Hujan turun tanpa jeda malam itu, di kamar kos sempit berbau lembab, Dian terbaring sendirian, tidak ada keluarga yang menemani Dia hidup sebatang karang, hanya terdengar suara tetesan air dari atap bocor, nafasnya semakin berat. Perutnya kosong sejak kemarin Dian belum makan apapun, Dian sudah terbiasa menahan lapar, sejak kecil Dia hidup tanpa orang tua bekerja serabutan berpindah-pindah tempat tinggal. Menahan hinaan, rasa dingin sendirian, seakan dunia tidak pernah memberinya pilihan.
Namun malam ini terasa berbeda, tubuhnya terlalu lemah untuk bangkit, pandangannya mulai kabur, Dia menatap langit-langit atap yang bocor dan tersenyum tipis, "Apa memang hidupku cuma sampai disini..?"
Malam itu hujan turun semakin deras, angin menyusup dari celah jendela membawa hawa dingin yang menusuk tulang.
Nantikan kelanjutan cerita yaa🌹🌹
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Twis G, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 22
Yin Yin tidak menyadari perubahan sekilas di wajah Lu Jianhong, Dia hanya menundukkan kepala sopan.
"Saya Yin Yin, saya datang membawa contoh makanan," ucapnya pelan namun jelas.
Lu Jianhong mengalihkan pandangannya kembali ke wajah gadis itu, tatapannya tajam, seolah ingin menilai bukan hanya makanan tetapi juga orangnya.
"Masuk," katanya singkat.
Zhao Lin memberi isyarat agar mereka mengikuti, Yin Yin dan Yin Guo Shan melangkah ke dalam restoran Paviliun Anggrek. Begitu melewati pintu, suasana berubah drastis, lantai kayu mengkilap, aroma teh mahal, dan suara percakapan pelan dari tamu-tamu berpakaian rapi.
Yin Yin tanpa sadar menggenggam kotak bambunya lebih erat. Di dalam keranjang, harimau kecil itu diam matanya yang keemasan menyipit, menatap ke arah lantai dua restoran.
"Ao," suara pelannya hampir tak terdengar, seolah ada sesuatu di sana. Mereka dibawa ke sebuah ruang pribadi, meja bundar besar di tengah ruangan, dengan jendela menghadapi taman kecil yang indah.
"Silahkan duduk," kata Zhao Lin.
Yin Yin mengangguk, lalu perlahan membuka kotak bambu aroma gurih langsung menyebar begitu tutupnya terangkat. Semua orang di ruangan itu Zhao Lin, Chen Bo, bahkan Lu Jianhong sedikit terdiam. Aroma itu sederhana, tapi hangat tidak tajam seperti masakan restoran besar, tapi justru terasa mengundang mereka untuk makan.
Yin Yin dengan hati-hati mengeluarkan pancake satu persatu, menatanya di piring yang disediakan.
"Ini pancake sayur gurih lapisan telur," katanya.
Lu Jianhong tidak langsung bergerak, ia hanya menatap makanan itu beberapa detik lalu berkata, "Aku yang pertama mencicipi."
Zhao Lin sedikit terkejut biasanya makanan apapun itu mereka duluan yang mencobanya, tapi ini berbeda Zhao Lin tidak berani menyela.
Lu Jianhong mengambil sumpit, memotong sepotong kecil saat sumpit itu menyentuh permukaan pancake bunyi garing pancake terdengar 'Krik, krik'.
Suara renyah halus terdengar jelas, matanya sedikit berubah ia memasukkan potongan itu ke mulutnya, hening, beberapa detik berlalu Zhao Lin tanpa sadar menahan napas, Chen Bo menatap penuh penasaran, Yin Yin hanya berdiri, jantungnya berdebar takut pancake buatannya tidak enak.
Lu Jianhong berhenti mengunyah, matanya sedikit berbinar rasa gurih lembut dari telur menyelimuti lidah, diikuti rasa segar dari sayur liar lalu ada potongan daging kering yang memperkaya rasa tanpa mendominasi. Pancake sederhana tapi seimbang dan entah kenapa ada rasa hangat seperti masakan rumahan.
Lu Jianhong perlahan menelan sisa pencake tangannya yang memegang sumpit berhenti di udara
"Ini.., siapa yang mengajarimu memasak seperti ini?" ia menatap Yin Yin.
Yin Yin sedikit tertegun, lalu menjawab jujur,
"Tidak ada.. saya hanya mencoba sendiri."
Chen Bo mengerutkan kening, "Mustahil dia sendiri yang memasaknya."
Namun sebelum mereka sempat berkata apa-apa, dari lantai dua terdengar suara langkah kaki terdengar, perlahan seseorang turun, aura yang dibawanya membuat udara di ruangan seolah berubah
*TAP... TAP... TAP*
Harimau kecil di dalam keranjang tiba-tiba berdiri, bulu di tubuhnya sedikit berdiri, matanya menyela terang.
"Ao...!"
Kali ini suaranya lebih jelas, Yin Yin terkejut dan berlari menghentikan harimau itu. "Hei_diam!"
Namun sudah terlambat, orang yang turun dari lantai dua itu berhenti di tengah tangga, seorang pria muda, wajahnya tampan namun dingin, dengan jubah gelap yang tampak mahal. Matanya tajam, seperti bisa menembus sesuatu yang tersembunyi, tatapannya langsung tertuju ke arah keranjang Yin Yin senyum tipis muncul di sudut bibirnya.
"Menarik... Auranya tidak seperti anak kecil biasa" katanya pelan.
Semua orang di ruangan langsung menegang. Zhao Lin berbisik pelan, "Tuan muda, kenapa anda turun?"
"Hmm.." jawabnya dingin.
Lu Jianhong sedikit mengernyit, "Kau tidak seharusnya_"
Namun pria itu mengangkat tangan, menghentikan semua ucapan, ia melangkah mendekat ke arah mereka, setiap langkahnya terasa berat seolah membawa tekanan yang tak terlihat.
Yin Yin merasakan tekanan itu, tapi entah kenapa Dia tak merasakan takut.
Pria itu berhenti tepat di depan keranjang matanya menyipit, "Bukan makanannya yang membuatku tertarik. Tapi, apa yang kau sembunyikan di dalam keranjang itu?"
Saat itu juga harimau kecil melompat keluar dari keranjang,
"AO!"
Tubuh kecilnya mendarat di atas meja, semua orang terkejut namun yang lebih mengejutkan ada aura halus tapi menekan tiba-tiba menyebar dari tubuh kecil itu, mata emasnya bersinar tajam, tidak lagi seperti hewan biasa.
Pria itu tersenyum lebar,
"Akhirnya kita bertemu," bisiknya.
Yin Yin membeku, jantungnya berdegup kencang, "A-apa maksudnya ini?"
"Bukannya aku sudah melakukan kontrak dengan hewan ini, kenapa tiba-tiba dia seakan mengenali pemuda itu."
DING!
[Yin Yin, hewan yang kamu tolong itu sebenarnya milik pemuda itu, kontrak yang kamu lakukan juga sementara agar bisa melindunginya.]
"Kenapa kamu tidak bilang dari awal sistem?"
[Kamu tidak bertanya]
"Huh, lalu aku harus merelakannya begitu?"
[Iya, tidak masalah, nanti kamu juga akan bertemu hewan kontrak yang nanti berjodoh denganmu]
"Baiklah, huhu putih ku.."
Yin Yin hanya tersenyum biasa seolah tak menyadari aura yang di keluarkan oleh harimau kecil itu, auranya bukan lagi sekedar hewan biasa."
"A-apa maksudnya ini?" suaranya sedikit gemetar, 'Hoho mari kita berakting', ucapnya dalam hati.
Namun sebelum pria muda itu menjawab, suara sistem terdengar lagi,
DING!
Suara yang sangat familiar tiba-tiba terdengar di dalam benaknya, tulisan transparan kembali muncul di hadapan Yin Yin.
[Deteksi energi tidak dikenal]
[Identifikasi, Seorang pria dengan kekuatan tingkat tinggi]
[Peringatan, risiko meningkat]
Bersambung.....