NovelToon NovelToon
Cinta Pertama Si Gadis Cupu

Cinta Pertama Si Gadis Cupu

Status: tamat
Genre:Cintapertama / CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:53.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nita.P

"Dia cinta pertamaku, dan aku ingin berjuang untuk mendapatkannya"

Irena, gadis berkacamata yang sebelumnya bahkan tidak mempunya teman pria, namun tiba-tiba jatuh cinta pada pandangan pertama pada seorang pria tampan bernama Andreas. Pertama kali merasakan jatuh cinta, membuat dia antusias untuk bisa mendapatkan hati pria itu. Meski tidak jarang perjuangannya sama sekali tidak dihargai oleh Andreas. Bahkan pria itu seolah tidak menganggap kehadirannya.

"Sebaiknya kau berhenti berjuang dengan perasaanmu itu, karena aku tidak akan pernah membalas perasaanmu, semuanya hanya sia-sia"

Berbagai macam penolakan Irena bisa pahami, dia tidak menyerah begitu saja. Namun, ketika Andreas sendiri yang mengatakan jika dia tidak akan pernah mencintainya, karena ada perempuan lain yang dicintainya. Maka saat itu semua harapan runtuh tanpa jejak, semua perjuangan sia-sia. Dan Irena mulai mundur, mengasingkan diri dan mencoba melupakan cinta pertamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedatangan Tiba-tiba

Setelah beberapa hari, Irena mulai merasa ada perbedaan dari Bisma. Pria itu seolah menghindar darinya, berbicara seperlunya dan itupun hanya urusan tentang pekerjaan. Meski tidak bicara, tapi Irena menyadari kalau Bisma sengaja menghindarinya. Irena berpikir mungkin ini karena kejadian makan malam waktu itu, dimana orang tuanya yang menanyakan tentang pernikahan mereka, tapi Irena tidak bisa menjawab.

Sore ini ketika pulang, Irena sengaja menghampiri Bisma di ruangannya. Irena butuh penjelasan kenapa Bisma harus menghindarinya.

"Mas, hari ini aku tidak bawa mobil. Boleh ikut sama Mas saja?"

"Tunggu sebentar, aku selesaikan ini dulu. Nanti kita pulang bareng"

Irena mengangguk, dia duduk di sofa yang ada di ruangan Bisma. Tadi pagi memang tidak membawa mobil sendiri karena di antar oleh Farel, Irena sedang tidak mood mengemudi sendiri. Irena membuka ponselnya sambil menunggu Bisma selesai.

Bisma menghampiri Irena ketika sudah selesai dengan pekerjaannya. Bisma menghela napas pelan, wajahnya menunjukan frustasi dan kebingungan.

"Ayo kita pulang"

Irena mendongak, mengalihkan pandangan dari layar ponselnya. Dia mengangguk dan segera berdiri. Menyelempangkan tasnya di bahu. Mereka keluar ruangan, Irena menatap Bisma yang menggandeng tangannya tapi tidak banyak bicara. Ingin bertanya ada apa yang terjadi pada pria itu, tapi Irena sedikit ragu. Setelah berada di dalam mobil pun, mereka tetap diam, tidak ada percakapan.

"Mas"

"Ren"

Keduanya memanggil secara bersamaan, Irena langsung menoleh. "Mas saja duluan, aku nanti saja"

Bisma mengangguk pelan, cengkraman pada kemudi semakin erat. Namun tetap fokus pada jalanan, meski dia sedang merasa ragu untuk mengungkapkan.

"Orang tuaku terus menekan untuk aku segera menikah, Ren. Tapi aku tahu kamu belum siap untuk itu"

Irena terdiam, kedua tangannya tiba-tiba saling bertaut erat di atas pangkuan. Sepertinya cara Bisma menghindarinya, karena dia bingung bagaimana mengungkapkan hal ini pada Irena yang sudah jelas mengatakan jika dia belum siap untuk menikah saat ini. Sementara Bisma mulai mendapatkan tekanan dari orang tuanya untuk segera menikah. Ini pasti membuatnya bimbang.

"Mas-"

"Aku tidak akan memaksa kok Ren, aku cukup mengerti jika kamu mungkin belum mau menikah. AKu juga sedang berusaha berbicara dan memberikan pengertian pada Ayah dan Ibu"

Irena mengangguk pelan, meski dia juga ikut memikirkan tentang ucapan Bisma sekarang. "Mas, maaf ya karena aku belum siap untuk melanjutkan hubungan ini ke lebih serius"

Mobil terhenti di depan halaman rumah, Bisma mengelus kepala Irena dan mengecup kepalanya dengan lembut. "Tidak papa, aku mengerti. Aku akan mencoba memberikan penjelasan pada Ayah dan Ibu"

Irena mengangguk pelan, merasa cukup lega karena setidaknya Bisma tidak memaksanya. "Mas mau masuk dulu? Makan malam disini saja"

Bisma melihat sebuah mobil mewah yang terparkir di halaman rumah Irena. "Sepertinya orang tua kamu ada tamu, itu mobil siapa?"

Irena menoleh dan baru melihat ada sebuah mobil mewah terparkir di depan rumahnya. Irena juga merasa bingung karena dia tidak mendengar orang tuanya bicara akan ada tamu hari ini.

"Aku tidak tahu, Ayah dan Ibu tidak mengatakan kalau akan ada tamu. Mas, mau ikut masuk saja?"

Bisma mengangguk, akhirnya dia ikut masuk ke rumah Irena. Dia juga penasaran tamu yang datang ke rumah kekasihnya ini siapa, melihat dari mobilnya bukanlah orang biasa.

"Sepertinya memang kedatangan tamu penting"

Irena mengangkat bahunya pelan. "Mungkin ya Mas, tapi siapa ya?"

Ketika masuk ke dalam rumah, tubuh Irena langsung membeku melihat dua orang pria yang duduk di sofa ruang tamu bersama Ayah. Melihat wajah Ayah yang juga terlihat bingung karena kedatangan tamu tak di undang kali ini.

"Eh Ren, kalian sudah pulang" ucap Ayah, menatap Irena dengan lekat seolah mengatakan jika dia bingung dengan tamu tak di undang ini. "Ayo sini duduk dulu"

Irena mengerjap pelan, dia bukan hanya sekadar bingung, tapi sudah begitu terkejut dengan kedatangan tamu ini. Apalagi dengan Bisma, dia melihat pria yang ditemuinya di rumah sakit saat Irena pingsan, melihatnya sekarang datang kesini, membuatnya bertanya-tanya. Untuk apa dia datang kesini?

"Ada apa Kak Andreas datang kesini?" tanya Irena, dia berdiri di samping Ayah.

Andreas menatap Irena, lalu beralih menatap pria yang sekarang duduk di samping Ayah. Tatapannya matanya menunjukan tidak suka melihat Bisma yang datang bersama dengan Irena.

"Kak, Ibu mau bicara dulu sebentar"

Suara Ibu membuat Irena langsung menoleh, dia berjalan mengikuti Ibu ke arah kamar. Ibu menutup pintu kamar dan mengajak anaknya berbicara berdua.

"Ada apa Bu?"

"Kak, kamu kenal siapa dua pria tadi? Mereka tiba-tiba datang dan mengatakan ingin melamar kamu"

"Hah?"

Irena bahkan tidak bisa menahan teriakannya karena begitu terkejut atas ucapan Ibu. Seketika sadar akan teriakannya, Irena langsung menutup mulut dengan tangannya. Sudah pasti teriakannya terdengar sampai ruang tamu, karena kamar ini bukanlah ruangan kedap suara.

"Bagaimana bisa Bu?"

"Makanya Ibu dan Ayah juga bingung. Apa kamu mengenalnya?"

Irena menggigit bibir bawahnya, bingung bagaimana caranya untuk menjelaskan pada Ibu. "Em Bu, sebenarnya Kak Andreas adalah cinta pertamaku saat kuliah dulu"

"Maksud kamu? Orang yang membuatmu sakit karena patah hati? Iya?"

Dengan memejamkan mata, Irena mengangguk. Dia juga tidak mungkin berbohong pada Ibu. Wajah Ibu berubah kesal.

"Kalau begitu, Ibu dan Ayah tidak akan menerima lamaran pria itu"

"Eh Bu, tunggu dulu" Irena menahan tangan Ibu yang sudah berbalik dan ingin pergi keluar kamar. "Memangnya dia benar-benar datang untuk melamarku? Ibu tidak bohong 'kan?"

"Iya Kak, datang tiba-tiba dan langsung mengatakan ingin menikahimu. Bagaimana Ibu dan Ayah tidak shock. Sementara kamu juga sedang berhubungan dengan Nak Bisma. Tapi mereka tetap ingin menunggu sampai kamu pulang"

Irena mengerutkan kening begitu dalam, merasa bingung kenapa Andreas tiba-tiba datang untuk melamarnya. Sebenarnya entah apa yang di inginkan pria itu.

"Berita putus dengan tunangannya saja baru minggu lalu tersebar, dan sekarang sudah ingin-"

"Apa? Jadi dia punya tunangan sebelumnya? Apa tunangannya yang dulu membuat dia menolak kamu mentah-mentah Kak?"

Irena terdiam dengan wajah masam, sepertinya sudah tidak bisa menutupi semuanya lagi.

Ibu menghembuskan napas kasar, wajahnya benar-benar kesal. Ibu keluar kamar, dan Irena pun mengejarnya.

"Kami tidak bisa menerima lamaran dari pria yang dulu menyakiti putri kamu!"

Deg...

Bersambung

Yang masih nabung bab gue panah online ya kalian.. 🔪🔪

1
Kar Genjreng
ahirnya TAMAT terimakasih Kak Author sebenarnya terahir ini sibuk jadi baru baca nya maaf ya Kak Author biasanya cuma baca sendiri begitu berahir ada temannya 😁👍,,itu Malvin kenapa kejam haduhhh mabok bacanya
Erna Riyanto
Akhirnya happy ending cerita Andreas...Bara,,Davin,,,Andreas,,,sdh selesai.mksih Thor...ditunggu cerita tiga teman Davin yg lainnya
Nita.P: ceritanya marvin udah rilis, judul Penjara Pernikahan Tuan Marvin. habis ini baru nyusul Bayu dan Byan.
total 1 replies
Uba Muhammad Al-varo
akhirnya happy ending, terima kasih kakak Author, ceritanya bagus, keren dan menghibur semoga kakak Author selalu sehat, selalu semangat dan selalu sukses dalam berkarya, aamiin...🙏❤️💪💪💪
Nita.P: makasih.. jangan lupa mampir di cerita Marvin juga ya
total 1 replies
AlmiraAzniAdzkia🥰🌺
hemm,,,tamat andreas,,blum ikhlas sih sebenernya di tmatin,,,🤭😍
Kar Genjreng
biar kamu gerik bng
Uba Muhammad Al-varo
benar kata Andreas.......Irena, kalau lelaki yang sudah bersuami itu selingkuh dan menghalalkan segala cara demi nafsu syahwatnya yaitu lelaki bodoh juga lelaki sialan, kalau diibaratkan kotoran yang menjijikan melebihi kotoran yang dikeluarkan binatang 👿👿👿
Kar Genjreng
siap komandan akan kesana bila sudah siap dan ada waktu Ok tenang cuma Malvin itu group mana apa sahabat mereka berempat kah belum di jawab dari kemarin
Nita.P: iya, dia masuk di grup five boy crazzy😭
total 1 replies
Dew666
🏆🏆🏆🏆🏆
Kar Genjreng
bukankah yang di group boy itu hanya 4 ya ,,Davin,,barra,,bayu,,, Andreas ,,,ko ada Malvin,
Nita.P: Marvin kan yang baru pulang dari luar negeri. ada loh di cerita Davin udah aku sematkan
total 1 replies
Kar Genjreng
👍 sudah mampir' tapi baru baca dikit tapi lebih miris ya ,,😭😭
Uba Muhammad Al-varo
wahai para suami di seluruh Indonesia, semoga kalian semua nya bisa lebih mencintai, menghormati, menyayangi,memuliakan istri mu, lihatlah perjuangan istri mu dari mengandung, melahirkan, merawat dll anak2mu jangan sampai kau suami menyesal di kehidupan setelah kematian mu,ingat ajab akhirat lebih pedih,maaf🙏🙏🙏
congrats Irena, Andreas
Nita.P: mampir di cerita Marvin jangan lupa hey kalian😭
total 2 replies
Uba Muhammad Al-varo
coba kalau semua suami seperti Andreas gimana beratnya perjuangan istrinya melahirkan anak suami nya, nggak ada iya suami yang berselingkuh dan menyakiti istrinya lahir dan batin 🤔🤔🤔
Kar Genjreng
😂 Andreas gembeng,,,banget Irena kalau lahiran jangan teriak sakit,,,masalahnya ketika bikin. teriaknya enak enak lagi lagi
begitu melahirkan bilang sakit terus dan terus ahhh malu donggg ,,,
Kar Genjreng
ga ada katanya ngilang tu coba cek dan R chek Thor
Kar Genjreng
ga ada pemberitahuan maka itu tidak tau diriku sayannggg
Uba Muhammad Al-varo
semoga proses kelahirannya Irena dan debay nya diberikan kelancaran, kemudahan dan keselamatan.....🙏💪💪💪💪💪
Kar Genjreng
semangat Irena nah lahiran Normal lebih menyenangkan dari pada cecar Karni kalau normal sakitnya hanya sekitar satu mingguan saja tetapi kalau operasi bisa lama katanya ,,,👍 semoga sukses leburan nya dan selalu berdoa agar di mudahkan
Kar Genjreng
betul sekali Andreas kesederhanaan yang di miliki oleh keluarga istri mu sangat menyenangkan bahkan kadang bikin iri karena kesederhanaan nya membuat betah kebaikan nya bikin selalu ingin pulang
Kar Genjreng
naysila sekarang nginap ya di hotel prodeo
seumur hidup mah itu apa Lo tanam sekarang saat Lo memetik buahnya ,,, dulu
namanya kejahatan yang Lo petik juga sesuatu yang menyakitkan
Kar Genjreng
Andreas punya tempat untuk pulang dan
selalu di nanti kedatangan di rumah ada yang menunggu setiap saat,,,bahagialah selalu ya 👍❤️❤️🌹🌹 lopeyuuu ya Thor juga bernafas sudahan tinggal menunggu anak anak Andreas ,,, semoga punya banyak Anak minimal 4 hahaha kaya Davin juga mau punya Anak banyak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!