.

Ia takut.

Sangat takut.

Namun yang lebih ditakutinya adalah kehilangan adiknya.

Pintu ruang operasi terbuka.

Di dalam ruangan yang luas dan terang itu, seorang pria sudah terbaring di ranjang operasi lain.

Dialah Dylan Jiang.

Wajah pria itu tampak pucat karena penyakitnya.

Berbagai alat medis terpasang di tubuhnya.

Viona menatapnya selama beberapa detik.

Pria ini...

Bahkan tidak mengenalnya.

Tidak tahu namanya.

Tidak tahu bagaimana kehidupannya.

Tidak tahu bahwa demi menyelamatkannya, seseorang telah dipaksa menyerahkan sebagian tubuhnya.

Perlahan Viona memalingkan wajah. Air mata kembali mengalir dari sudut matanya.

Sementara para dokter mulai mempersiapkan operasi yang akan mengubah hidup mereka berdua.

"Viona, sejak kau menginjak kaki ke dalam rumah Jiang, di saat itu juga kau tidak berhak menentukan hidupmu," batin Viona.

1
erviana erastus
sujud syukur aku....selamat atas kehancuran kalian, 👏🏻👏🏻👏🏻
merry
kejam nuga dilan wkkkk adik se ayah pun gk peduli krn perbuatan orgtua yg jdi penghianat dan pelakor,, mntp dil
merry
bnr tu Jay 😆😆klo bls budi cukup ksh uang yg bnykk beres knn ksh saham juga bisa,,, in dr segala bju pun di atur in mah menlebhin seorg suami yg syg bgtt sm istrinya,, pdhl tau sndri bis mu dan vio bukn pasutri pcr juga buknn
erviana erastus
senangnya aku lihat 3 orang ini hancur lebur 🤭
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
sekali kali di buat tersadar krn selama ini g sadar sadar
erviana erastus
sujud syukur aku 🤭 hancur kalian bertiga manusia2 zholim dan serakah
merry
ngs bls perbuatan Bpk mu yg selingkuh buang kmu demi selingkuhn ya,,, blm lg viona dijadiin babu dan gaji
Henny Syafrida Rani
up terus Thor 😍 lagi seru banget ini
erviana erastus
habis kau delvin .... puas aku 🤭
erviana erastus
langsung eksekusi aza dylan terutama si moly ular
erviana erastus
cuma gtu doang mana ngepek buat dua orang ini 😏 lakukan tindakan tegas semisal blokir semua pendonor biar tau rasa tuh plakor....
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
alhamdulillah dylan masih ada di rumah
erviana erastus
asyik semoga mereka berdua di eksekusi dylan ya setidaknya jual ginjal sama hati mereka 🤣
erviana erastus
habis kau pak tua ... beruntung dokternya langsung tlp dylan
merry
penghianat mati matian berjuang demi ank perselingkuhan y sdgk ank kandung y di lwan,,, emng kamprett tu delvin blm tentu sani itu ank mu x bisa jdi dh hamil tu moly
Maria Mariati
delvin masuk jebakan Dylan😁😁😁
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
ooo jelas tidak bisa, dylan sudah mempersiapkan semuanya. viona g bakalan tersentuh lagi sama kalian
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
lapor ke dylan dokter Xu
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
yaAllah jajaran bgt jd orang, semoga dylan bisa mencegah kekejaman keluarga nya ibu tirinya
erviana erastus
kirain bunting ternyata lbh parah moga cepat kealam baka, kau sentuh viona pak tua siap2 umurmu bakalan pendek ayo dylan sikat habis 3 iblis ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!