NovelToon NovelToon
Bercerailah, Dan Menikah Denganku

Bercerailah, Dan Menikah Denganku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / CEO / Selingkuh / Dark Romance / Berondong
Popularitas:10.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fitri Widia

Perayaan empat tahun pernikahan Laura, seorang pemimpin perusahaan muda dirayakan begitu meriah bersama suaminya yang juga yang juga temannya saat SMA. Hubungan mereka begitu harmonis, layaknya pasangan suami istri sempurna di mata publik yang melihatnya.
Namun, kebahagiaan itu seketika di rusak oleh sebuah pesan dari seseorang misterius yang seolah tak suka dengan pernikahannya.
Dia pun mencari tahu sendiri kebenarannya, dan menguak kenyataan yang lebih mencengangkan...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitri Widia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejutan

Randi kini gencar mendekati Laura, setelah wanita itu bercerai dari keponakannya. Dia yang ternyata memendam perasaan pada Laura sejak remaja, mulai intens dan terang-terangan menunjukan rasa suka pada mantan istri Dave.

"Setidaknya aku bisa dekat dengan Laura tanpa harus menjaga hati Dave, tapi pria ini... Tatapannya benar-benar menggangguku," gumamnya yang kini sedang membicarakan kerja sama antara keduanya.

"Sepertinya kerja sama di antara kita akan menjadi topik hangat. Laura Chintya Wijaya bekerja sama dengan paman dari mantan suaminya," canda Randi yang membuat Laura tersenyum sinis.

"Untuk urusan bisnis aku tak terlalu mempertimbangkannya," ucap Laura yang membuat Randi sedikit kecewa.

"Kau sudah melewati masa iddah, apa tak ada rencana untuk memiliki pasangan lagi."

Laura menutup berkas dokumen yang sedang dia pegang, sedang Andreas membelalakkan matanya dan memberi tatapan dingin pada Randi.

"Jika om bertanya hal yang menyangkut kehidupan pribadiku, maka kerja sama di antara kita tak akan pernah terjadu," ancam Laura yang akhirnya membuat Randi menutup mulut.

Setelah Randi meninggalkan ruangannya, Laura menatap kepergiannya dengan raut wajah ketus. Dia tahu maksud dari kerja sama ini, karena pria itu ingin mendekatinya secara pribadi.

"Mereka keluarga yang tak tahu diri," ejek Andreas yang membuat Laura terkekeh.

"Kenapa kau malah tertawa?"

"Ejekanmu itu mewakili isi hatiku. Randi benar-benar tak tahu malu. Keponakannya berbuat ulah, tapi dia malah dengan percaya diri ingin mendekatiku," gerutu Laura yang kembali membuka amplop hasil tes DNA antara Larissa dan Dave.

"Sepertinya aku harus membuat kejutan untuk mantan suamiku yang masih di penjara."

Andreas mengerutkan keningnya, tak mengerti dengan maksud perkataan Laura. Namun dia pun tetap menuruti atasannya untu mengirim amplop itu ke alamat rutan tempat Dave di tahan.

"Laura, apa kau belum bisa memberikan jawaban?" Tanya Andreas yang membuat Laura mengangkat wajahnya.

Kini keduanya saling pandang, Laura merasakan tatapan hangat dan tulus dari Andreas. Namun rasa traumanya, seolah menyelimuti hati yang sudah tak lagi percaya pada sebuah hubungan.

Andreas yang tahu jawabannya, tak lagi melayangkan pertanyaan yang sama setiap harinya. Namun dia tak akan menyerah untuk bisa mendapatkan hati Laura dan menghilangkan trauma wanita itu dengan ketulusannya.

***

Dave yang kini berada di rutan, sedang menikmati makan siang yang Mona bawa saat menjenguknya. Pria itu makan dengan lahap seolah jarang menemukan makanan ini setiap harinya.

"Makanan di tempat ini sangat tidak enak. Aku bisa mati kelaparan karena tak tahan dengan rasanya," gerutu Dave yang membuat Mona tersenyum.

"Kau harusnya bersyukur aku tak meninggalkanmu dalam kondisi ini. Jadi kau bisa merasakan makan siang yang enak, walau bukan dari tangan private chef," sindir Mona pada Dave yang tak terbiasa makan masakan rumahan.

"Terima kasih kau sudah merawatku walau dalam keadaan terpuruk. Asal kau tahu, aku bisa mendapat kompensasi pengurangan masa tahanan jika berbuat baik. Besok kau harus bawa masakan yang banyak, dan aku akan membagikannya pada polisi serta para narapidana yang lain."

Mona mengangguk, dia akan menuruti apapun perintah Dave asalkan menguntungkan baginya. Namun raut wajah wanita itu berubah, seolah menahan sesuatu yang membuatnya ingin segera pulang dari sana.

"Apa om Randi selalu memberikan uang bulanan padamu dan Larissa?"

Mona kembali mengangguk, dan merapikan bekas makan suaminya. Dia pun pergi meninggalkan Dave dan segera pulang ke apartemennya.

"Woee... woee... "

Mona yang baru sampai segera memuntahkan makan siangnya. Wajahnya panik dan cemas mengingat dia sudah telat menstruasi seminggu ini.

"Ya, aku tak boleh panik. Selama ini aku juga sering melayani Dave walau dia di penjara. Aku tak boleh panik dan cemas. Justru aku harus mengabari hal ini pada mertuaku yang masih saja sombong itu," gumam Mona yang menduga jika dirinya tengah mengandung.

Sore hari, Dave mendapatkan sebuah surat tanpa nama si pengirim. Namun bisa dia lihat dengan jelas, jika dirinya penerima dari surat tersebut.

"Apa ini? Orang iseng yang mencoba menggangguku?"

Dave pun membuka amplop coklat tersebut yang berisi amplop putih dari sebuah rumah sakit. Ada rasa cemas saat dirinya membuka amplop itu, dan melihat satu lembar kertas berisi laporan hasil tes DNA.

"99,99% tidak ada kecocokan. Maksudnya aku dan Larissa bukan ayah dan anak kandung. Tidak, ini tidak mungkin. Bagaimana mungkin, aku bahkan menemani Mona saat dia melahirkan anak itu? Apa jangan-jangan, Mona tak hanya berhubungan denganku?" Dave terlihat gemetar sambil meremas kertas di tangannya. Hasil laporan dari rumah sakit tak mungkin salah, kecuali ada pihak yang memanipulasinya.

"Sepertinya ini perbuatan Laura yang iri padaku. Larissa terlahir dengan sempurna, sementara dia sendiri tak bisa menjaga kandungannya dengan baik. Ya, ini pasti perbuatan Laura."

***

Makan malam kali ini terasa beda bagi Laura. Bram dengan sengaja mengundang Andreas ke rumah untuk menikmati makan malam di rumah keluarga Wijaya.

"Ini bentuk Terima kasihku padamu atas pengabdian dan juga keterampilan kerja yang kau miliki," puji Bram yang membuat Laura mengejek pria itu.

"Ini sudah tugasku tuan, lagipula anda juga membayar ku dengan jumlah sepadan bahkan lebih. Aku justru lebih berterima kasih pada anda dan juga nona Laura yang selalu memberikan kepercayaan padaku.

Bram mengangguk dan menyantap kembali makan malamnya. Laura pun tersenyum dan bangga karena menempatkan orang yang tepat di perusahaan.

"Apa kau tak berencana mencari seorang pendamping hidup?" Tanya Bram yang membuat Laura dan Andreas tersedak. Keduanya pun saling bertatapan sebelum akhirnya Andreas menjawab pertanyaan Bram.

"Sebenarnya, aku sudah memilih mengajak seorang wanita yang akan ku jadikan pasangan hidupku. Tapi dia belum menjawab nya," ucap Andreas yang membuat Bram sedikit kecewa.

"Sejujurnya aku merasa heran padamu, pria setampan dan segagah kau belum punya istri itu sangatlah aneh."

Andreas tersenyum mendengar pujian dari Bram, dan menatap Laura yang sedang salah tingkah.

"Aku juga tak mengerti alasan wanita itu belum memberikan jawaban. Mungkin karena di matanya aku masih banyak kekurangan."

Laura semakin salah tingkah dengan pembicaraan Andreas yang pasti tertuju padanya. Dia pun menaruh alat makannya dan meminta izin pada kedua pria itu untuk beranjak dari meja makan.

Setelah makan malam selesai, Bram mengajak Andreas ke area halaman belakang. Tempat favorit Laura dan juga dirinya yang sama-sama senang melukis.

"Andreas, berapa usiamu?"

"28 tahun," jawab Andreas yang sedang menikmati kopi buatan Bi Ani.

"Urungkan saja niatmu mengajak wanita itu menikah. Aku ingin kau menjadi suami putriku," ucap Bram yang membuat Andreas terkejut, walau wanita yang di maksud adalah putri Bram sendiri.

"Tapi tuan, aku... "

"Aku sakit, dan aku tak mau Laura sendirian di saat aku pergi untuk selamanya."

1
Reni Anjarwani
bayinya ternyata kembar
Reni Anjarwani
lanjuttt
sutiasih kasih
lnjut thor....
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Reni Anjarwani
lanjut semanggat doubel up
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Reni Anjarwani
lanjut
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
sutiasih kasih
kalian... paman n ponakan... pnikmat jalang.... satu lobang buat gantian...
🤣🤣
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up thor
sutiasih kasih
hisss mnjijikan.... n ga tau diri... kalian pnyuka jalang... kok pede bngt mnginginkn laura....
Reni Anjarwani
lanjut doubel up
sutiasih kasih
sukurin.... jalang km bela"in.... 😄😄
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
sutiasih kasih
keliarga gila smua... sdh bnar laura memilih bercerai dri pecundang dave...
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Reni Anjarwani
lanjut doubel up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!