Zhen Nuo editor di salah satu platform novel online. Secara tidak sengaja terjebak di dalam dunia novel yang penuh intrik pernikahan. Dengan semua kemampuannya ia berusaha merubah takdirnya sebagai pemeran pendukung. Yang akan terbunuh di bab kedua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pernikahan aliansi
Di jam delapan pagi.
Gerbang masuk Ibu Kota.
Tiga ratus pasukan berjejer mengikuti arahkan dari Komandan utama.
Di saat pasukan membelah menjadi dua barisan. Dari belakang, kereta dengan lonceng angin di samping kiri pintu melaju pelan.
"Kami datang memenuhi panggilan. Untuk pernikahan aliansi dua negara." Komandan Tian Mu mendekat kearah gerbang utama membawa gulungan surat resmi di tangannya.
"Buka gerbang." Suara dari atas tembok terdengar menggema.
Kkrekekkk...
Gerbang utama Ibu Kota di buka.
Ketua utama prajurit pengawal kota mendekat. Dia membawa surat perintah. "Hanya Tuan Putri Li Kexin yang boleh pergi ke istana bersama beberapa pelayan wanita. Untuk semua pasukan bisa tinggal di barak militer yang ada di luar Ibu Kota."
"Kami harus tetap menjaga keselamatan Tuan Putri. Tidak bisa meninggalkannya begitu saja." Komandan Tian Mu masih berusaha mencari jalan tengah.Tapi pihak istana masih tidak memberikan jalan keluar yang memuaskan. Kedua tangannya mengepal kuat.
Dari dalam kereta suara lembut terdengar mendayu. "Komandan Tian Mu, kau dan dua pelayan lainnya dapat masuk ke istana bersama ku. Dan semua prajurit dan pelayan yang tersisa bisa tinggal di barak militer yang telah di siapkan."
"Tuan putri, keselamatan anda adalah bagian dari tugas saya dan seluruh prajurit Fanxing." Komandan Tian Mu bersikekeh.
"Apa kau juga sudah tidak lagi mendengarkan perintah dari ku?" Tegas Tuan Putri Li Kexin.
"Saya mengikuti pengaturan Tuan Putri," jawab Komandan Tian Mu dengan berat hati.
Setelah diskusi berhasil, kereta yang di naiki Tuan putri Li Kexin melaju masuk. Komandan Tian Mu menjadi pengemudi kereta dan dua pelayan wanita ada di dalam kereta. Menemani wanita yang masih belum dapat menunjukkan wajahnya di depan umum.
Prajurit pengawal kota memberikan pengawalan sampai di depan gerbang masuk istana utama.
Dua pelayan segera keluar dari dalam kereta. Menyiapkan pijakan untuk Tuan Putri Li Kexin turun.
Perlahan kain penutup pintu kereta di sibak. Wanita dengan gaun putih pucat turun dengan wajah berseri. Manik-manik permata bergelantungan di antara ikatan rambutnya. Langkah pelannya membuat gaun yang menjalar ke belakang di tarik lembut oleh tubuh indahnya.
Kasim kepala Gu datang untuk menyambut kedatangan Tuan Putri Li Kexin dari negara Meixiang. "Tuan Putri, silakan."
Wanita cantik itu memberikan anggukan lembut. Dia melangkah mengikuti arahan dari Kasim di depannya. Komandan Tian Mu dan dua pelayan wanita tetap setia mengikutinya.
Sesampainya di depan aula istana utama, Kasim kepala Gu berhenti. "Tuan Putri, saya akan mengabarkan kedatangan anda kepada Yang Mulia. Anda bisa menunggu di sini."
"Baik," jawab Tuan Putri Li Kexin.
Kasim kepala Gu melangkah masuk dengan cepat. Di saat dia telah berada di dekat Kaisar Xiao Chen. Dia berbisik pelan. "Yang Mulia, Tuan Putri Li Kexin dari negara Meixiang telah tiba."
Pria di atas tahtanya itu memberikan anggukan mengerti. "Biarkan dia masuk."
"Baik." Kasim kepala Gu menarik napas dalam. "Tuan Putri Li Kexin dari negara Meixiang di persilahkan masuk." Teriakan kuat menggema di seluruh aula istana utama.
Wanita itu melangkah masuk. Seketika semua mata tertuju kepadanya.
"Dia benar-benar seperti rumor yang beredar. Cantik dan anggun."
"Dengan kecantikannya. Yang Mulia pasti akan luluh."
"Tapi aku dengar beberapa waktu terakhir. Yang Mulia sudah menghabiskan malam dengan Selir Yu. Bisa saja keturunan pertama akan hadir dari keluarga Yu."
"Selir Yu dan Tuan Putri Li Kexin sama-sama wanita yang cantik. Hanya saja sifat mereka berbanding terbalik."
Semua petinggi istana yang ada di sana berbisik tanpa henti.
Kaisar Xiao Chen yang secara tidak sengaja mendengar ucapan dari beberapa menterinya. Langsung menatap tajam seperti bilah pisau yang siap menebas lawannya. Dalam hitungan detik semua orang terdiam.
"Yang Mulia, saya Li Kexin." Memberikan hormatnya dengan sedikit menurunkan tubuhnya.
"Tuan Putri, kau bisa bangkit." Kaisar Xiao Chen menatap tenang.
"Terima kasih." Wanita itu berdiri tegap kembali.
Pangeran ketujuh Xiao Han yang ada di samping kanan wanita itu. Terus melirik dengan senyuman lembutnya.
Pangeran kesepuluh Xiao Xui tidak terlalu memperdulikan kedatangan wanita itu. Dia justru memejamkan kedua matanya menenangkan pikirannya.
"Yang Mulia, di istana dalam sudah terdapat begitu banyak wanita cantik. Bagaimana jika dia menjadi milik ku? Aku pasti akan merawatnya dengan sangat baik." Pangeran kesembilan Xiao Wen Ji menatap dengan penuh nafsu. Dia tidak pernah bisa menahan hasratnya di saat melihat wanita cantik.
Bibir samping Kaisar Xiao Chen menyungging. "Selir di istana dalam ku masih kalah jauh dengan para selir yang ada di istana kakak kesembilan. Bukankah begitu?"
Mendengar ucapan dari Kaisar Xiao Chen. Wajah Pangeran kesembilan Xiao Wen Ji berubah kesal. Tapi dia tetap mencoba menahan amarah yang ada di dalam dirinya.
"Meksipun Tuan putri Li Kexin datang untuk pernikahan aliansi. Tetap pilihan sepenuhnya ada di tangan Tuan Putri. Tapi aku harap Tuan putri tidak mengharapkan ruang di istana ku. Karena aku sudah cukup pusing mengatur semua selir-selir ku." Kaisar Xiao Chen dengan tegas tidak memberikan ruang untuk wanita di depannya.
"Jika Yang Mulia sudah memberikan pembatas yang jelas. Tentu aku mengerti," jawab Tuan Putri Li Kexin.
"Setelah menempuh perjalanan jauh. Tuan putri pasti lelah. Gu Ji, antar Tuan Putri Li Kexin ke halaman istana yang telah di persiapkan." Kaisar Xiao Chen memberikan perintah.
"Baik." Kasim kepala Gu mengangguk mengerti. Dia kembali menjadi petunjuk jalan bagi Tuan Putri Li Kexin.
Hari itu rapat di adakan seperti biasa. Bahkan jauh lebih lama dari hari-hari biasanya.
"Yang Mulia, tanggul yang ada di kota Zhan Xu harus di berikan penanganan tambahan. Di saat musim hujan tiba. Rakyat yang ada di kota itu pasti akan jauh merasa lebih tenang," ujar Menteri Bai Yang.
"Menteri Bai, pengeluaran negara sudah terlalu berlebihan. Jika mementingkan pembangunan tanggul yang jelas-jelas sudah kokoh. Hanya akan membuat kas negara kosong. Banyak pembangunan lain yang lebih penting dan mendesak yang masih tertunda." Menteri Chao Ding berkata dengan nada sinis.
"Beberapa waktu lalu surat dari kota Zhan Xu telah datang. Dalam surat telah menjelaskan jika terdapat beberapa retakan pada tanggul." Menteri Bai Yang mengeluarkan surat yang ia simpan di saku jubah resminya.
Pengawal Zhu Wan mendekat mengambil surat resmi itu. Memberikannya kepada Kaisar Xiao Chen.
"Yang Mulia, retakan di tanggul bukanlah masalah sepele. Jika di biarkan begitu saja. Bisa mengakibatkan bencana yang tidak terbayangkan." Menteri Bai Yang masih bersikukuh dengan pendiriannya.
Namun beberapa menteri lainnya memberikan pandangan ketidaksetujuan.
Kaisar Xiao Chen menatap ke arah Perdana menteri Fu Bojing. "Bagaimana menurut perdana menteri Fu?"
Pria dengan wajah tenang namun memiliki banyak pemikiran di benaknya. Memberikan jawaban, "Yang Mulia, satu tahun terakhir pembangunan tanggul di beberapa kota. Telah menelan biaya yang cukup besar. Sehingga banyak pembangunan lain yang tertunda. Akan lebih baik untuk saat ini. Mengesampingkan pembangunan tanggul. Dan memulai mengerjakan pembangunan lain yang belum sepenuhnya terselesaikan."
Seorang Kasim pria mendekat kearah Kaisar Xiao Chen. Dia salah satu Kasim kepercayaan Ibu Suri Agung. Kasim itu berbisik cukup lama.
Setelah Kasim itu pergi, Kaisar Xiao Chen berkata. "Lakukan seperti yang di katakan Perdana menteri Fu."
"Baik." Perdana menteri Fu Bojing mengangguk mengerti.
"Aku lelah. Akhiri sampai di sini saja." Kaisar Xiao Chen bangkit dari tempat duduknya. Dia melangkah pergi meninggalkan tahtanya.
"Yang Mulia panjang umur dan sejahtera."
Semua menteri memberikan hormat.
...~...
...Halaman Istana Mimpi...
"Tuan Putri, saya pamit undur diri." Kasim kepala Gu memberikan hormat lalu pergi.
Tuan Putri Li Kexin masuk ke dalam ruangan kamar yang terlihat sangat rapi juga bersih.
"Tuan Putri, tugas anda hanya untuk mendapatkan hati Kaisar Xiao Chen. Jika anda tidak dapat menempati posisi Permaisuri Kekaisaran. Tuan putri lain akan di kirim datang menggantikan posisi anda saat ini." Salah satu pelayan wanita berkata dengan suara yang sangat dingin.
Wanita dengan gaun indahnya duduk di depan cermin. "Aku tahu apa yang harus aku lakukan. Tidak perlu kau mempertegasnya." Melepaskan setiap aksesoris yang ada di ikatan rambutnya. "Tian Mu, cari informasi tentang semua Selir Kekaisaran. Jangan sampai ada yang terlewatkan."
"Baik." Komandan Tian Mu pergi setelah mendapatkan tugas.
"Aku ingin istirahat. Kalian bisa pergi," ujar Tuan Putri Li Kexin.
"Baik." Dua pelayan wanita itu menunggu di luar kamar.
Dan wanita yang hanya tinggal seorang diri. Bangkit dengan wajah bosan. Dia berjalan menuju kearah jendela yang terbuka. 'Su Qian, aku pasti akan membebaskan mu. Tunggu aku."
Angin berhembus lembut menerpa wajah cantiknya. Kedua mata indah itu seperti kaca retak. Penuh simpul yang sulit di uraikan.
thanks Thor, lanjut
cieee puitis bet dah.../Facepalm/